Contoh Keputusan Bersama di Sekolah, Rumah, dan Masyarakat

Diposting pada

Pengambilan Keputusan Bersama

Diskusi tentang pengambilan keputusan bersama dimulai pada tahun 1976 dengan buku Fritz Scharpf, Bernd Reissert dan Fritz Schnabel. Pengambilan  keputusan bersama dapat meningkatkan rasa keadilan karena terdapat keterlibatan semua elemen masyarakat atau pihak-pihak yang bersangkutan terkait dengan urusan yang akan diselesaikan.

Pertanyaannya adalah apakah setiap keputusan bersama dapat diterima oleh setiap anggota? Tentu tidak semua orang bisa menerima, namun ada cara yang digunakan untuk meminimalisir kerugian oleh banyak pihak karena pengambilan keputusan bersama didasarkan atas rasa keadilan. Lantas bagaimana sih konsep dari pengambilan keputusan bersama? Mari kita simak contoh-contoh pengambilan keputusan bersama yang dilakukan dengan berbagai cara pada artikel ini.

Keputusan Bersama

Keputusan bersama adalah serangkaian bentuk keputusan yang diambil atas dasar persetujuan dan kesepakatan bersama. Sebelum mengambil keputusan bersama, biasanya dilaksanakan musyawarah guna mempertimbangkan pendapat banyak orang.

Hasil keputusan bersama harus diterima oleh semua pihak dengan ikhlas dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

Contoh Pengambilan Keputusan Bersama

Adapun contoh-contoh pengambilan keputusan bersama yang didasarkan atas cara dalam melaksanakannya antara lain, sebagai berikut:

Sekolah

Adapun untuk contoh pengambilan keputusan bersama yang ada di lingkungan sekolah, antara lain sebagai berikut:

  1. Pemilihan Ketua Kelas

Pemilihan ketua kelas di sekolah biasanya dilakukan dengan cara musyawarah. Teman yang dirasa bertanggung jawab diajukan menjadi ketua kelas. Kemudian di antara beberapa teman yang dicalonkan tersebut, dipilih dengan musyawarah.

Ketika musyawarah pemilihan ketua tidak bisa menghasilkan keputusan. Kemudian penentuan ketua kelas dilakukan dengan cara voting. Selain itu, juga diputuskan dengan pendapat orang yang lebih tua/bijaksana yaitu wali kelas.

  1. Pengerjaan Tugas Kelompok

Tugas kelompok adalah tugas yang dikerjakan bersama oleh para anggota dalam satu kelompok. Dalam mengerjakan tugas kelompok, biasanya para siswa biasanya berdiskusi untuk mencari jawaban. Pada proses diskusi itulah musyawarah terjadi sehingga mendapatkan jawaban yang sesuai dengan kesepakatan bersama seluruh annggota kelompok.

  1. Pembagian Jadwal Piket

Pembagian jadwal kelompok biasanya dilakukan melalui diskusi kelas bersama dengan wali kelas. Dalam memutuskan jadwal piket, biasanya ada siswa yang kurang setuju ditempatkan di hari tertentu. Apabila alasan disetujui, maka akan diaturkan hari lain sesuai dengan keputusan bersama.

Namun juga tak jarang, pembagian jadwal hanya ditentukan oleh beberapa pengurus kelas saja, bahkan juga hanya ditentukan oleh wali kelas secara sepihak.

  1. Penentuan Program Organisasi

Sekolah mempunyai banyak organisasi, salah satunya adalah OSIS. Terdapat program-program yang akan dijalankan OSIS untuk meningkatkan keaktifan siswa. Program-program tersebut disusun pada awal reorganisasi yang didiskusikan oleh anggota baru.

Kemudian hasil diskusi atau musyawarah disampaikan kepada dewan guru untuk diberikan persetujuan. Ketika program diberi persetujuan, maka akan disampaikan kepada seluruh siswa. Untuk siswa yang tidak setuju, maka bisa mengkritisi program yang akan atau sedang dilaksanakan dan selanjutnya bisa didiskusikan kembali oleh OSIS.

Rumah/Keluarga

Adapun untuk bentuk pengambilan keputusan bersama di lingkungan keluarga, antara lain sebagai berikut:

  1. Pemilihan Sekolah Anak

Orang tua biasanya menginginkan sang anak bersekolah di tempat yang sesuai dengan pilihannya. Begitu pula sang anak juga menginginkan bersekolah di tempat yang ia suka. Hal ini perlu didiskusikan dan dimusyawarahkan bersama antar anggota keluarga, seperti ayah ibu dan anak yang bersangkutan. Dalam diskusi biasanya membahas kelebihan dan kekurangan sekolah yang akan didaftar.

  1. Pembagian Tugas Rumah

Setiap rumah mempunyai aturan tersendiri dalam mengurus rumahnya. Biasanya dalam melaksanakan tugas rumah dilakukan oleh semua anggota keluarga. Orang tua bisa menentukan secara sepihak tugas untuk anaknya. Namun, akan lebih baik apabila pembagian tugas rumah didiskusikan dan dimusyawarahkan bersama antar anggota keluarga.

Misalnya saja dalam hal ini tugas ayah memotong rumput tiap minggu, ibu memasak setiap hari, kakak mencuci baju, adik menyapu lantai dan sebagainya.

  1. Penentuan Tempat Liburan

Terdapat banyak keluarga yang setiap bulan berlibur ke tempat-tempat wisata atau hanya sekedar berkunjung ke rumah saudara. Waktu liburan tiba, biasanya orang tua menawarkan kepada anaknya tempat mana yang ingin dikunjungi.

Kemudian, anaknya mengusulkan tempat dan orang tua memberikan pendapat mengenai tempat yang diusulkan anaknya. Jadi, hanya sebatas diskusi kecil menentukan tempat liburan sudah bisa dikategorikan dalam proses pengambilan keputusan bersama dalam lingkungan rumah.

  1. Penentuan Konsumsi Rumah Tangga

Setiap keluarga mempunyai kebutuhan yang berbeda-beda. Salah satunya adalah kebutuhan konsumsi setiap hari. Misalnya makanan, minuman, lauk pauk, buah, kebutuhan mandi, kebutuhan tempat tidur, make up dan sebagainya.

Ibu sebagai pihak yang membeli perlengkapan rumah tangga berdiskusi kepada ayah sebagai yang memberi uang dan anak-anaknya yang membutuhkan perlengkapan. Seperti apakah harus membeli sabun merk A? apakah hari ini ingin masak sayur X? dan semacamnya.

Masyarakat

Adapun contoh lingkungan masyarakat dalam pengambilan keputusan, antara lain sebagai berikut:

  1. Pemilu Pejabat Pemerintah

Pemilu adalah salah satu upaya pengambilan keputusan bersama dengan cara voting atau suara mayoritas. Pemilu dilaksankana dengan cara voting karena musyawarah tidak memungkinkan untuk menentukan pemimpin. Hal ini karena dianggap terlalu luasnya lingkup musyawarah dan voting dianggap lebih efektif dalam menentukan pemimpin. Baik memilih kepala desa, DPR, Bupati/Walikota, hingga presiden.

  1. Penentuan Jadwal Ronda

Dalam masyarakat biasanya terdapat ronda malam selain dari hansip. Penentuan jadwal ronda biasanya dibahas dalam rapat RT/RW di daerah masing-masing. Penentuan jadwal biasanya dilakukan dengan diskusi atau musyawarah hingga semua anggota menyepakatinya.

Namun, juga terkadang jadwal dibuat oleh beberapa orang saja, kemudian disampaikan kepada anggota masyarakat untuk disetujui atau hanya semacam pemberitahuan.

  1. Penyelesaian Perselisihan antar Masyarakat

Tidak bisa dipungkiri bahwa dalam kehidupan masyarakat terdapat peselisihan atau pertikaian. Dalam menyelesaikan masalah, perlu campur tangan orang lain. Hal ini bertujuan untuk mencari solusi pemecahan masalah.

Biasanya dilakukan dengan musyawarah yang dihadiri oleh pihak-pihak yang berselisih dan penengah (sesepuh/tokoh masyarakat). Musyawarah dilakukan untuk mendapatkan titik temu atau jalan keluar masalah agar tidak menguntungkn salah satu pihak saja.

  1. Penentuan Program Desa

Desa mempunyai program yang direncanakan oleh para perangkat desa. Biasanya penentuan rencana juga dihadiri oleh anggota BPD (Badan Permusyawaratan Desa) sebagai wakil dari masyarakat.

Mereka membahas bersama program-program desa yang akan dijalankan beserta dengan rencana anggarannya.  Dalam musyawarah tentu ada yang keberatan dengan usul anggota lain. Sehingga musyawarah dilaksanakan hingga terjadi kata mufakat atau suara bulat.

Pemerintah/Hubungan Antar Negara

Contoh bentuk pengambilan keputusan dalam hubungannya dengan sistem pemerintahan antar negara misalnya saja;

  1. Pembatalan Haji 2020

Adanya proses pembatalan haji yang dilakukan Indonesia setelah terdapat kesepakatan bersama dengan negara Arab Saudi merupakan bentuk pengambilan keputusan yang tepat. Mengingat berbagai bentuk negara-negara di seluruh dunia pada saat ini sedang di landa Covid 19 atau virus korona.

Tahapan Pengambilan Keputusan Bersama

Pengambilan keputusan bersama dilakukan dengan cara-cara berikut ini;

  1. Percaya pada keputusan orang yang lebih tua/bijaksana

Pada masyarakat tradisional, orang yang dituakan atau dianggap bijak memiliki kewenangan dalam menentukan keputusan. Apabila terdapat pengambilan keputusan, pemimpin maupun orang yang dituakan mempunyai pengaruh yang besar.

Semua hal dipercayakan kepada keputusan pemimpin. Namun, dalam masyarakat modern penggunaan cara seperti ini kurang relevan.

  1. Musyawarah mufakat

Musyawarah digunakan untuk menyelesaikan begitu banyaknya perbedaan pendapat sehingga dihasilkanlah keputusan bersama. Musyawarah merupakan ciri masyarakat Indonesia dalam menyelesaikan masalah.

Musyawarah dalam mufakat merupakan bentuk pengambilan keputusan yang mengedepankan kebersamaan dan merupakan pengamalan sila keempat Pancasila yang dilandasi oleh akal sehat, hati Nurani yang luhur, semangat gotong royong, dan kekeluargaan.

  1. Pengambilan suara terbanyak/voting

Biasanya, apabila pengambilan keputusan dengan cara musyawarah tidak mendapatkan titik temu atau keputusan yang bulat, keputusan dilakukan melalui pemungutan suara terbanyak atau voting. Pada pelaksanaannya, arti voting didasarkan atas suara mayoritas yang akan menjadi penentu hasil keputusan.

Voting bukan saja digunakan ketika hasil musyawarah tidak bisa menghasilkan suara bulat, namun juga ketika terdapat hal yang tidak bisa diputuskan dengan cara musyawarah layaknya pemilu.

  1. Aklamasi

Aklamasi adalah cara pengambilan keputusan ketika musyawarah dan voting tidak bisa menghasilkan keputusan. Aklamasi sendiri adalah pernyataan setuju yang dilakukan tanpa pemungutan suara. Hal ini terjadi karena adanya kesamaan pendapat yang dikehendaki oleh anggota kelompok.

Itulah tadi artikel yang bisa kami uraikan pada segenap pembaca berkenaan dengan contoh pengambilan keputusan bersama yang biasa dilakukan di lingkungan sekolah, rumah, masyarakat, dan pemerintahan yang mudah untuk ditemukan. Kiranya bisa menjadi sumber referensi bagi pembaca sekalian.

 

Gambar Gravatar
Guru PPKn Alumni Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan di Kampus Negeri Jawa Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *