11 Pengertian Lingkungan Keluarga, Macam, Faktor, Manfaat, dan Contohnya

Posted on

3 Pengertian Lingkungan Keluarga, Macam, Faktor, Manfaat, dan Contohnya

Lingkungan keluarga menjadi lingkungan pertama yang akan dikenal saat manusia dilahirkan. Lingkungan bisa dikatakan paling dekat jikalau dibandingkan lingkungan sekolah ataupun lingkungan masyarakat. Bahkan tak khayal jikalau lingkungan kelurga menjadi salah satu contoh lingkungan sekolah pertama yang  didapatkan anak-anak karena pendidikan yang pertama adalah pendidikan dari orang tua.

Oleh sebab itulah tak heran jika lingkungan keluarga memiliki pengaruh yang besar bagi individu. Dimana dalam lingkungan keluarga banyak hal di dapatlah oleh seseorang. Lantaran hampir setiap anggota dalam lingkungan keluarga memiliki perannya masing-masing mulai dari ayah, ibu, kaka, adik dan seterusnya.

Lingkungan Keluarga

Lingkungan keluarga dapatlah dikatakan sebagai lingkungan pendidikan pertama dan utama bagi anak. Lingkungan keluarga ini senantiasa memberikan tontonan yang kemudian menjadi tuntunan bagi seseorang. Maka dari itu lingkungan keluarga memiliki peranan yang sangat penting dalam perkembangan pribadi anak.

Disisi lain, lingkungan keluarga menjadi tempat dasar pembentukan watak dan sikap anak.  Karena di dalam lingkungan keluarga, anak pertama kali mendapat pengetahuan tentang arti nilai dan macam-macam norma yang berlaku di masyarakat.

Pengertian Lingkungan Keluarga

Lingkungan keluarga adalah lingkungan utama yang mempengaruhi perkembangan dan tingkah laku seseorang dalam mendapatkan kasih sayang, perhatian, bimbingan, dorongan, dan keteladanan, semua itu tentu saja terpenuhi kebutuhan ekonomi dari orang tua yang membuat anak dapat mengembangkan segala potensi yang dimilikinya. lingkungan keluarga termasuk jalur pendidikan yang baik karena berasal dari didikan orang tua.

Pengertian Lingkungan Keluarga Menurut Ahli

Lingkungan Keluarga Menurut Para Ahli
Lingkungan Keluarga Menurut Para Ahli

Adapun definisi lingkungan keluarga menurut para ahli, antara lain;

  1. Gunarsa (2009), Lingkungan keluarga adalah lingkungan pertama yang mula-mula memberikan pengaruh yang mendalam bagi anak. Pendapat ini menunjukan bahwa lingkungan kelurga akan memberikan dampak yang mendalam bagi anak. Dari anggota-anggota keluarganya seorang  anak akan memperoleh segala kemampuan dasar, baik intelektual maupun sosial. Dimana setiap perilaku, pandangan, dan pendapat orang tua ataupun anggota keluarga lainnya akan menjadi teladan bagi anak dalam berperilaku. Maka  berarti lingkungan keluarga sebagai lingkungan pendidikan yang pertama bagi anak sangat penting dalam membentuk pola kepribadian anak. Karena di dalam keluarga, anak pertama kali mendapat pengetahuan tentang hal-hal dasar.  
  2. Hasbullah (2003), Pengertian lingkungan keluarga adalah lingkungan pendidikan pertama dan utama bagi anak. Hal tersebut  karena di dalam keluarga inilah anak pertama-tama akan mendapat didikan dan bimbingan. Lingkungan keluarga dikatakan sebagai lingkungan yang utama karena sebagian besar dari kehidupan anak adalah di dalam keluarga.
  3. Barnadib (1999), Definisi lingkungan keluarga adalah lingkungan utama yang bertanggung jawab atas pembentukkan kepribadian, kasih sayang, kelakuan, perhatian, bimbingan, kesehatan dan suasana rumah. Lingkungan keluarga dapat membentuk rasa cinta dan hormat anak kepada bangsa.

Macam Lingkungan Keluarga

Jenis kehidupan yang ada di lingkungan keluarga. Antara lain;

  1. Positif

Lingkungan keluarga menjadi agen utama pada tahapan sosialisasi. Karena setiap keluarga terdiri dari individu yang berbeda dalam lingkungan yang berbeda, lingkungan setiap keluarga yang baik dapat memberikan pengaruh yang positif. Misalnya saja kelurga yang baik disini adalah senantisa mengedepankan arti musyawarah dan makna mufakat di atas perbedaan yang dilakukan.

  1. Negatif

Sedangkan jenis lingkungan keluarga yang bersifat negatif adalah kehidupan yang senantisa mengedepankan sikap egois dalam berbagai hal. Misalnya tidak adanya komunikasi yang efektif serta tidak hadirnya aturan-aturan yang membuat kehidupan kacau.

Faktor Lingkungan Keluarga

Di dalam lingkungan kelurga tentu akan banyak interaksi yang terjadi antar anggota keluarga. Adapun untuk faktor yang dapat mempengaruhi dalam lingkungan keluarga. Diantaranya;

  1. Cara orang tua mendidik

Cara mendidik yang dilakukan oleh orang tua terhadap anaknya memiliki pengaruh yang terhadap belajar anak. Orang tua yang tidak atau kurang memberikan perhatian akan menyebabkan anak kurang berhasil dalam belajar ka dari itu pendampingan orang tua dalam keseharian anak-anak juga perlu ditingkatkan.

Di dalam proses mendidik seorang anak alangkah lebih baik jika  orang tua memberikan kebebasan pada anak untuk belajar sesuai keinginan dan kemampuannya. Namun harus diimbangi pula dengan memberikan arahan dan bimbingan.

  1. Interaksi antar anggota keluarga

Interaksi yang terjadii antar anggota keluarga khususnya interaksi anak dengan orang tua dan interaksi dengan anggota keluarga lain sangat berpengaruh dalam keberhasilan belajar anak. Adanya interaksi dan hubungan yang baik didalam lingkungan keluarga akan memberikan hasil  belajar yang baik bagi anak tersebut.

  1. Suasana rumah

Yang dimaksud uasana rumah ialah kejadian atau situasi yang sering terjadi di dalam lingkungan keluarga. Seorang anak dapat belajar dengan baik apabila suasana rumah yang tenang dan tenteram sehingga anak betah dirumah dan dapat belajar dengan maksimal.

  1. Kondisi ekonomi orang tua

Kondisi  ekonomi orang tua akan berpengaruh pada  belajar anak. Pada kondisi ekonomi keluarga yang relatif kurang akan menyebabkan orang tua tidak dapat secara maksimal memenuhi kebutuhan belajar anak, namun disisi lain faktor kesulitan ekonomi dapat menjadi pendorong keberhasilan anak.

Kondisi  ekonomi orang tua yang berlebih juga dapat memunculkan masalah dalam belajar. Orang tua yang kaya dapat memenuhi segala kebutuhan anak termasuk fasilitas belajar, namun  orang tua akan kurang perhatian pada anak karena merasa segala kebutuhan si anak sudah dicukupi. Akibatnya anak kurang mendapatkan perhatian dalam belajar.

  1. Perhatian orang tua

Seorang anak perlu mendapatkan dorongan dan pengertian dari orang tua dalam belajar. Seorang anak terkadang akan mengalami patah semangat. Pada kondisi seperti itu orang tua wajib memberikan pengertian dan dorongan untuk menghadapi masalahnya di sekolah. saat seorang  anak sedang belajar jangan diganggu dengan tugas-tugas rumah agar konsentrasi anak tidak terpecah.

  1. Latar belakang kebudayaan

Kebiasaan dan tingkat pendidikan orang tua juga akan mempengaruhi sikap yang diteladani oleh seorang anak. Sehingga perlu ditanamkan kebiasaan yang baik agar dapat mendorong anak semangat belajar sejak anak masih balita.

Manfaat Lingkungan Keluarga

Berikut manfaat lingkungan keluarga;

  1. Dapat menumbuhkan sikap positif

Di dalam lingkungan keluarga akan banyak hal terjadi yang berpengarh pada sikap anak. Setiap hal yang dilakukan dalam lingkungan keluarga akan menjadi contoh dan akan ditiru oleh anak. Sehingga apa bila dalam ingkungan keluarga banyak hal-hal positif yang dilakukan, anak mendorong anak untuk bersikap positif pula.

  1. Menumbuhkan kepedulian sosial

Lingkungan keluarga sebagai lingkungan pertama yang dikenal oleh anak kan menjadi tempat utama untuk menanamkan hal-hal baik. Sebagi orang tua wajib untuk mengenalkan lingkungan sosial yang ada disekililingnya. Bukan hanya itu anak perlu diajarkan untuk peka terhadap lingkungan sosialnya, peduli terhadap tetangga, dan lain-lain.

  1. Mendorong kepribadian anak menjadi baik

Seperti pengertian yang telah di ungkapkan di atas bahwa lingkungan keluarga bertanggung jawab terhadap pembentukan kepribadian anak. Sehingga agar menjadi pribadi yang baik, seorang anak akan mendapat pendidikan dasarnya dari lingkungan keluarga.

  1. Menyiapkan anak untuk siap dalam lingkungan sekolah maupun masyarakat

Lambat laun seorang anak tentu akan mengenal lingkungan lain seperti lingkungan sekolah dan masyarakat. Maka lingkungan keluarga akan membentuk anak agar siap menjadi bagian dari lingkungan sekolah maupun contoh lingkungan masyarakat disekitarnya.

  1. Membekali anak dengan pengetahuan-pengetahuan dasar.

Sebagai lingkungan pendidikan pertama yang di dapat anak, tentu lingkungan keluarga akan mengajarkan hal hal dasar seperti nilai, norma, etika, dan lain-lain. Lingkungan keluarga akan membekali anak dengan pengetahuan yang nantinyaakan membantu mereka dalam mencapai keberhasilan.

Contoh Lingkungan Keluarga

Berikut ini adalah contoh sikap positif dalam lingkungan keluarga:

  1. Mentaati peraturan yang berlaku di dalam keluarga. Pada proses ini seperti adanya ketentuan-ketentuan keluarga untuk memberikan keteraturan pada setiap anggota, seperti larangan pulang di malam hari, harus makan bersama, dan lain sebagainya
  2. Membantu pekerjaan orang tua di rumah seperti membersihkan rumah, memasak, menjadi anak yang sederhana, dan lain sebaginya. Bentuk tindakan ini adalah implementasi dari kerjasama antar anggota keluarga
  3. Saling membantu ketika mengalami kesulitan dalam proses pembelajaran di rumah
  4. Tidak membuat orangtua marah dengan cara selalu mematuhi perkataan orang tua

Kesimpulan

Dari penjelasan yang dikemukakan, dapatlah dikatakan bahwa lingkungan keluarga adalah lingkungan yang bertanggung jawab atas setiap kelakuan, pembentukkan kepribadian, kasih sayang, perhatian, bimbingan, kesehatan dan suasana rumah. Hal ini lantaran lingkungan keluarga yang harmonis  mampu memberikan keteladanan kepada anak-anaknya, akan lahir anak-anak yang memliki kepribadian dengan pola yang mantap.

Maka tak menutup kemungkinan bahwa didalam lingkungan kelurga akan terjadi kerjasama antar anggota yang bisa saja dilakukan oleh seorang anak sejak dia dilahirkan sampai menjadi dewasa.

Demikianlah artikel yang dapat kami berikan tentang pengertian lingkungan keluarga menurut para ahli, faktor, manfaat dan contohnya. Semoga melalui tulisan ini dapat memberikan wawasan serta pengulasan mendalam bagi segenap pembaca sekalian.

Saya adalah lulusan Universitas Lampung Tahun 2022 Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan yang bercita-cita ingin menjadi dosen