Pengertian Aklamasi, Syarat, Macam, dan Contohnya

Diposting pada

Aklamasi Adalah

Pada hakekatnya dengan menggunakan sistem aklamasi setiap lembaga dalam sistem pemerintahan dapat mengambil keputusan akhir yang dicapai lebih cepat, hal ini karena mekanismenya pun tergolong cepat. Namun di sisi lain pengguanaan aklamasi dapat mengesampingkan asas kekeluargaan serta keterbukaan antar anggota yang ada di bawahnya.

Aklamasi

Aklamasi merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mencapai keputusan bersama. Aklamasi hampir sama dengan arti voting, perbedaannya adalah aklamasi tidak mengguanakn perhitungan suara yang dilakukan secara formal. Aklamasi juga berbeda dengan arti musyawarah. Hal ini lantara aklamasi adalah proses pengambilan keputusan dengan persetujuan yang diungkapkan secara lisan oleh peserta musyawarah tanpa menjalankan pemungutan suara.

Namun aklamasi jika diterapkan dalam bidang politik, aklamasi dapat diartikan sebagai langkah yang dilakukan oleh anggota pemilih untuk melakukan persetujuan secara lisan terhadap calon pemimpin tunggal dengan sukarela tanpa paksaan dalam bentuk apapun.

Syarat Aklamasi

Pelaksanaan aklamasi harus memenuhi beberapa syarat yang sudah ditentukan. Antara lain sebagai berikut;

  1. Hanya terdapat satu calon yang maju untuk menjadi pemimpin suatu organisasi atau pemimpin politik. Satu calon yang maju ini haruslah murni benar-benar tidak ada peserta yang melakukan pencalonan lagi dan tidak ada paksaan untuk peserta lain untuk tidak mencalonkan diri sebagai pemimpin. Jika hanya terdapat satu calon saja yang maju, maka ia menjadi kandidat terkuat yang akan menjadi pemimpin. Namun hal tersebut harus didukung dengan persetujuan peserta pemilih bahwa calon tersebut sah menjadi pemimpin. Dukungan tersebut disampaikan secara lisan dan sukarela tanpa adanya paksaan seperti sogokan uang dan ancaman untuk melakukan persetujuan. Seperti contohnya dalam pemilihan ketua RT dimana hanya terdapat satu calon dan warga tanpa paksaan menyetujuinya.
  2. Hanya terdapat satu calon yang memenuhi syarat yang sudah ditentukan dalam pencalonan. Dalam hal ini, terdapat beberapa orang yang mencalonkan diri sebagai pemimpin. Namun hanya ada satu calon yang dapat memenuhi suluruh syarat yang diajukan untuk menjadi pemimpin. Seperti dalam proses pencalonan kepala desa. Beberapa calon gugur karena tidak memenuhi syarat dan hanya ada satu calon yang memenuhi syarat, otomatis calon tersebt berpeluang besar untuk menjadi kepala desa asalkan para pemilih menyetujuinya dengan proses aklamasi.
  3. Terdapat beberapa calon dalam musyawarah, namun para pemilih sepakat menunjuk salah satu dari beberapa calon tersebut. Dengan begitu terdapat kesepakatan para pemilih dengan diwujudkan melalui persetujuan lisan dan terbuka. Seperti contohnya dalam memilih ketua bidang tertentu di dalam organisasi awalnya terdapat banyak calon, namun para pemilih menunjuk salah seorang dari beberapa calon tersebut.

Penggunaan aklamasi sebagai satu-satunya pilihan ketika calon pemimpin hanya ada satu atau tunggal, bukanlah suatu hal yang keliru asalkan tidak ada intimidasi atau paksaan di dalam mekanisme aklamasi. Dengan adanya syarat yang telah disebutkan di atas, aklamasi tidak mudah untuk dilakukan apalagi dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dalam hal ini para pemangku kepentingan.

Macam Aklamasi

Macam aklamasi akan menentukan mekanisme atau prosesur pelaksanaan aklamasi. Terdapat dua macam aklamasi yaitu sebagai berikut:

  1. Aklamasi dengan calon tunggal

Aklamasi dengan calon tunggal adalah aklamasi dengan diwujudkan melalui persetujuan para pemilih terhadap calon tunggal tersebut. Dengan adanya persetujuan dari para pemilih berarti calon tersebut memiliki legitimasi yang sah dan kuat.

Calon tunggal ini bisa disebabkan karena dua sebab yakni tidak ada yang mencalonkan lagi dan hanya orang tersebut yang dapat memenuhi persyaratan untuk menjadi pemimpin.

  1. Aklamasi dengan penunjukkan langsung terhadap calon pemimpin

Aklamasi jenis ini, biasanya dilakukan saat kegiatan musyawarah dan terdapat beberapa calon yang mencalonkan sebagai pemimpin.

Kemudian peserta yang terlibat di dalam musyawarah tersebut menunjuk langsung salah satu calon pemimpin. Penunjukkan secara langsung tersebut biasanya dilatar belakangi para pemilih sudah mengetahui seluk beluk dari para calon pemimpin.

Contoh Aklamasi

Beberapa contoh aklamasi yang diterapkan di Indonesia, antara lain;

Politik

Contoh aklamasi dalam kehidupan politik di Indonesia kerap kali terjadi di dalam pemilihan ketua umum partai. Adapun contohnya dapat disimak di bawah ini:

  1. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kembali memilih Megawati Soekarno Putri untuk menjadi ketua umum partai PDIP periode 2019-2014 melalui aklamasi. Hal ini disebabkan karena Megawati merupakan calon tunggal yang dianggap mampu untuk mengonsolidasikan PDIP. Selain itu, Megawati memiliki eksistensi politik dengan latar beakang putri dari Ir. Soekarno semakin memperkuat Megawati dalam kekuasaan politik.
  2. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kembali mengangkat Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebagai ketua umum partai. Sama halnya dengan Megawati, Cak Imin juga terpilih melalui aklamasi. Hal tersebut dikarenakan Cak Imin merupakan calon tunggal dan belum ada yang menandingi popularitasnya. Selain itu Cak Imin juga dinilai mampu menaikkan karir politik PKB dengan dibuktikan melalui kenaikan keberhasilan pada Pemilu 2019 dimana PKB masuk ke dalam posisi 4 besar.
  3. Tak hanya PKB dan PDIP yang melakukan aklamasi. Partai Nasional Demokrat (Nasdem) juga melakukan aklamasi dengan kandidat tunggal yaitu Surya Paloh, kemudian juga diikuti dengan Partai Hanura dengan Oesman Sapta Odang sebagai ketua umum partai.
  4. Mundurnya Bambang Soesatyo sebagai calon ketua umum partai Golkar menjadikan Airlangga sebagai calon tunggal ketua umum partai Golkar. Sehingga Airlangga terpilih secara aklamasi.
  5. Terpilihnya Ir. Soekarno dan Moh. Hatta sebagai presiden dan wakil presiden Republik Indonesia pertama kali juga merupakan contoh aklamasi, dikarenakan pada masa itu hanya terdapat satu pasangan calon presiden dan wakil presiden dan pada masa itu juga waktunya sangat terbatas dan mendesak dikarenakan Ir.Soekarno dan Moh Hatta didesak oleh kaum muda untuk memproklamasikan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Namun untuk saat ini, pemilihan presiden jarang sekali bahkan tidak pernah menggunakan aklamasi. Hal tersebut dikarenakan aklamasi tidak sesuai dengan asas pemilu yang sekarang berlaku. Selain itu, di Indonesia jarang sekali memiliki calon presiden dan wakil presiden tunggal.

Masyarakat;

Banyak contoh aklamasi yang kerap dilakukan dalam kehidupan masyarakat. Contoh aklamasi yang sering terjadi di dalam kehidupan masyaraka adalah sebagai berikut :

  1. Terpilihnya ketua RW karena merupakan calon tunggal sehingga masyarakat pun menyetujuinya.
  2. Terpilihnya Kepala Bidang tertentu di dalam suatu organisasi dengan menunjuk salah satu anggota secara langsung.
  3. Terpilihnya ketua Karang Taruna disebabkan karena hanya ada satu calon tunggal dan tidak ada lagi yang memiliki kehendak untuk mencalonkan diri.
  4. Terpilihnya ketua panitia suatu kegiatan di dalam musyawarah dengan ditunjuk oleh para peserta musyawarah.
  5. Tak melulu soal pemimpin, terpilihnya anggota panitia seperti bendahara dan sekretaris dalam suatu organisasi atau suatu acara juga merupakan contoh dari aklamasi, karena bendahara dan sekretaris biasanya ditunjuk oleh peserta lain dalam kegiatan musyawarah tersebut.
  6. Terpilihnya ketua kelompok belajar di dalam kelas pada masing-masing kelompok belajar dengan cara ditunjuk atau bisa jadi hanya ada satu orang dalam kelompok tersebut yang bersedia untuk menjadi ketua kelompok.

Demikianlah penjelasan lengkap yang bisa kami uraikan pada segenap pembaca. Berkenaan dengan pengertian aklamasi menurut para ahli, syarat, macam, dan contohnya yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Semoga bisa memberikan edukasi bagi semuanya.

Daftar Pustaka
  • https://detiknews.com
  • https://medianeliti.com
Gambar Gravatar
Anggita Ayuningtyas,Memiliki Hobi Menulis dan Saat ini Sedang Proses Penyelesaian Studi di Jurusan PPKN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *