Pengertian Nasionalisme, Ciri, dan Contohnya

Diposting pada

Nasionalisme Adalah

Nasionalisme merupakan sikap cinta tanah air yang berusaha mengutamakan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan. Sikap nasionalisme sangat dibutuhkan pada masa sekarang untuk menghadapi perubahan dan tantangan global.

Musuh nasionalisme bukan hanya imperialisme, kolonialisme, separatism atau beragam arti idelogi yang mengancam kedaulatan negara. Musuh nasionalisme semakin meluas antara lain kemiskinan, ketimpangan, sosial, penindasan hak asasi manusia dan sebagainya.

Nasionalisme

Pada dasarnya nasionalisme mengarah pada konsep tantang jati diri dari kebangsaan yang berfungsi dalam penetapan individu sebagai masyarakat dunia. Nasionalisme memberikan identitas sosial seseorang apakah dia termasuk bagian dari kelompok atau bukan.

Nasionalisme berkembang sejak revolusi Perancis sebagai respon terhadap imperialis yang berhasil memperluas kekauasannya di berbagai belahan dunia. Nasionalisme menjadi ideologi baru yang sangay penting sehingga disejajarkan dengan demokrasi. Tanpa arti demokrasi negara sulit terwujud, begitu juga tanpa nasionalisme, negara akan sulit terwujud.

Pengertian Nasionalisme

Nasional berasal dari kata nacion atau nation yang memiliki arti sekumpulan penduduk dalam satu provinsi, negeri atau kerajaan dan atau orang asing.

Naisionalisme memiliki nama lain nacao yang artinya komunitas warga negara dari suatu negara, hidup dalam penderitaan yang sama, mempunyao kepentingan bersama, kolektivitas penduduk di suatu wilayah dengan tradisi, aspirasi dan kepentingan bersama serta tunduk pada kekuatan guna mempertahankan kesatuan kelompok tersebut.

Nasionalisme terbagi menjadi dua yaitu:

  1. Nasionalisme dalam arti luas (positif)

Nasionalisme dalam arti luas adalah perasaan cinta dan bangga terhadap negara dan bangsa sendiri tanpa merendahkan bangsa lain.

  1. Nasionalisme dalam arti sempit (negatif/ chauvinism)

Chauvinisme artinya rasa cinta dan bangga terhadap negara secara berlebihan. Mereka merasa unggul dan merendahkan atau meremehkan negara lain.

Pengertian Nasionalisme Menurut Para Ahli

Beberapa pandangan mengenai definisi dari nasionalisme antara lain sebagai berikut:

Sarman

Hakikat dari nasionalisme adalah cinta terhadap tanah air tanpa reserve, yang menjadi simbol patriotisme semata sebagai wujud perjuangan sehingga seolah-olah menghasilkan segala cara demi negara yang dicintanya tersebut. Pengertian nasionalisme ini kurang relevan dengan masalah sekarang ini yang sudah tidak mengalami kolonialisme.

Hara

Definisi dari nasionalisme mencakup konteks yang lebih luas yakni persamaan keanggotaan dan kewarganegaraan dari semua kelompok etnis serta budaya dalam suatu negara. Apabila ingin mewujudkan nasionalisme perlu adanya rasa bangga untuk menampilkan identitas sebagai satu bangsa.

Sindhunata

Konsekuensi dari pergeseran makna nasionalisme menyebabkan orang tidak hanya bergantung kepada identitas nasional yang sifatnya abstrak, namun lebih menekankan pada identitas nasional yang konkrit seperti perlindungan hak asasi manusia, negara modern serta pemerintahan yang bersih. Intinya, orang akan menemukan kebanggaan pada bangsanya jika dia menemukan kebanggan pada negaranya.

Hosbawm

Pengertian nasionalisme adalah ideologi yang negara modern layaknya demokrasi dan komunisme. Bahkan imperialism serta kolonialisme merupakan salah satu bentuk nasionalisme ekspansif.

Mulyana

Pada dasarnya, nasionalisme merupakan kesadaran bernegara dan semangat nasional. Nasionalime bukan hanya instrumen perekat kemajemukan, namun juga wadah yang menegaskan identitas negara dalam berbagai dimensi budayanya. Nasionalisme menuntut terwujudnya nilai dasar yang berorientasi untuk kepentingan bersama dan menghindari segala hal yang merusak tata kehidupan bersama.

Martaniah

Makna nasionalisme dipandang sebagai usaha nation building yang semula hanya memiliki loyalitas sempit antara lain loyalitas terhadap suku, agama, dan ras berubah menjadi loyalitas yang lebih luas yaitu bangsa. Sikap nasionalisme menuntut individu untuk memiliki kesadaran dan kebanggan bernegara, mendahulukan kepentingan nasional di atas kepentingan pribadi dan golongan.

Ciri Nasionalisme

Karakteristik yang harus dimiliki seseorang untuk bersikap nasionalisme antara lain sebagai berikut:

  1. Cinta tanah air

Rasa bangga terhadap keberagaman yang dimiliki oleh bangsa dan negaranya. Mulai dari mengenal karakteristik bangsanya hingga menumbuhkan rasa bangga.

Malu terhadap bangsa sendiri berarti tidak bersikap nasionalisme. Sebagai orang yang cinta tanah air, maka apa yang bangsa dan negaranya miliki harus bangga. Akan lebih baik lagi jika dapat membawa nama baik bangsanya ke kancah internasional.

  1. Rela berkorban demi bangsa

Sikap rela berkoraban berarti mau mengorbankan apa yang dimilikinya (pikiran, tenaga, waktu) untuk kemajuan bangsa dan negara tanpa mengharap imbalan atau tanpa mengeluh. Mau menuangkan gagasan melalui musyawarah atau pemberian kritik dan saran kepada pemerintah.

Memberikan tenaga nya untuk negara melalui kegiatan-kegiatan sosial di masyarakat atau mengembangkan minat dan bakat untuk mengikuti lomba hingga tingkat internasional. Memberikan waktunya untuk negara melalui menyempatkan diri mengikuti kegiatan di masyarakat  atau membaca berita tentang negaranya di sela waktu produktif yang dimiliki.

  1. Mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan

Tidak hanya mementingkan partai politik, memihak satu instansi atau bahkan tidak mau turut serta segala hal yang menyangkut negara karena tidak sesuai dengan prinsip pribadi yang dimiliki. Akan tetapi nasionalisme lebih dari itu semua, misalnya saja seperti mencintai produk-produk dalam negeri.

  1. Pantang menyerah

Meskipun dalam kesulitan, kurang mampu mewujudkan cita-cita bersama. Maka yang harus dilakukan adalah terus belajar dan mencoba supaya tujuan negara terwujud. Selain itu, berani mengambil risiko ketika membela negara juga  merupaka wujud sikap pantang menyerah.

  1. Saling menghormati antar sesama

Meskipun nasionalisme berarti cinta dan bangga terhadap bangsa sendiri. Masyarakat tidak boleh merasa paling hebat dan unggul di antara yang lainnya. Tidak memandang rendah bangsa dan negara lain. Masyarakat harus menghargai apa yang bangsa dan negara lain punya.

  1. Adanya rasa persatuan dan kesatuan

Orang yang memiliki sikap nasionalisme berarti menghindari beragam bentuk perselisihan. Meskipun berbeda pemahaman dan kepentingan, masyarakat harus tetap menghormati satu sama lain, berusaha sebaik mungkun dalam menjaga persatuan dan kesehataun sebagaimana untuk di Indonesia termuat dalam Sila 3 Pancasila.

  1. Menyadari kelebihan dan kekurangan diri sendiri

Mengenali karakteristik bangsa dan negaranya seperti kita mengenali dirinya sendiri. Menyadari kelebihannya sehingga bisa membawanya ke kancah dunia. Mengetahui kekurangan yang dimiliki sebagai bahan perbaikan di masa yang akan datang.

  1. Orientasi masa depan

Orientasi orang yang memiliki sikap nasionalisme adalah berorientasi ke depan, tidak stagnan, selalu mencoba untuk lebih baik untuk mengembangkan bakatnya dan membawa negaranya lebih maju dan dikenal negara lain. Oleh karena itulah karakteristik keterbukaan di perlukan dalam hal ini.

Contoh Nasionalisme

Contoh-contoh nasionalisme yang bisa kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari antara lain sebagai berikut:

  1. Meggunakan produk dalam negeri

Lebih menggunakan produk dalam negeri yang sama manfaatnya dengan produk luar negeri. Selain dari bentuk cinta tanah air, hal ini akan meningkatkan lapangan kerja di negaranya. Misal memakai tas dan sepatu merk serta buatan lokal daripada yang mahal milik produk luar.

  1. Mengikuti upacara bendera dengan khidmat

Salah satu contoh naisonalisme dan juga identitas nasional yang kuat adalah mengikuti upacara bendera. Pada proses berjalannya upacara, mengajarkan kepada kita betapa susahnya perjuangan pahlawan. Sehingga melalui upacara bisa meningkatkan rasa cinta terhadap negara.

  1. Mengikuti olimpiade internasional

Salah satu contoh nasionalisme adalah mengembangkan minat dan bakatnya, baik dalam bidang akademik maupun non akademik.

Setelah itu mulai mengikuti berbagai lomba, mulai dari lomba berskala kecil hingga lompa berskala dunia. Ketika banyak kejuaraan yang dimenangkan, maka negara akan lebih mudah diakui negara lain, bahkan dihargai atau disegani.

  1. Melestarikan budaya daerah masing-masing

Contoh lain dari nasionalisme adalah melestarikan budaya daerah. Caranya adalah megikuti kelompok budaya daerah sesuai dengan yang diminati. Memperkenalkan budaya ke masyarakat sendiri hingga masyarakat luar negeri. Hal ini akan meningkatkan rasa cinta dan bangga terhadap bangsanya sendiri karena memiliki banyak keberagaman.

  1. Melestarikan lingkungan

Menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat. Tidak merusak alam sebagai tempat tinggal. Ketika kita membahayakan alam dan lingkungan tempat tinggal, berarti akan membahayakan diri sendiri dan semua orang yang menghuni. Upaya yang dilakukan seperti membuang sampah di tempatnya, tidak mengeksploitasi sumber daya alam secara berlebihan, tidak membakar hutan dan menebang pohon sembarangan serta mengurangi polusi.

  1. Berpartisipasi dalam setiap kegiatan negara

Mengikuti pemilu dengan tidak golput, membuat SIM dengan benar, menaati rambu lalu lintas agar terhindar dari kecelakaan, melakukan kritik dan saran kepada pemerintah tanpa kekerasan serta taat membayar pajak merupakan bentuk partisipasi masyarakat untuk menjunjung nasionalisme.

  1. Belajar dengan tekun

Belajar adalah upaya untuk meningkatkan kualitas diri. Belajar apapun yang diminati akan meningkatkan sumber daya manusia dalam negeri sehingga tidak mudah dibodohi oleh bangsa lain. Termasuk agar tidak terjadi penjajahan kembali merupakan salah satu aksi nyata dalam nasionalisme.

Nah, itulah tadi bahasan atas literasi yang bisa kami bagikan kepada segenap pembaca terkait dengan pengertian nasionalisme menurut para ahli, ciri, dan contohnya dalam berbagai bidang. Semoga bisa memberikan wawasan dan menambah pengetahuan bagi pembaca sekalian. Trimakasih,

Daftar Pustaka
  • https://jurnal.ugm.ac.id
  • https://digilib.unila.ac.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *