Nilai Pancasila dan Contohnya

Diposting pada

Nilai Pancasila dan Contohnya

Ideologi Pancasila telah dinyatakan sebagai sumber nilai, berarti di dalamnya terdapat aturan-aturan bermakna yang seharusnya kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari baik oleh warga negara maupun penyelenggara negara. Apa saja nilai yang terkandung dalam Pancasila?  Pada artikel ini, kita akan mempelajari arti nilai yang terkandung dalam Pancasila beserta contohnya.

Tujuan mempelajari materi ini adalah memberikan pengetahuan bagi pembaca. Sehingga masyarakat luas dapat menerima dan mengamalkan nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Nilai yang Tekandung dalam Pancasila

Nilai yang terkandung di dalam Pancasila merupakan realitas abstrak yang terdapat dalam kehidupan manusia. Nilai memiliki sifat normatif berfungsi sebagai daya dorong dalam mencapai kehidupan yang lebih baik.

Nilai dalam Pancasila menjadi sangat penting karena menjadi dasar penyusunan norma hukum di Indonesia. Secara garis besar, nilai-nilai dalam Pancasila dijabarkan dalam peraturan perundangan, ketetapan, keputusan, kebijakan pemerintah, program pembangunan serta peraturan lain yang mengatur penyelenggaraan negara.

Nilai-nilai dalam Pancasila juga menjadi sumber norma etik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Pada dasarnya nilai Pancasila itu adalah nilai moral yang diwujudkan dalam makna norma moral. Nilai Pancasila yang digunakan sebagai acuan pembentukan norma moral berasal dari nilai budaya bangsa dan sejarah pembentukan Pancasila sebagai dasar negara.

Nilai Pancasila dan Contohnya

Nilai-nilai Pancasila merupakan kandungan dari sila Pancasila. Sila Ketuhanan yang Maha Esa mengandung nilai ketuhanan. Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab mengandung nilai kemanusiaan, kepedulian, keberadaban dan rela berkorban. Sila persatuan mengandung nilai persatuan. Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan mengandung nilai demokrasi dan nilai kebijaksanaan. Sila Ketuhanan mengandung nilai keadilan dan tanggung jawab.

Berikut penjelasan nilai dalam Pancasila beserta contohnya:

Nilai Ketuhanan

Nilai yang bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa, meliputi hubungan manusia dengan Tuhan. Nilai ini muncul sebagai bentuk pengakuan terhadap adanya Tuhan Yang Maha Esa. Melalui nilai ini pula, berarti Indonesa serta masyarakat yang menganutnya telah mengakui kehidupan yang religius.

Contohnya saja;

  1. Beribadah sesuai dengan kepercayaan masing-masing serta tidak mengganggu pelaksanaan ibadah umat lain.
  2. Berteman dengan siapapun meski berbeda agama
  3. Menghormati agama lain, tidak mencela atau menghinanya.

Nilai Kemanusiaan

Nilai yang berkaitan dengan hubungan manusia dengan manusia lainnya. Nilai kemanusiaan memiliki arti kesadaran dalam bersikap dan berperilaku sesuai dengan hati nurani, memperlakukan manusia sebagaimana mestinya.

Contohnya saja;

  1. Menghindari kekerasan dalam menyelesaikan masalah
  2. Menghindari bullying dalam sekolah maupun di media sosial
  3. Memperlakukan orang lain seperti memperlakukan diri sendiri.

Nilai Kepedulian

Nilai yang berhubungan dengan sikap peduli terhadap diri sendiri, orang lain maupun lingkungan sekitar demi berlangsungnya kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kemakmuran akan terjadi ketika, sesame manusia memiliki sikap peduli satu sama lainnya. Sikap egois dan sombong akan hilang ketika manusia memiliki kepedulian terhadap orang yang lebih dibawahnya.

Contohnya saja;

  1. Memberikan bantuan kepada teman yang terkeba musibah
  2. Ikut dalam komunitas tanggap bencana
  3. Menjaga kelestarian lingkungan

Nilai Keberadaban

Nilai ini bersumber dari sila kedua Pancasila yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Artinya memiliki perilaku yang baik sesuai dengan norma yang berlaku tanpa merugikan orang lain. Masyarakat memiliki sopan santun dalam bertingkah laku, berkata maupun dalam berpikir. Dasar dari nilai keberadaban adalah ajaran agama serta norma yang berlaku di masyarakat dan negara.

Contohnya saja;

  1. Menghormati orang yang lebih tua seperti ayah, ibu, guru dan tetangga yang lebih tua.
  2. Menjaga ketertiban umum, menaati peraturan lalu lintas
  3. Tidak menyebarkan berita bohong baik dalam kehidupan nyata maupun di sosial media

Nilai Persatuan

Nilai yang bersumber dari realitas bangsa Indonesia yang beragam. Sebagai pedoman dalam berinteraksi dengan masyarakat yang plural. Saling memahami karakteristik satu sama lain sehingga tidak timbul kesalahpahaman yang beujung konflik. Nilai ini merupakan kandungan dari sila ketiga Pancasila, Persatuan Indonesia.

Contohnya saja;

  1. Tidak mencurigai satu sama lain antar suku, agama, ras dan golongan
  2. Berteman dengan siapapun tanpa membedakan status sosial
  3. Mau bergaul dengan masyarakat dalam lingkungan yang berbeda agama

Nilai Rela Berkorban

Nilai yang menunjukkan sikap ikhlas dengan sepenuh hati tanpa pamrih mengeluarkan tenaga, waktu atau pikirannya untuk kemakmuran serta kesejahteraan masyarakat luas. Tidal berorientasi pada kepuasan dan kesenangan diri sendiri .

Contohnya saja;

  1. Mengutamakan kepentingan bersama daripada kepentingan diri sendiri
  2. Meluangkan waktu dalam kegiatan amal
  3. Memberikan bantuan tenaga dan pikiran dalam kegiatan karangtaruna

Nilai Demokrasi

Nilai yang berhubungan dengan partisipasi masyarakat dalam pemberian suara tanpa tekanan. Dengan kata lain, nilai ini memiliki arti kebebasan untuk bersuara baik dalam lingkup masyarakat atau lingkup negara.

Nilai ini merupakan kandungan dari sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Musyawarah untuk memberikan suara secara langsung dan pemilu untuk memilih wakil yang ditunjuk untuk menyelenggarakan pemerintahan.

Contohnya saja;

  1. Menyelesaikan segala permasalahan baik di sekolah, keluarga dan di lingkungan kerja dengan musyawarah
  2. Memberikan kritik dan saran kepada pemerintah melalui saluran resmi yang tersedia
  3. Tidak golput dalam pemilu bagi yang sudah terdaftar sebagai pemilih

Nilai Kebijaksanaan

Nilai ini merupakan kandungan dari sila keempat Pancasila. Bijaksana berarti mampu menyikapi permasalahan dengan tenang dengan pikiran yang logis sehingga tepat dalam mencari solusinya. Bijaksana juga berarti mampu membedakan mana yang bena dan mana yang salah sehingga tidak terjerumus melakukan hal yang negatif.

Contohnya saja;

  1. Memanfaatkan waktu dengan baik untuk melakukan hal yang positif
  2. Tidak berlebih-lebihan dalam membeli barang
  3. Menghindari terjun ke dalam lingkungan yang buruk, misal tidak ikut-ikutan teman memakai narkoba

Nilai Keadilan

Nilai ini merupakan kandungan dari sila kelima. Keadilan merupakan nilai yang berkaitan dengan pembagian yang sama sesuai dengan porsi masing-masing. Tidak memihak salah satu, meski mereka mempunyai kedudukan dan status yang tinggi maupun mempunyai baik dengan kita.

Contohnya saja;

  1. Tidak memihak teman yang salah
  2. Bersikap adil kepada lingkungan dengan tidak mencemarinya atau melestarikannya
  3. Hukum tidak berpihak pada penguasa atau pemilik modal

Nilai Tanggung Jawab

Nilai ini merupakan kandungan dari sila Keadilan Sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia. Tanggung jawab atas tegaknya keadilan untuk seluruh umat manusia. Tanggung jawab untuk mewujudkan keadilan bukan hanya diperuntukkan kepada pemerintah.

Namun, masyarakat secara individu maupun secara kolektif harus bertanggung jawab menunanaikan kewajiban yang diterimanya sebagai warga negara Indonesia.

Contohnya saja;

  1. Meminta maaf atas kesalahan yang telah diperbuatnya
  2. Menyelesaikan semua pekerjaan hingga selesai tanpa mengeluh
  3. Belajar dengan rajin untuk meningkatkan kemampuan berpikir

Baca juga;

  1. Nilai Dasar Pancasila dan Contohnya
  2.  Nilai Praksis Pancasila dan Contohnya
  3. Nilai Instrumental Pancasila dan Contoh Perwujutannya

Nah, demikianlah serangkain artikel yang menuliskan secara lengkap terkait dengan nilai Pancasila dan contohnya di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Semoga melalui materi ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

Sumber Tulisan
  • Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan. 2016. Pendidikan Pancasila Untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI
  • Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya. 2015. Sejarah Pemikiran Indonesia Modern. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *