Pengertian Nilai, Macam, dan Contohnya

Diposting pada

Nilai Adalah

Nilai, dalam pengertian etika menunjukkan tingkat pentingnya suatu hal atau tindakan, yang bertujuan untuk menentukan tindakan terbaik apa yang seharusnya dilakukan atau cara terbaik apa yang harus dilakukan untuk hidup (etika normatif), atau untuk menggambarkan pentingnya tindakan yang berbeda.

Sistem nilai adalah keyakinan proskriptif dan preskriptif; mereka mempengaruhi perilaku etis seseorang atau merupakan dasar dari kegiatan yang disengaja. Nilai-nilai dapat didefinisikan terkait dengan tindakan yang sesuai. Dengan demikian, nilai-nilai mencerminkan perasaan seseorang tentang benar dan salah atau apa yang “seharusnya“. Kecenderungan dan perilaku nilai meliputi nilai etika/moral, nilai doktrinal/ideologis (agama, politik), nilai sosial, dan nilai estetika. Untuk memperjelas pemahaman kita tentang nilai, artikel ini akan mengulas tentang pengertian, macam-macam, dan contoh nilai.

Nilai

Dalam sosiologi, makna nilai berbeda dari makna nilai dalam ekonomi atau filsafat. Misalnya, dalam ekonomi berarti berarti harga. Dengan kata sederhana, nilai dapat didefinisikan sebagai ukuran kebaikan atau keinginan.

Nilai sosial yaitu nilai yang dianut oleh suatu masyarakat, tentang apa yang dianggap baik dan buruk oleh masyarakat. Untuk menentukan sesuatu itu dikatakan baik atau buruk, pantas atau tidak pantas harus dilakukan melalui proses menimbang. Hal tersebut sangat dipengaruhi oleh kebudayaan yang dianut masyarakat. Tak heran jika antara masyarakat yang satu dan masyarakat yang lain terdapat perbedaan tata nilai.

Nilai sosial dalam masyarakat memiliki beberapa ciri, diantaranya yaitu:

  1. Konstruksi masyarakat sebagai hasil interaksi antarwarga masyarakat.
  2. Tersebar diantara warga masyarakat (bukan bawaan lahir).
  3. Terbentuk melalui sosialisasi (proses belajar)
  4. Sebagai bagian dari usaha dalam pemenuhan kebutuhan dan kepuasan sosial manusia.
  5. Dapat bervariasi antara kebudayaan yang satu dengan kebudayaan yang lain.
  6. Dapat berpengaruh pada pengembangan diri sosial
  7. Mempunyai pengaruh yang berbeda antarwarga masyarakat.
  8. Cenderung berkaitan satu sama lain dan membentuk sistem nilai.

Pengertian Nilai

Nilai adalah standar perilaku sosial yang berasal dari interaksi sosial dan diterima sebagai fakta pokok dari struktur sosial. Nilai adalah objek yang diinginkan oleh kondisi sosial. Ini adalah tujuan yang didefinisikan secara budaya dan melibatkan “sentimen dan signifikansi” Ini terdiri dari “referensi aspirasional

Nilai cenderung mencegah ketegangan dan dengan demikian memiliki peran dalam memanajemen ketegangan. Nilai-nilai sosial adalah bagian penting dari budaya masyarakat. Nilai-nilai tersebut menjelaskan stabilitas tatanan sosial.

Nilai memberikan pedoman umum untuk perilaku sosial. Nilai-nilai sosial misalnya hak-hak dasar, patriotisme, penghormatan terhadap martabat manusia, rasionalitas, pengorbanan, individualitas, kesetaraan, demokrasi dan lain-lain.

Nilai memandu perilaku kita dalam banyak hal. Nilai ialah kriteria yang digunakan orang dalam menilai kehidupan sehari-hari mereka; mengatur prioritas mereka dan memilih antara tindakan alternatif.

Nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat diikuti untuk menilai dan mengevaluasi interaksi sosial, tujuan, sarana, ide, perasaan dan perilaku yang diharapkan. Tanpa standar penilaian seperti itu, akan sulit untuk menilai perilaku individu atau tindakan sosial. Nilai-nilai bertujuan untuk mengintegrasikan perilaku individu yang diharapkan dan tindakan sosial.

Pengertian Nilai Menurut Para Ahli

Adapun definisi nilai menurut para ahli, antara lain:

  1. H.M. Johnson, Nilai adalah standar umum dan dapat dianggap sebagai norma tingkat tinggi.
  2. Young dan Mack, Nilai-nilai adalah asumsi, sebagian besar tidak disadari, tentang apa yang benar dan penting.
  3. Michael Haralambos, Nilai adalah keyakinan bahwa sesuatu itu baik dan berharga. Itu mendefinisikan apa yang layak dimiliki dan diperjuangkan.
  4. Peter Worsley, Nilai adalah konsep umum tentang” yang baik “, ide-ide tentang jenis tujuan yang harus dikejar orang sepanjang hidup mereka dan di berbagai kegiatan yang mereka lakukan.
  5. Notonagoro, Nilai ialah suatu hal yang mempunyai tiga unsur utama, yaitu nilai rohani, nilai vital, dan nilai materil.
  6. Danandjaja, Nilai ialah suatu pengertian yang ada pada seseorang mengenai suatu hal yang lebih penting maupun hal yang tidak terlalu penting, yang baik atau yang kurang baik, serta yang benar ataupun yang salah sekalipun.
  7. Mulyana, Nilai ialah suatu keyakinan dan rujukan yang berguna untuk membuat suatu keputusan.
  8. Spranger, Nilai ialah sebuah tatanan yang dapat digunakan sebagai panduan oleh seseorang untuk membandingkan dan membuat pilihan alternatif dalam kondisi sosial tertentu.
  9. Gordon Allport, Nilai ialah suatu keyakinan yang dapat memberikan pengaruh kepada individu untuk melakukan suatu tindakan yang sesuai dengan pilihannya.
  10. Kluckhohn, Nilai merupakan suatu konsepsi dari sesuatu yang kita inginkan dan dapat memberikan pengaruh kepada seseorang untuk memilih tindakan terhadap tujuan dan cara yang ingin dicapai.

Macam Nilai

Secara umum, nilai sosial dapat dibagi menjadi dua, yaitu :

Nilai Sosial Dominan

Nilai sosial dominan merupakan nilai yang dianggap sangat penting dibandingkan oleh nilai sosial lainnya. Terdapat beberapa indikasi untuk mengatakan bahwa sebuah nilai sosial dikatakan sebagai nilai sosial dominan, antara lain:

  1. Nilai tersebut dianut oleh banyak orang. Misalnya sebagian besar anggota masyarakat menghendaki pada perubahan ke arah yang lebih baik di segala bidang, seperti dalam bidang politik, ekonomi, hukum, dan sosial.
  2. Nilai tersebut telah dianut oleh anggota masyarakat dalam waktu yang lama.
  3. Tinggi usaha seseorang untuk bisa melaksanakan nilai tersebut. Mislanya orang Indonesia pada umumnya berusaha pulang kampung (mudik) pada hari-hari besar keagamaan, seperti Lebaran atau Natal.
  4. Adanya prestise atau kebanggaan bagi orang yang melaksanakan nilai tersebut. Misalnya mempunyai mobil dengan merek terkenal dapat memberikan kebanggaan atau prestise tersendiri.

Nilai yang Mendarah Daging

Nilai sosial yang mendarah daging merupakan nilai sosial yang sudah menjadi suatu kepribadian bagi masyarakat, bisa dikatakan sebagai suatu kebiasaan yang terus berlangsung dalam bermasyarakat. Dalam melaksankan nilai tersebut terkadang tidak melalui proses berpikir atau pertimbangan lagi (bawah sadar), karena biasanya nilai tersebut telah tersosialisasi sejak seseorang masih kecil.

Pada umumnya jika seseorang tidak melakukan nilai tersebut, ia akan merasa malu, bahkan merasa sangat bersalah. Misalnya seorang kepala keluarga yang belum mampu menafkahi keluarganya akan merasa sebagai kepala keluarga yang tidak bertanggung jawab. Begitu pula, guru yang melihat siswanya gagal dalam ujian akan merasa gagal dalam mendidik anak tersebut.

Jenis Nilai Menurut Para Ahli

Prof. Notonegoro mengemukakan bahwa nilai sosial dalam masyarakat dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu :

Nilai Material

Nilai materil ialah nilai yang muncul dari materi atau benda yang bersangkutan. Misalnya yaitu makanan yang memiliki nilai bagi manusia sebagai memenuhi hasrat pemenuhan energi.

Nilai Vital

Nilai vital ialah nilai yang ada karena kegunaannya. Misalnya pisau yang memiliki nilai karena kegunaanya untuk memotong sesuatu, Jika suatu pisau sudah tumpul, maka nilainya akan merosot sebab menjadi tidak berguna.

Nilai Spiritual

Nilai spiritual ialah nilai yang terdapat di dalam kejiwaan manusia. Nilai spiritual dibagi lagi menjadi 4 nilai yaitu:

  1. Nilai Estetika, ialah nilai yang terkandung pada suatu benda berdasarkan keindahannya, penilaian pada nilai estetika tersebut yaitu indah/bagus atau jelek.
  2. Nilai Moral, ialah nilai yang didasarkan pada baik atau buruknya perbuatan seseorang berdasarkan pada nilai-nilai sosial yang sifatnya unversal. Nilai ini bersifat umum meskipun setiap masyarakat memiliki pedoman nilai yang berbeda. Tapi dalam penerapannya bisa saja terjadi perbedaan karena ada pengaruh budaya di dalamnya.
  3. Nilai Religius atau Nilai Kepercayaan, ialah suatu nilai yang berdasarkan kepercayaan seseorang.
  4. Nilai Logika (Kebenaran Ilmu Pengetahuan), ialah tentang benar atau salah. Nilai logika bersumber pada benar atau tidaknya sesuatu yang didasarkan pada bukti atau fakta-fakta ilmiah. Nilai ini dapat juga menjadikan logika sebagai sumbernya.

Contoh Nilai

Berikut ini beberapa contoh nilai sosial yang berlaku di masyarakat, antara lain:

  1. Menjunjung tinggi nilai keramahan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan saling menyapa dengan sesamanya dan juga dengan orang lain.
  2. Perduli terhadap sesama. Rasa peduli merupakan salah satu sikap yang wajib dimiliki agar dapat tercipta kehidupan manusia yang lebih baik. Dengan mempunyai rasa perduli tersebut akan membantu kehidupan manusia lebih baik. Apabila sesama manusia sedang terkena musibah tentu saja usaha untuk saling membantu ini sangat baik.
  3. Memiliki sikap disiplin dianggap sebagai yang paling mendasar dan berharga. Nilai dalam arti disiplin perlu ditanamkan sejak masih duduk dibangku sekolah. Nilai tersebut ditanamkan dalam bentuk sanksi bagi siswa yang terlambat datang ke sekolah.
  4. Menjunjung nilai gotong royong untuk membentuk kehidupan manusia yang lebih harmonis. Misalnya gotong royong dan saling membantu dalam membangun infrastruktur menjadi sebuah hal yang cukup penting untuk kehidupan masyarakat.

Itulah tadi materi yang dapat diberikan atas penjelasan tentang pengertian nilai menurut para ahli, macam, dan contohnya di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Semoga melalui artikel ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *