Contoh Sikap Sila Ke-5 Pancasila dalam Kehidupan

Diposting pada

Contoh Sikap Sila Ke-5 Pancasila

Sila ke-lima Pancasila yang berbunyi “Keadilan Sosal bagi Seluruh Rakyat Indonesia” pada dasarnya dapat kita sebut sebagai doktrin Indonesia tentang makna demokrasi ekonomi, yang berarti bahwa suatu keharusan untuk mewujudkan keadilan sosia bagi seluruh rakyat Indonesia.

Keadilan sosial yang dimaksud adalah keadilan ekonomi meliputi pembagian sumber daya yang didasarkan pada ilai-nilai atau aturan hukum yang berlaku. Apabila setiap individu diberi kebebasan yang sebebas-bebasnya maka sumber daya hanya akan dinikmati oleh orang-orang yang kuat dan memiliki kekuasaan. Oleh karena itu dengan adanya nilai-nilai sila ke-5 Pancasila dan norma hukum yang berlaku, akan membantu mewujudkan keadilan sosial yang merata.

Sila 5 Pancasila

Nilai-nilai Pancasila sila ke-5 harus diwujudkan dalam implementasi sikap masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Adapun pengimplentasian sikap-sikap Pancasila sila ke-5 harus dilakukan oleh setiap elemen yang ada di negara ini, termasuk pemerintah dan masyarakat serta melalui pengajaran di sekolah kepada generai anak-anak di Indonesia.

Contoh Sila 5 Pancasila

Berikut ini dalam serangkaian daftar contoh-contoh sikap pengamalan dalam Pancasila yang mudah ditemukan untuk kehidupan sehari-hari, antara lain;

Pemerintah

Adapun dalam sistem pemerintahan untuk contoh pengamalannya adalah sebagai berikut;

  • Membuat peraturan mengenai sumber daya yang ada di Indonesia

Pemerintah sudah membuat peraturan baik melalui Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia, kemudian undang-undang yang khusus mengatur tentang sumber daya air, minyak bumi, batu bara, tentang tanah atau agraria, dan lain sebaganya.

Hal ini dilakukan dasar yang berguna sebagai aturan hukum yang sah mengenai pengambilan sumber daya yang ada di Indonesia dan menjamin hak-hak rakyat agar dapat memanfaatkan sumber daya dengan baik, serta untuk memberi sanksi kepada orang-orang yang akan mengeksploitasi sumber daya.

  • Pemerintah memberi bantuan untuk rakyat yang kurang mampu

Bantuan yang diberikan kepada rakyat yang kurang mampu ada dalam berbagai bentuk seperti contohnya  PKH (Program Keluarga Harapan) yang memberikan jaminan uang bagi yang membutuhkan sesuai tingkat kebutuhannya biasanya dilihat dari tingkat sekolah anak, ibu hamil, balita dan lansia.

Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) sebenarnya masih terdapat masalah seperti kurang tepat sasaran, namun perlahan pemerintah membenahiny dengan ketentuan peraturan yang semakin diperketat. Selanjutnya juga terdapat bantuan dari pemerintah dalam bentuk lain yaitu BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai), masyarakat yang dianggap kurang mampu akan diberikan bantuan seperti beras, telur dan minyak dalam waktu satu bulan sekali.

Sebanarnya banyak bantuan dari pemerintah, namun bentuk bantuan tersebut terkadang membuat sebagian masyarakat bergantung pada bantuan. Alangkah baiknya jika pemberian bantuan uang tersebut dibarengi dengan bantuan pelatihan kerja atau pra kerja dan wirausaha. Sehingga masyarakat memiliki kemampuan dan keahlian untuk mencukupi kebuuhan hidupnya.

  • Pemerintah memberi sanksi terhadap pelanggaran eksploitasi alam

Dengan adanya peraturan yang mengatur tentang pemanfaatan sumber daya dan potensi y ang ada di Indonesia, hal tersebut akan mempersempit orang-orang atau perusahaan yang akan mengeksploitasi sumber daya yang ada di Indonesia.

Namun belakangan ini pemerintah kebobolan dengan adanya kebakaran hutan di Kepulauan Riau. Aturan-aturan saja sebenarnya tidak cukup jika tanpa pelaksanaan yang benar. Pemerintah haus lebih tegas lagi untuk memberikan sanksi bagi para pelaku eksploitasi sumber daya yang ada di Indonesia.

  • Tidak menggunakan mobil dinas atau kendaraan dinas untuk kepentingan pribadi

Seperti yang kita lihat saat ini, pemerintah baik di tingkat desa sampai tingkat pusat diberi kendaraan dinas berupa sepeda motor maupun mobil. Kendaraan dinas seharusnya dipergunakan untuk kepentingan pekerjaan pemerintahan bukan untuk kepentingan pribadi.

  • Tidak Korupsi

Kalimat yang mudah dijanjikan oleh pemerintah namun sulit untuk dilaksanakan. Pasalnya ketika sudah mendapatkan jabatan, wakil rakyat lupa dengan janji-janjinya. Arti korupsi merupakan tindakan yang tak hanya melanggar hukum melainkan juga melanggar nilai-nilai Pancasila.

  • Mengadakan pelatihan-pelatihan untuk masyarakat yang dirasa mempunyai usia siap kerja

Pelatihan-pelatihan yang dimaksud adalah pelatihan yang mampu melatih mereka agar mandiri dapat bekerja sesuai dengan kemampuannya dan tidak mengandalkan pinjaman atau bantuan dari pemerintah.

  • Meratakan program pendidikan di seluru pelosok negeri

Dengan adanya pendidikan yang rata maka para generasi akan dilatih kemampuan berpikirnya untuk merencanakan masa depannya. Sehingga mereka memiliki gambaran cita-cita dan tujuan hidup untuk mandiri dan tau apa yang harus dilakukan.

  • Menyisipkan pelatihan kerja dan pelatihan mental di sekolah-sekolah

Mengapa hal ini harus dilakukan ? Pelatihan kerja dan mental saat ini sangat perlu untuk dilakukan, dikarenakan zaman semakin maju dan kehidupan semakin keras. Jika anak-anak tidak dilatih dari sekarang maka dikhawatirkan mereka akan susah dalam mencai pekerjaan dan susah untuk mandiri.

Masyarakat

Sedangkan untuk beragam bentuk pengamalan Pancasila dalam contoh di lingkungan masyarakat, lingkungan keluarga, atau di lingkungan sekolah. Antara lain;

  • Bersikap adil terhadap semua orang

Tidak peduli dengan status, jumlah kekayaan dan jabatan kita harus tetap bersikap adil terhadap semua orang. Memperlakukan orang lain sama dengan orang pada umumnya terlepas ada perbedaan suku, agama, ras dan golongan dan yang paling penting pada sila ke lima adalah tidak memandang orang dari kekayaan, status dan jabatan.

  • Menghormati hak orang lain didasari atas keadilan

Apabila hak-hak kita ingin dihormati oleh orang lain, kita juga harus menghormati hak orang lain. Apabila kita ingin diperlakukan adil, maka kita juga harus memperlakukan orang lain dengan adil. Masing-masing orang punya makna hak dan arti kewajiban yang harus dihormati dan dilaksanakan, dengan begitu keadilan akan bisa diwujudkan.

  • Memiliki prinsip suka bekerja keras

Sebenarnya arti dari keadilan pada sila ke lima lebih merujuk kepada keadilan secara ekonomi. Oleh karena itu, untuk mewujudkannya kita tidak boleh hanya bersikap pangku tangan atau mengandalkan orang ain untuk mewujudkan keadilan dalam bidang ekonomi, melainkan kia harus giat dalam bekerja atau membuka lapangan pekerjaan baru agar keadilan ekonomi dapat diwujudkan.

  • Berhemat atau tidak berperilaku boros

Boros merupakan perilaku yang menyimpang dari Pancasila. Mengapa ? Hal tersebut jelas bertentangan dengan sila ke 5.

Jika kita berperilaku boros, menghabiskan uang untuk hal-hal yang tidak diperlukan maka keadilan ekonomi tidak akan terwujud, karena di luar sana masih banyak yang susuah untuk makan, susah mencari uang sedangkan kita membuang uang dengan percuma untuk hal-hal yang tidak berguna.

  • Bersikap hedon atau bergaya hidup mewah

Sikap hedon juga bukan budaya di negara kita. Kita harus menggunakan uang sebaik dan sebijak mungkin. Adil bukan tentang seberapa banyak dan sering kita memberi, melainkan ketika kita mampu berempati terhadap apa yang menimpa kehidupan orang lain.

Masih banyak yang harus bekerja keras untuk mendapatkan sesuap nasi, sedangkan kita dengan enaknya bergaya hidup mewah. Meskipun kita mampu, alangkah baiknya jika uang yang kita punya digunakan dengan bijak.

  • Mentaati peraturan yang berkaitan dengan kepentingan umum

Peraturan yang berkaitan dengan kepentingan umum dibuat untuk kesejahteraan bersama, jika dilanggar maka apa yang menjadi tujuan dari peraturan tersebut tidak akan teraksana.

  • Menggunakan fasilitas umum dengan bijak

Kita tidak boleh seenaknya sendiri terhadap fasilitas umum yang telah diberikan. Kita juga harus menghormati hak orang lain untuk menggunakan fasilitas umum tersebut.

  • Menjaga fasilitas umum agar tidak rusak

Fasilitas umum diberikan untuk kepentingan bersama dan untuk dimanfaatkan bersama bagi orang yang membutuhkan. Jika dirusak sama saja kita tidak bersikap adil terhadap orang lain.

  • Melaksanakan kegiatan yang bermanfaat untuk kepentingan bersama

Kegiatan yang bermanfaat untuk kepentingan bersama seperti contohnya melakukan aktifitas sosial membantu fakir miskin, membantu korban bencana alam dan lain-lain yang dapat bermanfaat untuk banyak orang.

  • Membantu ekonomi masyarakat dengan memberikan pelatihan usaha

Tidak ada salahnya ketika kita bisa melakukan sesuatu, kita juga mengajarkannya kepada orang lain. Seperti misalnya membuat kerajinan untuk dijual, mengajari orang untuk menggunakan komputer dan lain-lain.

  • Memberdayakan dan mengembangkan potensi wisata desa

Pembangunan ekonomi yang merata sebenarnya dilakukan dari tingkat desa. Masing-masing desa memiliki potensi tersendiri, mulai dari sumber daya alamnya, wisatanya, UMKM dan lain sebagainya. Hal tersebut apabila dikembangkan dan dikelola dengan baik dan konsisten dapat membantu meratakan pembangunan ekonoi di Indonesia.

  • Tidak bersikap pilih kasih dalam pergaulan di masyarakat

Dalam bergaul kita tidak boleh memandang dari segi materi, jabatan maupun status. Seharusnya yang kita nilai adalah kebaikannya.

  • Menolong orang lain untuk mandiri

Bisa kita lakukan dengan cara mengajari orang tersebut cara berdagang, cara jualan online atau masih banyak hal lain lagi.

  • Berpartisipasi untuk membangun desa

Dengan kita berpartisipasi pembangunan akan cepat tercapai dan terlaksana sehingga pemerataan pembangunan di negara ini dapat terlaksana.

  • Memiliki gaya hidup sederhana

Kita tidak perlu mengikuti gaya hidup yang bermewah-mewahan. Hal tersebut tidak sesuai dengan nilai dan budaya di Indonesia.

Sekolah

Sedangkan untuk contoh pengamalan sila ke lima dalam Pancasila, antara lain adalah sebagai berikut;

  1. Suka berbagi dengan teman
  2. Menolong teman yang kesusahan
  3. Tidak berbuat curang dalam melakukan apapun
  4. Tidak boros dalam jajan
  5. Tidak mengambil yang bukan haknya.
  6. Jujur dalam membeli sesuatu, membayar sesuai dengan jumlah barang yang dibeli,
  7. Mau berteman dengan siapapun tanpa memandang miskin atau kaya.
  8. Membawa uang saku seperlunya
  9. Tertib dalam membayar biaya administrasi sekolah

Seperti itulah rangkaian terkait dengan beragam contoh sikap yang sesuai dengan pancasila sila ke lima di masyarakat untuk kehidupan sehari-hari. Semoga melalui artikel ini bisa memberikan wawasan dan bermanfaat bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *