Sila 3 Pancasila [Makna, Lambang, dan Contoh]

Diposting pada

Makna Sila Ke-3 Pancasila

Pancasila menjadi kesepatakan final bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah diakui segenap masyarakat sebagai identitas nasional. Struktur Pancasila mengandung unsur kesempurnaan yang di dalamnya ada penghargaan HAM serta persatuan segenap golongan. Oleh karena itulah pada artikel ini menuliskan tentang  makna sila Ke-3 Pancasila, lambang, dan contohnya.

Sila Ke-3 Pancasila

Sila ketiga dalam Pancasila berbunyi “Persatuan Indonesia”. Hal ini mengindikasikan bahwa persatuan adalah gabungan yang terdiri atas beberapa bagian-bagian dari kepingan panjang. Sebagimana pada faktanya bahwa NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) adalah negara kepulauan dengan berbagai suku dan kebudayaan.

Dengan adanya indikasi inilah setidaknya melihat bahwa cita-cita para pendiri negara dan pencipta Idiologi Pancasila melihat persatuan menjadi bagian penting untuk mewujudkan kesejahateraan dan ketentraman hidup dalam masyarakat.

Isi Sila Ketiga Pancasila

Isi yang menjadi dasar terbentuknya sila ketiga ini ialah melihat beraga, perbedaan yang ada di Indonesia yang berarti tidak untuk dipertentangkan, tetapi justru dijadikan landasan bagi persatuan Indonesia. Isi dalam nilal persatuan Indonesia dikembangkan dengan maksud untuk mencapal tujuan nasional ke arah persatuan dalam kebulatan tekad untuk memiliki rasa nasionalisme dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Makna Sila Ke-3

Adapun dalam pengamalan atas Isi pada Sila ketiga Pancasila ini, memiliki makna yang berandil besar dalam masyarakat, makna-makna tersebut antara lain adalah sebagai berikut;

Menghormati Perbedaan

Makna yang terkandung dalam Sila 3 Pancasila ialah memberikan rasa pengakuan dan menghormatan adanya perbedaan dalam masyarakat Indonesia. Perbedaan ini bisa ditinjau dari ras, budaya, ataupun dalam pengalaman agama.

Kebersamaan

Arti yang melekat dalam Sila Ketiga Pancasila ialah memberikan sejumlah jaminan untuk melakukan kerja sama yang erat dalam kehidupan masyarakat. Prilaku ini bisa diwujudan dengan mengedepankan sikap kebersamaan dan kogotongroyongan antar individu dalam masyarakat.

Persatuan Bangsa

Makna yang terkandung dalam Pancasila selanjutnya berisi tentang kebulatan tekad yang dilakukan dengan bersama-sama. Tujuan kebersaaan tersebut ialah untuk mewûjudkan persatuan bangsa yang bebas dari segela bentuk konflik masyarakat.

Kepentingan Pribadi dan Golongan

Makna yang berkaiatan dengan inivdiu dalam pengalaman Pancasila khususnya untuk “Persatuan Indonesia” ialah mengutamakan secara penuh dan ikhlas atas kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi dan golongan, dalam menyelasrakan dengan tujuan pembangunan nasional.

Rasa Nasionalisme

Tujuan dari sisitem penerapan dalam Pancasila, khususnya sila ketiga ini ialah menanamakan rasa bangga dan cinta terhadap komponen bangsa dan kebudayaan yang ada di seluruh Indonesia. Perwujutan sikap ini dilakukan sebagai upaya menjaga keutuhan kearifan lokal yang lekat dengan kehidupan masyarakat.

Patriotisme

Peranan yang diberikan dalam memahami makna pancasila ini ialah adanya wujud sikap untuk rela berkorban demi kehormatan bangsa dan negara Indonesia. Sikap ini erat kaitannya dengan patriotisme yang menjadi bentuk kekuataan bagi kesatuan.

Lambang Sila Ketiga: Pohon Beringin

Lambang sila ketiga dalam Pancasila yang melakat dan disahkan secara legalistasnya beradasarkan Undang-Undang Dasar ialah Pohon Beringin. Pohon ini diilutrasikan sebagai gambaran akan perlindungan sisitem negara terhadap semua golongan masyarakat Indonesia.

Arti Lambang Sila Ketiga Pohon Beringin

Arti Pohon Beringin dalam Sila Ketiga

  • Pohon beringin: Ilutasi tentang tumbuhan besar yang digambarakan bisa untuk berteduh bagi masyarakat Indonesia
  • Akar Pohon Beringin: Memiliki arti bahwa meskipun menjalar kebeberapa lokasi akan tetapi tujuan tersebut berasal dari satu sumber. Untuk itulah banyaknya budaya akan menjadi kekuataan dan ciri khas yang melakat pada Indonesia.

Berdasarkan makna dan lambang dalam Sila Ketiga Pancasila di atas dapat dipahami bahwa makna nilai persatuan Indonesia merupakan perwujudan paham kebangsaan yang memberi tempat bagi keragaman budaya atau etnik di Indonesia.

Pemberian tempat bagi keragaman budaya atau etnik tersebut sebagai wujud asas kebersamaan, solidaritas, dan rasa bangga, serta kecintaan kepada bangsa dan kebudayaan Indonesia yang harus senantiasanya dijaga sepenuhnya bagi siapapun yang merasa sebagai WNI.

Pengalamalan Sila Ketiga “Persatuan Indonesia”

Makna pengamalan yang dilakukan pada persatuan hakikatnya adalah satu, yang artinya bulat tidak terpecah. Persatuan berarti bersatunya corak yang beraneka ragam menjadi satu kebulatan yang utuh. Bagi bangsa dan masyarakat Indonesia, prinsip persatuan menuntut adanya pengakuan bahwa bangsa Indonesia terdiri atas berbagai suku, ras, agama, bahasa, dan adat istiadat.

Nilai persatuan dalam kehidupan sehari-hari dapat diwujudkan melalui beragam tindakan-tindakan pengalaman, antara lain adalah sebagai berikut;

  1. Menghargai beragam bentuk perbedaan dalam masyarakat, baik dalam suku, ras, dan agama yang melakat djumlahnya di Indonesia.
  2. Mencintai produk dalam negeri dibadingkan dengan mempergunakan produk-produk yang berasal dari Luar Negri.
  3. Menggunakan Bahasa Indonesia dalam pergaulan nasional

Dari penjelasan diatas, sejatinya pengalaman dalam persatuan dalam pengertian modern adalah nasionalisme yang harus dimiliki masyarakat Indonesia. Dengan adanya perwujutan sikap dan tindakan tersebutlah, segala permasalahan yang menjadi Hak dan Kewajiban Warga Negara Indonesia senantiasanya bisa dilakukan semaksimal mungkin, apalagi dipergunakan untuk mewujutkan kesejahetaraan dalam masyarakat.

Contoh Sila Ketiga

Contoh mengenai pengalaman dalam implementasi atas sila “Persatuan Indonesia” misalnya saja dengan kegiatan-kegiatan sebagai berikut;

Masyarakat

Sisi masyarakat pengamalan nilai sila ke-3 ini bisa dilahat pada banyaknya produk luar negri yang lebih mendominasi ketimbang produk dalam negari. Sebagai masyarakat seharus lebih memiliki produk dalam negri, yang intinya bukan hanya menyejahteraan pejualnya akan tetapi juga memperkenalkan hasil kerasi masyarakat.

Sekolah

Contoh lainnya dalam pengamalan sila ketiga di dalam lembaga pendidikan (sekolah) misalnya saja adanya pengunaan Seragam untuk Pelajar SD, SMP, dan SMA. Tujuannya ialah menghapus diskriminasi atas perbedaan, dengan adanya seragam sekolah dampak postifnya akan menimbulkan ciri khas persatuan.

Sehari-Hari

Pengamalan lainnya dalam wujud implementasi dari Sila Ketiga “Persatuan Indonesia” ini misalnya saja dalam keseharian, selain mempergunakaan Bahasa Daerah serta mempelajari Bahasa Asing seharunya dalam proses kegiatan masyarakat ketika berkumpul memakai Bahasa Indonesia. Hal ini dilakukan untuk memperbudah bentuk komunikasi dalam masyarakat. Selengkapnya, baca; Contoh Sikap Sila Ke-3 Pancasila dalam Kehidupan

Demikianlah penjelasan tentang makna sila ke-3 dalam Pancasila, lambang, dan contohnya. Semoga melalui uraian ini bisa memberikan wawasan dan menimgkatkan pengetahuan bagi segenap pembaca yang sedang mencari refrensi tentang “Pancasila”. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *