Lembaga Legislatif: Pengertian, Tugas, Wewenang, dan Contoh

Diposting pada

Tugas dan Wewenang Lembaga Legislatif

DosenPPKN.Com– Setiap Negara yang menganut sisitem pemerintahan demokrasi akan senantiasa mengenai dengan istilah Lembaga Eksekutif, Legistatif, dan Yudikatif. Tiga unsur kepemerintahan inilah menjadi titik awal untuk benar-benar menjalankan asas demokrasi “dari rakyat dan untuk rakyat”. Oleh karena itu dalam artikel ini akan menuliskan pengertian, tugas, wewenang, dan contoh lembaga legislatif.

Lembaga Legislatif

Lembaga legislatif adalah perwakilan rakyat kepada tokoh politik untuk diberikan mandat dalam mengawasi tugas dan wewenang yang dilakukan lembaga eksekutif. Dalam prosesnya dewan perwakilan rakyat ini dipilih secara jurdil (jujur dan adil) sehingga dapat menjadi tangan panjang rakyat menyeruakan pendapatnya.

Pengertian Lembaga Legislatif

Pengertian lembaga legislatif adalah perwakilan rakyat yang diberikan tugas untuk menyusun kesesuian dalam undang-undang serta melakukan pengawasan terhadap kinerja lembaga eksekutif dalam menjalankan tugas dan peranannya.

Hal ini mengindikasikan bahwa lembaga legislatif senantiasa berpegang teguh pada keinginan rakyat, sebagai sikap mengakomodir ketidak sesuaian dalam penyelenggaraan Negara, misalnya dalam kebijakan hubungan internasional ataupun kebijakan dalam melakukan proses perjanjian internasional.

Pada saat ini perubahan yang sangat fundamental dari lembaga legïslatif setelah amandemen UUD 1945 ialah munculnya Dewan Perwakilan Daerah dan penghapusan utusan daerah dan golongan. Jadi, secar singkatnya setelah amandemen lembaga legislative, terdiri atas beberapa jenis. Antara lain;

  • Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang dientik proses pemilihannya dilakukan oleh DPR dengan satu ketua dan 4 wakil ketua.
  • Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) adalah institusi yang dipilih langsung oleg rakyat
  • Dewan Perwakilan Daerah (DPD) adalah lembaga Negara yang dipilih langsung rakyat dari daerah otonominya.

Tugas Lembaga Legislatif

Beberapa tugas yang diberikan kepada lembaga legislatif, antara lain sebagai berikut;

Melakukan Pengawasan

Porses pelaksanaan segaa kebiajakan yang dilakukan lembaga eksekutif akan senantisa diamati secara teliti oleh masyakarat melalui lembaga legislatif. Dalam hal ini jika ada penyimpangan yang tidak sesuai dengan kehendak rakyat seyogyanya memberikan teguran atau melaporkan kepada lembaga yudikatif.

Menyusun Undang-Undang

Penyusunan segala bentuk UU yang terdapat dalam Negara merupakan tugas mutlak yang harus dilakukan oleh lembaga legislatif. Baik dalam UU tersebut diperbaharui ataupun dilakukan penghapusan karena tidak sesuai dengan keadaan zaman, akan tetapi perlu diingat bahwa selama kegiatan tersebut berlangsung tetapi berpegang teguh pada idiologi kenegaraan.

Mengusulkan Kebijakan

Pengusulan segala macam kebijakan dalam ranah pemerintahan menjadi utusan dari lembaga legislatif. Hal ini dilakukan lantaran institusi ini menjadi tangan panjang masyarakat yang memberikan amanah sewaktu pemilihan umum berlangsung.

Wewenang Lembaga Legislatif

Beragam fungsi yang diberikan kepada lembaga legislatif akan membuat institusi ini memiliki wewenang tersendiri, anatar lain yang mutlak adalah sebagai berikut;

Memilih MPR

Majelis Permusyawaran Rakyat adalah salah satu badan lembaga legislatif yang secara mutlak dalam penentuannya dilakukan oleh anggota dewan dari seluruh daerah. Kebijakan ini tidak bisa ditolak keputusan baik oleh lembaga eksekutif ataupun yudikatif.

Memilih Ketua

Proses pemilhan ketua secara mutlak adalah perundiangan keputusan yang dialkukan oleh anggota dewan. Ketua ini berhak mengusulkan serta merekomendasikan secara langsung kebijakan-kebijakan yang harus dijalankan oleh lembaga eksekutif.

Mosi

Wewenang yang menjadi hak progretif dari lembaga legislatif adalah mengeluarkan mosi yang diartikan sebagai suatu sikap ketidak percayaan kepada lembaga eksekutif. Hal inilah menjadi indikasi bahwa sejatinya kedudukan yang diberikan lembaga legislatif dan eksekutif adalah setara.

Bahkan apabila mosi dilakukan oleh lembaga legislatif atas keputusan tidak adil dari eksekutif didiukung sepenuhnya oleh seluruh anggita dewan maka presiden dan jajarannya harus mengundurkan diri dari jabatan. Kejadian ini terjadi pada Tahun 1998 di Indonesia, pada masa pemerintahan Presiden Soeharto.

Angket

Wewenang yang diberikan kepada lembaga legislatif yang lainnya adalah angket, yang berarti adanya keputusan anggota dewan untuk melakukan penyelidikan tersendiri. Dengan demikian apabila hal ini mayoritas di dukung penuh oleh anggota lembaga Negara apapun bisa dibubarkan.

Dari penjelasan tentang pengertian, fungsi, dan wewenang lembaga legislatif dapat dikatakan bahwa setiap insitusi Negara berdaulat berhak atas kebijakannya tanpa adanya tekanan dari pihak manapun, sehingga sistem pemerinatahan demokrasi inilah banyak yang berpendapat sebagai sistem pemerinatahan terbaik untuk saat ini.

Contoh Lembaga Legislatif

Contoh beberapa kasus yang dapat diartikan sebagai kebijakan lembaga legislatif misalnya saja adanya perubahan dalam Pemilihan Kepala Daerah yang diusulkan beberapa tahun lalu, untuk kembali dpilih oleh Anggota Dewan disetiap daerah bukan langsung masyarakat yang memilihnya.

Dalam kondisi ini mayaroritas anggota dewan menyetujui keputusan tersebut, hingga akhirnya keadaannya menimbulkan kerasaan dalam masyarakat. Sebagai lembaga eksekutif, yaitu Presiden mengeluar Keputusannya dan menolak untuk menyetui yang dikenal dengan Kepres. Hingga akhirnya, melalui pertimbangan lembaga yudikatif adanya usulan tersebut tidak diterima, lantaran MA (Mahkamah Agung) melihat adanya kecurangan dalam perpolitikan apabila hal ini disetujuai. Selengkapnya, bacaContoh Lembaga Legislatif Beserta Tugas dan Wewenangnya

Demikianlah, serangkaian penjelasan tentang pengertian lembaga legislatif, tugas, wewenang, dan contoh kasus yang pernah ditanganinya. Semoga melalui tulisan ini bisa memberikan wawasan dan menambah pengetahuan terutama tentang sisitem “pemerintahan”. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *