Bentuk Pengamalan Sila Ke-1, 2, 3, 4, dan 5 yang ada di Rumah

Diposting pada

Bentuk Pengamalan Pancasila di Rumah

Pancasila adalah hal yang sudah diketahui oleh seluruh rakyat Indonesia. Sayangnya, banyak juga yang tidak tahu mengapa harus ada Pancasila. Sekalipun sudah tahu bahwa ideologi Pancasila adalah pedoman hidup bangsa Indonesia, apakah lantas setiap orang mau mengamalkan Pancasila? Terdapat orang yang masa bodoh terhadap Pancasila. Pancasila dan pengamalannya hanya sekedar dianggap sebagai materi pelajaran yang ada di sekolah.

Pancasila sendiri sangat penting untuk mewujudkan Indonesia yang adil dan sejahtera. Salah satu partisipasi dalam mempertahankan Pancasila adalah dengan mengamalkan dalam kesehariannya. Sebenarnya tanpa kita sadari, banyak hal yang kita lakukan itu sudah mencerminkan pengamalan Pancasila. Namun, agar lebih paham pada artikel ini membahas mengenai apa saja bentuk pengamalan sila ke-1,2,3,4, dan 5 yang ada di rumah.

Pengamalan Pancasila

Pancasila merupakan pedoman bagi setiap warga negara dalam menjalankan kehidupan sehari-harinya. Pancasila sebagai kenyataan hidup bangsa Indonesia tidak perlu lagi dibuktikan kebenarannya karena sudah legal. Masyarakat tidak perlu ragu untuk mengamalkan setiap nilai Pancasila. Berdasarkan pendapat Sunoto, terdapat dua jenis pengamalan Pancasila yaitu pengamalan obyektif dan pengamalan subyektif.

Pengamalan obyektif dilakukan dengan melaksanakan dan menaati paraturan yang dibuat pemerintah sebagai norma hukum negara dan kehidupan sehari-hari yang dilandaskan dengan Pancasila.

Sementara itu, pengamalan subyektif yaitu penagamalan yang dilakukan dengan cara menjalankan nilai-nilai Pancasila sebagai sistem etika secara pribadi atau kelompok dalam bersikap serta bertingkah laku dalam berbagai bidang kehidupan. Sebagai informasi, bentuk pengamalan sila ke-1,2,3,4, dan 5 yang dicontohkan dalam artikel ini merupakan jenis pengamalan subyektif Pancasila.

Pentingnya Pengamalan Pancasila di Rumah

Keluarga adalah agen sosialisasi primer dan rumah adalah tempat sosialisasi pertama dan utama. Sebelum mengenal masyarakat secara luas, anak mecontoh perilaku yang dilakukan oleh orang tua dan anggota keluarga lainnya. Maka sangat penting agar orang tua atau setiap individu menanamkan karakter yang baik bagi anak dan anggota keluarga lain.

Masyarakat harus melaksanakan pengamalan subyektif Pancasila di rumah agar anggota keluarga lain secara sadar atau tidak sadat juga turut mengamalkannya. Tujuan pengamalan Pancasila di rumah yaitu agar kehidupan keluarga senantiasa harmonis, aman, nyaman, tentram, damai dan terhindar dari segala bentuk konflik.

Pedoman Pengamalan Pancasila di Rumah

Pelaksanaan pengamalan Pancasila diatur dalam Tap MPR No.II/MPR/1978 yang dicabut dan diganti dengan Tap MPR No XVIII/MPR/1998. Pertimbangan penggantian adalah materi muatan Pancasila tidak sesuai dengan perkembangan kehidupan negara. Untuk lebih mudah mengamalkan Pancasila, maka pemerintah juga pernah menerbitkan P4 yang di sana terdapat butir-butir Pancasila. Sekarang penataran P4 sudah dihapuskan. Namun Pancasila sendiri sudah tercantum dalam Pembukaan UUD NRI Tahun 1945, sehingga warga negara tetap harus mendasarkan diri pada nilai Pancasila.

Bentuk Pengamalan Pancasila yang ada di Rumah

Pengamalan Pancasila tidak dapat dilaksanakan secara terpisah karena sila yang satu meliputi sila yang lain. Bentuk-bentuk pengamalan Pancasila yang ada di rumah antara lain sebagai berikut:

Bentuk Pengamalan Sila Ke-1

Sila ke-1 Pancasila mengandung nilai Ketuhanan. Setiap orang meyakini adanya Tuhan Yang Maha Esa dan memiliki toleransi terhadap keyakinan masing-masing individu. Apabila setiap orang mengamalkan nilai Ketuhanan di rumah, maka kehidupan keluarga akan diliputi kebijaksanaan dan kententraman. Adapun contoh bentuk pengamalan Sila ke-1 yang bisa kita lakukan di rumah, antara lain:

  1. Beribadah dengan rajin dan tepat waktu tanpa paksaan
  2. Menyediakan ruang di rumah untuk tempat ibadah
  3. Membiasakan berdoa sebelum dan sesudah melakukan aktivitas apapun
  4. Belajar ngaji di rumah
  5. Tidak mengganggu anggota keluarga yang sedang beribadah
  6. Tidak mendengarkan musik atau mengeraskan volume musik ketika tetangga di sekitar rumah sedang melaksanakan ibadah
  7. Bersedia menerima tamu meskipun memiliki agama yang berbeda
  8. Mengingatkan anggota keluarga yang belum melaksanakan ibadah
  9. Mebersihkan sarana ibadah secara berkala
  10. Mengucapkan salam ketika masuk dan keluar rumah

Bentuk Pengalaman Sila Ke-2

Sila ke-2 mengandung nilai Kemanusiaan. Menghargai dan menghormati antar anggota keluarga adalah kunci dari mengamalkan sila ini di rumah. Tujuan kita harus mengamalkan sila kemanusiaan adalah untuk menciptakan keluarga yang diliputi dengan cinta kasih.

Adapun contoh bentuk pengamalan sila ke-2 yang bisa kita lakukan di rumah, antara lain:

  1. Menghindari bullying antar anggota keluarga agar tidak menimbulkan sakit hati
  2. Tidak pilih kasih terhadap anak
  3. Memberikan kebebasan anak dalam mengekspresikan diri sesuai bakatnya
  4. Memperlakukan anak dengan lemah lembut untuk menumbuhkan mental yang baik
  5. Berbicara sopan terhadap orang tua dan saudaranya
  6. Membantu orang tua dalam menyelesaikan pekerjaan rumah
  7. Berkata jujur kepada orang tua dalam hal apapun
  8. Memiliki empati terhadap orang tua yang sedang lelah bekerja dengan cara memijat atau sekedar mengambilkan makanan
  9. Menghindari kekerasan dalam rumah tangga, baik orang tua kepada anak atau anak kepada orang tua
  10. Menunjukkan sikap dan raut muka yang baik ketika disuruh oleh orang tua

Bentuk Pengamalan Sila Ke-3

Sila ke-3 mengandung nilai Persatuan. Setiap anggota memiliki sikap kerja sama yang baik dan mengutamakan kepentingan keluarga diatas kepentingan pribadinya. Apabila setiap orang mengamalkan sila ini di rumah, maka kehidupan keluarganya akan jauh dari perselisihan dan pertikaian.

Adapun contoh bentuk pengamalan sila ke-3 yang bisa kita lakukan di rumah, antara lain:

  1. Memaafkan anggota keluarga yang berbuat salah terhadap kita
  2. Berani mengalah untuk menghindari perselisihan dalam keluarga
  3. Mengurangi sikap keras kepala ketika dinasehati oleh orang tua atau anggota keluarga lain
  4. Bekerja sama membersihkan rumah
  5. Meningkatkan intensitas hubungan antar anggota keluarga untuk menghindari pertikaian di rumah
  6. Mendahulukan kepentingan bersama keluarga, daripada melakukan aktivititas yang hanya menguntungkan diri sendiri
  7. Bangga dan mau mengakui keluarganya dalam kondisi apapun
  8. Membantu adik dalam mengasah bakatnya agar masa depannya menjadi lebih baik
  9. Tidak saling menyalahkan dan mengadu domba antar anggota keluarga
  10. Mencintai keluarga dengan tidak membuka aib atau keburukan mereka kepada orang lain

Bentuk Pengamalan Sila Ke-4

Sila ke-4 mengandung nilai musyawarah dan mufakat. Setiap anggota keluarga mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan permasalahan. Tujuan mengamalkan sila ini di rumah adalah agar setiap anggota keluarga saling memahami satu sama.

Adapun contoh bentuk pengamalan sila ke-4 yang bisa kita lakukan di rumah, antara lain:

  1. Melaksanakan musyawarah untuk menentukan pembagian tugas rumah
  2. Bertanggung jawab dan tidak iri atas pembagian tugas rumah yang sudah ditentukan
  3. Orang tua harus mendengar pendapat anak dalam hal apapun
  4. Anak harus mendengarkan nasihat dan arahan orang tua
  5. Menghindari menyalahkan perilaku setiap anggota keluarga sebelum mengetahui alasan mereka melakukan hal tersebut
  6. Mengutamakan penyelesaian permasalahan di dalam keluarga dengan musyawarah daripada dengan kekerasan
  7. Menghormati keputusan anak dalam menentukan sekolah yang diinginkannya
  8. Menghormati pendapat orang tua yang berusaha menentukan masa depan anak
  9. Memberikan kepercayaan terhadap anak untuk mengembangkan bakat sesuai keinginan mereka sendiri
  10. Meminimalisir perdebatan dalam rumah tangga hanya karena pendapatnya tidak didengar

Bentuk Pengamalan Sila Ke-5

Sila ke-5 mengandung nilai Keadilan. Setiap orang berlaku adil terhadap anggota keluarga yang lain. Setiap orang juga saling mendukung anggota keluarga lain dalam mencapai tugas dan cita-citanya. Tujuan pengamalan sila keadilan adalah untuk menciptakan hubungan yang harmonis serta memajukan kesejateraan keluarga.

Adapun, contoh bentuk pengamalan sila ke-5 yang bisa kita lakukan di rumah, antara lain:

  1. Melaksanakan tugas rumah sesuai kewajibannya
  2. Anak mempunyai kewajiban menghormati orang tua dan sebaliknya orang tua memilki kewajiban memberikan perlakuan baik terhadap anak
  3. Tidak pilih kasih dan tidak berbeda dalam memperlakukan anak sesuai dengan kepintaran dan kemampuannya
  4. Orangtua mencari nafkah untuk keluarga, sebaliknya anak tidak boleh menuntut apa yang diberikan orang tua
  5. Mengurangi sikap boros dan membeli barang sesuai kebutuhan
  6. Berpenampilan sederhana sesuai keadaan ekonomi keluarga
  7. Tidak memaksa orang tua untuk membelikan barang sesuai dengan batas kemampuan mereka
  8. Belajar dengan rajin untuk meraih cita-cita
  9. Membantu mengembangkan bakat anak dengan mengikutkan les atau pelatihan, memberikan referensi belajar dan memberikan nasihat apa yang harus mereka lakukan untuk mencapai impian
  10. Berolahraga dengan rutin dan beristirahat dengan cukup agar sehat dan bisa mewujudkan keluarga yang sejahtera

Itulah tadi uraian lengkap yang bisa kami lakukan pembahasan pada segenap pembaca yang mana berhubungan dengan contoh bentuk pengamalan sila 1, 2, 3, 4, dan 5 dalam Pancasila yang ada di rumah, khususnya untuk kehidupan sehari-hari. Semoga berkenan.

Datar Pustaka
  • http://bp3ipjakarta.ac.id/attachments/article/609/PENDIDIKAN%20KEWARGANEGARAAN%20BAB%20IV.pdf
  • https://ejournal.undip.ac.id/index.php/sabda/article/download/13256/10041
Gambar Gravatar
Guru PPKn Alumni Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan di Kampus Negeri Jawa Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *