Contoh Indoktrinasi Politik dan Agama yang Ada di Indonesia

Diposting pada

Contoh Indoktrinasi Politik dan Agama

Indoktrinasi dipahami sebagai hal yang mempersempit pandangan yang melaluinya. Kita dapat melihat dunia dan memastikan bahwa semua informasi yang kita terima ditafsirkan melalui filter ideologi yang dipromosikan. Masalahnya terletak pada kenyataan bahwa mayoritas ruang, lembaga dan filosofi yang kita sebut pendidikan, yang pada kenyataannya adalah contoh dari indoktrinasi.

Indoktrinasi Politik dan Agama

Indoktrinasi merupakan proses mengajar seseorang atau kelompok untuk menerima seperangkat keyakinan tanpa kritik atau tanpa mempertanyakannya. Indoktrinasi berupa pendekatan yang didorong oleh hasil yang bertujuan untuk menanamkan dalam diri orang seperangkat kebiasaan dan keyakinan yang selaras dengan ideologi atau agenda politik.

Indoktrinasi politik melibatkan kegiatan dengan membujuk orang untuk mengadopsi keyakinan, ide, nilai, dan ideologi tertentu yang terkait dengan politik dan pemerintahan. Indoktrinasi politik sendiri berupa mekanisme di mana opini publik dibuat. Apabila tujuan utama ini tidak dapat dicapai, maka mereka menginginkan masyarakat yang setidaknya akan mematuhi sistem mereka dan tidak masalah untuk membujuk orang lain juga.

Defnisi indoktrinasi politik juga digunakan beberapa negara agar tetap berkuasa dan menjaga sistemnya tetap berjalan. Metode indoktrinasi disebut sebagai cara yang sistem negara gunakan untuk meyakinkan atau menipu orang agar percaya pada cara hidupnya.

Sistem atau negara menggunakan lembaganya seperti pemerintahan, pendidikan, media massa dan sebagainya untuk mengindoktrinasi warganya. Media dan institusi politik adalah cara utama untuk melakukan ini. Media mempromosikan nilai-nilai ideologi negara dan menjelaskan segala potensi ancaman terhadap sistem sambil mempromosikan agenda politik negara.

Indoktrinasi agama sering merujuk pada ide-ide keagamaan ketika kita berbicara tentang lingkungan keagamaan yang tidak membiarkan kita mempertanyakan atau mengkritik kepercayaan itu. Pada konsep indoktrinasi agama, seseorang yang terdokrinasi memiliki perbedaan dari orang yang tidak terindoktrinasi dalam hal kontrol kepercayaannya.

Dia memiliki sangat sedikit kontrol kepercayaan. Lingkungan sekitar dibentuk untuk membuat si korban terisolasi dari keluarga dan masyarakatnya dan terbuka hanya pada keyakinan yang ditentukan oleh pendoktrin. Kontrol kepercayaan tersebut biasanya diekspresikan dan dikaitkan dengan eksistensi Tuhan, kebenaran, kebebasan dan proses.

Contoh Indoktrinasi Politik dan Agama

Beberap indoktrinasi politik dan agama sering terjadi di masyarakat melalui cara-cara seperti pidato, ceramah, pembuatan atura, bahkan dengan cara yang tidak pernah terpikirkan oleh para objek indoktrinasi sebagai bentuk internalisasi mindset.

Indoktrinasi Politik
Indoktrinasi Politik
Indoktrinasi Politik

Adapun contoh-contoh dari indoktrinasi politik adalah sebagai berikut, antara lain:

  1. Indoktrinasi Cina

Presiden Xi Jinping melakukan indoktrinasi melalui diplomasi sosok laksamana Cheng Ho. Pemerintah Cina mempromosikan Cengho sebagai simbol persahabatan Cina dengan negara lain. Bahkan salah satu angkatan laut Cina diberi nama Ceng Ho.

Pada tahun 2012, kapal itu melakukan misi ke negara kawasan Asia Tenggara hingga Kanada dalam memperkuat hubungan angkatan laut asing. Pada tahun 2017, Presiden Cina juga menunjukkan kehebatan Ceng Ho dalam pembukaan pidato pada forum Belt and Road.

Selain itu, media pemerintah Cina juga menulis warisan Ceng Ho yang tersebar di berbagai tempat di dunia. Tujuannya untuk membangun hubungan penting sehingga melampaui diplomasi dan ekonomi.

Jadi, sistem pemerintahan Cina berusaha untuk melakukan indoktrinasi kepada negara lain dengan menonjolkan keagungan dan kebesaran laksamana Ceng Ho, sehingga negara lain melakukan hubungan diplomasi dengannya.

  1. Indoktrinasi Masa Orde Baru

Pada masa rezim orde baru di bawah pimpinan Soeharto setiap siswa atau mahasiswa wajib mengikuti indoktrinasi penanaman nilai-nilai Pancasila sebagai syarat masuk sekolah. Indoktrinasi resmi ini didasarkan atas alasan bahwa Pancasila diselewengkan pada masa orde lama.

Indoktrinasi ini dilakukan melalui penataran P4 agar masyarakat sadar, tahu dan menghayati ideologi Pancasila. Ide indoktrinasi ini terus dijalankan sehingga orang atau kelompok yang mengkritik atau anti pemerintah juga dianggap sebagai anti Pancasila. Akhirnya pemerintah bisa mempertahankan kekuasaannya.

  1. Indoktrinasi Nazi

Pada tahun 1920 dan setelahnya, Nazi menargetkan para pemuda Jerman sebagai audiens untuk pesan propaganda mereka. Partai Nazi menekankan bahwa mereka adalah gerakan pemuda yang dinamis, penuh harapan, visioner dan ulet. Sehingga para pemuda Jerman terpikat dengan ajaran Nazi melalui kelas serta ekstrakurikuler.

Para pemuda diindoktrinasi dengan pandangan sosialis nasionalis. Saat buku di ruang kelas terdeteksi dan dibuang, maka mereka memperkenalkan buku baru yang mengajarkan kecintaan terhadap Hitler, patuh pada otoritasi negara, militer, ras serta antisemitisme.

Hari pertama masuk sekolah, mereka diperkenalkan dengan ajaran Hitler. Foto terpampang di ruang kelas, bahkan permainan anak-anak juga digunakan sebagai propaganda untuk melakukan indoktrinasi terhadap mereka agar masuk ke dalam militerisme dan patuh pada apa yang diperintahkan Hitler.

  1. Indoktrinasi Kamp Ingando

Ingando adalah kamp solidaritas yang berisi tentang kegiatan pendidikan kewarganegaraan yang telah memfasilitasi kelancaran proses reintegritas para pengungsi yang kembali ke Rwanda, mantan anggota angaktan bersenjata Rwanda, dan untuk sementara membebaskan tahanan kembali ke komunitas mereka.

Oleh para pejabat, kamp ini bertujuan untuk mengatasi pemerintahan yang buruk. Namun, mereka ditekan untuk bergabung dengan militer oleh angkatan pertahanan Rwanda. Kamp yang seharusnya memberikan kontribusi intelektual justru menjadi indoktrinasi militer.

  1. Indoktrinasi Zaman Penjajahan Jepang

Sebelum Jepang menduduki Indonesia, bangsa Eropa terlebih dahulu singgah. Kemudian, untuk menarik simpati rakyat, Jepang melakukan indoktrinasi melalui sekolah. Pendidikan dapat mengubah mentalitas dan mengalihkan pikiran dari Eropa ke Jepang.

Mereka mulai membuka sekolah yng dibekukan oleh Hindia Belanda serta mendoktrin sekolah-sekolah swasta agar ikut dalam jalan pikiran Jepang. Ahasil, hanya selama kurang lebih 3,5 tahun masa pendudukan, dapat begitu menjejak Indonesia.

Indoktrinasi Agama
Contoh Indoktrinasi Agama
Indoktrinasi Agama

Adapun indoktrinasi agama yang pernah dilakukan adalah sebagai berikut, antara lain:

  1. Indoktrinasi ISIS

ISIS adalah organisme terorisme berkedok agama. Melalui agama dan ajaran jihad melalui pendidikan yang mereka buat. Para anggota ISIS juga melakukan indoktrinasi kepada anak-anak Irak dan Suriah agar menjadi pengikut sejak dini. Mereka juga mengadakan pesta dan membagikan makanan untuk anak-anak.

Anak-anak melihat senjata ketika terdapat panggilan jihad sehingga kadang-kadang mereka pikir itu permainan dan mereka menjadi suka. Selain itu, ISIS juga nebgindoktrinasi guru dengan ideologi mereka yang radikalisme serta membuat buku propaganda untuk sekolah-sekolah.

  1. Indoktrinasi di Pesantren

Pesantren memiliki nilai dan budaya yang beragam. Mereka punya aktor sosial yang memiliki kematangan intelektual dan spiritual secara bersamaan, punya kedekatan dengan masyarakat, melalui cara menyapa atau berdakwah yang khas.

Pesantren juga memiliki sistem pendidikan dan indoktrinasi yang lintas batasan waktu. Indoktrinasi dilakukan dengan didasarkan oleh ajaran agama yang diyakini, diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan membentuk aturan yang dikehendaki oleh ajaran di pesantren. Para santri mengikuti dan mematuhi aturan sehingga menjadi sebuah keyakinan dan kebiasaan.

  1. Indoktrinasi Asahara

Pada tahun 1987, Soko Asahara mendirikan Aum Shinrikyo yang terintegrasi pada pemerintahan Jepang sebagai golongan keagamaan. Dia mengaku sebagai kristus. Doktrin yang diajarkan didasarkan pada kitab Vajrayana, Alkitab dan sebagainya.

Pengikutnya mencapai ribuan. Mereka tunduk penuh terhadap Asahara, melakukan ritual bahkan minum air bekas mandi Asahara. Bahkan pengikutnya pernah melakukan penyerangan pada stasiun Tokyo yang menyebabkan tewas dan terlukanya bebrapa orang.

  1. Indoktrinasi Heaven’s Gate

Mantan marsekal militer Amerika bersama seorang suster yang mendirikan sekte. Mereka dan anggotanya meyakini bumi akan didaur ulang yang megharuskan mereka melupakan keterikatan tergadap dunia. Kemudian, mereka melupakan keluarga, teman, seksualitas, harta, dan individualitas.

Mereka bergerliya melalui gereja untuk mendapat dukungan massa yang lebih banyak karena ajaran mereka yang diakui didasarkan oleh alkitab dan mengaku mendapat tugas kenabian. Bahkan pengikutnya pada tahun 1997 melakukan bunuh diri masal dengan kepercayaan akan dievakuasi dari bumi bertepatan dengan komet Halle Bopp muncul.

  1. Indoktrinasi Rajneeshpuram

Rajneeshpuram adalah sekte asal India yang pindah ke Amerika Serikat dengan pemimpinnya adalah Rajneesh. Dia adalah dosen filsafat yang mengajarkan tradisi agama, mistis, serta filsafat dari berbagai negara di dunia. Ia melakukan indoktrinasi kepada para pengikutnya dengan melakukan ceramah dan menyediakan tempat untuk meditasi. Ceramah yang diberikan mengandung unsur seksualitas.

Pada tahun 1982, anggota sekte terpilih dalam pemilu daerah dan mendapatkan jatah kursi pemerintahan. Hal yang mereka rubah adalah nama kota menjadi Rajneesh, menaikkan pajak benda, dan mengubah nama pusat daur ulang menjadi pusat Daur ulang Adof Hitler.

Oleh karena indoktrinasi yang dilakukan, mereka meracuni penduduk yang tidak menjadi pengikut Rajneesh dengan bakteri salmonella. Meskipun tidak ada satu pun penduduk yang tewas, namun menyebabkan ratusan orang dilarikan ke rumah sakit. Tujuan mereka adalah agar pendukung Rajneesh lah yang memenangkan pemilu di Wasco Country.

Nah, demikianlah artikel yang bisa kami uraikan pada segenap pembaca berkenaan dengan contoh indoktrinasi politik dan agama yang pernah dialami oleh masyarakat Indonesia. Semoga memberikan pemahaman bagi kalian semuanya.

Sumber Tulisan
  • http://www.democraticeducation.org/index.php/blog/article/education_or_indoctrination/
  • http://www.journal.uinjkt.ac.id
Gambar Gravatar
Guru PPKn Alumni Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan di Kampus Negeri Jawa Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *