Pengertian Rad*kalisme, Ciri, Penyebab, Dampak, dan Contohnya

Posted on

Pengertian Radikalisme, Ciri, Penyebab, Dampak, dan Contohnya

Radikalisme adalah kecenderungan fanatik dalam mempercayai atau meyakini sesuatu. Pada perkembangan zaman yang semakin modern, radikalisme juga semakin melebarkan sayapnya. Penyebarannya bukan hanya melalui doktrin konvensional, namun juga melalui teknologi informasi komunikasi seperti media sosial.

Radikalisme dalam arti positif sangat baik karena orang radikal sangat menjunjung tinggi ajarannya. Radikalisme yang bertendensi  pada perilaku negatif apabila menghalalkan segala cara untuk memaksakan prinsip atau kepercayaannya.

Perilaku Radikalisme harus dijauhi karen adapat membahayakan orang banyak dan oreang yang ada di sekitar dan meyimpang pancasila sebagai pandangan hidup. Maka untuk lebih jelasnya, pada artikel ini akan dibahas mengenai pengertian, ciri-ciri, penyebab dan dampak dan contoh radikalisme.

Radikalisme

Radikalisme sendiri merupakan kualitas atau keadaan radikal. Radikalisme juga diartikan sebagai doktrin atau prinsip-prinsip radikal. Radikalisme sebagai sebuah istilah lebih tua dari ekstremisme. Istilah awalnya, radikalisme digunakan dalam pengobatan dan datang untuk menyebar dari Glorious Revolution England pasca 1688 yang progresif ke Pencerahan di Perancis abad ke-18 dan hanya mencapai Jerman pada abad ke-19.

Konten radikalisme pada umumnya menjadi penanda prinsip-prinsip politik yang tercerahkan, liberal untuk sayap kiri guna menentang pendirian politik reaksioner. Radikalisme menjadi doktrin politik yang mengilhami gerakan republik dan nasional yang berkomitmen pada kebebasan dan emansipasi individu dan kolektif, diarahkan melawan status quo monarki dan aristokrat pasca 1815.

Radikalisme sangat menyimpang dari dasar negara Pancasila sebagai pandangan hidup karena pada intinya semua harus berkiatan dan berlandaskan pancasila jika tidak sesuai dengan pancasila maka perilaku tersebut dapat dikatakan menyimpang dari aturan.

Pengertian Radikalisme

Radikalisme merupakan istilah yang berasal dari bahasa latin yaitu radix yang memiliki arti akar. Maksudnya yaitu berpikir sesuatu secara mendalam atau sampai ke akarnya. Kaum radikal percaya dan mengekspresikan keyakinannya yang mana harus ada perubahan sosial atau politik yang besar secara ekstrem.

Kaum radikal menganggap bahwa langkah-langkah yang digunakan adalah upaya yang paling ideal dalam melakukan perubahan sosial politik secara total. Radikalisme adalah ideologi yang mengancam keutuhan bangsa atau bentuk dari radikalisme.

Pengertian Radikalisme Menurut Para Ahli

Terdapat pandangan positif dan negatif terhadap radikalisme yang diungkapkan oleh beberapa tokoh seperti di bawah ini:

  1. Dawinsha

Definisi dari radikalisme yakni kebijakan. Radikalisme mengandung sikap jiwa yang membawa kepada tindakan yang bertujuan melemahkan dan mengubah tatanan kemapanan serta menggantinya dengan gagasan baru. Radikalisme ini memiliki arti negatif karena menjadikannya gerakan berbahaya.

  1. K H Tarmidzi Taher

Makna radikalisme adalah tajdid yang berarti pembaharuan dan islah yang berarti perbaikan. Radikalisme dianggap sebagai spirit untuk berubah menuju kebaikan. Pada kehidupan berbangsa dan bernegara, terdapat anggapan bahwa para pemikir radikal adalah seorang yang mendukung reformasi jangka panjang.

  1. Muzadi

Hakikat dari radikalisme adalah radikal dalam paham atau ismenya. Biasanya mereka menjadi radikal secara permanen dan tidak bisa diberikan pemahaman secara halus lagi, cara memberikan pengetahuan tentang anti radikalisme adalah dengan cara memberikan dampingan pada orang yang bersangkutan.

Radikal sebagai isme dapat tumbuh secara makna demokrasi, tekanan masyarakat dan teror. Maksudnya, radikal yang sudah menjadi ideologi dan mahzab pemikiran. Sehingga semua orang memiliki potensi untuk menjadi radikal dan penganut paham radikal tergantung dari lingkungannya.

  1. Mark Juergensmayer

Maksud dari radikalisme adalah gerakan yang memiliki pandangan kuno dan sering menggunakan kekerasan guna mengajarkan apa yang mereka yakini. Kaum radikal sering melakukan tindakan teror untuk membuat ketakutan masyarakat.

Ciri Radikalisme

Berikut adalah karakteristik radikalisme didasarkan atas keuatan politik antara lain:

  1. Berpandangan sempit terhadap keyakinannya. Radikalisme sering dikaitkan dengan pemahaman sempit tentang agama atau kepercayaan yang berujung teror atau bom. Perilaku kekerasan dianggap sebagai respon adanya kegagalan dalam tatanan sosial politik masyarakat.
  2. Kelompok radikalisme cenderung kasar dalam berinteraksi, keras dalam berbicara serta mudah berburuk sangka atau memiliki arti stereotip negatif terhadap orang yang tidak sepaham dengannya.
  3. Selalu melakukan protes dan membesarkan permasalahan kecil dengan sikap yang tidak terpuji kepada pemerintah yang tidak sesuai dengan paham yang dianutnya.

Penyebab Radikalisme

Hal yang menyebabkan munculnya paham radikalisme berasal dari faktor internal dan eksternal dalam masyarakat, di antaranya sebagai berikut:

  1. Faktor Internal

Penyebab yang menjadi faktor internal (dari dalam) munculkanya sikap radikalisme ini, antara lain sebagai berikut;

  1. Legitimasi keagamaan

Pada kasus radikalisme, penafsiran teks keagamaan atau kultural menjadi hal yang sangat penting sebagai penyebab orang tersebut radikal atau tidak. Penafsiran teks keagamaan yang didasarkan atas cita rasa mereka sendiri tanpa memperhatikan aspek kontekstualisasi dan historitas teks menyebabkan banyaknya pemikiran yang bertentangan dengan nilai kemanusiaan.

  1. Emosi keagamaan

Salah satu penyebab adanya radikalisme adalah sentimen keagamaan. Setiap kaum, mempunyai rasa solidaritas keagamaan untu membela kawannya yang tertindas oleh kekuatan tertentu. Emosi keagamaan yang dimaksud di sini adalah agama sebagai pemahaman realitas yang sifatnya interpretatif dan subjektif.

  1. Faktor Eksternal

Adapun penyebab munculnya sikap radikalisme dari luar (eksternal) antara lain sebagai berikut;

  1. Faktor ekonomi-politik

Kekuasaan depostik pemerintah yang sewenang-wenang dari nilai fundamental kaum radikal. Artinya, rezim di negara tersebut telah gagal menjalankan nilai idealistik sesuai keyakinan kaum radikal. Rezim yang berkuasa tidak menjadi pelayan rakyat, namun justru menyengsarakan rakyat.

Fundamentalisme atau radikalisme merupakan salah satu idelogi yang mencari daerah jajahan baru guna dijadikan pasar baru industrialisasi dan ekonomisasi yang dijalankan melalui proses perang dan juga memanfaatkan apa yang ada disekitar.

Fundamentalisme ini bukan lahir dari penguasaan lahan, pemaksaan teks kitab suci atau melawan industrialisasi.  Namun, didasarkan atas kesadaran pentingnya realisasi pesan idealisme yang belum dijalankan oleh rezim penguasa.

  1. Faktor Budaya

Radikalisme muncul karena budaya barat dalam arti westernisasi yang mendominasi kehidupan saat ini. Paham sekularisme yang dibawa oleh kebudayaan barat dianggap sebagai musuh besar yang harus dimusnahkan dari kehidupan manusia. Radikalisme sebagai langkah untuk melepaskan diri dari budaya barat yang dianggap tidak sesuai.

  1. Faktor sosial politik

Pemerintah yang kurang tegas dalam mengendalikan masalah teror*s juga dijadikan salah satu faktor maraknya radikalisme dalam masyarakat, maka dar itu kedepan semua lini masyarakat tersebut harus dapat memahamai tentang anti radikalisme.

Selain itu, kamu radikal merasa tidak diuntungkan oleh peradaban global sehingga menimbulkan pelawanan terhadap kekuatan yang mendominasi. Dengan membawa bahasa dan simbol kepercayaannya, kaum radikal berusaha menyentuh emosi keagamaan dan menggalang kekuatan untuk mencapai tujuan mulia politiknya.

  1. Mosa

Media massa yang seringkali menyudutkan umat beragama memunculkan faktor kekerasan yang dilakukan oleh mereka. Propaganda melalui pers memiliki kekuatan yang kuat karena sulit untuk dihindari sehingga memuculkan tindakan ekstrem, yaitu perilaku radikal sebagai reaksi atas apa yang dituduhkan kepada umat beragama tersebut.

Dampak Radikalisme

Beberapa hal negative yang muncul akibat adanya radikalisme adalah sebagai berikut:

  1. Terancamnya kedaulatan negara

Beragam makna Ideologi negara berusaha dirubah dengan ideologi kaum radikal. Mereka menginginkan satu paham di negaranya yaitu paham yang mereka anut. Hal tersebut mengakibatkan munculnya ancaman dan kekerasan dari kaum radikal untuk memperjuangkan haknya.

Potensi radikal seperti dilakukan melalui beberapa pendekatan seperti perkumpulan agama, pendekatan orang tua kepada anak dan sebagainya. Berkembangnya radikalisme, membuat ancaman dan kekerasan semakin merajalela. Mereka masuk ke segala sendi kehidupan dan memecahkan persatuan bangsa.

Perpecahan menimbulkan pelemahan bagi negara. Terancamnya kedaulatan akan terjadi jika lembaga dan sistem kebijakan negara sangat lemah dan penduduknya tidak memiliki rasa persatuan, sehingga jika terdapat sebuah permaslaahn yang kecil bisa juga di besar-besarkan oleh para anggota radikalisme.

  1. Timbulnya kerugian harta benda dan nyawa

Pelaku radikalisme yang melakukan kekerasan biasanya menggunakan bom. Alasan jihad digunakan untuk melakukan percobaan bunuh diri padahal jihad pada masa sekarang juga bisa dilakukan dengan hal tidak hanya perang saja.

Bukan hanya dia saja yang menjadi korban bom, namun terdapat banyak orang yang mengalami kerugian fisik dan harta benda karena bom. Kerugian harta akibat merusak fasilitas umum dan kerugian nyawa karena meninggal bersamaan dengan kerugian materi akibat tidak fokus lagi.

Contoh Radikalisme

Radikalisme sebenarnya terbagi menjadi tiga macam yaitu radikalisme keyakinan, radikalisme tindakan dan radikalisme politik seperti di bawah ini:

  1. Radikalisme keyakinan

Radikalisme yang selalu memberikan label bahwa selalu menilai orang yang tidak sepaham dengan pahamnya itu kafir dan tidak akan masuk surga. Mereka tidak mau berinteraksi dengan orang seperti itu di masyarakat maka dari itu banyak orang radikalisme terhindar dari masyarakat.

  1. Radikalisme tindakan

Radikalisme tindakan yaitu berusaha menghalalkan segala cara untuk melancarkan aksinya memperjuangkan paham yang dianut. Beberapa organisasi yang dapat kita contohkan sebagai penganut dari aliran radikalisme adalah:

  1. ISIS

Awalnya, ISIS merupakan sekelompok pejuang rakyat yang ingin melepaskan diri dari cengkeraman Amerika dan sekutunya. Namun, sekarang telah mengalami perubahan menjadi kekuatan baru. Mereka siap melakukan perlawanan terhadap rezim yang berkuasa dan dianggap tidak mampu mengemban misi terbentuknya negara Islam.

Kelompok yang berideologi keras ini melakukan berbagai cara untuk meraih cita-citanya. Mereka menyerang kelompok minoritas, kemudian membantainya agar semua orang di seluruh dunia mengetahui apa yang telah dilakukan oleh ISIS.

  1. Jamaah Ansharut Dhaulah

Kelompok ini menghalalkan segala cara termasuk melakukan p*mb*n*han atas nama agama. Radikal dalam hal ini sangat tidak dianjurkan karena merugikan harta benda dan nyawa orang lain akan tetapi biasanya juga masih banyak orang yang tersesat dari adanya radikalisme.

  1. Radikal Politik

Kelompok radikal yang ingin mengganti ideologi negara yang sah dengan ideologi khilafah. Kelompok ini tersebar di banyak tempat dan kondisi. Mulai dari aktvitas dakwah kampus, pengajian masyarakat dan komunitas sosial media. Doktrin yang diberikannya membuat masyarakat melakukan gerakan yang biasanya selalu melakukan protes terhadap sistem pemerintahan.

Itulah artikel yang bisa kami selesaikan secara tuntas kepada segenap pembaca terkait dengan pengertian radikalisme menurut para ahli, ciri, penyebab, dampak, dan contohnya di masyarakat. Semoga memberikan referensi atas literasi yang sedang dicari. Trimakasih,

Daftar Pustaka
  • Millati. 2016. Radikalisme, Liberalisme, dan Teror*sme: Pengaruhnya terhadap Agama Islam. Journal of Islamic Studies and Humanities Vol 13. No.1 Juni 2016
  • https://merriam-webster.com/dictionary/radicalism

Guru PPKn Alumni Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan di Kampus Negeri Jawa Tengah