Bentuk Nasionalisme Indonesia dan Penjelasannya

Diposting pada

Bentuk Nasionalisme di Masyarakat

Nasionalisme adalah suatu gerakan modern yang terjadi sepanjang sejarah yang dialami seseorang dengan melekatkan diri pada tanah asalnya, tradisi, dan otoritas territorial. Fenomena yang ada dalam nasionalisme ini sejatinya dialami oleh semua bentuk Negara di dunia. Termasuk juga Indonesia, bahkan dalam catatan terjadinya nasionalisme khususnya di masyarakat Indonesia sendiri tejadi pada masa perjuangan kemerdekaan, revolusi, oder baru, orde lama, revormasi, hingga pada saat ini. Oleh karena itulah artikel akan mengulas macam-macam nasionalisme.

Nasionalisme

Nasionalisme sejatnya dikenal pada akhir abad ke-18 yang dimulai mulai dari kondisi sentiment. Dimana secara umum arti nasionalisme akan membentuk kehidupan publik dan kehidupan pribadi dan salah satu faktor penentu terbesar dalam sejarah modern.

Karena vitalitasnya yang dinamis dan karakternya yang menyeluruh, sehingga nasionalisme sering dianggap sangat tua, terkadang hal itu secara keliru dianggap sebagai faktor permanen dalam perilaku politik. Sebenarnya, revolusi Amerika dan Perancis dapat dianggap sebagai manifestasi kuat pertama.

Setelah menyebar ke negara-negara baru di Amerika Latin, nasionalisme kemudian menyebar ke Eropa tengah pada awal abad ke-19. Pada abad pertengahan menyebar ke Eropa timur dan tenggara, kemudian pada awal abad ke-20, nasionalisme berkembang di Asia dan Afrika.

Dengan demikian, abad ke-19 telah disebut zaman nasionalisme di Eropa, sedangkan abad ke-20 menyaksikan kebangkitan dan perjuangan gerakan nasional yang kuat di seluruh Asia dan Afrika.

Interpretasi sosiologis atau modernis tentang nasionalisme dan pembangunan bangsa berpendapat bahwa nasionalisme muncul dan berkembang di masyarakat modern yang memiliki ekonomi industri yang mampu mandiri, otoritas tertinggi pusat yang mampu mempertahankan otoritas dan persatuan, dan bahasa terpusat yang dipahami oleh komunitas. orang.

Ahli teori modernis mencatat bahwa ini hanya mungkin dalam masyarakat modern, sementara masyarakat tradisional biasanya tidak memiliki prasyarat untuk nasionalisme. Mereka tidak memiliki ekonomi mandiri yang modern, membagi otoritas, dan menggunakan berbagai bahasa sehingga banyak kelompok tidak dapat berkomunikasi satu sama lain.

Ahli teori terkenal yang mengembangkan interpretasi modernis atas bangsa dan nasionalisme meliputi: Carlton J. H. Hayes, Henry Maine, Ferdinand Tönnies, Rabindranath Tagore, Emile Durkheim, Max Weber, Arnold Joseph Toynbee, dan Talcott Parsons.

Bentuk Nasionalisme

Nasionalisme yamg ada di masyarakat, hakekatnya memiliki beberapa bentuk, antara lain:

Nasionalisme Kewarganegaraan (Nasionalisme Sipil)

Nasionalisme kewarganegaraan adalah bentuk nasionalisme dimana negara mendapatkan kebenaran politik yang diperoleh dari partisipasi aktif rakyatnya. Keanggotaan dalam jenis nasionalisme dalam suatu bangsa bersifat sukarela, tanpa adanya paksanaan apapun.

Bentuk nasionalisme ini pertama kali dibangun oleh Jean-Jacques Rousseau, yang kemudian ia wujudkan dalam bentuk tulisan. Diantara tulisannya yang terkenal yaitu buku yang memiliki judul Du Contract Social atau kontrak sosial.

Nasionalisme Etnis/Etnonasionalisme

Nasioanalisme etnis merupakan bentuk nasionalisme yang terjadi di dalam negara, dimana negara mendapatkan kebenaran politik dan juga budaya asal atau etnis dalam sebuah masyarakat. Keanggotaan dalam suatu bangsa bersifat secara turun temurun.

Contoh imeplemntasi dalam bentuk nasionalisme ini, khususnya di Indonesia misalnya saja takala ada pemilihan kepada Daerah.

Hampir semua orang yang ingin mnejadi bagian dari lembaga eksekutif suatu Negara ini berebut mengakui dirinya sebagai bagian daripada kebanyakan masyarakat yang bersuku disitu, contohnya saja dengan mempergunakan bahasa daerah, memakai baju daerah, dan lainnya. Tujuananya agar masyarakat memilihnya terkait dengan hubunga suku.

Nasionalime Romantik

Nasioanalisme romantik merupakan bentuk nasionalisme etnis dimana negara mendapatkan kebenaran politik sebagai hal yang alamiah atau organik dan juga merupakan ekspresi dari suatu bangsa atau ras. Nasionalisme romantik menitikberatkan pada budaya etnis yang sesuai juga dengan idealisme romantik.

Nasionalisme Kenegaraan

Nasionalisme kenegaran merupakan variasi dari nasionalisme kewarganegaraan yang seringkali di kombinasi dengan nasionalisme etnis. Dalam paham nasionalisme ini, bangsa diartikan sebagai suatu perkumpulan yang memberi kontribusi tentang pemeliharaan dan kekuatan negara.

Nasionalisme Budaya

Nasionalisme budaya merupakan bentuk nasionalisme dimana negara mendapatkan serangkaian kebenaran politik serta budaya bersama dan juga tidak mempunyai sifat turun temurun misalnya saja dalam hal ini ialah warna dari kulit dan juga ras serta bahasa.

Nasionalisme Agama

Nasionalisme agama merupakan bentuk nasionalisme dimana negara bisa mendapatkan legitimasi politik atas persamaan agama yang banyak dianut dalam suatu negara. Hal ini memang cenderung bersifat sara, akan tetapi dengan langkah inipula banyak pihak yang melakukannya sampai dengan saat ini.

Nasionalisme Indonesia yang ada dalam UUD 1945

Impelemntasi atas bentuk nasionalisme yang ada di Indonesia, khususnya tercantum dalam perundangan-undangan ini misalnya saja adanya sikap menghormati setiap pemeluk agama di Indonesia, yang jumlahlahnya sampai saat ini ada 6.

Dengan penghargaan terhadap hari raya, dengan terus memberikan perlindungan dan kemananan saat agama lain berubadah merupakan salah satu bentuk nasionalisme yang diajarkan dalam Pasal 28E ayat (1) Undang-Undang Dasar Tahun 1945 UUD 1945 dan ideologi Pancasila.

Itulah tadi penjelasan serta pengulasan yang bisa diberikan kepada segenap pembaca terkait dengan bentuk nasionalisme yang ada di Indonesia dan contohnya berdasarkan UUD 1945. Semoga memberikan wawasan dan menambah pengetahuan bagi pembaca sekalian. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *