Pengertian Metodologi Penelitian, Jenis, Tujuan, dan Contohnya

Posted on

Contoh Metodologi Penelitian

Metodologi penelitian adalah analisis teoretis sistematis dari metode yang diterapkan pada bidang studi, baik pendidikan, sosial, budaya, kesehatan, ataupun yang lainnya. Biasanya, metode peneltian ini mencakup konsep-konsep seperti paradigma, model teoritis, fase dan teknik kuantitatif atau kualitatif.

Metodologi tidak berangkat untuk memberikan solusi-karena itu, tidak sama dengan metode. Metodologi juga telah didefinisikan sebagai analisis prinsip-prinsip metode, aturan, dan postulat yang digunakan oleh suatu disiplin; studi sistematis tentang metode yang dapat, atau telah diterapkan dalam suatu disiplin ilmu; studi atau deskripsi metode. Untuk memperjelas pemahaman kita tentang metodologi penelitian, artikel ini akan mengulas tentang pengertian, jenis, tujuan, dan contoh metodologi penelitian.

Metodologi Penelitian

Metodologi penelitian ialah prosedur atau teknik khusus yang digunakan untuk mengidentifikasi, memilih, memproses, dan menganalisis informasi tentang suatu topik penelitian. Pada sebuah makalah penelitian, bagian metodologi memberikan kemungkinan pada pembaca untuk mengevaluasi secara kritis validitas dan reliabilitas studi secara keseluruhan.

Bagian metodologi penelitian menjawab dua pertanyaan utama, yaitu:

  • Bagaimana data dikumpulkan atau dihasilkan?
  • Bagaimana cara dianalisis?

Uraian apa pun tentang cara penghitungan hasil tertentu selalu merupakan uraian metode dan tidak pernah merupakan deskripsi metodologi. Karena itu penting untuk menghindari menggunakan metodologi sebagai sinonim untuk metode atau kumpulan metode.

Melakukan hal tersebut menggesernya dari makna epistemologis yang sebenarnya dan menguranginya menjadi prosedur itu sendiri, atau seperangkat alat, atau instrumen yang seharusnya menjadi hasilnya.

Metodologi dan metode tidak dapat dipertukarkan. Menggunakan metodologi sebagai sinonim untuk metode atau serangkaian metode mengarah pada kebingungan dan salah tafsir dan melemahkan analisis yang tepat yang harus digunakan untuk merancang penelitian.

Pengertian Metodologi Penelitian

Metodologi adalah cara melakukan sesuatu dengan menggunakan pikiran secara seksama untuk mencapai suatu tujuan. Jadi, pengertian metodologi penelitian (research methodology) ialah ilmu yang menerangkan bagaimana sebaiknya dan seharusnya penelitian itu dilaksanakan.

Hal ini sejalan dengan asal muasal bahasanya, yakni berasal dari kata “metode” yang artinya cara yang tepat untuk melakukan sesuatu, dan “logos” yang berarti ilmu atau pengetahuan.

Pengertian Metodologi Penelitian Menurut Para Ahli

Adapun definisi metodologi penelitian menurut para ahli, antara lain sebagai berikut;

  1. Teguh (1999: 9)

Metodologi adalah ilmu atau studi yang berhubungan dengan penelitian, sedangkan penelitian (research) menunjukkan kegiatan pelaksanaan dari metodologi penelitian. Pelajaran yang membicarakan tentang metode-metode ilmiah untuk penelitian tersebut disebut Metodologi Penelitian.

  1. Nawawi (1994: 8)

Metodologi dalam pengertian penelitian juga bisa didefinisikan sebagai ilmu untuk mengungkapkan dan menerangkan gejala-gejala alam dan gejala-gejala sosial dalam kehidupan manusia, dengan mempergunakan prosedur kerja yang sistematis, terartur, tertib dan dapat dipergunakan secara ilmiah.

Jenis Metodologi Penelitian

Metodologi dapat dipahami dalam tiga dimensi yang saling berkaitan, yaitu;

  1. Pendekatan penelitian yang diadopsi sebagai desain penelitian
  2. Pendekatan yang diguakan untuk mengumpulkan data atau teknik analisis data
  3. Pproses analisis data

Mengacu pada definisi yang mencakup tiga dimensi tersebut, dalam hal ini metodologi cakupannya lebih luas ketimbang metode. Perlu ditekankan sekali lagi bahwa jenis metodologi penelitian dipahami dalam kerangka tiga dimensi di atas.

Adapun jenis-jenis mtodologi peelitian tersebut, antara lain:

Penelitian kuantitatif

Contoh penelitian kuantitatif yang biasa dipergunakan, dapat dilakukan dengan beberapa metode, antara lain sebagai berikut;

  1. Eksperimental

Penelitian eksperimental adalah setiap penelitian yang dilakukan dengan pendekatan ilmiah, di mana sekelompok variabel dijaga agar konstan sedangkan sekelompok variabel lainnya sedang diukur sebagai subjek eksperimen dengan diberi perlakuan.

Penelitian eksperimental yang sebenarnya dianggap berhasil hanya ketika peneliti mengkonfirmasi bahwa perubahan dalam variabel dependen semata-mata karena manipulasi variabel independen.

  1. Survei

Metode survei disebut juga metode penelitian kuantitatif non-eksperimental. Jenis penelitian ini digunakan saat peneliti ingin mengetahui hasil analisis mengenai tren atau kecenderungan, perilaku atau pendapat dari populasi dengan cara melakukan studi terhadap sampel penelitian dari populasi penelitian tersebut.

Metode survei meliputi studi cross-sectional dan longitudinal yang pengumpulan datanya menggunakan kuesioner atau wawancara terstruktur. Data yang dikumpulkan diolah dimana kesimpulan akhirnya merupakan hasil generalisasi.

Penelitian kualitatif

Dalam beragam contoh penelitian kualitatif dapat dilakukan dengan beberapa metode, antara lain:

  1. Naratif

Jenis penelitian naratif digunakan jika peneliti ingin mengulas tentang cerita kehidupan individu atau kelompok yang diteliti. Cerita yang disampaikan oleh partisipan tersebut diceritakan atau ditulis kembali oleh peneliti dalam kronologi yang sifatnya naratif.

Tak jarang, cerita narasi yang disampaikan oleh partisipan dikombinasikan dengan perspektif peneliti, sehingga dapat dikatakan bahwa penelitian naratif merupakan hasil kolaborasi antara penulis dan partisipan.

  1. Femonenologi

Jenis penelitian ini digunakan oleh peneliti yang ingin melakukan penyelidikan pada suatu fenomena dari perspektif individu atau beberapa individu yang mengalaminya. Desain penelitian fenomenologi berasal dari studi filsafat dan psikologi, sering pula digunakan dalam studi-studi sosiologi. Penelitian ini biasanya memerlukan data melalui proses wawancara mendalam.

  1. Grounded

Jenis penelitian ini banyak digunakan dalam riset sosiologi karena lebih mudah untuk dilewati. Grounded berarti peneliti membuat sebuah deskripsi, teori mengenai proses, tindakan, atau interaksi yang murni berasal dari partisipan yang ada dilapangan.

Perspektif atau teori yang berada di ada di pikiran peneliti ditangguhkan dulu sebelum turun ke lapangan. penelitian menggunakan beberapa tahap pengumpulan data dan strategi dalam mengkategorisasi informasi atau data yang diperoleh.

  1. Etnografi

Jenis penelitian etnografis dilakukan ketika peneliti ingin mendalami pola perilaku, bahasa, dan tindakan sosial suatu kelompok, grup atau komunitas tertentu dengan setting yang ”natural” dalam periode waktu tertentu. Pengumpulan data yang biasanya digunakan yaitu observasi partisipatoris dan wawancara mendalam.

  1. Studi kasus

Jenis penelitian studi kasus dilakukan untuk menyelidiki dan menganalisis suatu kasus secara mendalam. Kasus yang dikaji biasanya peristiwa, aktivitas, program, atau proses yang melibatkan individu atau kelompok. Proses pengumpulan data studi kasus dilakukan dalam periode waktu yang spesifik.

Gabungan atau mix method

Penelitian gabungan dapat dilakukan dengan beberapa metode, antara lain:

  1. Paralel-konvergen

Desain metode gabungan yang paralel-konvergen ialah desain penelitian yang dilakukan dengan cara menggabungkan (convergence) antara data kualitatif dan kuantitatif untuk menghasilkan analisis yang komprehensif.

Pada penelitian ini, pengumpulan dua jenis data dilakukan pada waktu yang relatif bersamaan, selanjutnya diitegrasikan keduanya. Hasil penelitiannya dapat berupa konfirmasi atau kontradiksi antara kedua data yang dikumpulkan.

  1. Eksplanasi

Desain metode campuran yang eksplanatif ialah data kuantitatif dikumpulkan dan dianalisis terlebih dahulu, selanjutnya dilengkapi dengan data kualitatif. Desain ini disebut eksplanasi sebab data kualitatif menyediakan penjelasan lanjutan dari data kuantitatif yang dikumpulkan sejak awal.

  1. Eksplorasi

Desain metode campuran yang eksploratif kebalikan dari desain eksplanasi karena dilakukan analisis kualitatif terlebih dahulu, kemudian melengkapi hasil temuan dengan analisis kuantitatif. Pengumpulan data kualitatif biasanya digunakan sebagai instrumen untuk mengambil sampel yang representatif dari studi yang dilakukan, atau sebagai instument untuk menyusun variabel yang spesifik dan relevan.

  1. Transformatif

Desain metode gabungan yang transformatif dilakukan ketika peneliti berpijak pada lensa teoritis yang diorientasikan pada konsep ideal mengenai keadilan sosial dan kekuasaan dalam menganalisis data kualitatif dan kuantitatif yang dikumpulkan. Desain ini dinamakan transformatif sebab melibatkan misi peneliti untuk mencipkan transformasi sosial masyarakat yang diteliti, yaitu terciptanya keadilan sosial.

Tujuan Metodologi Penelitian

Metodologi penelitian yang dibuat oleh semua peneliti akan senantiasa memiliki maksud dalam kepenulisannya, diantaranya adalah sebagai berikut;

  1. Mengetahui Masalah Penelitian

Mengetahui hasil dari suatu permasalahan yang disebut sebagai masalah penelitian. Dalam Metodologi, peneliti menggunakan kriteria-kriteria yang berbeda untuk menyelesaikan/mencari rumusan masalah penelitian yang diberikan.

  1. Menentukan Penyelesaian Masalah

Sumber yang berbeda dalam proses penyelesaian masalah penelitian akan senantiasa dipergunakan dalam jenis metode. Hal ini sejalan bahwa, jika kita berpikir tentang kata “Metodologi“, itu adalah cara mencari atau memecahkan masalah penelitian (Institut Penelitian Industri, 2010).

  1. Memberikan Tawaran Penyelesaian

Dalam Metodologi Penelitian, peneliti selalu mencoba mencari pertanyaan yang diberikan secara sistematis dengan cara peneliti sendiri dan mencari tahu semua jawaban sampai kesimpulan. Jika penelitian tidak bekerja secara sistematis pada masalah yang dikaji, akan ada lebih sedikit kemungkinan untuk mengetahui hasil akhir.

  1. Menemukan Eksplorasi Jawaban

Untuk menemukan atau mengeksplorasi pertanyaan penelitian, seorang peneliti menghadapi banyak masalah yang dapat diselesaikan secara efektif dengan menggunakan metodologi penelitian yang benar (Industrial Research Institute, 2010).

Contoh Penulisan Metodologi Penelitian

Dalam beragam contoh laporan penelitian, essay, ataupun artikel ilmiah terkadang ditemukan sub bab khusus yang memberikan uraian tentang metodologi penelitian, hal ini juga berlaku dalam susunan karya ilmiah, baik skripsi, thesis, contoh makalah, ataupun yang lainnya. Oleh karena demikian, berikut inilah contoh penulisan metode penelitian, diantaranya;

Contoh Metodologi Penelitian

METODOLOGI PENELITIAN

Dalam proses penyelesaian karya tulis ilmiah ini penulis menggunakan sumber data yang terdiri dari dua sember yaitu sumber data primer dan sekunder. Sumber data primer yang dimana data-data yang disajikan diperoleh secara langsung dari hasil penulisan terdahulu

Sedangkan khusus untuk sumber data sekunder merupakan data-data yang diperoleh dari BPS, jurnal ilmiah, hasil artikel-artikel di internet, dan buku-buku referensi sebagai penunjang teori dasar penulisan yang dilakukan.

Adapun untuk metodologi penelitian yang dihasilan dari sejumlah pengumpulan data yang dilaksanakan dalam Metodologi Penelitian ini sebagai berikut;

Metode Observasi

Pada metode observasi ini dilakukan pengumpulan data dengan melakukan pengamatan dan pencatatan secara teliti dan sistematis atas segala bentuk gejala-gejala (fenomena) yang sedang diteliti dengan indera penulis.

Sehingga dalam metodologi penelitian ini akan didapatkan hasil praduga dari teori dan praktek yang sudah pernah dilakukan oleh penulis sebelumnya.

Metode Wawancara

Dalam metode wawancara ini penulis karya ilmiah melakukan observasi langsung dengan pihak-pihak terkait dengan sumber informasi khususnya dengan penulis penulis sebelumnya, dosen pembimbing dan guru besar yang ada di memiliki fokus pada kajian ini.

Tahapan ini sangatlah berguna agar lebih mantap untuk mendapatkan informasi dan data mengenai karya tulis dan media promosi selama ini.

Studi Pustaka

Penulisan karya ilmiah ini dimulai dengan pencarian data-data dan informasi berupa pengamatan secara langsung serta data sekunder yang berasal dari surat kabar, buku-buku teks, jurnal-jurnal, laporan hasil penulisan, dan artikel-artikel dari internet.

Nah, demikianlah serangkaian penjelasan serta pengulasan secara lengkapnya mengenai pengertian metodologi penelitian menurut para ahli, jenis, tujuan, dan contohnya yang bisa dipergunakan dalam setiap susunan karya tulis ilmiah, semoga artikel ini bermanfaat.

Saya adalah lulusan Universitas Lampung Tahun 2022 Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan yang bercita-cita ingin menjadi dosen