Contoh Penelitian Kuantitatif

Diposting pada

Contoh Penelitian Kuantitatif

Contoh Penelitian kuantitatif digunakan untuk mengukur masalah dengan cara menghasilkan data numerik atau data yang dapat diubah menjadi statistik yang dapat digunakan. Ini digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, perilaku, dan variabel yang ditetapkan lainnya-dan menggeneralisasi hasil dari populasi penelitian serta sampel yang lebih besar.

Penelitian kuantitatif menggunakan data terukur untuk merumuskan fakta dan mengungkap pola dalam penelitian diberbagai bidang, termasuk pendidikan, ekonomi, atupun pariwisata. Metode pengumpulan data kuantitatif jauh lebih terstruktur daripada metode pengumpulan data kualitatif. Metode pengumpulan data kuantitatif mencakup berbagai bentuk survei, wawancara face to face, wawancara via telepon, studi longitudinal, jajak pendapat online, dan pengamatan sistematis. Untuk lebih memahami tentang penelitian kuantitatif artikel ini akan mengulas tentang contoh penelitian kuantitatif.

Penelitian Kuantitatif

Penelitian kuantitatif adalah jenis penyelidikan empiris. Itu berarti penelitian ini berfokus pada pengamatan yang dapat diverifikasi sebagai kebalikan dari teori atau logika. Jenis penelitian ini paling sering dinyatakan dalam jumlah. Seorang peneliti akan mewakili dan memanipulasi pengamatan tertentu yang sedang mereka pelajari.

Mereka akan berusaha menjelaskan apa yang mereka lihat dan apa pengaruhnya terhadap subjek. Mereka juga akan menentukan dan apa yang bisa direfleksikan. Tujuan keseluruhan adalah untuk menyampaikan secara numerik apa yang sedang dilihat dalam penelitian dan untuk sampai pada kesimpulan yang spesifik dan dapat diamati.

Tujuan Anda dalam melakukan penelitian penelitian kuantitatif adalah untuk menentukan hubungan antara satu hal [variabel independen] dan lainnya [variabel dependen atau hasil] dalam suatu populasi.

Desain penelitian kuantitatif adalah deskriptif [subyek biasanya diukur sekali] atau eksperimental [subyek diukur sebelum dan setelah perawatan]. Studi deskriptif hanya menetapkan hubungan antara variabel; sebuah studi eksperimental menetapkan hubungan sebab akibat. Penelitian kuantitatif berkaitan dengan angka, logika, dan sikap objektif. Penelitian kuantitatif berfokus pada data numerik dan tidak berubah, sreta rinci, penalaran konvergen.

Pengertian Penelitian Kuantitatif

Penelitian Kuantitatif adalah cara terstruktur untuk mengumpulkan dan menganalisis data yang diperoleh dari berbagai sumber. Penelitian Kuantitatif melibatkan penggunaan alat komputasi, statistik, dan matematika untuk memperoleh hasil.

Ini konklusif dalam tujuannya ketika mencoba untuk mengukur masalah dan memahami seberapa lazimnya dengan mencari hasil yang dapat diproyeksikan untuk populasi yang lebih besar.

Salah satu perbedaan utama dalam penelitian penelitian kuantitatif dan kualitatif adalah perbedaan dalam metode pengumpulan data. Pengumpulan data adalah salah satu aspek terpenting dari proses penelitian kuantitatif. Pengumpulan data melibatkan meminta peneliti untuk mempersiapkan dan mendapatkan informasi yang diperlukan dari audiens target.

Pengertian Penelitian Kuantitatif Menurut Para Ahli

Adapun definisi penelitian kuantitatif menurut para ahli, antara lain:

Kasiram (2008)

Penelitian kuantitatif ialah metode penelitian yang menggunakan proses data-data yang berupa angka sebagai alat menganalisis dan melakukan kajian penelitian, terutama mengenai apa yang sudah di teliti.

Nana Sudjana dan Ibrahim (2001)

Penelitian kuantitatif ialah penelitian yang didasari pada asumsi, kemudian ditentukan variabel, dan selanjutnya dianalis dengan menggunakan metode-metode penelitian yang valid, terutama dalam penelitian kuantitatif.

Suriasumantri (2005)

Penelitian kuantitatif  ialah penelitian yang dilakukan dengan kajian pemikiran yang sifatnya ilmiah.Kajian ini menggunakan proses logico-hypothetico-verifikatif pada langkah-langkah penelitian yang dilakukan.

Creswell (2016)

Penelitian Kuantitatif merupakan metode-metode untuk menguji teori-teori (theories) tertentu dengan cara meneliti hubungan antarvariabel.

Macam Penelitian Kuantitatif

Berikut ini macam-macam penelitian kuantitatif, yaitu sebagai berikut:

Penelitian survei

Penelitian survei adalah pengumpulan data yang diperoleh dengan mengajukan pertanyaan individu baik secara langsung, di atas kertas, melalui telepon atau online. Melakukan survei adalah salah satu bentuk penelitian utama, yang mengumpulkan data langsung dari sumbernya. Informasi yang dikumpulkan juga dapat diakses selanjutnya oleh pihak lain dalam penelitian sekunder.

Penelitian survei digunakan untuk mengumpulkan pendapat, kepercayaan dan perasaan dari kelompok individu yang dipilih, sering dipilih untuk pengambilan sampel penelitian demografis. Demografi ini termasuk usia, jenis kelamin, etnis atau tingkat pendapatan. Survei publik paling terkenal yang berfokus pada demografi adalah Sensus Penduduk, yang terjadi setiap sepuluh tahun sekali.

Jenis-jenis survei yang umum termasuk wawancara dan kuesioner, yang terdiri dari kuesioner pilihan ganda, pendapat dan jajak pendapat. Kuisioner disebarkan melalui survei surat, kuesioner yang dikelola kelompok, atau pengantaran langsung.

Wawancara dapat dilakukan secara langsung atau melalui telepon dan seringkali merupakan bentuk penelitian yang lebih pribadi daripada kuesioner. Ada beberapa masalah yang perlu dipertimbangkan saat membuat survei, termasuk konten, kata-kata, format respons, serta penempatan dan urutan pertanyaan. Semua pilihan ini dapat memengaruhi jawaban yang diberikan oleh individu yang berpartisipasi.

Penelitian survei digunakan oleh akademisi, pemerintah dan bisnis. Pemerintah menggunakan survei penelitian untuk belajar tentang populasi mereka untuk membantu melayani warganya dengan lebih baik, sementara kandidat politik menggunakan penelitian survei untuk mengukur preferensi dan pendapat pemilih.

Bisnis menggunakan survei untuk mengumpulkan informasi tentang sikap dan pengalaman pelanggan untuk membantu memasarkan produk konsumen. Di dunia akademis, survei diterapkan dalam bidang-bidang seperti demografi, statistik, dan penelitian sosial.

Penelitian Korelasional

Penelitian korelasional dilakukan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel. Melalui penelitian korelasional dapat ditetapkan apa yang mempengaruhi satu sama lain dan bagaimana hal itu mempengaruhi hubungan.

Penelitian korelasional dilakukan untuk menjelaskan kejadian yang diketahui. Dalam penelitian korelasional, survei dilakukan pada minimal dua kelompok. Dalam sebagian besar penelitian korelasional ada tingkat manipulasi yang terlibat dengan variabel spesifik yang diteliti. Setelah informasi disusun, kemudian dianalisis secara matematis untuk menarik kesimpulan tentang pengaruh yang satu terhadap yang lain.

Ingat, korelasi tidak selalu berarti sebab-akibat. Misalnya, hanya karena dua titik data disinkronkan tidak berarti ada hubungan sebab dan akibat langsung. Biasanya, Anda tidak boleh membuat asumsi dari penelitian korelasional saja.

Penelitian Kausal-Komparatif

Penelitian kausal-komparatif berupaya mengungkap hubungan sebab dan akibat. Penelitian ini tidak dilakukan antara kedua kelompok satu sama lain. Alih-alih hanya mencari hubungan statistik antara dua variabel, penelitian ini mencoba mengidentifikasi, khususnya, bagaimana kelompok-kelompok yang berbeda dipengaruhi oleh keadaan yang sama.

Penelitian kausal-komparatif melibatkan ‘perbandingan’. Dalam penelitian kausal-komparatif, studi dua atau lebih kelompok dilakukan tanpa memfokuskan pada hubungan mereka. Seperti biasa penggunaan analisis statistik digunakan untuk mensintesis data dalam metode presentasi yang jelas.

Penelitian Eksperimental

Penelitian eksperimental adalah salah satu metode penelitian kuantitatif yang umumnya digunakan dalam sains seperti sosiologi dan psikologi, fisika, kimia, biologi dan kedokteran dan lain-lain.

Ini adalah desain penelitian yang menggunakan manipulasi dan pengujian terkontrol untuk memahami proses kausal. Secara umum, satu atau lebih variabel dimanipulasi untuk menentukan pengaruhnya terhadap variabel dependen.

Metode eksperimental adalah pendekatan sistematis dan ilmiah untuk penelitian di mana peneliti memanipulasi satu atau lebih variabel, dan mengendalikan dan mengukur setiap perubahan dalam variabel lain. Penelitian Eksperimental sering digunakan di mana;

  • Ada prioritas waktu dalam hubungan sebab akibat (sebab mendahului efek)
  • Ada konsistensi dalam hubungan sebab akibat (sebab akan selalu mengarah pada efek yang sama)
  • Besarnya korelasi besar.

Contoh Penelitian Kuantitatif

Sebagai upaya memperjelas dalam penggunaan metode penelitian kuantitatif, maka tulisan selanjutnya akan membagikan salah satu contohnya yang dibuat oleh Ana Nur Fitria, Nana Alzaina, dan Siti Li’amanah salah satu Mahasiswa/i dari Insitut Agama Islam Sunan Giri.

Hal ini sangatlah penting mengingat pada saat ini beragam tugas-tugas sekolah ataupun matakuliah seorang siswa/mahasiswa diberikan tugas oleh dosen/gurunya untuk membuat penelitian dalam jenis ini. Berikut ini tahapan serta contoh yang dibuat dalam skema yang jelas.

Lingkungan: Pemanfaatan Limbah Daun Bambu Kering Sebagai Bunga Hias Serta Pemberdayaan Usaha Ekonomi Kreatif Berbasis Lingkungan

Karya; Ana Nur Fitria, Nana Alzaina dan Siti Li’amanah dari Insitut Agama Islam Sunan Giri Bojonegoro

Setelah membuat judul dalam penelitian kuantitatif, langkah selanjutnya ialah penulisan abtrsak penelitian. Langkah ini dilakukan guna memberikan gambaran secara menyeluruh tentang steep by steep latar belakang, tinjauan pustaka, serta pembahasan yang dilakukan.

Abstrak Penelitian Kuantitatif

ABSTRAK Bambu (Gigantochloa apus kurz) adalah tanaman jenis rumput-rumputan dari famili Poaceae dengan rongga dan ruas di batangnya. Daun bambu kering merupakan daun yang sudah lama gugur dari pohonnya dan tidak memiliki kadar air didalamnya. Pemanfaatan daun bambu kering dapat mengurangi pencemaran lingkungan. Dan daun bambu kering tersebut dapat menjadi kerajinan yang nantinya bernilai seni dan ekonomi. Pemanfaatan daun bambu kering menjadi bunga hias yang sangat mudah dapat dilakukan oleh semua kalangan. Dan kini pemanfaatan daun bambu kering mulai diminati di Indonesia. Pemberdayaan ini bertujuan untuk : (1) Mengurangi limbah daun bambu kering di sekitar rumah (2) Meningkatkan kreatifitas masyarakat dalam bidang kerajinan serta menambah nilai seni dan ekonomi. Dan hipotesis yang diajukan adalah : (1) Masyarakat mulai sadar serta peduli akan lingkungan sekitar dan mulai mengurangi limbah daun bambu kering dengan memanfaatkan daun bambu kering yang berserakan (2) Daun bambu kering dapat dimanfaatkan sebagai kerajinan tangan yang berguna, bahkan memiliki harga jual tinggi dan sekaligus membantu membersihkan sampah guna mengurangi limbah daun bambu kering. Hasil pemberdayaan ini menunjukkan bahwa : (1) Masyarakat sadar akan pentingnya alam sekitar serta menjaga kebersihan lingkungan guna mengurangi limbah daun bambu kering di tempat tinggalnya. Dari percobaan yang telah kami lakukan yaitu mengubah daun bambu kering menjadi bunga hias, hasil karya tersebut mulai diminati masyarakat yang sadar akan lingkungan dan memanfaatkan daun bambu kering sebagai kerajinan tangan yang bernilai jual. (2) Dapat di ketahui bahwa pemanfaatan daun bambu kering sebagai bunga hias dapat mengurangi limbah daun bambu kering serta meningkatkan kreatifitas masyarakat terutama ibu rumah tangga untuk menambah kegiatan di rumah sehari-hari bahkan kaum muda untuk menambah penghasilan guna mencukupi kebutuhan materialis.

Kata Kunci: Daun Bambu, Pencemaran, Kreatifitas

Setelah selesai pada penulisan abstrak di penelitian kuantitatif, pada tahapan kedua ini ialah penulisan latar belakang penelitian, rumusan masalah, tujuan penelitian, serta manfaatnya. Pada ketiga hal tersebut kesemuanya berada pada rangkuman 1, yang diawali dengan “Bab Pendahuluan”

BAB 1 Pendahuluan Penelitian Kuantitatif

1.2 Latar Belakang

Sampah adalah sesuatu yang sudah familar pada mata, telinga, dan hidung kita. Sampah merupakan barang atau benda yang dibuang karena dianggap sudah tidak dapat dimanfaatkan lagi. Semakin banyak penduduk di Indonesia, semakin banyak juga tumpukan sampah yang menyerupai gunung di berbagai tempat. Sayangnya, sampah-sampah tersebut belum dikeola dengan baik. Padahal jika sampah-sampah tersebut dikelola dengan baik bisa membuat lingkungan menjadi sehat dan asri, bisa menghemat sumber daya alam dan energi, bahkan bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah. Kebanyakan orang hanya membuang sampah begitu saja, ada yang dibakar dan ada yang ditimbun. Hanya sedikit yang berusaha untuk mengelolanya, misalnya membuat suatu kerajinan.

Maka dari hal itu dibutuhkan suatu tindakan yang mampu mengubah pandangan seseorang terhadap sampah, salah satunya adalah kreativitas. Kreativitas merupakan kemampuan untuk mencipta atau berkreasi. Banyak cara yang bisa kita tempuh untuk menumbuhkan kreativitas. Seperti memanfaatkan daun kering menjadi suatu kerajinan. Daun kering merupakan sampah yang paling sering di jumpai di lingkungan masyarakat. Biasanya dijumpai dipinggir jalan raya atau depan rumah warga. Misalnya daun bambu kering, kebanyakan dari daun tersebut tidak dimanfaatkan dengan baik, banyak yang mengacuhkannya bahkan membakarnya. Dikarenakan kurangnya pemanfaatan daun bambu kering, penulis menghasilkan sebuah inovasi sebagai peluang usaha yaitu menciptakan suatu kerajinan dari daun bambu kering menjadi bunga hias.

1.3 Rumusan Masalah Penelitian Kuantitatif

Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah yang dapat diambil adalah sebagai berikut;

  1. Bagaimana potensi daun bambu kering untuk menjadi bunga hias ditinjau dari aspek ekonomi dan upaya pelestarian lingkungan?
  2. Bagaimana proses pengolahan limbah daun bambu kering sebagai bunga hias untuk menjadi usaha kreatif berbasis lingkungan? 3. Bagaimana analisis rencana hasil pemasaran bunga hias berbahan dasar limbah daun bambu kering?

1.4 Tujuan Penulisan Penelitian Kuantitatif

Tujuan dari pelaksanaan program ini adalah;

  1. Mengetahui potensi daun bambu kering untuk menjadi bunga hias ditinjau dari aspek ekonomi dan upaya pelestarian lingkungan.
  2. Proses pengolahan limbah daun bambu kering sebagai bunga hias untuk menjadi usaha kreatif berbasis lingkungan.
  3. Analisis rencana hasil pemasaran bunga hias berbahan dasar limbah daun bambu kering.

1.5 Manfaat Penulisan Penelitian Kuantitatif

Manfaat dari pelaksanaan program ini adalah :

  1. Meningkatkan nilai seni dan ekonomi dari limbah daun bambu kering yang umumnya hanya terlihat sebagai sampah yang mencemari lingkungan menjadi suatu hasil kerajinan tangan yang bernilai jual tinggi.
  2. Mengurangi limbah yang disebabkan oleh daun bambu kering dengan cara mengelolanya kembali menjadi suatu kerajinan tangan.

Setelah proses penulisan BAB 1 Pendahuluan Penelitian Kuantitatif, tahapan selanjutnya yang bisa dituliskan adalah dengan pembuatan BAB 2 yang berisi Tinjauan Pustaka. Selanjutnya BAB 3 berisi tentang Metode Penelitian, dan Tahapan BAB 4 Hasil dan Pembahasan, untuk selanjutnya sebagai Bab Penutup adalah dengan pembuatan kesimpulan dan saran dalam penelitian yang dijalankan.

Untuk lebih mudahkan akses dalam laporan penelitian kuantitatif ini bisa pembaca ambil pada draft PDF ataupun bisa kalian bisa merubahnya dalam bentuk word. Untuk contoh tersebut, antara lain sebagai berikut;

Nah, setelah selesai semuanya. Untuk mempermudah pembaca dalam proses pembuatan penelitian kuantitatif tersebut, berikut ini adalah tata cara pembuatan. Yang kesemuanya bisa dijalankan dengan skema yang berbeda, tips-tips pembuatan tersebut sebagai berikut;

Cara Membuat Penelitian Kuantitatif

Untuk lebih memahami gaya penelitian kuantitatif, kita perlu menjabarkan prinsip utamanya. Ada tiga yaitu: mengamati dan menjelaskan sesuatu yang terjadi, mengumpulkan informasi, dan menganalisis informasi. Kombinasi ketiga bagian ini bekerja ketika menyajikan temuan yang jelas dan diteliti dengan baik.

Mengamati dan menjelaskan suatu kejadian

Penjelasan terhadap suatu kejadian dapat disajikan dalam bentuk pertanyaan. Itu juga bisa dinyatakan sebagai hipotesis. Dalam kasus hipotesis, penjelasan dibuat sebagai pernyataan untuk dibuktikan apakah pernyataan tersebut terbukti atau tidak terbukti – tergantung pada tujuan penelitian Anda.

Pengumpulan informasi

Pengumpulan informasi dalam penelitian kuantitatif adalah apa yang membedakannya dari jenis lain. Penelitian kuantitatif difokuskan secara khusus pada informasi numerik, juga dikenal sebagai ‘data.’ Karena penelitian ini mengharuskan konduktornya untuk menggunakan analisis matematika untuk menyelidiki apa yang sedang diamati, informasi yang dikumpulkan harus dalam angka.

Analisis Data

Langkah terakhir dari penelitian ini menggunakan matematika untuk menganalisis ‘data’ yang dikumpulkan. Ini dilakukan dengan statistik. Ketika kebanyakan orang berpikir tentang penelitian kuantitatif, mereka berpikir secara khusus tentang statistik.

Hal-hal yang perlu diingat ketika melaporkan hasil penelitian menggunakan metode kuantitatif:

  • Jelaskan data yang dikumpulkan dan perlakuan statistiknya serta semua hasil yang relevan sehubungan dengan masalah penelitian yang Anda selidiki.
  • Laporkan kejadian tak terduga yang terjadi selama pengumpulan data Anda. Jelaskan bagaimana analisis aktual berbeda dari analisis yang direncanakan. Jelaskan penanganan Anda atas data yang hilang dan mengapa data yang hilang tidak merusak validitas analisis Anda.
  • Jelaskan teknik yang Anda gunakan.
  • Pilih prosedur statistik yang memadai; memberikan alasan untuk penggunaannya dan referensi untuk itu. Tentukan program komputer apa saja yang digunakan.
  • Jelaskan asumsi untuk setiap prosedur dan langkah-langkah yang Anda ambil.
  • Ketika menggunakan statistik inferensial, berikan statistik deskriptif, interval kepercayaan, dan ukuran sampel untuk setiap variabel serta nilai statistik uji, arahnya, derajat kebebasan, dan tingkat signifikansi.
  • Hindari menyimpulkan kausalitas, khususnya dalam desain yang tidak diacak atau tanpa eksperimen lebih lanjut.
  • Gunakan tabel untuk memberikan nilai yang tepat; gunakan angka untuk menyampaikan efek global. Simpan angka dalam ukuran kecil; termasuk representasi grafis interval kepercayaan jika memungkinkan.
  • Selalu beri tahu pembaca apa yang harus dicari dalam tabel dan gambar.

Nah, itulah tadi rangkaian tulisan yang menjelaskan tentang pengertian menurut para ahli, ciri, macam, cara membuat dan contoh penelitian kuantitataif dari berbagai bidang yang ditemukan. Semoga tulisan ini bisa membantu pembaca sekalian. Trimakasih,

Rate this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *