Contoh Essay dan Cara Membuatnya

Diposting pada

Esai Adalah

Essay pada umumnya adalah karya tulis yang memberikan argumen penulis sendiri-tetapi definisinya tidak jelas, tumpang tindih dengan makalah, contoh artikel, pamflet, dan cerita pendek. Esai secara tradisional telah diklasifikasikan sebagai esai formal dan informal. Esai formal ditandai oleh “tujuan yang serius, organisasi yang logis, panjang”, sedangkan esai informal ditandai oleh “elemen yang bersifat pribadi (penyingkapan diri, selera dan pengalaman individu), humor, struktur bertele-tele, tidak konvensional atau kebaruan tema“, dan lain-lain.

Essay umumnya digunakan sebagai kritik sastra, manifesto politik, argumen yang dipelajari, pengamatan kehidupan sehari-hari, ingatan, dan refleksi penulis. Untuk memperjelas pemahaman kita tentang esai, artikel ini akan mengulas tentang pengertian, jenis, ciri-ciri, contoh dan cara membuat essay.

Essay

Esai telah didefinisikan dalam berbagai cara. Salah satu definisi menyatakan bahwa esai adalah “komposisi prosa dengan subjek diskusi terfokus” atau “wacana sistematis yang panjang“. Bukan hal mudah untuk menentukan genre yang menjadi asal esai. Aldous Huxley, seorang penulis esai terkemuka, memberikan panduan tentang masalah ini.

Dia mencatat bahwa “esai adalah alat sastra untuk mengatakan hampir segala sesuatu tentang hampir semua hal“, dia menambahkan bahwa “menurut tradisi, hampir menurut definisi, esai adalah tulisan yang pendek“. Selanjutnya, Huxley juga mengemukakan pendapat bahwa “esai merupakan spesies sastra yang variabilitas ekstrimnya dapat dipelajari secara paling efektif dalam kerangka referensi tiga kutub“.

Tiga kutub ini adalah:

  1. Pribadi dan otobiografi: Para penulis esai merasa paling nyaman di kutub ini menulis fragmen autobiografi reflektif dan melihat dunia melalui lubang kunci anekdot dan deskripsi.
  2. Tujuan, faktual, dan konkret: Para penulis esai yang menulis dari kutub ini tidak berbicara langsung tentang diri mereka sendiri, tetapi mengalihkan perhatian mereka ke beberapa tema sastra atau ilmiah atau politik. Seni mereka terdiri dari mengedepankan, menghakimi, dan menggambar kesimpulan umum dari data yang relevan.
  3. Abstraksi-universal: Di kutub ini penulis membuat esai yang memiliki abstraksi tinggi, yang tidak bersifat pribadi dan yang jarang menyebutkan fakta pengalaman tertentu.

Pengertian Esai

Esai adalah tulisan bersifat ilmiah yang menggambarkan opini penulis tentang subyek pendidikan, lingkungan, ekonomi, kesehatan, ataupun hal-hal lainnya yang bisa dipertangungjawabkan. Dalam hal ini singkatnya bahwa esai sebagai karangan pendek tentang fakta yang kemudian dikupas menurut pandangan pribadi penulisnya

Sebuah esai yang masih tergolong dasar terbagi menjadi tiga bagian yaitu:

  1. Pendahuluan, terdiri atas latar belakang informasi yang mengidentifikasi subyek bahasan dan pengantar tentang subyek yang akan dinilai oleh si penulis
  2. Tubuh esai, menyajikan seluruh informasi tentang subyek.
  3. Bagian akhir, memberikan kesimpulan dengan menyebutkan kembali ide pokok, ringkasan dari tubuh esai, atau menambahkan beberapa observasi tentang subyek yang dinilai oleh si penulis.

Di beberapa negara (Misalnya, Amerika Serikat dan Kanada), esai telah menjadi bagian utama dari pendidikan formal. Siswa sekolah menengah diajarkan format esai terstruktur untuk meningkatkan keterampilan menulis mereka. Ada pula esai yang dipersyaratkan untuk penerimaan di universitas dalam memilih pelamar, sedangkan dalam esai humaniora dan ilmu sosial sering digunakan sebagai cara menilai kinerja siswa selama ujian akhir.

Pengertian Esai Menurut Para Ahli

Adapun definisi esai menurut para ahli, antara lain:

H.B Jassin

Esai ialah uraian tulisan yang membicarakan bermacam ragam masalah, baik politik, sosial, hukum, pertanian dan lain sebaginya. Esai tidak tersusun secara teratur, tapi ada garis besar yang dapat dipetik dari bermacam tulisan yang diutarakan.

Umar Muktar

Esai ialah karangan prosa yang mengupas secara sepintas akan tetapi akurat, padat, dan berisi mengenai berbagai masalah, seperti politik, kesusastraan, seni, dan budaya dari sudut pandang penulisnya.

Soetomo

Esai dapat didefinisikan sebagai karangan pendek mengenai suatu masalah yang yang perhatian publik untuk diselidiki dan dibahas.

Kuncoro Mudrajad

Esai ialah komposisi prosa yang singkat dan padat. Esai dapat mengekspresikan opini penulis tentang subyek tertentu yang disertai dengan data.

Jenis Esai

Perbedaan antara macam-macam bentuk esai yang satu dengan esai yang lain pada dasarnya hanyalah perbedaan tujuan penulis, bukan pada kerangka berfikir tulisan yang dibuatnya. Berikut ini terdapat empat jenis utama esai yang berkaitan dengan perbedaan tujuan tersebut:

Esai Narasi: Menceritakan Kisah

Pada esai naratif, penulis menceritakan tentang pengalaman kehidupan nyata. Meskipun bercerita mungkin terdengar mudah dilakukan, tapi esai narasi memberikan tantangan tersendiri bagi siswa untuk berpikir dan menulis tentang diri mereka sendiri. Ketika menulis esai naratif, penulis harus berupaya melibatkan pembaca dengan membuat cerita sejelas mungkin.

Esai naratif biasanya ditulis dengan sudut pandang orang pertama membantu melibatkan pembaca. Kalimat “Aku” memberi pembaca perasaan menjadi bagian dari cerita. Esai narasi yang dibuat dengan baik dapat dibangun untuk menarik kesimpulan atau membuat pernyataan pribadi.

Esai Deskriptif: Melukis Gambar

Esai deskriptif melukiskan gambar dengan kata-kata. Seorang penulis esai deskriptif bisa menggambarkan seseorang, tempat, objek, atau bahkan ingatan yang memiliki arti khusus. Tapi jenis esai ini bukan uraian demi uraian.

Esai deskriptif berupaya untuk mengkomunikasikan makna yang lebih dalam melalui deskripsi. Pada esai ini, penulis harus menunjukkan, bukan memberi tahu, melalui penggunaan kata-kata yang penuh warna dan detail sensorik. Esai deskriptif merupakan jenis terbaik untuk menarik emosi pembaca, dengan hasil yang sangat menggugah.

Esai Ekspositoris: Hanya Fakta

Esai ekspositori merupakan tulisan informatif yang menyajikan analisis seimbang dari suatu topik. Pada jenis esai ini, penulis menjelaskan atau mendefinisikan topik, menggunakan fakta, statistik, dan contoh.

Menulis esai ekspositori mencakup beragam variasi esai, seperti esai perbandingan dan kontras, esai sebab dan akibat, dan “bagaimana” atau memproses esai. Esai ekspositori didasarkan pada fakta dan bukan perasaan pribadi, sehingga penulis tidak mengungkapkan emosi mereka atau menulis sebagai orang pertama.

Esai Persuasif: Meyakinkan Pembaca

Apabila esai ekspositori berupaya untuk mempresentasikan fakta, esai persuasif bertujuan untuk meyakinkan pembaca untuk menerima sudut pandang atau rekomendasi penulis.

Penulis harus membangun kasus menggunakan fakta dan logika, serta contoh, pendapat ahli, dan alasan yang masuk akal. Penulis harus menyajikan semua sisi argumen, tetapi harus dapat berkomunikasi dengan jelas dan tanpa keraguan. 

Ciri-Ciri Esai

Berikut ini karakteristik yang ada pada tulisan yang berbentuk esai, antara lain:

  1. Esai berbentuk prosa, maksudanya yaitu dalam bentuk komunikasi biasa, menghindarkan penggunaan bahasa dan ungkapan figur.
  2. Esai merupakan tulisan singkat, maksudnya yaitu dapat dibaca dengan santai dalam waktu dua jam.
  3. Mempunyai gaya pembeda. Seorang penulis esai yang baik akan memiliki ciri dan gaya yang khas, yang membedakan tulisannya dengan gaya penulis lain.
  4. Selalu tidak utuh, maksudnya yaitu penulis memilih segi-segi yang penting dan menarik dari objek dan subjek yang hendak ditulis,
  5. Esai memenuhi keutuhan penulisan. Meskipun esai adalah tulisan yang tidak utuh, tapi harus mempunyai kesatuan, dan memenuhi syarat-syarat penulisan, mulai dari pendahuluan, pengembangan sampai ke pengakhiran.
  6. Memiliki nada pribadi atau bersifat individu, hal itulah yang membedakan esai dengan jenis karya sastra yaitu ciri personalnya. Ciri personal dalam penulisan esai merupakan pengungkapan penulis sendiri tentang pandangannya, sikapnya, pikirannya, dan kepada pembaca.

Contoh Essay

Beragam contoh essay yang baik penting diberikan sebagai pelangkap dalam tulisan ini. Kondisi ini dilakukan untuk dapat membedakan mana pendahuluan, tubuh esai, dan bagian akhirnya. Nah, mengingat hal itulah secara pemahaman struktur bagian ini akan memberikan contoh-contoh essay.

Essay Pendidikan/Sosial

Penulisan dalam essay pertama ini sebagai contoh struktur tentang pendidikan yang mencangkup tentang kebudayaan (sosial). Penulis dalam essay ini ialah Alexander Detayoga. Untuk struktur yang menjadi bagian daripada pendahuluan, tubuh esai, dan contoh kesimpulan (bagian akhir) adalah sebagai berikut.

Contoh Judul Essay

Telaah Globalisasi Berdasarkan Kearifan Lokal Untuk Generasi Unggul dan Mandiri

Setelah itu bagian selanjutnya adalah pendahuluan essay yang juga berangkat dari permasalahan. Bisa diawali dengan masalah khusus ke umum, atapu sebaliknya yakni dari masalah umum kemudian berpindah ke khusus. Berikut contoh penulisannya.

Contoh Pendahuluan Essay

Memasuki abad ke-21 ini Bangsa Indonesia tengah dihadapkan pada berbagai isu krusial terkait globalisasi. Dalam hal ini gelombang globalisasi memberikan dampak luar biasa terhadap proses kehidupan berbangsa dan bernegara. Globalisasi pada dasarnya telah memberi jalan bagi terhubungnya berbagai kebudayaan di seluruh Indonesia maupun dunia. Namun, kapitalisme dan konsumerisme kerap menjadi corak dominan dalam globalisasi. Pemujaan terhadap gaya hidup ‘modern’ yang lebih konsumeristis dan kapitalis memiliki kecenderungan untuk semakin menggeser nilai kearifan lokal.

Di tingkat pelaksana pendidikan kondisi memprihatinkan masih menggelayuti. Visi dan Misi antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), dan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) menunjukkan adanya ketidaksinambungan. Pada Kemendikbud visi dan misi sangat menekankan peran pendidikan karakter berbasis kebudayaan dan prinsip gotong royong.

Di sisi lain, visi dan misi Kemristekdikti semata mengarah pada capaian kemajuan iptek tanpa adanya tindak lanjut pada pengembangan nilai-nilai karakter. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pendidikan, yang memiliki kata dasar didik, berarti memelihara dan memberi latihan mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran. Semangat pendidikan berarti dorongan untuk mengembangkan kecerdasan pikiran dan akhlak yang mengarah pada karakter yang baik, bukan sekedar menyiapkan tenaga terampil yang menghamba pada sistem kapital. Pendidikan hendaknya dijalani karena kebaikan dalam dirinya sendiri (an sich).  Strategi pembelajaran berbasis kearifan lokal harus menjadi titik pijak bagi proses pendidikan yang berkelanjutan. Belum lama ini masyarakat justru dikejutkan dengan kasus pengusiran Orang Rimba di daerah Jambi demi kepentingan perkebunan. Meskipun jauh dari unsur pendidikan praktis, kasus tersebut hanyalah potret kecil bagaimana pemerintah dan masyarakat kerap mengabaikan bentuk-bentuk kebudayaan lokal demi keuntungan kapital semata.

Pada posisi inilah kearifan lokal menghadapi tantangannya untuk menunjukkan eksistensinya. Kearifan lokal harus dinarasikan ulang sesuai dengan perkembangan zaman sehingga nilai kebajikannya mampu menjawab berbagai permasalahan aktual, seperti persoalan keadilan, pendidikan yang memanusiakan, perbaikan moralitas manusia, dan pembelaan kaum marjinal. Mengutip ucapan Soekarno, “Bangsa sebagai individu mempunyai keperibadian sendiri. Keperibadian yang terwujud dalam pelbagai hal, dalam kebudayaannya, dalam perekonomiannya, dalam wataknya…” Demikianlah bagaimana strategi pembelajaran harus disusun, yakni dengan mengedepankan kearifan lokal sebagai bagian dari entitas bangsa, sebagai kepribadian yang khas Indonesia di tengah globalisasi.

Setelah menuliskan bagian pendahuluan essay maka tahapan selanjutnya ialah membuat tubuh esai yang juga bisa disebut sebagai bagian daripada isi esai. Disini haruslah disertakan kajian mengenai sumber beragam penelitian serta argumen yang di dapatkan.

Contoh Tubuh Essay

Kesulitan-Kesulitan

Merumuskan strategi pembelajaran berbasis kearifan lokal bukanlah perkara mudah. Gelombang globalisasi selama lebih didominasi oleh kepentingan kapital. Proses produksi menjadi fokus utama ketika kepentingan kapital hadir menawarkan wacana ‘kemajuan’. Capaian-capaian ilmu alam dan teknik diyakini akan mampu menghantar manusia pada suatu kemajuan. Permasalahannya kepentingan kapital kerap menggunakan logika penguasaan.

Alam dan segala isinya, termasuk manusia, hanya ditempatkan sebagai objek penguasaan. Logika penguasaan yang hadir secara tersirat cenderung mengaburkan makna manusia dan posisi alam, dan melanggengkan ketidakadilan. Kini bagaimanakah kearifan lokal mampu melepaskan diri dari itu?

Menghadapi permasalahan modern adalah sekaligus menghadapi manusiamanusia yang menghidupinya. Strategi pembelajaran berbasis kearifan lokal tidak semata dilihat sebagai proses kemunduran, yakni kembali pada masa lalu. Keharusan menarasikan ulang kearifan lokal menjadi jembatan dalam menghubungkan masa lalu dan masa kini. Oleh karena itu, perlu pemahaman yang baik dalam melihat perkembangan masyarakat millenium ini sekaligus membaca kebutuhan riilnya.

Pada akhirnya sebagai suatu proses perumusan strategi pembelajaran perlu diperhatikan adanya suatu struktur yang utuh dan menyeluruh. Strategi yang baik harus mengindahkan berbagai aspek lokalitas. Oleh karena itu, strategi pendidikan karakter harus mampu mengakomodasi segala aspek sehingga pendidikan itu menjadi suatu model yang sungguh matang. Dengan strategi pendidikan yang baik, diharapkan mendorong munculnya manusia-manusia yang sungguh unggul dan mandiri, berani mengambil sikap kritis dan peka terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakatnya.

Memahami Gelombang Zaman Baru

Menengok kembali pada masa lalu, sekitar abad ke-16 dan ke-17 di Inggris Bernard de Mandeville dan Adam Smith menjadi perintis kelahiran ‘Masyarakat Pasar’. Masyarakat model ini ditandai dengan pembagian kerja yang sistematis, dan sangat menghormati hak milik pribadi. Namun, sebelum mereka terdapat tokoh bernama John Locke, seorang pencetus liberalisme ternama. Ketiga orang filsuf Inggris itu amat menekankan adanya hak-hak milik pribadi yang harus dihormati. Berangkat dari pemikiran mereka paham liberalisme dan kapitalisme muncul demi mewujudkan adanya masyarakat bebas.

Memasuki abad ke-21 dunia bermetamorfosis menjadi sosok baru. Perkembangan pesat teknologi-komunikasi menjadi katalis bagi terwujudnya masyarakat yang saling terhubung. Pada tahun 2009 Jumlah pelanggan telpon mencapai 198.507.788 sambungan. Selain itu, saat tahun 2019 diperkirakan akan terdapat 133.5 juta pengguna internet di Indonesia, mangalami kenaikan 40.1 juta dibandingkan pada tahun 2015. Berbagai lonjakan keterhubungan ini menunjukkan kuatnya arus penetrasi teknologi dan perkembangan telekomunikasi.

Pada akhirnya setiap lapisan masyarakat terus dihadapkan pada pertukaran nilai-nilai budaya. Berbagai bentuk pertukaran lintas masyarakat di seluruh dunia inilah yang kemudian dipahami sebagai globalisasi. Namun, secara jelasnya bagaimanakah globalisasi ini dipahami? David Henderson, mantan ekonom kepala Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan, mengatakan, globalisasi ialah pergerakan bebas barang, jasa, buruh, dan modal, sehingga menciptakan satu pasar tunggal…dan perlakuan bersifat nasional terhadap investor asing, sehingga, tidak ada orang asing. Meskipun ungkapan itu disampaikan dalam konteks perekonomian, maknanya tetap jelas, yakni bahwa dalam globalisasi setiap orang saling terhubung dalam komunitas universal sehingga kata ‘asing’ menjadi relatif maknanya.

Melalui keterbukaanya, globalisasi mampu membongkar sekat-sekat sosiogeografis, dan menyatukan setiap masyarakat ke dalam komunitas universal. Dalam globalisasi adanya suatu masyarakat yang bebas harus diniscayakan. Kebebasan dan hak milik pribadi menjadi unsur dasar akan adanya suatu masyarakat bebas. Masyarakat yang bebas ditandai dengan bentuk-bentuk keterlibatan sosial sebagai suatu pilihan, bukan paksaan.

Setiap individu dalam masyarakat bebas dihargai atas nilai intrinsik mereka sendiri, artinya penghargaan atas individu terletak pada kebebasan masing-masing pribadi dalam menentukan tindakan.  Dalam menghadapi perubahan masyarakat dunia ini, bangsa Indonesia harus kembali berpijak pada kekhasan dirinya. Di satu sisi, globalisasi sungguh menawarkan berbagai pembaruan, tetapi di sisi lain globalisasi menimbulkan permasalahan-permasalahan baru yang harus dibenahi. Sosiolog Peter Berger, dari Boston University, mengungkapkan, dalam tingkat budaya, ini [globalisasi] adalah tantangan besar pluralisme: kehancuran tradisi yang sudah dianggap terbiasa dan timbulnya pilihan beragam untuk keyakinian, nilai, dan gaya hidup.

Globalisasi harus mendatangkan sebanyak mungkin manfaat bagi masyarakat setempat. Selama ini globalisasi seolah hanya menjadi jalan satu arah di mana masyarakat selalu dipenetrasi dengan nilai-nilai budaya ‘global’. Penetrasi yang intens menampilkan pemujaan berlebihan akan nilai-nilai dan gaya hidup modernisme yang cenderung meremehkan nilai kearifan lokal. Kini tiba saatnya masyarakat setempat terjun aktif dalam mendorong nilai-nilai budaya lokal.

Globalisasi harus dipandang sebagai kesempatan untuk menampilkan kepada dunia keunikan dan kekhasan nilai-nilai kearifan lokal. Nilai-nilai kearifan lokal hendaknya dimunculkan sebagai tawaran balik atas kekosongan yang ditimbulkan oleh globalisasi. Dalam kebudayaan tradisional di Indonesia peran kebersamaan sebagai komunitas, prinsip gotong royong, prinsip saling menerima dan menghargai harus lebih ditonjolkan. Melalui pendidikan prinsip-prinsip tersebut harus ditanamkan dalam kesadaran generasi-generasi baru.

Menarasikan Kearifan Lokal

Kebudayaan mengambil peran sentral dalam kehidupan manusia baik sebagai hasil ciptaan maupun refleksi atas kehidupan sosial manusia. Unsur-unsur kebudayaan mencakup perlengkapan hidup manusia, mata pencaharian, sistem kemasyarakatan, bahasa, kesenian, sistem pengetahuan, dan sistem kepercayaan. Dengan demikian, untuk memahami makna kearifan lokal diperlukan suatu pemahaman yang lebih jelas. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Online, kearifan berasal dari kata “arif” yang berarti bijaksana, cerdik dan pandai. Sementara itu kata “kearifan” bermakna kebijaksanaan atau kecendikiaan. Secara khusus kearifan lokal mengacu pada nilai-nilai kebijaksanaan yang terkandung dalam kebudayaan setempat.

Dalam konteks Indonesia, setiap etnis atau suku memiliki kearifan lokal sesuai dengan kondisi kebudayaan masing-masing. Hal ini menjadi keunggulan sekaligus tantangan dalam merumuskan suatu nilai kearifan lokal bersama. Merancang suatu strategi pembelajaran yang terintegrasi hanya dengan mengedepankan nilai kearifan lokal khusus jelas merupakan hal yang mustahil.

Dalam kearifan lokal terkandung prinsip lokalitas, yakni setiap daerah memiliki nilai-nilai kearifan masing-masing. Strategi pembelajaran yang baik hendaknya berangkat dari keberagaman ini. Setiap daerah wajib menempatkan nilai kearifan lokal dalam pembelajaran generasi mudanya, meskipun hal ini akan berkonsekuensi munculnya beragam bentuk pembelajaran dalam tingkat praktis.

Perkembangan zaman menuntut adanya suatu nilai-nilai sosial yang lebih universal dan terbuka. Nilai-nilai kearifan lokal harus dapat diuniversalkan apabila eksistensinya ingin tetap diakui. Konsekuensi globalisasi adalah adanya kesalingterhubungan, artinya tidak ada suatu masyarakat yang terisolasi, kecuali dalam kasus-kasus tertentu. Oleh karena itu, kearifan lokal harus dapat mengambil nilai-nilai universal yang terkandung dalam tradisi setempat sehingga mampu menjadi solusi atas permasalahan yang dihadapi manusia masa kini.

Perkataan Francis Bacon, knowledge is power, mengungkapkan bagaimana alam dapat ditundukkan manusia dengan mengikuti hukum-hukumnya. Perkataan itu menandai masuknya manusia pada zaman modern, yakni penguasaan manusia atas alam. Auguste Comte, seorang sosiolog, membagi tahapan perkembangan masyarakat menjadi tiga, yakni: pertama, tahap teologis, yang menekankan pada kekuatan supernatural dan tokoh agamis. Kedua, tahap metafisik, yang ditandai dengan kepercayaan adanya daya-daya abstrak seperti “alam”. Ketiga, tahap positivistik, ditandai dengan kepercayaan pada ilmu. Pada perkembangannya proses alienasi itu terlahir akibat pendewaan masyarakat atas ilmu-ilmu positivistik. Dalam proses alienasi itu, manusia dianggap tidak lebih dari objek yang dapat dikuasai.

Wacana kemajuan memberikan dampak luas bagi manusia. Fakta menunjukkan bahwa perkembangan manusia justru semakin kabur, dan menjauh dari wacana kemajuan tersebut. Krisis ekonomi, krisis moral, eksploitasi alam dan manusia, semua itu buah dari proses alienasi manusia. Kini menjadi pertanyaan, dapatkah kearifan lokal mampu menjawab permasalahan-permasalahan itu? Kearifan lokal hendaknya mampu menempatkan diri sebagai landasan pijak, dan mengantisipasi kehidupan di masa mendatang. Oleh karena itu, kearifan lokal tidak cukup dengan membakukan nilai-nilai yang selama ini diyakini. Kearifan lokal sendiri harus terbuka untuk didiskusikan sehingga nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat mencakup permasalahan yang aktual dan mencakup wilayah yang luas.

Merumuskan Strategi Pembelajaran yang Membebaskan

Upaya perumusan strategi pembelajaran berdasarkan kearifan lokal tidak sekedar menghasilkan manusia unggul dan mandiri sesuai dengan proses baku. Istilah “unggul dan mandiri” hendaknya tidak direduksi menjadi capaian berbasis prestasi akademis maupun sekedar keterampilan teknis. “unggul dan mandiri” hendaknya menjadi tanda suatu generasi yang mampu bersikap kritis sekaligus mandiri atas godaan zaman yang cenderung mengaburkan makna manusia. Karakter kritis dan peka harus ditanamkan melalui pendekatan berbasis humanisme, contohnya tinggal bersama dalam komunitas masyarakat tertentu, mengadakan bakti sosial dan anjang sana ke panti sosial, serta turut terlibat dalam kehidupan budaya para seniman.

Strategi pembelajaran juga perlu memberikan ruang diskusi bagi proses dialog. Kecenderungan membakukan nilai-nilai kearifan justru membuat kearifan semakin partikular dan terbatas. Di setiap kebudayaan di Indonesia, selalu terdapat ruang publik di mana para warganya mampu berdialog bersama untuk mencari mufakat. Tradisi ini menjadi modal penting dalam menciptakan suatu strategi pembelajaran yang mencakup banyak kebudayaan. Dengan demikian, prinsip keterbukaan dan toleransi harus ditumbuhkan melalui forum diskusi antarpembelajar baik lintas institusi maupun lintas daerah.

Setelah membuat bagian daripada badan essay yang berisi tentang pemikiran dari penulis itu sendiri maka sebagai penutup diperlukan kesimpulan yang mampu menarik keseluruhan bahasan. Kesimpulan ini tentusaja haruslah berkaitan dengan tulisan yang menjadi dasar utama.

Contoh Bagian Akhir Essay

Dari keseluruhan pembahasan dapatlah dikatakan bahwa strategi pembelajaran berbasis kearifan lokal hendaknya memberikan pandangan baru relasi antara manusia dengan alam. Selama ini modernitas telah menempatkan alam sebagai hamba dari manusia yang dapat dieksploitasi dan dikuasai.

Salah satu nilai kearifan lokal adalah relasi manusia-alam yang sejajar. Manusia menempatkan diri sebagai sahabat alam, bukan penguasa. Logika penguasaan harus ditanggalkan. Relasi manusia-alam yang sejajar dapat diwujudkan dengan metode belajar yang dekat dengan alam. Kegiatan pembelajaran tidak melulu terjadi dalam ruang kelas tetapi juga menyentuh lingkungan hidup.

Untuk terkhir diluar daripada bagian-bagian struktur essay mana setiap tulisan haruslah membuat sumber-sumber yang relevan dengan penulisan. Sumber ini biasa disebut sebagai daftar pustaka.

Contoh Penulisan Daftar Pustaka Essay

Essay Ilmiah

Contoh tulisan esai selanjutnya berkaitan dengan penulisan bersifat ilmiah yang secara exsplisit tidak disebutkan bagain-bagian essay. Akan tetapi dari kesemua bisa dipahami antara satu bagian dengan bagian yang lain. Penulisan ilmiah ini juga bisa berlaku pada semua disiplin ilmu pendidikan, baik bahasa, politik, budaya, ataupun yang lain sebaginya.

Contoh Judul Essay Ilmiah

Menumbuhkan Kecintaan Budaya Melalui Pembelajaraan Musikalisasi Pusi Menggunkan Musik Campursari

Penulis essay ini bersumber dari Rina Maryama Pujiastuti yang memberikan ulasan tentang kondisi pembalajaran kepada segenap siswa agar lebih mencitai kebudayaan yang sudah menjadi bagian sejarah Indonesia secara utuhnya. Berikut tulisan essay tersebut.

Contoh Essay Ilmiah

Menumbuhkan kecintaan budaya dalam diri anak didik bukanlah hal mudah, memerlukan waktu yang cukup lama untuk menumbuhkan cinta tersebut. Proses pertama dalam menumbuhkan cinta terhadap diri seseorang tentu, langkah awal harus mengenalkan terlebih dahulu kepada anak didik. Mengenalkan apa itu lagu campursari, sehingga mengetahui kenapa harus melestarikan dan tetap menjaga budaya tersebut. Arus globalisasi yang sangat kuat pada masa ini menjadi salah satu alasan untuk tetap menjaga lagu campursari. Kebudayaan bangsa Indonesia ini sangat banyak dan beranekaragam, namun jika penerus bangsa sendiri tidak menjaga dan mengenalnya lalu siapa lagi yang akan menjaga budaya itu tetap ada di Indonesia.

Upaya untuk meningkatkan keterampilan mengapresiasi puisi dalam pembelajaran dengan baik hingga saat ini masih menjadi topik yang menarik untuk dijadikan bahan pembahasan. Di samping karena kondisi pembelajaran musikalisasi puisi di lapangan masih kurang signifikan dan belum menyentuh aspek budaya yang ada di Indonesia, penelitian-penelitian yang telah ada hingga saat ini masih kurang memberikan solusi yang efektif bagi guru dan siswa.

Musik yang digemri anak didik saat ini bukan lagi musik lokal milik bangsa tapi lagu lagu asing berganre pop, rock, jazz, dan AR&D, sedangkan musik lokal seperti campursari dianggap sebagai lagu orang tua. Namun karena hingga saat ini belum pernah ada penelitian, buku-buku, maupun artikel-artikel yang membahas tentang topik ini. Para ahli bahasa, praktisi pendidikan, maupun calon pendidik pun turut serta dalam memberikan solusi dalam permasalahan ini. Hal ini terbukti dengan banyaknya penelitian tentang musikaliasi puisi. Penelitian-penelitian yang sejenis penelitian ini berbeda-beda satu dengan yang lain karena mempunyai kebaruan tersendiri. Berbagai penelitian pengembangan telah banyak dilakukan, berikut ini penelitian yang relevan.

Leggo (2009) dalam karya ilmiah yang berjudul “ Poetry of Place Helping Student Write Their Worlds” menunjukkan bahwa pembelajaran dapat membantu siswa menemukan, yaitu dapat membantu mereka mengetahui siapa mereka, di mana mereka berada, dan bagaimana mereka melihat dunia. Melalui pembelajaran mengapresiasi puisi dapat mengetahui keadaan lingkungan di mana ia berada serta dapat membantu mereka melihat dunia dari sisi yang berada. Siswa dapat mengapresiasi keadaan lingkungan dengan menunjukkan unsur seni dan keindahan dengan imajinasi yang mereka miliki. Persamaan dengan penelitian yang dilakukan peneliti yaitu pada pembelajaran musikalisasi puisi, perbedaannya ada pada musik yang digunakan dalam pembelajaran musikalisasi puisi, manfaat penelitian, dan tujuan penelitian.

Fakhul aziz (2013) dalam penelitiannya berjudul “Pengembangan Media Musikalisasi Puisi Sebagai Upaya Peningkatan Kemampuan Mengapresiasi Puisi Untuk Siswa Kelas IX SMP” menunjukan bahwa pemengembangan media pembelajaran musikalisasi puisi dalam upaya peningkatan kemampuan mengapresiasi puisi. Persamaan dengan peneliti lakukan pembelajaran musikalisasi puisi. Perbedaannya musik yang digunakan dalm pembelajaran musikalisasi puisi dalam menumbuhkan kecintaan terhadap budaya.

Wadiyo dkk (2010) dengan judul penelitian “Campursari Manthous : Antara Musik Jenis Baru dan Fenomena Sosial Masyarakat Pendukung” menunjukan bahwa mengapa musik campursari manthous menjadi musik jenis baru yang diterima dikalangan masyarakat. Persamaan dengan penelitian ini adalah musik campursari yang mulai menjadi musik jenis baru dikalangan masyarakat. Perbedaannaya terletak pada penelitian yang akan peneliti lakukan musik campursari digunkan dalam pembelajaran musikalisasi puisi untuk menumbuhkan kecintaan terhadap budaya. Buku yang bisa digunkan Hamdy (2014) berjudul “Panduan Wacana & Apresiasi Seni Baca Puisi” yang membahas berbagai macam seni baca puisi. Buku yang isinya membahas berbagai macam mengapresiasi puisi salh satu sub bab membahas “Alih Ragam Puisi, Deklamasi Dan Muikalisasi Puisi.” Musikalisasi puisi dengan berbagai aliran musik dari popo hingga jazz.

Puisi yang digubah menjadi lagu, dengan aturan tidak mengubah, baik mengurangi, menambah, ataupun mengganti kata. Dan tidak mengenal genre musik, apakah musik rock, pop, dangdut, jazz, balada, country, ataupun blues, karena lagu puisi tercipta atas dasar kemauan puisi bukan kemauan musik. Buku lainya yang relevan Djohan (2005) berjudul “Psikologi Musik” yang membahasa musik dan kognisi manusia, musik dan intelejensi, musik dan pendidikan.

Bagaimanakah musik jika digunakan dalam pembelajaran sehingga menimbulkan aspek lain dari kinerja musik.
Tidak disangkal bahwa pembahasan tentang musikalisasi puisi sudah dilakukan oleh beberapa peneliti, tetapi setiap peneliti mempunyai fokus tersendiri berbeda dengan peneliti yang lain walaupun dengan pokok bahasan hampir sama yaitu musikalisasi puisi menggungunkan musik campursari sehingga menimbulkan kecintaan terhadap musik lokal hasil budaya masyarakat. Tujuan studi ini hendak melengkapi kajian-kajian yang sudah ada tentang musikalisasi puisi khususnya dalam hal relasi syair atau puisi dengan musiknya dalam musikalisasi puisi menggunkan musik campursari.

Melihat tren dan prilaku remaja saat ini yang gandrung terhadap fashion, musik, makanan, dan gaya hidup yang hedon masih menjadi dominasi tren remaja saat ini. Dalam dunia musik, remaja masih menyukai musik pop, rock, dan yang menjadi tren terbaru saat ini remaja menyukai musik k-pop. Remaja mana yang tidak pernah mendengar kata k-pop? Tentu saja hanya segelintir remaja yang tidak mengenal k-pop. Lagu-lagu korea sudah terasa lumrah dimulut para remaja masa kini.

Strategi pembelajaran yang dekat dengan budaya atau dngan kata lain memasukan unsur budaya disetiap pembelajran merupakan salah satu cara untuk mengenalkan budaya Indonesia terutama budaya daerah masing-masing. Pembelajaran apresiasi puisi melalui musikalisasi puisi menggunakan musik campursari menjadi alternatif pembelajaran yang efektif untuk mengenalkan budaya daerah. Kurikulum yang berlaku untuk saat ini masih banyak menggunakan kurikulum KTSP, apa lagi di daerah Jawa Tengah.

Terdapat hal-hal yang harus dipersiapkan dalam Pembelajaran musikalisasi puisi dengan musik campursari. Guru harus mempersiapkan puisi untuk memberikan contoh untuk pembelajaran musikalisasi puisi. Musikalisasi puisi menggunkan musik campursari merupakan salah satu alternatif pembelajaran baru. Selain itu Guru memberikan batasan apa saja yang harus diperhatikan dalam musikalisasi sebuah puisi.

Musikalisasi puisi dapat diartikan melagukan sebuah puisi atau membaca puisi dengan diiringi musik. Makna, suasana, dan irama puisi pula harus diperhatikan dalam musikalisasi puisi sehingga puisi tersebut tidak kehilangan keindahan dan makna puisi itu sendiri. Menentukan puisi yang akan dimusikalisasi. Mengapresiasi puisi yang telah ditentukan.

Memerhatikan kesusastraan isi puisi dengan suasana yang dibangun. Menentukan alat musik yang digunakan untuk mengiringi musikalisasi puisi. Proses terakhir menentukan notasi nada yang akan digunakan. Anak didik diberikan kebebasan memilih puisi supaya mereka dapat berkreasi serta mencari tahu mengenai musik campursari yang ada di Indonesia ataupun di daerah masing-masing, dengan begitu anak didik akan mengeksplor lagu campursari itu sendiri.

Pembeljaran musikalisasi puisi dengan menggunkan musuik campursari merupakan salah satu cara mengenalkan lagu-lagu yang dianggap anak muda sekarang hanya sebagai lagu para orang tua. Pembelajaran musikalisasi puisi juga merupakan strategi pembelajaran yang terbaru. Memberikan apresiasi terhadap lagu campursari yang saat ini hampir tidak sentuh dalam pembelajaran.

Daftar Pustaka Essay Ilmiah

Cara Membuat Esai

Bagi sebagian orang, menulis esai seperti yang sudah disebutkan diatas itu semudah duduk di depan komputer mereka dan mulai mengetik, tetapi untuk menghasilkan esai yang baik, maka harus lebih banyak perencanaan yang dilakukan. Jika Anda belum pernah menulis esai sebelumnya, atau jika Anda kesulitan menulis dan ingin meningkatkan keterampilan Anda, ada baiknya Anda menjalani beberapa langkah dalam proses penulisan esai.

Berikut ini langkah-langkah yang perlu dilakukan ketika akan menulis esai, yaitu:

Tentukan tema yang menarik

Langkah awal yang perlu dilakukan dalam menulis esai adalah menentukan terlebih dahulu esai apa yang ingin Anda tulis. Tema yang bagus akan berpengaruh pada isi keseluruhan esai tersebut. Oleh sebab itu, pilihlah tema yang sedang aktual terjadi, sehingga para pembaca mau meluangkan waktunya untuk membaca essay yang akan Anda tulis.

Lakukan penelitian

Setelah mendapatkan tema yang menarik, langkah selanjutnya adalah melakukan penelitian melaui buku atau internet tentang tema tersebut. Hal itu dilakukan untuk mendukung argument-argumen yang akan Anda tulis di dalam esai, sehingga pendapat Anda akan semakin kuat.

Apabila esai Anda didukung dengan data seperti, fakta, contoh, teori, dan lain-lain, maka esai tersebut akan menjadi bagus. Sebaliknya, apabila esai Anda tidak memiliki data-data pendukung, tulisan Anda ini akan dianggap omong kosong dan orang-orang tidak akan percaya dengan esai yang Anda buat.

Membuat outline

Langkah selanjutnya adalah membuat kerangka atau outline, yang sangat berguna ketika Anda membuat sebuah karya tulis. Hal itu dilakukan untuk menyususn ide-ide yang ingin diungkapkan. Selain itu, dengan membuat outline, tulisan Anda tidak akan keluar dari ide atau tema, sehingga esai Anda akan koherence dan logis.

Memperhatikan pemilihan kata

Esai yang baik ialah esai yang menggunakan bahasa yang baik, karena esai merupakan karya tulis formal. Oleh sebab itu, gunakanlah bahasa-bahasa yang formal. Selain itu, Anda juga perlu mempertimbangkan siapa calon pembaca esai.

Apabila calon pembaca esai Anda adalah para intelektual, maka gunakanlah bahasa intelektual pula. Sebaliknya, apabila calon pembaca adalah masyarakat umum, maka gunakanlah bahasa umum, tetapi tetap menggunakan bahasa formal. Hal tersebut dilakukan untuk membuat esai Anda selain bagus secara struktur, juga baik secara konteks, karena mudah dipahami.

Kerjakan (Mulailah menulis Anda)

Setelah langkah-langkah di atas telah selesai dilakukan, maka selanjutnya mulailah menulis. Keika menulis esai ada tiga hal yang perlu diperhatikan, yaitu :

Bagian awal (introduction)

Bagian awal atau pendahuluan mengungkapkan hal yang akan dibahas di dalam sebuah esai. Selain itu, pada bagian ini juga terdapat pernyataan Anda tentang suatu pemasalahan yang akan dibahas, tulislah pernyataan tersebut dengan bahasa yang bisa menimbulkan pertanyaan dan keingintahuan dari pembaca untuk mencari tahu alasan-alasan  tentang pernyataan tersebut.

Isi

Bagian ini mengandung garis besar keseluruhan isi esai. Tulislah bagian isi dengan mengacu pada poin-poin pada kerangka atau outline yang telah dibuat. Kembangkan poin-poin tersebut dan jangan lupa untuk memberikan pendukung berupa data agar opini Anda tidak lemah.

Penutup

Bagian ini berupa konklusi atau kesimpulan dari esai. Tulis kembali poin-poin pada bagian isi dengan bahasa lain dan dalam satu kalimat. Kesimpulan harus dapat mewakili isi esai dan janganlah memunculkan ide atau topik baru pada bagain penutup.

Judul

Judul juga menjadi komponen yang penting dalam membuat esai. Judul yang baik yaitu judul yang dapat memikat perhatian orang lain, sehingga mereka tertarik untuk membacanya.

Demikianlah bahasan serta pengulasan secara lengkapnya mengenai pengertian menurut para ahli, jenis, ciri, syarat, contoh essay dan cara menuliskannya. Semoga melalui artikel ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

Rate this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *