Contoh Laporan Penelitian dan Cara Menulisnya

Diposting pada

Contoh Laporan Penelitian

Laporan penelitian adalah dokumen penelitian yang berisi aspek-aspek dasar dari proyek yang diusulkan pada bagian contoh proposal penelitian. Sebagian besar, pekerjaan penelitian disajikan dalam bentuk tertulis. Kegunaan praktis dari studi penelitian sangat tergantung pada cara penyajiannya yang didasarkan pada temuan penelitian. Laporan penelitian adalah media untuk mengkomunikasikan pekerjaan penelitian pada pembaca atau orang-orang yang dituju. Ini juga merupakan sumber pelestarian karya penelitian yang baik untuk referensi di masa mendatang.

Penyusunan laporan penelitian bukanlah tugas yang mudah. Itu adalah seni. Itu membutuhkan banyak pengetahuan, imajinasi, pengalaman, dan keahlian. Ini membutuhkan waktu dan biaya yang cukup besar. Untuk memperjelas pemahaman kita tentang laporan penelitian, artikel ini akan mengulas entang pengertian, jenis, ciri, contoh dan cara membuat atau menyusun laporan penelitian.

Laporan Penelitian

Laporan penelitian merupakan tahap akhir dari setiap penelitian di mana prosedur penelitian, analisis, temuan dan berbagai aspek upaya penelitian disajikan secara terorganisir dan sistematis. Ini adalah proses komunikasi ilmiah dan profesional mengenai temuan penelitian.

Tujuan umum dari laporan penelitian dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan, baik sosial ataupun eksakta adalah untuk menyampaikan rincian pekerjaan penelitian yang memadai. Itu tidak hanya meyakinkan pembaca tetapi membiarkan mereka tahu tentang temuan penelitian atau pekerjaan proyek atau tujuan pekerjaan yang telah dilakukan.

Kebutuhan atau tujuan laporan penelitian dapat diuraikan sebagai berikut:

  1. Untuk memberikan informasi mengenai temuan-temuan penelitian, yaitu metode, analisis data, kesimpulan, dan sebagainya secara sistematis, ilmiah, dan diterima.
  2. Untuk memperoleh fakta-fakta penting untuk solusi yang diambil dan pengambilan keputusan.
  3. Untuk membuktikan nilai dan legitimasi pekerjaan penelitian yang ditugaskan.
  4. Untuk memberikan alat penilaian pada penilaian kualitas dan bakat peneliti di dalam dan di luar akademia.
  5. Untuk mengkomunikasikan temuan penelitian secara profesional.
  6. Untuk mengetahui kredibilitas penelitian.
  7. Untuk mengembangkan apresiasi terhadap standar, mengkonsolidasikan argumen dan mengidentifikasi kesenjangan pengetahuan.

Pengertian Laporan Penelitian

Laporan penelitian dapat diartikan sebagai data yang direkam yang disiapkan oleh para peneliti atau ahli statistik setelah melakukan analisis terhadap informasi yang dikumpulkan dengan melakukan penelitian terorganisir, biasanya dalam bentuk survei atau metode kualitatif.

Laporan biasanya tersebar di cakrawala topik yang luas tetapi berfokus pada mengomunikasikan informasi tentang topik tertentu dan target yang bersifat sangat khusus. Laporan penelitian dapat menjadi sumber yang dapat dipercaya untuk menceritakan detail tentang penelitian yang dilakukan dan paling sering dianggap sebagai kesaksian sejati dari semua pekerjaan yang dilakukan untuk mengumpulkan kekhasan penelitian.

Pengertian Laporan Penelitian Menurut Para Ahli

Adapun definisi laporan penelitian menurut para ahli, antara lain:

Cresswell (2012:266)

Laporan penelitian merupakan penyelesaian studi yang melaporkan sebuah penyelidikan atau eksplorasi masalah, identifikasi pertanyaan yang akan diselesaikan, dan termasuk data yang dikumpulkan, dianalisis, dan ditafsirkan oleh peneliti.

Neuman (2006)

Laporan penelitian adalah dokumen tertulis (atau presentasi lisan berdasarkan dokumen tertulis) yang mengkomunikasikan metode dan temuan proyek penelitian kepada orang lain. Ini lebih dari sekadar ringkasan temuan; ini adalah catatan dari proses penelitian.

Selain temuan, laporan ini mencakup alasan untuk memulai proyek, deskripsi langkah-langkah proyek, presentasi data, dan diskusi tentang bagaimana data terkait dengan pertanyaan atau topik penelitian.

Krishna Swami

Laporan penelitian adalah pernyataan formal dari proses penelitian dan hasilnya. Menulis laporan adalah seni sekaligus sains sehingga berkaitan dengan keterampilan, aturan, dan format tertentu yang sesuai untuk penyampaian yang tepat secara tertib dan ilmiah.

Yourarticlelibrary

Terdapat beberapa definisi laporan penelitian:

  1. Dengan kata yang sederhana, Laporan penelitian adalah presentasi yang sistematis, jelas, dan teratur dari karya penelitian dalam bentuk tertulis.
  2. Kita juga dapat mendefinisikan istilah laporan penelitian sebagai dokumen penelitian yang berisi aspek-aspek dasar dari proyek penelitian.
  3. Dengan cara yang sama, kita juga dapat mengatakan bahwa laporan penelitian melibatkan informasi yang relevan tentang pekerjaan penelitian yang dilakukan. Mungkin dalam bentuk tulisan tangan, diketik, atau terkomputerisasi.

Mit

Laporan penelitian menyajikan hasil investigasi formal ke dalam sifat, perilaku, struktur, dan prinsip-prinsip entitas material dan konseptual. Hampir semua fenomena atau konsep fisik dapat diselidiki dalam kerangka berfikir di penelitian.

Jenis Laporan Penelitian

Cresswel (2012:268) mengemukakan bahwa laporan penelitian dapat disajikan berupa (1) Tesis atau Disertasi, (2) Artikel jurnal, (3) Makalah Konferensi dan Proposal. Berikut ini penjelasan dari masing-masing jenis laporan penelitian tersebut.

Tesis dan Disertasi

Tesis dan disertasi merupakan laporan penelitian untuk kesiapan sebagai master dan doktor. Panjang tesis atau disertasi bisa bervariasi, tergantung tradisi di setiap universitas. Hal pertama yang harus dilakukan oleh peneliti untuk mengembangkan disertasi atau tesis adalah membuat proposal.

Proposal merupakan deskripsi formal rencana untuk menyelidiki masalah penelitian. Proses penyusunan proposal dimulai dengan mempertimbangkan apa yang menjadi topik dalam rencana sehingga pembaca dapat memahami proyek. Langkah berikutnya yaitu mengatur jenis penelitian yang akan dikembangkan, apakah bentuk dalam contoh penelitian kuantitatif atau contoh penelitian kualitatif.

Artikel Jurnal

Laporan penelitian juga dapat berbentuk dalam contoh artikel jurnal yang disiapkan oleh peneliti untuk pembaca publikasi ilmiah serta untuk editor dan individu yang meninjau penelitian. Laporan penelitian yang akan dijadikan artikel jurnal akan dipoles, karena laporan penelitian yang dikirim ke editor jurnal lebih pendek.

Editor mengatur selama dua sampai tiga pengulas untuk memberikan komentar tentang penelitian, selanjutnya editor akan membuat keputusan berdasarkan komentar pengulas, yang biasanya jatuh ke dalam salah satu keputusan dari tiga kategori: menerima, merevisi dan kirimkan kembali, atau menolak.

Apabila artikel diterima, editor menerbitkan dalam sebuah jurnal. Sebuah artikel jurnal tentunya akan jauh lebih pendek daripada tesis atau disertasi karena keterbatasan halaman yang dikenakan oleh penerbit dan editor jurnal. Tapi, artikel jurnal kualitatif lebih lama dari artikel jurnal kuantitatif karena kutipan yang luas dan panjang terkait diskusi deskripsi dan tema.

Makalah Konferensi

Sebuah norma penelitian adalah individu secara terbuka bisa berbagi laporan penelitian mereka sehingga informasi yang dihasilkan dapat diakses oleh masyarakat umum. Salah satu cara untuk melakukan hal tersebut adalah dengan menyajikan makalah pada konferensi asosiasi professional, yang kemungkinan penontonnya adalah peneliti, praktisi, atau pembuat kebijakan.

Mengembangkan dan menyajikan makalah konferensi dari studi penelitian akan membantu untuk mempublikasikan penelitian, menyediakan masukan penelitian untuk resume, membantu untuk memajukan karya penulis dalam komunitas pendidikan riset, dan membangun pengetahuan di antara para peneliti menjelajahi topik/tema.

Para peneliti menyiapkan makalah konferensi untuk khalayak yang menghadiri konferensi sebagai peserta. Panjang makalah konferensi biasanya hampir sama dengan jurnal artikel, yaitu sekitar 25 halaman ditambah tabel, angka-angka, dan lampiran.

Untuk mempresentasikan laporan sebagai makalah konferensi, peneliti juga harus menyusun sebuah proposal konferensi singkat untuk menjelaskan studi/penelitianya. Biasanya, proposal tersebut berkisar tiga halaman dan peninjau menggunakannya untuk menentukan apakah mereka akan menerima penelitian yang telah ditulis si peneliti untuk presentasi di konferensi atau tidak.

Ciri Laporan Penelitian

Ciri-ciri laporan penelitian yang ilmiah yaitu sebagai berikut:

  1. Objektif; artinya laporan penelitian harus sesuai dengan data yang diperoleh tanpa mengubah dan menambah unsur-unsur dari subyektifitas peneliti.
  2. Sistematis, artinya laporan penelitian harus sesuai dengan prosedur ilmiah dan langkah-langkah dalam pembuatan laporan penelitian
  3. Jelas, artinya laporan penelitian harus jelas dalam mengungkapkan fakta dan tidak ada penafsiran yang rancu terhadap laporan hasil penelitian.
  4. Terbuka, artinya laporan penelitian harus bersifat terbuka dan tidak ada sesuatu hasil yang ditutupi oleh peneliti
  5. Logis, artinya laporan hasil penelitian dapat diterima oleh akal sehat

Contoh Laporan Penelitian

Sebagai penjelasan atas beragam keterangan tentang laporan penelitian, maka selanjutnya kami akan menuliskan contoh laporan dalam sebuah penelitian. Hal ini dirasa sangat urgen bagi setiap pelajar, lantaran dengan dengan laporan ini diharapkan memberikan gambaran secara universisal bagimana seharusnya laporan disajikan.

Laporan Penelitian Singkat/Sederhana

Tulisan yang disajikan dalam laporan ini bersifat singat dan sederhana. Lantaran metode yang dipergunakan lebih pada studi pustaka, dengan tidak terjun langsung pada objek yang akan diteleti. Adapun kajian yang dilakukan seputar dengan masalah sosial, negara, budaya, pendidikan.

Contoh Judul Laporan Penelitian

Peran Pemuda Dalam Mewujudkan Kedaulatan Energi Listrik di Pelosok Negeri

Laporan penelitian ini ditulsikan oleh Willy Bordus Rendy Kristanto yang menjelaskan tentang beragam permasalahan di Indonesia dalam mewujudkan kedaulatan soal energi. Penulisan yang khas dan penyajian yang ciamik mampu memberikan ulasan yang mendalam.

Contoh Tulisan Laporan Penelitian

Pendahuluan

Listrik menjadi kebutuhan pokok manusia di era sekarang ini. Kegiatan yang dilakukan oleh manusia ditunjang oleh peralatan yang membutuhkan listrik. Penduduk di desa-desa maupun di perkotaan membutuhkan listrik untuk menunjang kegiatan sehari-hari. Semua sektor kehidupan, mulai dari kegiatan industry hingga kegiatan dalam rumah tangga, tak dapat dipisahkan dari penggunaan listrik.

Kebutuhan listrik di Indonesia semakin hari semakin meningkat. Beberapa alasan peningkatan permintaan akan listrik antara lain adalah: peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan, peningkatan taraf hidup masyarakat Indonesia, dan pertumbuhan jumlah penduduk yang massif.

Beberapa tahun terakhir ini, Indonesia menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi yang terbilang cemerlang di tengah hantaman krisis ekonomi yang melanda dunia. Pertumbuhan ekonomi Indonesia juga menjadi salah satu yang terbaik di kawasan regional ASEAN maupun di tingkat  Asia.

Indonesia tercatat mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional sebanyak 5,8% di tengah badai krisis ekonomi dunia. Pertumbuhan ekonomi tersebut berdampak pada pola kehidupan masyarakat Indonesia. Pola kehidupan sebelumnya yang bersifat sederhana telah berganti menjadi pola hidup yang membutuhkan keindahan dan kenyamanan.

Masyarakat Indonesia kini telah menjadi masyarakat yang rela menggunakan listrik tanpa manfaat yang luas hanya demi melihat keindahan. Salah satu contoh sederhana penggunaan listrik demi keindahan dan kenyamanan adalah listrik yang dipakai untuk memberikan penerangan patung di hotel.

Selain itu, masih ada perilaku masyarakat yang menggunakan listrik tanpa terkendali di dalam rumah karena mereka berpikir masih mampu untuk membayar tagihan listrik yang telah mereka gunakan. Listrik yang seharusnya mampu digunakan untuk memberikan manfaat masyarakat luas terbuang percuma demi nama keindahan dan kenyamanan.

Pembahasan/Laporan Penelitian

Jumlah penduduk Indonesia diprediksikan mencapai 305,6 juta jiwa pada tahun 2035, meningkat 28% dibandingkan tahun 2014 (Panigoro, 2015). Permintaan akan energi listrik juga akan mengalami peningkatan sebanding dengan peningkatan jumlah penduduk. Beberapa faktor yang telah disebutkan sebelumnya hanyalah sedikit penyebab peningkatan permintaan listrik di Indonesia.

Masih terdapat banyak alasan kenapa kebutuhan listrik Indonesia semakin meningkat. Namun sayangnya, tidak selamanya sumber daya alam tak terbarukan, seperti batu bara dan minyak bumi, menjadi bahan baku pembangkit listrik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia.

Ketersediaan sumber daya alam tersebut akan menurun jumlahnya dan akhirnya tidak tersisa lagi. Banyak penelitian dan pengembangan yang dilakukan berbagai pihak untuk mencari dan mendapatkan daerah-daerah yang berpotensi menghasilkan sumber daya alam tak terbarukan untuk digunakan sebagai pembangkit listrik. Data yang didapatkan dari penelitian-penelitian tersebut bernada  positif dan terlihat menggembirakan.

Cadangan minyak bumi di Indonesia mampu bertahan hingga 30 tahun ke depan. Sementara cadangan batu bara Indonesia disebutkan dapat sampai 70an tahun ke depan. Datadata tersebut cukup menggembirakan untuk didengar mengingat kita yang hidup sekarang ini masih dapat menikmati cadangan-cadangan sumber daya alam tersebut.

Data-data di lapangan menemui suatu kesimpulan yang kurang membahagiakan. Sumber daya alam tersebut hanya dapat dinikmati masyarakat di daerahdaerah yang telah mengalami pembangunan. Daerah-daerah tersebut hanya terdapat di pulau Jawa, Sumatra, dan Bali serta kotakota besar di luar pulau-pulau tersebut.

Masyarakat di daerah selain wilayah tersebut, khususnya masyarakat di daerah terpencil dan jauh dari pusat pemerintahan maupun pusat perindustrian, kebanyakan masih belum dapat menikmati listrik dalam kehidupan sehari-hari mereka. Kehidupan tanpa dibantu listrik membawa masyarakat di daerah terpencil hanya mampu beraktivitas di siang hari saja.

Pemikiran dan daya produktivitas mereka terhambat oleh keadaan yang seharusnya dapat diatasi oleh kemajuan teknologi sekarang ini. Sebuah kesenjangan sosial di sebuah negara dengan kekayaan sumber daya alam luar biasa yang dimilikinya. Perubahan sistematis dibutuhkan untuk mengubah kesenjangan sosial yang terjadi di Indonesia.

Mengubah pola pikir masyarakat dari yang hanya bergantung pada orang lain, misalnya mendapat subsidi dari pemerintah, menjadi ke pola pikir untuk berdiri di atas kaki sendiri tampaknya lebih efektif untuk mewujudkan pemerataan pembangunan guna menghapuskan kesenjangan sosial yang ada di Indonesia.

Berdiri di atas kaki sendiri berarti tidak menggantungkan diri pada orang lain. Prinsip ini menekankan masyarakat untuk secara terus menerus belajar sesuatu secara efektif dan efisien untuk menghasilkan suatu keadaan yang mampu membawa kemajuan dan peningkatan taraf hidup masyarakat itu sendiri.

Hal ini diharapkan mampu membawa masyarakat ke arah masyarakat madani yang tak mudah dipengaruhi bangsa lain sehingga dapat memanfaatkan sumber daya alam di sekitar mereka secara efektif dan efisien untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, salah satunya kebutuhan listrik.

Masyarakat di daerah-daerah terpencil di Indonesia sudah selayaknya mendapatkan akses listrik yang lebih baik guna dapat menjadi bagian dalam masyarakat ekonomi global. Ketahanan energi nasional dapat tercapai salah satunya dengan adanya masyarakat di daerah-daerah terpencil yang mampu memanfaatkan sumber daya alam daerahnya dengan efektif dan efisien.

Kerja sama berbagai pihak dibutuhkan untuk mewujudkan masyarakat yang mandiri. Pemerintah, swasta, akademisi, dan tokoh masyarakat diharapkan mampu berkerja sama dengan baik untuk mewujudkan harapan akan ketahanan energi listrik. Semua pihak berkewajiban untuk membuang kepentingan-kepentingan pribadi maupun golongan-golongan tertentu agar terwujud sebuah sistem yang mampu membawa Indonesia mandiri dalam hal energi.

Salah satu pihak yang juga berkewajiban mewujudkan ketahanan energi di Indonesia adalah pemuda-pemudi Indonesia. Mereka adalah aset bangsa yang mampu mengubah keadaan. Pemuda-pemudi Indonesia merupakan penerus bangsa yang berkewajiban menjadikan negara Indonesia lebih baik dari sebelumnya.

Potensi pemuda-pemudi Indonesia tidak boleh dilupakan begitu saja dalam pembangunan negeri ini. Bimbingan dari generasi tua kepada pemuda-pemudi Indonesia mampu menghantarkan negeri ini mewujudkan ketahanan energi yang dimulai dari pelosok negeri.

Beberapa hal berikut mampu menggambarkan bagaimana pemudapemudi Indonesia mampu berpartisipasi dalam mewujudkan ketahanan energi di pelosok negeri. Pertama, pemuda-pemudi Indonesia memiliki semangat idealisme yang menggebu-gebu ketika memiliki sebuah tujuan dan harapan tertentu. Mereka tak gentar menghadapi masalah dan rintangan yang menghadang impian yang mereka miliki. Semangat inilah yang dapat dimanfaatkan semaksimal
mungkin dalam era pembangunan bangsa sekarang ini.

Tanpa semangat dan hasrat yang kuat, pembangunan bangsa akan terasa sebagai beban dalam hidup ini. Semangat dan harapan akan sebuah perubahan bangsa menuju bangsa yang berdaulat dalam energi dapat menjadi bahan bakar pemuda-pemudi Indonesia untuk terus mencintai dan berbakti pada negeri ini. Kedua, Indonesia memiliki bonus demografi jumlah penduduk usia produktif.

Bonus demografi adalah sebuah keadaan di mana jumlah penduduk usia produktif lebih banyak dari semua golongan usia di negara tersebut. Keadaan ini dapat menjadi momentum untuk membangun negara Indonesia, khususnya pada sektor energi. Semangat menggelora serta jumlah yang banyak adalah paduan yang tepat untuk mewujudkan Indonesia berdaulat dalam energi.

Kedaulatan energi menjadikan citra Indonesia lebih bermartabat di dunia. Ketiga, pemuda-pemudi Indonesia banyak melakukan riset dan pengembangan dalam hal energi, khususnya riset dalam hal energi listrik. Riset yang telah dilakukan tersebut dapat dimanfaatkan untuk membuat strategi pembangunan yang efektif dan efisien di daerah terpencil.

Riset tersebut telah menemukan perkembangan terbaru dalam hal diversifikasi energi dan konversi energi. Indonesia membutuhkan riset tentang diversifikasi energi agar tidak melulu bergantung pada sumber daya alam tak terbarukan dalam penyediaan energi listrik. Salah satu hasil penelitian berkelanjutan yang telah dilakukan pemuda-pemudi di Indonesia tentang diversifikasi energi adalah pemanfaatan sumber daya terbarukan seperti angin, air, panas bumi, dan sinar matahari untuk menghasilkan energi listrik di daerah pedesaan.

Penelitian yang telah dilakukan juga mampu menghasilkan teknologi terapan berupa sistem konversi energi yang efisien sesuai dengan sumber daya alam yang dimiliki di suatu daerah pelosok nusantara. Keempat, pemuda-pemudi Indonesia adalah sosok-sosok kreatif dan dinamis.

Potensi ini dapat diberdayakan untuk menyebarluaskan informasi ke khalayak umum tentang potensi sumber daya alam terbarukan yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik. Suatu teknologi dan pergerakan untuk mewujudkan ketahanan energi listrik di pelosok negeri akan berdampak secara luas dan memiliki efek domino ketika informasi tersebut dapat dijangkau oleh banyak pihak dan menjadi viral di dunia maya.

Tujuan dari tersebarnya informasi ini melalui media-media digital adalah untuk meningkatkan awareness masyarakat tentang ketahanan energi listrik di daerah pelosok. Masyarkat yang aware akan isu tersebut diharapkan mampu menjadi agen perubahan di daerah pelosok lain. Penyebaran informasi ini dapat berjalan efektif ketika disampaikan secara lebih ringan dan terkesan menyenangkan.

Ide-ide segar dari pemuda-pemudi sangat diharapkan mampu menunjang penyebaran informasi ini. Kreativitas pemudapemudi Indonesia menjadi kunci untuk pembangunan di abad 21 ini. Terakhir, pemuda-pemudi Indonesia diharapkan mampu berperan aktif sebagai agen pengontrol dari segala aspek negatif yang dapat timbul akibat tersedianya listrik di daerah pelosok.

Fakta di lapangan menunjukan bahwa masyarakat di pelosok mengalami perubahan negatif ketika listrik mampu menghadirkan hiburan melalui televisi dan internet. Salah satu contoh sederhana dampak negatifnya adalah masyarkat yang sebelumnya tidak begadang menjadi begadang dan mengurangi produktivitas.

Hal ini dapat dicegah dengan sosialisasi dari pemudapemudi guna mengurangi dampak negatif hadirnya listrik di daerah pelosok. Selain kegiatan sosialisasi, hal sederhana yang dapat dilakukan pemuda-pemudi Indonesia untuk mencegah dampak negatif hadirnya listrik di daerah pelosok adalah dengan kegiatan pelatihan-pelatihan penggunaan internet untuk peningkatan produktivitas.

Kesimpulan/Penutup

Indonesia yang sekarang adalah Indonesia yang menjadi masyarkat global. Perubahan gaya hidup akibat adanya perubahan keadaan sosial ekonomi di masyarakat berdampak pada peningkatan permintaan energi listrik. Namun sayangnya, energi listrik tersebut masih mengandalkan sumber daya alam tak terbarukan sebagai bahan bakarnya.

Indonesia membutuhkan dukungan berbagai pihak untuk menjadikan bangsa ini bangsa yang berdaulat dalam energi. Pemuda-pemudi Indonesia memiliki potensi untuk menjadikan negara ini berdaulat dalam energi. Potensi ini seharusnya mampu dimanfaatkan pihak-pihak terkait agar terwujudnya ketahanan energi di pelosok negeri.

Negara ini bukan hanya mereka yang berada di pusat pemerintah maupun pusat perdagangan dan perindustrian, namun negara ini juga milik mereka yang berada jauh di pelosok nusantara dan belum terjangkau oleh kemajuan teknologi

Daftar Pustaka Laporan Penelitian Ilmiah

Cara Membuat Laporan Penelitian

Cara atau prosedur dalam model melakukan penulisan laporan penelitian, antara lain:

Meninjau kembali tujuan penelitian

Sebelum memulai penulisan laporan, peneliti harus meninjau kembali tujuan penelitian dan harapan dari peneliti. Jika laporan penelitian tersebut dimaksudkan untuk keperluan akademik, langkah dan format minimum yang dirancang dengan baik sesuai yang telah ditetapkan oleh lembaga akademik yang bersangkitan. Tetapi, penelitian yang didanai mengharapkan laporan analitis di sebagian besar situasi.

Jadi, peneliti harus mengidentifikasi jawaban dari beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan tujuan atau maksud dari penulisan laporan penelitian, misalnya apakah ada format laporan? apakah ada batasan kata? siapa yang akan membaca laporan? bagaimana proses evaluasi laporan? dan lain-lain. Jawaban dari pertanyaan semacam itu membantu membuat laporan yang baik.

Mempersiapkan garis besar

Atas dasar sifat data, tujuan penelitian, dan persyaratan lembaga pengevaluasi, peneliti perlu menyiapkan garis besar yaitu roadmap ke laporan penelitian. Ini membantu untuk memutuskan berapa banyak bab, dalam berapa banyak topik, apakah laporan deskriptif atau analitis yang perlu dipersiapkan.

Dengan kata-kata sederhana, garis besar membantu mengatur ide sebelum mulai menulis. Ini adalah fase perencanaan untuk konten laporan agar lebih efektif. Selama fase ini, peneliti juga harus merencanakan kerangka waktu kapan laporan akan diselesaikan dan diserahkan.

Ingat, laporan akademis yaitu Tesis atau pekerjaan proyek harus diserahkan dalam periode waktu tertentu. Pada saat yang sama, penelitian yang didanai juga menuntut untuk diserahkan pada waktu yang ditentukan.

Mengatur data

Atas dasar tujuan, populasi dan sampel untuk penelitian, peneliti mengumpulkan data dari berbagai sumber. Berbagai jenis data dikumpulkan untuk tujuan tersebut. Data yang berbeda dari sumber yang berbeda perlu diproses dan ditabulasi. Hanya data yang relevan yang disusun secara berurutan sehingga informasi yang benar akan diperoleh pada waktu yang tepat untuk tujuan yang benar.

Mulai menulis

Sekarang, peneliti harus mulai menulis laporan. Laporan harus dimulai dengan pengantar dan melanjutkan dengan konten dan topik yang diatur pada garis besar. Setiap topik atau bagian terdiri dari fitur dan cara penulisan tertentu. Dengan demikian, alih-alih menulis secara sembarangan, peneliti harus mengikuti bagian ini.

Mempersiapkan draft pertama laporan

Peneliti harus siap untuk memperaiki dan meningkatkan kualitas laporan dengan serangkaian revisi. Untuk tujuan ini, draft pertama harus disiapkan dan meninjau kembali keseluruhan draft dengan hati-hati. Tambahkan atau hapus deskripsi, interpretasi, dan analisis yang diperlukan.

Tinjau dan tulis ulang

Setiap laporan terdiri dari beberapa ruang lingkup perbaikan. Memang benar bahwa dalam setiap bacaan, Anda dapat menemukan sesuatu untuk ditulis ulang atau disusun ulang. Ini membuat laporan lebih menarik dan luar biasa. Oleh karena itu, peneliti harus membaca ulang draft yang telah dibuat secara berulang-ulang.

Selama tindakan tersebut, Anda perlu membandingkan laporan dengan format (jika diperlukan format spesifik), konformasi metodologis, nilai, dan data yang perlu ditinjau kembali karena mungkin ada beberapa kesalahan cetak, jika mungkin perlu berkonsultasi pakar bahasa. Setelah menulis ulang draf, maka draf final akan disiapkan yang dapat diserahkan kepada otoritas terkait.

Demikianlah penjelasan serta pengulasan secara lengkap mengenai pengertian menurut para ahli, jenis, ciri, contoh dan panduan menuliskan laporan penelitian secara singkat. Semoga melalui artikel ini memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

Rate this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *