21 Contoh Makalah dan Cara Membuat Yang Benar

Posted on

Makalah Adalah

Makalah bisa dikatakan sebagai karya tulis ilmiah yang membahas pokok permasalahan tertentu yang tercakup dalam ruang lingkup tertentu. Makalah menggunakan analisis yang logis dan objektif mirip dengan penelitian serta ditulis dengan sistematis. Secara garis besar, biasanya makalah terdiri atas tiga bagian utama yaitu Bab I atau pendahuluan yang mencakup latar belakang, rumusan masalah, dan maksud dan tujuan penulisan makalah; Bab II atau pembahasan yang membahas secara tuntas permasalahan yang terdapat pada BAB I; dan Bab III atau penutup yang mencakup kesimpulan dan saran.

Untuk memperjelas atas berbagai bentuk makalah yang baik, maka artikel ini akan mengulas tentang pengertian, jenis, ciri-ciri, contoh dan cara membuat makalah.

Makalah

Sebuah makalah bisa menjadi sarana informasi, demonstrasi dan pemahaman penulis tentang pokok permasalahan yang dikaji oleh penulis dalam menerapkan suatu prosedur, prinsip, atau teori yang berhubungan dengan masalah tertentu.

Selain itu, makalah bukanlah sebuah rangkuman tapi sebagai sarana untuk menunjukkan kemampuan pemahaman terhadap isi dari berbagai sumber yang digunakan untuk memecahkan suatu masalah-masalah tertentu yang ada dalam kerangka berfikir sebelumnya.

Adapun fungsi yang harus dipenuhi dari sebuah makalah, diantaranya yaitu:

  1. Untuk melatih penulis agar dapat menyusun karya ilmiah secara benar dan cermat
  2. Untuk memperluas wawasan keilmuan bagi penulisnya
  3. Untuk memberikan sumbangan pemikiran baik berupa konsep teoretis maupun konsep praktis
  4. Untuk memberikan manfaat bagi perkembangan konsep keilmuan maupun pemecahan masalah

Dalam pembuatan makalah yang baik, terdapat unsur-unsur yang harus diperhatikan, antara lain:

  1. Data yang digunakan memiliki validitas yang tinggi dan analisis serta interpretasi haruslah objektif.
  2. Makalah harus dapat menunjukkan kejujuran ilmiah penulis.
  3. Penulis makalah harus menyebutkan dengan jelas sumber data dan pendapat yang digunakan dalam makalahnya.
  4. Makalah harus menggunakan bahasa yang jelas, singkat, sederhana, dan teliti. Makalah harus sistematis dan utuh.

Pengertian Makalah

Makalah adalah salah satu jenis karya tulis yang bersifat ilmiah dengan pembahasan permasalahan tertentu yang didasarkan pada hasil kajian teori atau kajian lapangan. Pada umumnya penulisan makalah bertujuan untuk memenuhi tugas tertentu seperti tugas akademik maupun tugas non-akademik.

Pengertian Makalah Menurut Para Ahli

Adapun definisi makalah menurut para ahli, antara lain:

  1. Panuti Sudjiman, Makalah dapat diartikan sebagai karangan prosa, bukan cerita rekaan yang membicarakan pokok tertentu. Makalah biasanya dimuat di majalah atau koran, tetapi makalah dapat juga merupakan sebuah buku antologi.
  2. W.J.S Poerwadarminta, Makalah dapat didefinisikan sebagai uraian tertulis yang membahas suatu masalah tertentu dikemukakan untuk mendapat pembahasan lebih lanjut.
  3. Tanjung dan Ardial, Makalah yaitu karya tulis yang memuat pemikiran tentang suatu masalah topik tertentu yang ditulis secara sistematis dan runtut dengan disertai analisis yang logis dan objektif.
  4. Surakmad, Makalah merupakan segala jenis tugas kuliah yang harus diselesaikan secara tertulis, baik sebagai hasil pembahasan buku maupun sebagai hasil karangan tentang sesuatu pokok persoalan.
  5. Zaenal Arifin, Makalah adalah karya tulis ilmuah yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris-objektif.

Jenis Makalah

Makalah bisa dibagi menjadi 3 kelompok besar yang berdasarkan sifatnya, bukan pada disiplin keilmuan yang membahasnya. Adapun macam makalah tersebut yaitu;

Makalah Deduktif

Makalah deduktif ialah makalah yang berdasarkan pada kajian teoritis dan relevan dengan permasalahan yang sedang dibahas.

Makalah Induktif

Makalah induktif ialah makalah yang ditulis berdasarkan data yang empiris dan bersifat objektif, yang didasarkan pada apa yang diperoleh dari lapangan. Tapi makalah ini tetap relevan sesuai dengan pembahasan.

Makalah Campuran

Makalah campuran ialah makalah yang disusun sesuai kajian toritis dan juga data empiris. Maksudnya adalah makalah campuran tersebut adalah penggabungan dari makalah deduktif dan juga makalah induktif.

Makalah campuran itu sendiri masih dibagi menjadi 6 bagian, yaitu:

  1. Makalah ilmiah, yaitu makalah yang membahas permasalahan yang ditulis dari hasil studi ilmiah yang telah dilakukan. Jenis makalah ini tidak didasarkan pada pendapat si penulis yang bersifat subyektif.
  2. Makalah kerja, yaitu makalah didapatkan dari hasil sebuah contoh proposal penelitian dan memungkinkan bagi seseorang penulis untuk memberikan argumtasi dari suatu permasalahan yang dibahas dan didapatkan dari proses penelitian. Dengan kata lain, opini penulis yang bersifat subyektif lebih memungkinkan tercantum pada makalah tersebut.
  3. Makalah kajian, yaitu makalah yang biasanya sebagai sarana pemecahan suatu masalah yang bersifat kontroversial.
  4. Makalah posisi, yaitu makalah yang sering digunakan untuk karya tulis yang disusun atas permintaan suatu pihak. Makalah jenis ini berfungsi untuk alternatif pemecahan suatu masalah yang sedang kontroversial. Prosedur pembahasan dan penulisannya dilakukan dilakukan secara ilmiah
  5. Makalah analisis, yaitu makalah yang bersifat obyektif-empiris
  6. Makalah tanggapan, yaitu makalah yang biasanya dijadikan sebagai tugas pada mata kuliah bagi mahasiswa. Isi makalah jenis ini merupakan reaksi terhadap suatu bacaan.

Ciri Makalah

Sebuah karya tulis dapat dikatakan sebagai makalah jika memuat beberapa karakteristik yang membedakan dengan yang lainnya. Adapun ciri tersebut antara lain sebagai berikut;

  1. Karya tulis tersebut merupakan hasil dari laporan pelaksanaan suatu kegiatan yang ada di lapangan mengenai suatu permasalahan yang terjadi.
  2. Karya tulis tersebut mendemonstrasikan pemahaman teori ataupun kemampuan dalam menerapkan prosedur-prosedur yang mempunyai kaitan dengan permasalahan.
  3. Karya tulis berupaya untuk dapat menunjukan kemampuan tentang pemahaman teori ataupun sumber-sumber yang digunakan untuk menyusun sebuah makalah.
  4. Karya tulis berupaya untuk mendemonstrasikan kemampuan yang dimiliki ketika menyusun berbagai macam sumber informasi dalam menyelesaikan permasalahan.

Contoh Makalah

Sebagai pengulasan tentang bahasan makalah yang baik dari berbagai disiplin ilmu, maka artikel ini akan memberikan ulasan yang sesuai dengan isi pada makalah. Struktur dan penulisannya haruslah memenuhi kaidah yang benar agar apa yang dituliskan kelak dapat dipertangungjawabkan.

Sampul/Cover Makalah

Setidaknya hal yang takalah penting dalam contoh penelitian kualitatif ataupun penulisan makalah yang baik adalah peletakan sampul. Sampul ini haruslah mencerminkan identitas dari sekolah/kampus/serta lembaga resmi lainnya. Sebagimana bentuk panduan bentuk word di atas.

Contoh Judul Makalah

Pendidikan Nilai Beridentitas Kearifan Lokal Dayak Meratus

Contoh Kata Pengantar Makalah

Kata Pengantar

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan atas segala karuniaNya sehingga kami dapat menyelesaikan sebuah makalah ilmiah dengan judul “Pendidikan Nilai Beridentitas Kearifan Lokal Dayak Meratus” Hasil makalah ini disusun sebagai salah satu syarat untuk tugas kuliah/sekolah. Banyak pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini, untuk itu penulis mengucapkan terima kasih.

Adapun kesempurnaan hanya milik Tuhan, karenanya kami sangat menyadari bahwa dalam penyelesaian makalah ini masih terdapat kekurangan. Masukan, saran dan arahan sangat penulis harapkan untuk menjadi lebih baik. Semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang memerlukan. Amin.

Yogyakarta, 28 Juli 2014

Tim Penulis

Setelah menuliskan tentang kata pengantar dalam merumuskan makalah yang baik sangatlah diperlukan daftar isi. Daftar ini mencakup keseluruhan judul dalam makalah yang dibuat dengan skema aturan tertentu. Misalnya memberikan nomor halaman dengan i, ii, atau memberikan abjad a, b, c.

Contoh Daftar Isi Penulisan Makalah

Tahapan selanjutnya dalam proses penyelesain makalah ialah membuat pendahuluan yang berada dalam Bab 1. Latar belakang ini membuat rumusan masalah serta tujuan penulisan makalah. Untuk proses pembuatannya hampir sama dengan contoh laporan penelitian.

BAB 1 Pendahuluan Penulisan Makalah

BAB 1

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Pendidikan nilai dalam konteks sekarang sangat relevan untuk mengatasi krisis moral yang sedang melanda negeri kita ini. Krisis tersebut antara lain berupa meningkatnya pergaulan bebas, maraknya angka kekerasan anak-anak, remaja dan orang tua, kejahatan terhadap teman sendiri, peculikan karena dendam, kebiasaan menyontek, penyalahgunaan obat-obatan, p*rnografi dan pengerusakan barang milik orang lain.

Umumnya sudah menjadi masalah sosial yang hingga saat ini belum dapat diatasi secara tuntas. Oleh karena itu betapa pentingnya pendidikan nilai khususnya melalui budaya lokal sebagai alternatif mengenai problem ini yang bisa untuk memperbaiki karakter peserta didik. Munculnya berbagai problem dan menurunnya moral pada peserta didik tersebut disebabkan oleh pendidikan nilai yang ditanamkan kurang mengena pada diri peserta didik.

Pergantian kurikulum yang terlalu sering juga menjadi faktor tersebut. Pendidikan nilai sebenarnya bisa diambil melalui budaya lokal yang disisipkan pada pendidikan. Di Indonesia sendiri ada berbagai macam suku-budaya yang beraneka ragam (multiculture) dari Sabang hingga Merauke dari suku Minahasa, Dayak, Jawa, Sunda, Minangkabau dan masih banyak lagi.

Budaya lokal yang berasal dari Indonesia sebenarnya terkandung banyak sekali nilai-nilai positif yang dapat diintegrasikan ke dalam pendidikan yang gunanya agar dapat memperbaiki moral serta penguatan daya saing dan nilai kebangsaan pada peserta didik. Maka diperlukan sebuah formulasi model pendidikan untuk menyiapkan SDM agar mampu bersaing di era MEA salah satunya ialah pendidikan nilai beridentitas Dayak Meratus.

Suku Dayak Meratus yang ada di Kalimantan Selatan memiliki budaya yang unik dan nilai-nilai positif yang terkandung dalam budaya mereka, seperti kejujuran, menghargai dan menghormati roh padi, menjaga hutan, mengedepankan kemaslahatan buat sesama dan toleransi. Atas permasalah demikianlah pada makalah ini akan memberikan kajian penelitian pustaka tentang pendidikan nilai beridentitas kearifan lokal dayak meratus.

Rumusan Masalah Makalah

Berangkat dari beragam permasalah dan solusi yang ditawarkan, berikut ini rumusan penulisan makalah, antara lain;

  1. Bagimana kondisi pendidikan di Indonesia pada Saat Ini?
  2. Bagimana kearifan lokal dayak meratus sebagai identitas kearifan lokal dalam memberikan karakter kepada generasi muda?

Tujuan Makalah

Tujuan penulisan makalah ini, antara lain;

  1. Mengetahui tentang kajian penelitian terhadap kondisi pendidikan di Indonesia dan berbagai daerah-daerah yang lainnya.
  2. Memberikan solusi terhap penanman karakter melalui karifan lokal dayak meratus.

Tapan selanjutnya ialah menuliskan tentang pembahasan yang berada dalam BAB 2. Pembahasan ini termasuk pada laporan penelitian yang dipergunakan serta kajian-kajian dari peneliti sebelumnya. Untuk menuliskannya berbeda dengan penelitian kuantitaif yang harus menyertakan metode-metode, khusus pada makalah tidak perlu dipergunakan peraturan yang demikian.

BAB 1 Pembahasan Makalah

BAB II

PEMBAHASAN

 

Pendidikan Nilai

Pendidikan dan nilai adalah dua unsur yang tentunya memiliki konotasi  berbeda. Jika pendidikan adalah unsur yang bertujuan mencerdaskan, sedangkan nilai adalah inti dari unsur-unsur yang berada dalam pendidikan tersebut. Pertama, Pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara adalah tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak, adapun maksudnya pendidikan yaitu menuntut segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya (http://www.kompasiana.com).

Pendidikan merupakan proses belajar-mengejar agar orang dapat berfikir secara arif dan bijaksana. Oleh sebab itu pendidikan merupakan sarana terpenting dalam mewujudkan cita-cita bangsa (Magdalia Alfian, 2011: 1). Pendidikan juga adalah salah satu unsur dari pembentukan karakter pada diri manusia.

Karakter tersebut berupa tingkah laku dan cara berfikir individu tersebut. Pendidikan seolah tidak henti-hentinya menjalankan peran penting untuk menjadikan manusia dari yang tidak mengetahui kemudian dapat tercerahkan dan aplikasinya tertuang dalam berbagai model bentuk perilakunya.

Tercerahkannya individu tersebut tidak lepas dari pengaruh keluarga, teman, dan instansi pendidikan yang dia tempuh. Jadi dalam konteks ini pendidikan berperan penting dalam mengubah dan membentuk karakter pada diri individu-individu tersebut. Kedua, nilai merupakan suatu sifat yang menyenangkan (pleasant), memuaskan (satisfying), menarik (interesting), berguna (useful), menguntungkan (profitable) (Al Muchtar dalam Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora, 2010: 44).

Pandangan ini sejalan dengan Rokeah (Djahiri, 2010: 44) adalah bahwa nilai adalah sesuatu yang berharga yang dianggap bernilai, adil, baik, benar, dan indah serta menjadi pedoman atau pegangan diri. Pedoman atau pegangan diri tersebut muncul karena dimaknainya nilai pada diri manusia tersebut. Nilai erat hubungannya dengan manusia, baik dalam bidang etika yang mengatur kehidupan manusia dalam kehidupan sehari-hari, maupun bidang estetika yang berhubungan dengan bidang keindahan.

Bahkan nilai masuk ketika manusia memahami agama, budaya, dan keanekaragaman serta kearifan lokal budaya yang memiliki keindahan dan tertunya bermanfaat pada diri manusia tersebut sebagai pedoman atau pegangan hidup (Elly Setiadi. dkk, 2006: 109-110). Menurut Arthur W. Comb (dalam Ilmu Sosial Budaya Dasar, 2006: 121): Nilai adalah kepercayaan-kepercayaan yang digeneralisir yang berfungsi sebagai garis pembimbing untuk menyeleksi tujuan serta perilaku yang akan dipilih untuk dicapai.

Pendidikan nilai dalam konteks sekarang sangat relevan untuk mengatasi krisis moral yang sedang melanda negeri ini. Krisis tersebut antara lain berupa meningkatnya pergaulan bebas, maraknya angka kekerasan anak, remaja dan orang tua, kejahatan terhadap teman sendiri serta orang lain, peculikan karena rasa dendam, kebiasaan menyontek, penyalahgunaan obat-obatan, p*rnografi dan pengerusakan barang milik orang lain.

Umumnya sudah menjadi masalah sosial yang kompleks hingga saat ini dan belum dapat diatasi secara tuntas. Di antara deretan faktor tersebut yang turut mengkondisikan terjadinya berbagai kasus degradasi moral tersebut, penyelengaraan pendidikan nasional di tuding turut menjadi penyebab munculnya masalah-masalah tersebut, sehingga muncul pernyataan mendasar; bagaimana sebenarnya peran pendidikan nasional dalam meletakkan pondasi moral dan peradaban masyarakat (Sulton, 2015: 28).

Oleh karena itu betapa pentingnya pendidikan nilai khususnya melalui budaya lokal sebagai alternatif mengenai problem-problem ini serta untuk menyiapkan SDM sebagai daya saing bangsa yang unggul dan mandiri.

Pendidikan nilai bisa diambil melalui budaya lokal karena dari budaya lokallah awal dari terbentuknya identitas diri bangsa ini yang lalu diintegrasikan pada pendidikan. Di Indonesia terdapat berbagai macam suku, budaya, etnis, ras, suku-bangsa dan lain-lain yang tentunya beraneka ragam pula (multiculture) dari ujung barat Sabang hingga ujung timur Merauke dari suku Aceh, Batak, Minahasa, Dayak, Banjar, Jawa, Sunda, Minangkabau, Papua dan masih banyak lagi suku-suku yang mendiami Indonesia.

Budaya lokal yang berasal dari Indonesia sebenarnya terkandung banyak nilai-nilai positif yang tentu dapat diintegrasikan ke dalam pendidikan agar dapat memperbaiki moral serta dapat menjadi penguatan daya saing bangsa. Nilai-nilai kebangsaan dan budaya lokal pun tentunya harus ditanamkan sejak dini.

Agar mulai dari sekarang agar tidak terjadi penurunan moral pada peserta didik. Maka diperlukan sebuah formulasi model pendidikan untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) agar mampu  bersaing di dalam era MEA salah satunya ialah pendidikan nilai beridentitas kearifan lokal Dayak Meratus.

Pendidikan nilai sejatinya adalah menanamkan nilai kepada siswa, namun lebih pada proses menggali atau mengekplorasi dan mengembangkan nilai-nilai pada pendidikan. Menggali dan mengeksplorasi budaya lokal adalah hal yang tepat untuk dimasukkan pada pendidikan yang berbasis nilai-nilai budaya lokal.

Pendidikan nilai ini digunakan sebagai proses untuk membantu peserta didik dalam mengeksplorasi nilai-nilai yang ada melalui pengujian kritis, sehingga siswa dimungkinkan untuk meningkatkan atau memperbaiki kualitas berpikir serta perasaannya (Endang Purwaningsih, 2010: 46).

Pendidikan Nilai beridentitas kearifan lokal Dayak Meratus adalah pendidikan yang mengambil nilai-nilai positif dari nilai-nilai budaya lokal Dayak Meratus. Pendidikan ini menekankan pada aspek nilai-nilai positif budaya, adat-istiadat, dan kearifan lokal Dayak Meratus yang diintegrasikan pada pendidikan khususnya nilai-nilai keyakinan Dayak Meratus.

Dayak Meratus

Dayak Meratus adalah nama kolektif suku-bangsa yang mendiami pulau Kalimantan Selatan mereka mendiami perbukitan, lembah-lembah sempit, dan kawasan hutan lindung di pegunungan Meratus daerah Kabupaten Balangan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Tapian, Banjar, Tanah Laut dan Kotabaru. Dari Sungai Pitap di utara dan kawasan hulu daerah aliran sungai Riam Kiwa di sebelah selatan. Dahulu dan dalam sebagian besar publikasi, etnis Dayak Meratus disebut sebagai etnis (Dayak) Bukit. (Wajidi, 2013: 89-90).

Suku Dayak Meratus yang berada di Kalimantan Selatan memiliki budaya yang unik serta nilai-nilai budaya yang positif yang terkandung dalam budaya mereka, seperti kejujuran, menghargai dan menghormati roh padi, menjaga hutan secara turun-temurun, mengedepankan kemaslahatan buat sesama, dan toleransi agama.

Juga yang paling unik dalam budaya mereka adalah Bahuma (berladang) yaitu sistem nilai keyakinan (religi) yang dipadukan dengan tradisi berladang. Puncak dari tradisi bahuma adalah Upacara Aruh Ganal (religi). Nilai-nilai keyakinan Dayak Meratus seperti kejujuran, mengedepankan kemaslahatan sesama, dan toleransi sangat relevan sekali di dalam era MEA sekarang ini dalam menciptakan generasi yang unggul dan mandiri.

Identitas Masyarakat

Masyarakat Ekonomi ASEAN adalah suatu komunitas negara-negara ASEAN yang luas, tidak ada batasan-batasan dalam hal perekonomian. Dimana suatu negara dapat masuk bebas dalam persaingan pasar. “Masyarakat Ekonomi ASEAN yang bebas dari berbagai macam hambatan, pengutamaan peningkatan konektivitas, pemanfaatan berbagai skema kerja sama baik intra-ASEAN maupun antara ASEAN dengan negara mitra khususnya negara mitra FTA, serta penguatan peran UKM dalam proses integrasi internal ASEAN maupun dengan negara mitra (Ahmad Yurist Firdaus, dkk, 2013: 154).

Namum dengan adanya MEA ini telah muncul berbagai macam problem-problem pada masyarakat. Salah satu problemnya adalah semakin menurunnya daya saing dalam menghadapi MEA dan seakan semuanya hanya menjadi komoditas pasar.

Sistem yang kapitalistik dan liberal menjadi promo dari program-program MEA. Pendidikan pun tidak luput dalam hal ini dan hanya menjadi komoditas. MEA adalah bentuk baru dari neo-kolonialisme pasar (neokolonialisme/kapitalisme-liberal).

Munculnya dan berkembangnya berbagai problem yang kompleks pada negeri ini dan menurunnya moral pada peserta didik tersebut disebabkan oleh pendidikan nilai yang ditanamkan kurang mengena pada diri peserta didik tersebut serta kurang dimaknainya pendidikan tersebut.

Kurikulum Kearifan Lokal Sebagai Upaya Mengatasi Permasalahan

Pergantian kurikulum yang terlalu sering bisa menjadi faktor pendukung. Kurikulum yang carut-marut dan sering berganti-ganti mulai sejak tahun 1947 hingga sekarang tentunya akan membuat bingung peserta didik. Serta dimungkinkan akan terjadi penurunan moral pada peserta didik. Ironisnya setiap pergantian Mentri Pendidikan selalu berganti pulalah kurikulum tersebut.

Penurunan moral terjadi karena kurangnya nilai-nilai positif dari budaya lokal yang seharusnya diintegrasikan pada pendidikan. Dalam hal ini pendidikan nilai yang berorientasi budaya lokal justru diharapkan bisa menjadi alternatif untuk mencegah degradasi moral pada peserta didik serta dapat menjadi penguatan untuk daya saing bangsa dan dapat memciptakan generasi yang unggul dan mandiri di era MEA.

Penguatan daya saing tersebut bisa terjadi bilamana pendidikan nilai benar-benar dimaknai di dalam sanubari peserta didik. Jika tidak dimaknai maka akan terjadi penurunan moral pada peserta didik. Penurunan moral tersebut pasti akan berdampak pada lemahnya daya saing bangsa untuk bersaing di dalam era MEA.

Di dalam era MEA ini peserta didik tentunya dituntut agar segiat mungkin belajar dan bersaing dengan negara-negara ASEAN agar tidak kalah dalam persaingan tersebut. Persaingan tersebut juga mencakup berbagai macam aspek, mulai dari pendidikan, ekonomi, politik, sosial dan lain-lain yang kesemuannya memiliki keuntungan yang besar bagi dirinya sendiri, bangsa, dan negara.

Kehidupan modern sebagai dampak kemajuan berbagai bidang, yaitu pengetahuan dan teknologi menghasilkan berbagai perubahan, pilihan dan kesempatan, tetapi mengandung berbagai resiko akibat kompleksitas kehidupan yang ditimbulkannya. Salah satu kesulitan yang ditimbulkan adalah munculnya “nilai-nilai modern” yang tidak jelas dan membingungkan peserta  didik serta bisa berdampak pada degradasi moral (Elly Setiadi dkk, 2006: 126-127).

Solusi Kajian Tentang Kearifan Lokal dalam Upaya Mengatasi Permasalahan

Pendidikan nilai dewasa ini sangat tepat untuk memperbaiki karakter pada peserta didik yang mengalami degradasi moral. Degradasi moral ini terlihat seperti aksi pawai kelulusan sekolah dengan mencoret-coret baju yang alangkah lebih baiknya jika di sumbangkan kepada yang lebih membutuhkan.

Degradasi moral memang melanda Indonesia. Dengan berbagai macam kisis negeri kita akan terpecah-pecah. Hal ini ditambah lagi dengan semakin bobroknya moral para pejabat negara seperti korupsi dan segala bentuk penyelewangan yang sampai saat ini belum tertangani secara memuaskan.

Masyarakat pun seakan bersifat skeptis pada negeri ini di masa yang akan datang. Dewasa ini kehancuran moral telah merasuk dalam beragam bentuknya nyaris dapat ditemui pada semua lapisan masyarakat dan pada semua dimensi kehidupan: politik, sosial, ekonomi serta pendidikan (Endang Purwaningsih, 2010: 45-46). Jika hal ini dibiarkan saja tentunya akan berdampak negatif bagi kehidupan dan kehancuran pun akan melanda negeri ini.

Masyarakat Dayak Meratus pada dasarnya memiliki tiga nilai-nilai budaya yang unik, yaitu nilai keyakinan atau kepercayaan, sosial, dan budaya. Ketiga nilai-nilai tersebut adalah satu kesatuan yang utuh dan tidak dapat terpisahkan pada tradisi budaya dan kearifan masyarakat Dayak Meratus.

Pada sistem religi/keyakinan masyarakat Dayak Meratus telah mengenalkan nilai-nilai toleransi, menghargai sesamanya meskipun beda keyakinan, mengedepankan kemaslahatan bersama dan lain-lain. Di dalam era MEA yang sekarang ini nilai-nnilai toleransi, menghargai sesamanya serta mengedepankan kemaslahatan sesama dirasa telah menurun drastis, menyukai hal-hal yang praktis serta berfikir pragmatis dan seakan semua mementingkan kepentingan individu-individu semata dari pada kepentingan sesamanya

Setelah melakukan analisis penyelesaian yang disertakan dengan hasil-hasil penelitian. Maka langkah selanjutnya adalah membuat kesimpulan makalah serta saran yang diberikan. Pemberikan tulisan ini berada di akhir, yakni terletak di Bab 3.

Kesimpulan dan Saran Bab 3 Makalah

BAB II

PENUTUP

Kesimpulan

Kesimpulanya, masalah-masalah sosial seperti konflik budaya adalah segelintir contoh dari kurang dimaknainya nilai-nilai toleransi pada masyarakat. Jika ini terjadi terus, maka akan berdampak buruk pada daya saing bangsa di era MEA.

Maka sangat penting dalam hal ini untuk mengunakan nilai-nilai budaya lokal khususnya budaya dari Dayak Meratus dalam memperbaiki moral dan memperkuat daya saing bangsa dalam menyiapkan SDM di era MEA.

Ada nilai-nilai positif dari budaya Dayak Meratus yang bisa digunakan di era MEA sekarang ini. Nilai tersebut terdapat pada sistem keyakinan Dayak Meratus. Keyakinan tersebut mengajarkan bahwa pentinnya kebersamaan, rasa toleransi dan lain-lain yang cocok digunakan di era sekarang

Saran

Saran yang diberikan dalam penulisan makalah ini ialah pentinya penyusunan kurikulum berbasis kearifan lokal agar masyarakat bisa mudah menerima serta mengamalkan ajaran dari para pendahulu tentang pentingnya kehidup bertoleransi.

Nah, untuk terkhirnya dalam penulisan makalah yang baik haruslah disertakan dengan daftar pustaka. Penulisan dalam daftar pustaka untuk makalah penelitian diatas, adalah sebagai berikut;

Daftar Pustaka Makalah

Setidaknya itulah tadi penulisan dalam tugas makalah yang baik serta benar dalam panduan ilmiah yang kami sadur dari karya Rydho Bagus Pratama. Untuk pedoman dalam pembuatnya secara steep by steep antara lain adalah sebagai berikut;

Cara Membuat Makalah

Berikut ini langkah-langkah dalam membuat makalah:

Menentukan Tema/Topik Makalah yang Tepat

Langkah pertama dalam membuat makalah adalah menentukan tema atau topik makalah, karena itu menjadi penentu awal mudah atau tidaknya bagi Anda dalam menyelesaikan makalah. Di sekolah, guru biasanya sudah menentukan satu tema umum untuk tugas membuat makalah. Dari tema umum tersebut, Anda harus memilih tema yang sekiranya sudah Anda dipahami.

Menentukan Judul yang Jelas

Setelah Anda menentukan tema, langkah berikutnya adalah menentukan judul yang jelas. Terkadang orang menyamakan bahwa tema dan topik ialah hal yang sama. Padahal, keduanya memiliki fungsi yang berbeda.

Tema berfungsi sebagai pokok pikiran dari sebuah makalah, sedangkan judul memiliki fungsi sebagai bingkai dari isi makalah. Pada judul pasti menyiratkan tema makalah karena tema sebagai konten utama yang dibahas dalam sebuah makalah. Hal yang menjadi alasan utama yang mengharuskan Anda menentukan judul yang jelas adalah agar penyusunan makalah Anda lebih fokus dan tidak melebar ke mana-mana.

Mengumpulkan Bahan-Bahan Referensi

Langkah berikutnya setelah Anda menentukan judul adalah mengumpulkan bahan-bahan atau sumber referensi, karena dengan bahan referensi yang lengkap, Anda tidak akan kesulitan dalam menyusun bab pendahuluan.

Pada setiap karya ilmiah, termasuk makalah, bab pendahuluan adalah bagian yang sangat penting. Untuk dapat menyusun pendahuluan yang baik, Anda harus mempunyai dasar pemikiran yang jelas. Dasar pemikiran tersebut dapat Anda buat jika Anda mempunyai bahan yang lengkap untuk menuliskannya.

Bahan-bahan referensi bisa Anda peroleh dari buku, majalah, koran, media daring, dan media lainnya. Usahakan Anda menggunakan bahan-bahan referensi dengan sumber referensi yang jelas.

Membaca Makalah-Makalah Lain yang Setema

Sebelum Anda mulai menulis atau melakukan penelitian lapangan untuk makalah Anda, alangkah baiknya jika Anda membaca makalah-makalah atau karya ilmiah lain yang mempunyai kesamaan atau kemiripan tema dengan makalah Anda. Hal tersebut perlu Anda lakukan untuk mempunyai gambaran akan seperti apa penulisan atau penyusunan makalahmu nantinya.

Membaca makalah atau karya ilmiah lainnya dapat memberikan perspektif keilmiahan dalam membedah sebuah tema atau topik yang Anda kaji. Meskipun demikian, Anda jangan membaca terlalu banyak makalah, karena akan membuat Anda pusing dan bingung dalam menulis makalah Anda kelak. Dikekhawatirkan pula, Anda akan menjiplak makalah yang kamu baca.

Menyiapkan Kamus Besar Bahasa Indonesia

Ketika Anda mulai menulis makalah, sebaiknya Anda selalu berpegangan pada kamus besar bahasa Indonesia (KBBI), karena bahasa dalam makalah haruslah menggunakan bahasa baku.

Jika Anda tidak berpegangan pada KBBI, Anda akan kebingungan ketika menuliskan suatu istilah atau bahasa baku dari kata yang Anda ingin tuliskan. Dengan adanya KBBI, maka penulisan makalah dengan bahasa baku akan lebih mudah.

Anda harus menyiapkan dua jenis KBBI, yaitu KBBI versi online dan KBBI bentuk buku kamus, dengan tujuan untuk meminimalisir ketika kamu membutuhkan kata yang sangat spesifik.

Menulislah dengan Fokus, Sistematis, dan Objektif

Setelah semua persiapan tersebut Anda lakukan, maka tahap selanjutnya adalah proses penulisan makalah. Dalam proses ini, Anda harus mengingat beberapa hal. Pertama yaitu selalu untuk fokus pada struktur logika penulisan.

Anda harus menuliskan makalah berdasarkan data yang Anda dapatkan dan beragam contoh hipotesis Anda. Janganlah memasukkan bagian yang tidak didasarkan pada kedua hal tersebut. Dengan demikian, Anda akan fokus pada logika penulisan yang tepat.

Hal kedua yang perlu Anda ingat adalah, Anda harus menulis makalah sesuai dengan sistematika yang baku. Sistematika tersebut terdiri atas halaman muka atau cover, bagian pendahuluan, bagian pembahasan, dan bagian penutup. Jangan sampai Anda menuliskan makalah secara tidak sistematis, karena akan menyebabkan makalah Anda menjadi tidak jelas.

Hal terakhir yang harus Anda ingat yaitu janganlah berkutat pada data yang berasal dari asumsi subjektif semata. Saat mengolah data, Anda harus mengambil posisi objektif terhadap data tersebut, sehingga data hasil penelitia Anda dapat dipertanggungjawabkan.

Itulah tadi penjelasan serta pengulasan secara lengkapnya mengenai pengertian menurut para ahli, jenis, ciri-ciri, contoh dan cara membuat makalah yang baik. Semoga melalui artikel ini memberikan wawasan serta menambah pengetahuan pembaca. Trimakasih,

Saya adalah lulusan Universitas Lampung Tahun 2022 Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan yang bercita-cita ingin menjadi dosen