Contoh Tata Tertib di Sekolah, Rumah, dan Masyarakat

Diposting pada

Contoh Tata Tertib

Tata tertib merupakan aturan yang berfungsi untuk mengendalikan perilaku seseorang (subjek tata tertib) berdasarkan lingkup berlakunya. Hampir di semua tempat memiliki tata tertib yang dibuat oleh pihak yang memiliki wewenang di tempat tersebut. Mulai dari sekolah, rumah, contoh lingkungan masyarakat, dan di tempat umum memiliki tata tertibnya sendiri-sendiri. Setiap tempat memiliki tata tertib yang berbeda-beda, namun tujuannya sama yaitu untuk menjaga keselarasan kehidupan.

Mungkin kita tidak asing dengan yang namanya tata tertib. Hanya saja kita sering mengabaikannya dan tidak menaatinya. Padahal setiap aturan atau tata tertib yang dibuat itu demi kemaslahatan subjek tata tertib sendiri. Agar kita lebih memahami maksud dibuatnya setiap aturan dalam tata tertib, maka kita akan menyajikan beberapa contoh tata tertib yang biasa diterapkan di sekolah, rumah, serta lingkungan sekitar.

Tata Tertib

Tata tertib adalah seperangkat aturan yang dibuat demi menjamin kehidupan yang tertib, tenang dan selaras sehingga contoh proses sosial dapat berlangsung dengan baik. Peraturan dan tata tertib akan berjalan dengan baik ketika keberadaannya diawasi dengan sungguh-sungguh sehingga ditaati dan dijalankan dengan sepenuh hati.

Terdapat dua sifat tata tertib, yakni perintah dan larangan. Perintah, artinya tata tertib berisi tentang hal yang harus dilaksanakan oleh subjek tata tertib. Sementara itu larangan artinya tata tertib yang berisi hal yang harus dihindari atau tidak boleh dilaksanakan dan dilakukan oleh subjek tata tertib.

Berdasarkan tujuan diadakannya tata tertib. Antara lain;

  1. Untuk keamanan yakni mewujudkan rasa aman dan tenteram serta bebas dari rasa takut secara lahir dan batin dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari
  2. Terkait kebersihan yakni untuk mencipatakan terciptanya suasana bersih dan sehat demi kelancaran aktivitas.
  3. Demi ketertiban yakni untuk menciptakan kondisi yang teratur dan mecerminkan keselarasan pada lingkup yang dikehendaki.
  4. Aturan keindahan yakni menciptakan lingkungan yang menimbulkan rasa indah bagi yang menyaksikan dan mempergunakannya.
  5. Aturan kekeluargaan yakni untuk membina tata hubungan yang baik antar indivdu sehingga menimbulkan sikap kerjasama, dan saling menghormati.

Contoh Tata Tertib

Adapun contoh tata tertib yang biasa kita temui di lingkungan sekolah, rumah, dan masyarakat sekitar. Antara lain adalah sebagai berikut;

  1. Aturan Masuk dan Pulang Sekolah

Tata tertib untuk tujuan ketertiban contohnya adalah aturan masuk dan pulang sekolah. Masuk sekolah tidak boleh terlambat, sebelum masuk kelas tata tertibnya adalah baris di depan kelas dan bersalaman dengan guru. Kemudian setelahnya mereka mengucap salam pada guru. Siswa diharapkan datang maksimal kurang lima sampai sepuluh menit sebelum pelajaran dimulai.

Selanjutnya siswa tidak boleh meninggalkan sekolah sebelum bel pelajaran selesai. Sepuluh menit sebelum bel pelajaran selesai, siswa mengadakan piket kelas, menata meja, kursi dan mematikan semua peralatan elektronik yang sudah digunakan.

Bagi siswa yang tidak menaati tata tertib tersebut, maka biasanya akan diberikan sanksi berupa teguran dan semacamnya sesuai yang tertulis di tata tertib atau sesuai dengan kehendak guru yang sedang mengajar.

  1. Mengenakan Seragam

Setiap sekolah memiliki seragam sendiri untuk membedakan sekolah, jenjang kelas, atau wilayah sekolah. Siswa tidak hanya memiliki satu seragam. Misalnya senin memakai kemeja putih, bawahan merah atau biru, mengenakan topi, ikat pinggang dan dasi.

Terdapat juga baju olahraga, baju pramuka, dan baju batik yang dikenakan pada hari yang sudah ditentukan. Apabila siswa tidak memakai seragam sesuai ketentuan biasanya diberikan sanksi oleh guru BK maupun guru yang lain.

Tujuan diperlakukannya penggunaan seragam selain untuk identitas adalah agar anak belajar disiplin, kerapian, dan menjaga kesopanan ketika sedang belajar. Kedisiplinan akan terbangun saat mereka mematuhi penggunaan seragam sesuai aturan. Kerapian akan terbangun saat menggunakan seragam dengan tertib dan rapi agar indah dipandang. Kesopanan terbangun saat seragam memenuhi arti etika kesopanan dalam pemakaiannya.

  1. Kehadiran di Sekolah

Tata tertib mengenai kehadiran misalnya datang tidak terlambat. Jadi sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan. Ketika terlambat pun juga harus melaporkan diri pada petugas piket serta membuat alasan jujur mengapa bisa terlambat.

Sebelum masuk ruangan, siswa yang terlambat minta ijin terlebih dahulu pada guru yang sedang mengajar. Siswa harus memenuhi daftar kehadiran sesuai jumlah yang sudah ditentukan sebagai syarat kenaikan kelas. Siswa juga dilarang membolos atau tidak masuk sekolah tanpa keterangan.

Apabila terpaksa siswa tidak bisa hadir di sekolah karena sakit atau kegiatan urgent, mereka harus membuat surat ijin atau menyampaikan ijin pada orang tua. Sama seperti tata tertib yang lain, kehadiran di sekolah dapat membangun arti disiplin dan jujur. Kedisiplinan akan terbangun ketika mereka rajin berangkat ke sekolah dan tidak membolos. Kejujuran juga akan terbangun ketika siswa tidak berbohong kenapa mereka tidak masuk atau alasan kenapa mereka terlambat.

  1. Menjaga Kebersihan Sekolah

Kebersihan lingkungan yang teraga membuat susasana di dalamnya menjadi nyaman, memberikan perasaan indah dan damai sehingga kondusif untuk belajar.

Contoh tata tertibnya seperti diadakannya piket kelas, perintah untuk membuang sampah pada tempat yang sudah disediakan dan larangan membuang sampah pada kolong meja. Tata tertib yang sudah dibuat biasanya juga diikuti dengan slogan-slogan kebersihan lingkungan yang ditempel di kelas atau tempat lain di sekolah. Seperti dengan tata tertib yang lain, akan ada sanksi apabila aturan menjaga kebersihan lingkungan tidak dihindari.

  1. Menjaga Tata Krama Berbicara

Tata tertib ini biasa ada di sekolah atau di rumah. Individu harus berbicara sopan kepada orang yang lebih tua, dilarang berbicara kotor dan menyakiti hati.

Bahkan dalam lingkup negara dibuat aturan seperti dilarang menyebarkan berita hoax, atau menyumpahi presiden. Berat tidaknya sanksi tergantung kesepakatan rumah dan lingkungan masyarakat masing-masing. Tujuan dari adanya tata tertib ini adalah menumbuhkan sikap saling menghormati satu sama lainnya.

  1. Jam Bermain

Setiap rumah mempunyai ketentuan jam bermain yang berbeda bagi anak-anaknya. Terdapat keluarga yang membatasi jam bermain maksimal sampai magrib sudah tidak boleh keluar rumah, ada yang sampai jam sembilan malam masih boleh main keluar rumah, ada yang menentukan waktu bermain hanya hari libur saja.

Semua tergantung pada keadaan, pemikiran, dan pola pikir keluarga masing-masing. Sebenarnya tujuan di keluarga ditetapkan jam bermain adalah agar setiap anggota keluarga bisa memaksimakan pekerjaan dan potensinya serta mempergunakan waktu untuk hal yang bermanfaat.

Demikian, anak akan sadar ketika mereka tahu dan menerima manfaatnya sendiri atas dibuatnya tata tertib mengenai jam bermain di rumah.

  1. Jam Belajar

Penentuan jam belajar adalah contoh tata tertib yang dibuat oleh keluarga masing-masing bahkan juga masuk dalam aturan beberapa daerah. Misalnya jam belajar ditetapkan pukul 18.00-20.00. Artinya, selama jam belajar anak harus benar-benar belajar dengan atau tidak dipantau oleh orang tua.

Mereka tidak boleh keluar rumah selama jam belajar, jika diabaikan maka akan mendapat sanksi dari orang tua atau otoritas yang berwenang. Tujuannya ditentukan jam belajar adalah agar anak memiliki kemauan untuk belajar. Selain itu, juga melatih kedisiplinan bagi anak.

  1. Aturan Sebelum dan Sesudah Tidur

Tata tertib di rumah maisng-masing berbeda. Misalnya harus membersihkan tempat tidur sebelum dipakai, harus cuci tangan, harus berdoa terlebih dahulu tidur, mematikan lampu, menjauhkan perangkat elektronik dan menjauhkan radiasi handphone dari tempat tidur. Setelah bangun tidur, harus berdoa, merapikan tempat tidur sendiri, harus cuci muka dan menggosok gigi.

Tata tertib ini berfungsi untuk menjaga keluarga untuk senantiasa tertib, disiplin, dan memiliki kecerdasan spiritual yang tinggi.

Tata tertib ini akan diberikan sanksi sesuai kesepakatan yang sudah dibuat dalam perkumpulan keluarga masing-masing. Sanksi bisa saja ringan, hanya sebuah peringatan, atau bahkan sanksi yang berat menurut standar keluarganya.

  1. Jam Malam

Biasanya ketika kita hidup bermasyarakat, terdapat aturan jam malam bagi anggota masyarakat untuk keluar rumah atau membawa tamu ke dalam kampung atau komplek perumahan. Misalnya ketika ada tamu yang menginap, maka harus lapor kepada ketua RT dan RW masing-masing.

Selain itu, juga terdapat aturan harus pulang sebelum pukul sepuluh atau dua belas malam, jika tidak maka portal akan ditutup atau pintu sudah dikunci. Sebenarnya fungsi dari aturan dalam tata tertib ini berfungsi untuk menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat atau individu sendiri.

  1. Menaati Rambu Lalu Lintas

Menaati rambu lalu lintas adalah contoh tata tertib yang dibuat oleh pemerintah. Rambu lalu lintas harus ditaati seperti harus mengenakan helm, harus membawa surat kendaraan, memasang spion lengkap, tidak boleh menerobos lampu merah, dilarang mendahului melalui sebelah kiri dan sebagainya.

Tujuan adanya tata tertib lalu lintas ini adalah untuk menjaga keselamatan berkendara. Ketika tata tertib tidak ditaati maka yang akan rugi adalah diri sendiri. Tata tertib ini juga ada arti sanksi agar pelaksanaanya lebih efektif, bisa denda atau semacamya sesuai dengan tata tertib lalu lintas yang dilanggar.

Itulah tadi artikel yang bisa kami berikan pada segenap pembaca. Berkenaan dengan contoh tata tertib yang ada di sekolah, rumah, dan masyarakat secara umum. Semoga bisa memberikan referensi bagi kalian yang membutuhkannya.

Daftar Pustaka
  • http://repository.uin-suska.ac.id/2448/3/BAB%250II.pdf
  • http://digilib.unila.ac.id/13103/12/bab-2.pdf
Gambar Gravatar
Guru PPKn Alumni Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan di Kampus Negeri Jawa Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *