Pengertian Retorsi, Bentuk, dan Contohnya

Diposting pada

Pengertian Retorsi

Retorsi seringkali dilakukan kajian dalam proses penyelesaian konflik yang terjadi antar negara berdaulat di dunia. Latar belakang terjadinya masalah tersebut bisa karena adanya perjanjian internasional yang telah disepakati kemudian dilakukan pelanggaran oleh salah satu negara.

Atas dasar itulah kemudian sistem pemerintahan yan dianut oleh negara-negara bersengketa melakukan perundingan untuk menyelesaikan permasalahan.

Retorsi

Secara trimninologi istilah retorsi berasal dari Bahasa Latin “retorsisasiaon” yang artinya sebuah sistem upaya penyelesaian dengan mengedepankan kekerasan melalui sebuah tindakan-tindakan nyata dengan tujuan pembalasan dan penghancuran salah satu pihak di dalamnya.

Dari keterangan tersebut sangatlah jelas bahwa seseungguhnya prilaku yang dilakukan negara kuat kepada negara lemah akan dapat merugikan peran serta kesetabilan negara lain. Kondisi ini sangat menjadi polimik sehingga dalam sejarahnya upaya tersebut kemudian dikembalikan lagi pada hukum retorsi internasional. Dengan cara mengaitkan berbagai setruktur PBB.

Pengertian Retorsi

Retorsi adalah upaya pembalasan dendaman yang dilakukan dengan jelas dan tanpa komporomi pada bentuk negara lain sebagai upaya pembalasan pada prilaku tidak pantas yang dilakukan oleh negara berdaulat lainnya. Upaya pembalasdendaman tersebut biasanya dilakukan dalam beragam prilaku negara sah akan tetapi bersifat tidak bersahabat.

Bentuk Retorsi

Adapun jenis-jenis retorsi yang ada ddi dunia, antara lain sebagai berikut;

  1. Peperangan

Peperangan merupakan salah satu indicator konflik tersebut dinamakan dengan kehancuran dialami negara lain, dalam hal ini menghubungkan peranab militer dengan adu kekuatan nuklir atau senjata untuk dapat mengalahkan pihak lain.

  1. Penjajahan

Bentuk retorsi selanjutnya adalah penjajahan, yang mengindentifikasikan sebagai prilaku segaja negara lain dengan manfaatkan sumber daya alam untuk kepentingan negaranya. Proses penjajahan inilah sampai saat ini menjadi masalah yang segara diatasi oleh segenap badan PBB.

  1. Blockade Ekonomi

Dalam perkembangan internasional, bentuk retorsi selnajutnya ialah blockade ekonomi yang umumnya dilakukan sebatas ancaman kemudian jika tidak diindakan akan melakukan pengahncuran atas dinasti kekuasaan yang terdapat dalam negara lain.

Contoh Retorsi

Sebagai penjelas dalam contoh tindakan reprisal dan retorsi sebagai biasanya dilakukan. Antara lain;

  1. Penurunkan Status Hubungan Diplomatik

Kondisi ini pernah dilakukan Indonesia kepada Australia, lantaran dalam kerjasama internasional khususnya kemiliteran (pertahanan) Australia merendahkan dasar hukum Pancasila sebagai Idiologi bangsa Indonesia. Pada masa itulah, segala hubungan dipolimatik diputuskan untuk sementara waktu.

Indonesia sebagai negara berdaulat marah lantaran Pancasila sudah dianggap harga diri yang terus dijaga. Harga diri ini tentusaja berkaitan erat dengan pandangan dan penilaian negara terhadap Indonesia. Oleh karenanya untuk menjaga harga diri agar tetap terlihat baik, perlu melakukan konsolidasi dengan baik pula.

Pemutusan ini pun di dukung penuh oleh pemerintah Indonesia yang kemudian mengakibatkan pemerintahan Australia meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan.

  1. Pencabutan Perwakilan diplomatik

Mengenai retorsi internasional juga penrah dilakukan Australia di Indonesia, lantaran pada masa itu Australia memprotes tindakan hukuman mati yang dilakukan oleh warga negaranya, dengan kasus Narkoba. Meski pernah mengalami pencabutan perwakilan diplomatik akan tetapi untuk saat ini sudah stabil.

  1. Penarikan Diri dari Kesepakatan-Kesepakatan Fiskal dan Bea Masuk

Disuatu waktu pernah dilakukan Indonesia dalam retorsi internasional, dengan cara tidak bergabungnya NKRI pada PBB. Latar belakang inilah menjadikan Indonesia menutup diri dari organisasi internasional terbesar, dan melakukan penarikan diri dari kesepatakatan fisikan dan bea masuk.

Demikianlah penjelasan mengenai pengertian retorsi menurut para ahli, bentuk, dan contonya. Semoga melalui tulisan ini bisa memberikan wawasan dan meningkatkan segenap pengetahuan bagi segenap pembaca yang mencari refrensinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *