Pengertian Kapitalisme, Ciri, Prinsip, dan Contohnya

Diposting pada

Pengertian Kapitalisme

Kapitalisme memang dirancang untuk beroperasi di pasar bebas. Ketika ekonomi negara banyak didasarkan pada model kapitalis, maka masing-masing negara memungkinkan memiliki kebebasan yang bervariasi di pasar bebas mereka. Pada artikel ini akan membahas mengenai pengertian, ciri, prinsip dan contoh kapitalisme.

Kapitalisme

Kapitalisme disebut juga ekonomi pasar bebas atau ekonomi perusahaan bebas. Pada sistem ekonomi Barat sejak pecahnya feodalisme sebagian besar alat produksi dimiliki secara pribadi dan sebagian besar pendapatan didistribusikan melalui sistem ekonomi liberal.

Pengertian Kapitalisme

Kapitalisme didefinisikan sebagai sistem ekonomi di mana perdagangan, industri, dan keuntungan suatu negara dikendalikan oleh perusahaan swasta. Sistem ekonomi bukan dikendalikan oleh orang-orang yang waktu dan tenaga kerjanya memperkuat perusahaan tersebut.

Seorang kapitalis biasanya adalah orang-orang kaya yang memiliki sejumlah besar modal (uang atau aset keuangan lainnya) yang diinvestasikan dalam bisnis. Mereka mendapatkan manfaat dari sistem kapitalisme dengan menghasilkan keuntungan yang meningkat dan dengan demikian akan menambah kekayaan mereka.

Negara kapitalis didominasi oleh pasar bebas yang merupakan sistem ekonomi di mana harga dan produksi didikte oleh perusahaan swasta dalam persaingan satu sama lain. Negara yang menganut sistem kapitalisme menempatkan fokus besar pada properti pribadi, pertumbuhan ekonomi, kebebasan memilih, dan intervensi pemerintah terbatas.

Pengertian Kapitalisme Menurut Ahli

Beberapa definisi kapitalisme yang diungkapkan oleh para ahli adalah sebagai beriktu antara lain:

Karl Marx

Definisi kapital adalah menghasilkan banyak uang. Artinya uang digunakan untuk berinvestasi, bukan untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan masyarakat dan kultural.  Sementara itu, kapitalisme adalah cara memproduksi serta hubungan dalam proses produksi yang menimbulkan implikasi ekonomi, sosial psikologis, politik., dan kultural.

Max Weber

Hakikat dari kapitalisme bukan hanya mengejar keuntungan secara rasional dan sistematis atau sebuah sistem prosduksi yang hanya berorientasi pada pencarian keuntungan.

Robert Lekachmen dan Borin Van Loon

Esensi mendasar dari kapitalisme antara lain adalah:

  1. Modal yaitu bagian dari kekayaan bangsa yang merupakan hasil karya manusia sehingga dapat diproduksi secara berulang kali.
  2. Dalam sistem kapitalisme, modal masyarakat dan alat produksi hanya dimiliki oleh beberapa individu saja yang memiliki hak legal dalam menggunakan hak milik guna mencapai keuntungan pribadi.
  3. Kapitalisme menggantungkan diri pada sistem pasar guna menentukan distribusi, pengalokasian sumber data, penetapan tingkat pendapatan, gaji, sewa serta keuntungan dari kelas sosial yang berbeda.

Ivestopedia

Pengertian kapitalisme adalah sistem ekonomi di mana individu atau bisnis pribadi memiliki barang modal. Produksi barang dan jasa didasarkan pada penawaran dan permintaan di mana pasar bebas dan menghindari perencanaan pusat atau ekonomi komando.

Ciri Kapitalisme

Karateristik dari kapitalisme yang bisa kita ketahui adalah antara lain sebagai berikut:

  1. Produksi Komoditas

Produksi pada sistem kapitalisme berupa produksi komodiats. Artinya, produksi bertujuan untuk dijual di pasar. Apabila barang produksi tidak dijual di atas harga yang ada, perusahaan kapitalis dan para pemilik modal tidak akan mendapatkan nilai yang lebih yang dihasilkan para pekerja.

  1. Alat Produksi Pribadi

Sistem ekonomu dijalankan menggunakan alat produksi pribadi. Sehingga terdapat kekuasaan untuk mengatur tenaga produktif (alat produksi dan tenaga kerja) dan bukan milik kolektif. Terdapat perusahaan yang terbagi-bagi dan dikontrol oleh kelompok kapitalis yang berbeda seperti individu dan keluarga, perusahaan terbatas, serta kelompok finansial.

  1. Pasar Tidak Terbatas

Produksi dijalankan dalam sebuah pasar yang tidak terbatas. Tekanan hanya pada persaingan. Setiap individu kapitalis berusaha dalam mendapatkan kentungan terbesar tanpa mempertimbangkan hasil keseluruhan dari keputusan serupa yang diambil oleh perusahaan lainnya yang beroperasi dalam bidang yang sama. Tujuannya untuk mendapatkan keuntungan yang terbesar dari pasaran.

  1. Memaksimalkan Keuntungan

Pengambilan sumber daya yang sebesar-besarnya untuk keuntungan pemilik modal. Keuntungan yang didapatkan juga tidak memperhatikan para pekerja dengan memberikan upah kecil.

Persaingan hanya untuk para pemilik modal sehingga pekerja tidak memiliki kesempatan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih. Bisanya kapitalis merendahkan biaya produksi serta menggunakan tekologi mesin canggih untuk mendapatka jumlah capital yang besar. Hal ini dikarenakan pada sistem kapitalisme terdapat tantangan persaingan pasar.

  1. Akumulasi Kapital

Produksi kapitalis muncul menjadi produk yang bukan hanya untuk memperoleh keuntungan akan tetapi akumulasi kapital. Menggunakan konsep ini, para kaum kapitalis mampu menguasai perekonomian negara. Bahkan kapitalisme bisa menjadi pengertian birokrasi dalam konotasi negatif.

Prinsip Kapitalisme

Prinsip-prinsip yang digunakan oleh penganut kapitalis adalah sebagai berikut:

  1. Adanya kepemilikan swasta

Kapitalisme adalah sistem ekonomi yang ditandai dengan kepemilikan swasta atas alat-alat produksi. Khususnya kepemilikan swasta memfokuskan diri di sektor industri.

  1. Adanya kepemilikan pribadi

Kapitalisme tergantung pada penegakan hak milik pribadi, yang memberikan inisiatif untuk investasi dan penggunaan produktif dari modal produktif.

Hak milik pribadi sangat fundamental bagi kapitalisme. Manusia mengklaim kepemilikan melalui percampuram kerja mereka dengan sumber daya yang tidak diklaim. Setelah dimiliki, satu-satunya cara yang sah untuk mentransfer properti adalah melalui pertukaran sukarela, hadiah, warisan, atau pemindahan kembali properti yang ditinggalkan.

  1. Adanya perluasan idustrialisasi

Kapitalisme berkembang secara historis dari sistem feodalisme dan merkantilisme sebelumnya di Eropa. Pada dasarnya, kapitalisme berusaha memperluas industrialisasi dan ketersediaan besar-besaran barang konsumen pasar massal.

  1. Kontras dengan paham sosialisme dan ekonomi campuran

Kapitalisme murni dapat dikontraskan dengan paham sosialisme di mana semua alat produksi adalah milik kolektif atau milik negara. Selain itu, paham kapitalisme juga berlawanan dengan ekonomi campuran yang berada pada kontinum antara kapitalisme murni dan sosialisme murni.

  1. Kebebasan ekonomi mengarah pada kebebasan politik

Kebebasan ekonomi terkait didukung oleh kebijakan yang berlaku. Sehingga ekonomi ditentukan dan dikuasai oleh elit yang berkuasa. Pada akhirnya para pemilik modal bekerja sama dengan pejabat pemerintahan untuk mengendalikan sistem ekonomi.

Contoh Kapitalisme

Terdapat beberapa contoh bentuk negara yang menganut kapitalisme dalam sistem perekonomiannya. Negara-negara tersebut antara lain:

  1. Hongkong

Hongkong merupakan pusat perdagangan dan investasi karenanya negara ini sangat terbuka. Tidak terdapat tarif untuk barang yang diimpor ke Hongkong. Hongkong mendapatkan manfaat dari keterbukaan terhadap bisnis internasional baik dari Barat maupun Asia. Salah satunya adalah Hongkong Stock Exchange.

  1. Singapura

Singapura merupakan salah satu pusat perdagangan di Asia. Ekonominya sangat maju karena sangat terbuka dan menghargai transaparansi. Hampir tidak terjadi korupsi di Singapura. Negara ini merupakan pengekspor barang elektronik, bahan kimia serta alat kesehatan. Bursa sahamnya juga merupakan pusat perdagangan utama bagi perusahaan yang beroperasi.

  1. Selandia Baru

Tarif untuk barang-barang ini rendah dan perekonomiannya sangat terbuka untuk perdagangan dan investasi. Selandia Baru dengan keterbukaan sistem ekonominya membuatnya semakin maju dan lebih kompetitif. Kapitalisme memungkinkan Selandia Baru untuk mengembangkan teknik pertanian maju. Tanpa sistem yang kompetitif, negara ini tidak akan memiliki banyak keberhasilan komoditas ekspor.

  1. Swiss

Swiss merupakan negara kapitalis yang sangat inovatif di dunia. Perekonomiannya sangat menghargai kewirausahaan dan inovasi. Swiss sendiri menghasilkan uang dari uang dengan sektor jasa keuangannya. Swiss juga memiliki keterbukaan ekonomi dan pajak yang rendah. Selain itu, Swiss juga memiliki sektor manufaktur yang dinamis. Khususnya dalam pembuatan presisi dengan tenaga kerja terampil dengan teknologi tinggi.

  1. Irlandia

Irlandia telah menjadikan dirinya sebagai tempat yang ramah bagi perusahaan multinasional untuk melakukan bisnis. Kebijakan ramah perusahaan memungkinkan Irlandia menjadi pusat bisnis internasional dan bersaing dalam ekonomi global. Kebijakan ramah tersebut adalah rendahnya tarif pajak untuk korporasi. Perusahaan besar yang mendirikan kantor pusat di Irlandia antara lain Apple dan Microsoft.

  1. Uni Emirat Arab

Uni Emirat Arab menggunakan prinsip kapitalis untuk mendiversifikasi ekonominya dan melindungi dirinya dari kemerosotan ekonomi.

Kebijakan perdagangan bebasnya mendorong investasi internasional dan bisnis asing. Kebebasan ekonomi telah menyebabkan pertumbuhan dalam pariwisata, penerbangan, dan perdagangan. Kebijakan progresifnya telah memungkinkan Uni Emirat Arab menjadi salah satu dari sepuluh ekonomi negara paling kompetitif di dunia.

  1. Inggris

Inggris menjadi pusat keuangan dunia yang besar. Salah satunya adalah London Stock Exchange. Ekonomi Inggris memiliki warisan menjadi pemimpin dalam kapitalisme dan pengembangan ekonomi global. Meskipun ekonomi telah berubah sejak revolusi industry, Inggris telah mampu beradaptasi. Iggris selalu terbuka pada perdagangan dan eksportir besar. Ekonomi kapitalisnya menjadikan Inggris sebagai pusat ekonomi utama dan mitra dagang.

  1. Kanada

Kebebasan ekonomi Taiwan memungkinkannya untuk menjadi sangat kompetitif secara global. Banyak ekonomi top dunia memproduksi dan mengimpor dari Taiwan seperti Cina, Hong Kong, AS, Jepang dan Singapura. Perusahaan Taiwan telah mengembangkan metode produksi terkemuka melalui kompetisi.

Taiwan juga bisa menikmati surplus perdagangan engan sebagian besar negara dan memiliki salah satu cadangan dan devisa besar.

Itulah tadi bahasan yang bisa kami tuliskan kepada segenap pembaca terkait dengan pengertian kapitalisme menurut para ahli, ciri, prinsip, dan contoh negara yang menganutnya. Semoga melalui artikel ini mampu memberikan materi yang dibutuhkan. Trimakasih,

Daftar Pustaka
  • https://www.britannica.com/capitalism
  • https://www.teenvogue.com/story/what-capitalism-is/amp
  • https://www.capitalism.com/capitalism-examples/
Gambar Gravatar
Guru PPKn Alumni Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan di Kampus Negeri Jawa Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *