Contoh Sikap Ekstrimisme dalam Kehidupan

Diposting pada

Sikap Ekstrimisme

Ekstrimisme merupakan sebuah isu yang sangat sensitif untuk dibahas pada zaman sekarang ini, hal ini lantaran ekstremisme bisa berhubungan dengan keyakinan dalam berbagai bidang seperti arti toleransi keagamaan, ajaran politik, serta keyakinan atas sekte yang lama telah dianut dalam kehidupan masyarakat.

Ekstrimisme

Ekstremisme adalah bentuk berkeyakinan yang sangat kuat pada suatu pandangan, konsep atau ajaran tertentu, yang seringkali memunculkan sikap yang melampaui kewajaran atau batas-batas yang telah ditetapkan pada norma hukum yang telah disepakati pada umumnya.

Seperti contohnya menganggap orang lain yang berbeda keyakinan dengan orang pada umumnya sebagai suatu yang keliru bahkan sesat. Pada tingkat yang paling tinggi sikap ekstremisme bisa terjadi disertai dengan gerakan yang mengandung aksi kekerasan.

Hal itu dilakukan semata-mata untuk mencapai tujuan yang diyakini secara ekstrim atau membela keyakinan ekstremnya, termasuk dengan melanggar hukum negara dan batas-batas dalam arti norma dan makna nilai yang telah disepakati oleh masyarakat.

Contoh Ekstrimisme

Berikut ini akan disajikan perwujuatan sikap ekstrimisme yang ada dalam kehidupan masyarakat, antara lain;

Ekstrimisme dalam Media Sosial

Pada zaman sekarang ini, sikap ekstrimisme tak hanya dilakukan secara langsung. Sosial media juga memiliki andil terhadap perkembangan sikap ekstrimisme pada saat ini. Berbagai macam sosial media seperti twitter, whatsapp, facebook, instagram dan menjalar ke website-website tertentu.

Sikap ekstrimisme yang menjalar melalui media sosial pastinya dibuat oleh orang yang memiliki intelektual yang tinggi, karena hanya dengan tulisan, gambar atau video bisa meyakinkan seseorang dengan secara tidak langsung untuk bersikap ekstrim.

Korban dari sikap ekstrimisme yang dibuat oleh orang melalui sosial media mayoritas adalah orang tua, anak muda yang kurang bisa menyaring mana yang benar dan mana yang buruk, dan orang-orang yang memiliki pemahaman yang sama.

Contoh dari sikap ekstrimisme melalui sosial media adalah sebagai berikut :

  1. Penyebaran berita dalam arti hoax atau berita yang belum tentu kebenarannya yang mengandung unsur sindiran sensitif seperti agama melalui sosial media dengan tujuan mengajak orang untuk mempercayainya lalu kemudian membentuk masa untuk melancarkan aksi atau tindakan nyata. Jika orang-orang banyak yang percaya kemudian terdapat pihak yang tersudutkan maka akan terjadi konflik yang akan melanggar batas-batas norma serta akan menjadi konflik yang berkepanjangan.
  2. Pembuatan situs-situs di website yang menyesatkan. Seperti penyebaran situs-situs yang berisi paham negara yang berlandaskan salah satu agama tertentu. Tentu hal itu bertentangan dengan ideologi Negara Indonesia. Kemudian hal tersebut tentu akan menyesatkan masyarakat yang membacanya dan bagi masyarakat yang menelan informasi tersebut secara mentah-mentah, akan mudah sekali terjerumus. Oleh karena itu, pemerintah melalui KOMINFO telah melakukan pemblokiran pada website-website yang mengajarkan paham menyesatkan.
  3. Penyebaran pesan berantai pada WhatsApp mengenai informasi yang menyesatkan, seperti yang sedang terjadi sekarang banyak masyarakat yang mengucilkan warga tertentu karena informasi yang salah, dimana warga tersebut baru saja ditetapkan sebagai ODP (Orang Dalam Pemantauan) tetapi warga mengira bahwa warga tersebut telah terpapar virus corona. Tindakan warga yang mengucilkan tersebut sudah di luar batas kewajaran. Warga tidak mencari dulu info yang benar dan langsung menelan informasi mentah-mentah.
  4. Tindakan atau ajakan untuk menyebarkan ujaran kebencian me-lalui media sosial. Biasanya hal ini sering terjadi di sosial media instagram, facebook, twitter, dan whatsapp. Ujaran kebencian ini juga sering kali memunculkan komentar-komentar yang pro dan kontra sehingga menuai konflik yang berkepanjangan antar masyarakat.
  5. Melakukan dan menyebarkan berita yang tidak benar tentang pemerintah bik itu presiden dan jajaran pemerintah yang berada di bawahnya. Biasanya hal ini terjadi jika menjelang pemilihan umum maupun ketika presiden baru saja menjalankan tugasnya. Banyak isu-isu yang tidak benar yang disebarkan di media sosial dengan tujuan menggoyahkan hati rakyat dalam memilih. Hal tersebut tak hanya membuat suasana menjadi semakin panas, melainkan juga menciptakan konflik berkepanjangan bahkan setelah pemilu dilaksanakan.
  6. Kejahatan framing atau tidak menayangkan berita secara utuh namun hanya beberapa saja yang ditayangkan demi menyudutkan salah satu pihak serta menggiring opini publik untuk mengikuti dan mempercayai apa yang diberitakan.

Ekstrimisme dalam Pendidikan

Sikap ekstrimisme tak hanya dilakukan melalui sosial media saja dan tak hanya dilakukan di lingkungan masyarakat melainkan juga melalui lingkungan sekolah atau pendidikan. Pendidikan merupakan salah satu jalan untuk membentuk pola pikir dan tingkah laku seseorang.

Jika pendidikan dilakukan dengan jalan yang benar maka pola pikir dan sikap yang akan terbentuk juga akan benar. Namun jika dalam proses pendidikan dilakukan dengan cara yang salah maka pola pikir dan tingkah laku juga akan berada di koridor yang salah.

Lalu apa saja contoh sikap ekstrimisme yang berada di dalam dunia pendidikan?. Berikut ini adalah conto-contohnya;

  1. Penyebaran sikap ekstrimisme melalui buku-buku pelajaran. Zaman sekarang ini semua perkara tidak terlepas dari kepentingan pihak tertentu. Pada buku pelajaran PKn yang membahas tentang materi contoh makar, di materi tersebut menyebutkan contoh tindakan makar yang belum tentu kebenarannya dan menyudutkan salah satu pihak. Padahal jika digali lagi, banyak contoh makar yang bisa dijadikan materi tanpa harus menyudutkan salah satu pihak.
  2. Pembentukkan paham-paham radikal melalui organisasi kampus. Banyak sekali organisasi kampus yang dilatarbelakangi oleh agama dan paham tertentu yang terhitung sensitif dan mengarah ke paham radikal.
  3. Tindakan yang dilakukan oleh salah satu pemimpin kampus yang terletak di Jawa yang melarang adanya suatu kajian di kampus dengan tujuan memberantas paham radikal. Tentu hal ini sangat berlebihan, karena bisa menimbulkan konflik dan prasangka yang buruk terhadap nama baik universitas.
  4. Kegiatan aksi mahasiswa dan pemerintah yang berakhir ricuh. Tak bisa menyalahkan atau membela salah satu pihak, terkadang pemerintah yang tidak paham dan tidak peka terhadaptuntutan mahasiswa. Tak jarang juga, mahasiswa mudah tersulut emosi.
  5. Penggiringan paham yang salah oleh dosen melalui mata kuliah yang disampaikan. Tak jarang seorang dosen memiliki suatu keberpihakan mengenai suatu paham atau ajaran. Tak jarang juga mereka memiliki pemahaman yang salah dan menyebarkan ke mahasiswanya, secara tidak langsung ini merupakan sikap ekstrimisme yang dilakukan oleh seorang pendidik.

Ekstrimisme dalam Lingkungan Masyarakat

Contoh selanjutnya adalah sikap ekstrimisme yang terjadi di lingkungan masyarakat umum. Banyak sikap ekstrimisme yang secara tidak langsung dilakukan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ini contoh-contohnya:

  1. Aksi masyarakat yang melakukan penolakan terhadap kesetaraan hak asasi manusia. Hal ini biasanya terjadi pada perempuan dan kelompok-kelompok minoritas.
  2. Kelompok masyarakat yang melakukan penolakan keragaman dan pluralisme dan lebih menginginkan masyarakat mono-kultur. Bahkan dari masyarakat ada yang tidak bisa diterima di lingkungan hanya karena alasan berbeda suku, beda pemikiran dan beda pilihan.
  3. Kelompok masyarakat yang melakukan penolakan terhadap prinsip demokrasi yang berdasarkan kedaulatan rakyat
  4. Penggunaan kekerasan oleh masyarakat yang disebabkan adanya konflik yang berkaitan dengan hal sensitif seperti agama, suku, ras, adat dan golongan.
  5. Tindakan masyarakat yang mengucilkan warga dan tidak mau menolong warga yang sedang memiliki hajatan karena berbeda pilihan lurah. Kejadian ini terjadi di Kabupaten Sragen 2 tahun lalu.
  6. Penolakan warga Banyumas terhadap jenazah yang meninggal akibat terinfeksi virus corona.
  7. Aksi pelemparan batu yang dilakukan oleh warga terhadap rombongan pengangkutjenazah yang terinfeksi virus corona.
  8. Aksi pemboikotan jalan sebagai tindakan penolakan jenazah corona yang hendak dimakamkan.
  9. Penolakan oleh masyarakat terhadap suster dan dokter yang puang ke daerah tempat mereka tinggal, karena masyarakat terkena virus corona.

Kesimpulan

Pemahaman mengenai sikap ekstrimisme yang telah dijelaskan, tentusaja harus dihindari oleh warga negara Indonesia agar tidak tersesat ke dalam paham yang tidak benar, berlebihan dan tidak terjerumus ke dalam tindakan yang tidak benar.

Nah, demikian pembahasan mengenai contoh sikap ekstrimisme yang ada dalam kehidupan masyarakat, sekolah, dan keseharian. Semoga bisa bermanfaat bagi semuanya.

Gambar Gravatar
Anggita Ayuningtyas,Memiliki Hobi Menulis dan Saat ini Sedang Proses Penyelesaian Studi di Jurusan PPKN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *