Pengertian Hoax, Ciri, dan Contohnya

Diposting pada

Pengertian Hoax Menurut Para Ahli

Seiring perkembangan zaman dan pesatnya dunia teknologi, maka akan semakin keras juga perkembangan berita yang menyebar di berbagai bentuk negara. Semua informasi dapat diketahui secara cepat dan lengkap. Namun terkadang, berita atau informasi yang tersebar belum terbukti kebenarannya yang kerap dikenal dengan palsu (hoaks). Sebagai penjelasan lebih lanjut, artikel ini akan menuliskan tentang pengertian hoax, ciri, dan contohnya di dalam masyarakat Indonesia.

Hoaks

Hoaks atau berita palsu merupakan berita atau informasi yang belum diketahui kebenaran dan buktinya. Hoaks seringkali terjadi, sehingga merugikan banyak pihak. Pesatnya teknologi semakin menggilas berita palsu. Bisa dipastikan juga, bahwa masyarakat sendiri pun belum masih sempit pemahamannya tentang berita yang memang nyata dan palsu.

Setiap orang pun bisa saja menjadi produser berita palsu, menciptakan sebuah berita yang dianggap benar padahal semua itu hanyalah ilusi yang tak terbukti sama sekali.

Pengertian Hoaks

Hoaks adalah kabar berita yang berkembang di masyarakat dengan ketidak adanya sumber relevan dalam penyampaian materi-materinya, sehingga kondisi ini menyebabkan kegaduhan serta memunculkan potensi perpecahan dalam kehidupan. Baca juga; Pengertian Viral, Ciri, dan Contohnya

Pengertian Hoaks Menurut Para Ahli

Adapun definisi hoaks menurut pendapat para ahli, antara lain adalah sebagai berikut;

Silverman

Hoaks adalah runtutan informasi yang memiliki kesengajaan dalam melakukan penyesatan penyebaran informasi, namun dianggap benar dan dijual atas nama kebenaran.

Kamus Jurnalistik

Hoaks atau berita palsu merupakan berita yang menyesatkan dan menyebabkan pencemaran nama baik kepada pihak yang terkait.

Werme

Hoaks atau berita palsu adlaah berita yang mengandung unsur kebohongan dalam menyampaikan informasi, melakukan penyesatan orang dalam penyebaran informasi dengan maksud dan tujuan tertentu, kemudian disajikan dalam bentuk yang seakan-akan nyata dan terbukti.

Ciri Berita Hoaks

Secara umum karakteristik hoaks yang berkembang dalam kehidupan masyarakat, antara lain adalah sebagai berikut;

Tidak memiliki sumber yang jelas

Jika di masyarakat tersebar sebuah berita dan informasi, jika berita tersebut tidak mencantumkan sumber, maka bisa saja berita dan informasi tersebut dikatakan berita palsu atau hoaks. Karena berita tersebut memang tidak memberikan bukti yang kuat dan bukti yang nyata.

Sehingga kebenaran dari berita tersebut perlu diragukan. Jika tidak, maka akan menyebar sebagai perusak nama baik suatu pihak.

Berisi bentuk fanatisme, atas nama ideologi atau lainnya.

Untuk sebuah berita yang berbentuk fanatisme yang mengatasnamakan suatu hal, sangat perlu diwaspadai. Karena berita hoaks yang sering beredar adalah berita yang seringkali memunculkan pembahasan tentang fanatisme terhadap ideologi tertentu. Selengkapnya, baca; Pengertian Ideologi, Macam, dan Contohnya

Selain itu juga, berita palus tersebut seperti memberikan penghukuman terhadap masalah-masalah dalam kehidupan masyarakat, yang tentu memunculkan kerusakan dalam identitas nasional.

Pengantarnya Provokatif

Sebagai manusia memang terkadang seringkali tidak mengerti bagaimana cara membedakan mana berita asli dan mana berita palsu atau hoaks. Dalam berita hoaks, biasanya disampaikan dengan maksud provokatif yang memiliki tujuan dan maksud tertentu.

Penyampaian berita juga hanya dengan satu pihak saja. Tidak dari berbagai pihak, sehingga akan terkesan memprovokasikan suatu permasalahan atau informasi yang penggunaannya disalah gunakan.

Terlihat konyol dan meragukan

Ketika mendapat suatu berita, wajib bagi kita untuk memastikan terlebih dahulu fakta serta bukti dan berita tersebut masuk akal atau tidak.  Biasanya berita palsu atau hoaks ini memberikan berita yang berisi konten yang terdengar konyol dan sangat meragukan. Apalagi berita yang dibagikan melalui media sosial. Jika memang berita tersebut tidak masuk akal, bisa jadi berita tersebut termasuk berita hoaks.

Sebagai masyarakat yang cerdas, harus terlebih dahulu menyaring informasi dengan baik. Menyaring ketika mendapat informasi, sebaiknya diteliti kembali dari berbagai sumber. Juga sebagai masyarakat yang baik, dapat menjadi penerima berita yang bijak dan tidak menyebarluaskan menurut pendapat sendiri.

Sehingga tidak menjadi penyebar berita hoaks pula. Terkadang kesalahan menyaring informasi juga bisa menjadi dasar penyebab tersebarnya berita hoaks.

Contoh berita hoaks

Hoaks yang berkembang dalam kehidupan masyarakat dapat terjadi dalam semua segemen, antara lain;

Agama

Dari banyaknya berita hoaks, seringkali terjadi penyebaran berita yang mengatasnamakan suatu agama untuk menjatuhkan agama lainnya. Berita atau informasi ini dibuat oleh satu pihak, guna mencapai tujuan-tujuan tertentu dengan merusak eksistensi seseorang. Contohnya dalam hal ini ialah beberapa tahun yang lalu, isu tentang berita Ridwan Kamil (Gubernur Jabar) yang dianggap setuju tentang LGBT. Padahal secara agama tegas Islam melarangnya.

Peristiwa dalam contoh kasus ini dilakukan dengan tujuan merusak citra Ridwan Kamil dalam proses pencalonannya dari Walikota Bandung menjadi Gubernur Jawa Barat.

Politik

Ketika muncul suatu peristiwa yang berhubungan dengan politik, pasti akan banyak berita palsu yang beredar. Berita palsu mengenai politik sangatlah menggelitik, karena banyak pihak yang ingin saling menjatuhkan satu sama lain. Contohnya dala  hal ini ialah isu bahwa Jokowidodo dengan RRC dengan tidak mengutamakan kepentingan masyarakat.

Kesehatan

Tidak hanya agama dan politik, berita kesehatan juga terdapat berita palsunya. Produser hoaks ketika membuat berita palsu, sangatlah tidak tanggung-tanggung. Biasanya berita dan informasi mengenai kesehatan, haruslah diedarkan secara fakta. Karena kesehatan menyangkut hubungan dengan fisik. Contohnya dalam hal ini misalnya saja pada saat ini beredar salah satu produk kopi yang bisa di bakar dengan embel-embel berbahaya.

Ideologi

Keyakinan kerapkali dihubungan dengan peristiwa politik, serta tidak terlepas dari kabar palu. Misalnya saja dalam kasus ini ialah adanya pihak-pihak tertentu dengan mengatakan tegas bahwa Joko Widodo adalah seorang PKI, padahal sejatinya tidak demikian. Sampai saat ini, ideologi Pancasila masih melakat di Presiden Indonesia ke-7 tersebut.

Demikianlah materi pengertian hoax, ciri, dan contohnya di dalam masyarakat Indonesia, semoga melalui tulisan lengkap ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca yang sedang memerlukan refrensinya. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *