Tahapan Perjanjian Internasional dan Contohnya

Diposting pada

tahap-tahap perjanjian internasional

DosenPPKN.Com– Perjanjian internasional yang dilakukan oleh Negara-negara di seluruh dunia secara tidak langsung menunjukan bahwa setiap bangsa perlu menyelenggarakan hubungan internasional yang diakomodir dengan aturan perjanjiannya. Hal ini dilakukan sebagau upaya menyelaraskan antara tujuan dan kenyataan yang ada. Sebagai penjelasan lebih lanjut, pada artikel ini akan menuliskan tentang tahapan terbentuknya perjanjian internasional.

Perjanjian Internasional

Pada dasarnya perjanjian internasional yang dibuat oleh suatu negara akan senantisa memiliki konsekuensi yang mengikat,baik dalam segi hak dan kewajibanrìya. OIeh karena itulah, pihak-pihak yang mengadakan perjanjian internasional harus berkomitmen dan melaksanakan hak dan kewajiban yang tertera dalam perianjian tersebut.

Sedangkan khusus untuk negara-negara yang tidak terlibat dalam perjanjian tersebut tidak diharuskan mematuhinya. Hal ini sebagimana secara terperinci terdapat pada macam-macam perjanjian internasional, yang membuktikan bahwa setiap Negara punya pilihan dalam menjalankan kerjasama internasionalnya.

Tahapan Perjanjian Internasional

Klasifikasi dan segi proses tahap-tahap pembentukan perjanjian internasional secara khusus dan sederhana akan terbagi dalam beberapa ruang lingkupnya, antara lain;

  • Perundingan
  • Penandatanganan
  • Ratifikasi

Ketiga tahapan di atas dapat dijalankan apabila perjanjian internasional dilakukan dengan kategori yang sifatnya umum, tanpa adanya unsur kesederhanaan. Akan tetapi apabila kesepakatan sederhannya dalam akat perjanjian, akan memenuhi tapan berikut ini;

  • Perundingan
  • Penandatanganan

Penjelasan tentang proses terbentuknya perjanjian internasional dalam tahapan yang umum dan sifatnya sederhana di atas, dilakukan dengan mengacu pada asas hubungan internasional serta sarana pilihan dalam menjalankannya. Biasanya cangkupan Negara atau batas wilayah serta tingkat konflik yang terjadi akan menentukan karaketristik pilihan dalam tahapan yang dilakukan.

Tahap-Tahap Perjanjian Internasional dan Contohnya

Untuk menguraikan tentang proses perjanjian internasional dilakukan. Tulisan ini mengacu pada Konvensi Wina pada Tahun 1969, yang mengatakan bahwa kerjasama bilateral maupun kerjasama multilateral umumnya melakukan deklarasi yang sama. Antara lain;

Perundingan

Perundingan dalam Bahasa Inggris “Negotiation” merupakan perjanjian tahap pertama yang dilakukan antara pihak (negara) tertentu dengan yang berkepentingan. Dimana dalam tahap pertama ini memiliki ciri khas bahwa kedua Negara sebelumnya belum pernah diadakan perjanjian.

Oleh karena itu, diadakan penjajakan negara yang ikut dalam perjanjian harus terlebih dahulu atau pembicaraan pendahuluan oleh masing-masing pihak yang berkepentingan. Dalam proses pelaksanakan negosiasi dalam perjanjian setiap negara dapat diwakili duta Negara ataupun bisa langsung kepala pemerintahan.

Penandatanganan

Tahapan selanjutnya ialah penandatanganan atau dalam Bahasa Inggris “signature”. Penandatanganan naskah perjanjian ini dapat dilakukan oleh para menteri luar negeri atau kepala pemerintahan. Untuk signature melalui teks perundingan yang sifat banyak Negara (multilateral) memiliki syarat sah atau dianggap apabila memenuhi 213 suara peserta yang hadir.

Pengesahan

Pengesahan dalam tahapan perjanjian internasional memiliki nama lain “ratification” yang merupakan suatu cara yang sudah melembaga dalam kegiatan perjanjian internasional. Suatu bangsa mengikatkan diri pada bentuk kerjasama akan berlaku apabila telah disahkan oleh badan yang berwenang di negaranya. Misalnya saja telah disahkan oleh Presiden ataupun DPR dalam sistem Negara domokrasi.

Dengan dilakukannya ratifikasi terhadap peijanjian internasional inilah sepantasnya secara resmi perjanjian internasional dapat diimpelemntasikan dan berkekuatan hukum secara sepenuhnya. Adapun prosedur dan pengesaha tersebut antara lain sebagai berikut;

  1. Penandatanganan dalam naskah perjanjian sebelumnya akan dilakukan oleh badan eksekutif, yang kemudian dilanjutkan dengan mengirimkan ke-badan legislatif untuk meminta persetujuan atas perjanjian yang dilakukan.
  2. Selanjutnya, oleh badan eksekutif yang telah dibuat piagam ratifikasi dan telah disetujui oleh badan legistatif maka tahapan akhirnya haruslah diserahkan kepada pihak (negara) untuk dilakukan penyimpan atas perjanjian yang telah dilakukan.

Sehubungan dengan proses pembuatan penjanjian internasional, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan salah satunya berkaiatan dengan persyaratan dalam perjanjian internasional yang hanya sah atau berlaku bagi yang mengajukan persyaratan jika persyaratan ini ditenima oleh seluruh peserta dan perjanjian.

Contoh Tahapan Perjanjian Internasional

Beragam kasus tentang keadaan yang dapat dijadikan sebagai bentuk tahapan dalam perjanjian internasional ini, diantaranya;

Umum

Dalam contoh tahapan perjanjian internasional umum tang biasa dailakukan misalnya saja adanya sekap PBB dalam menerima anggota baru. PBB sebagai simbul organisasi internasonal memerlukan kebulatan suara dan seluruh anggota untuk menetapkannya.

Apabila jumlah persetujuan dianggap lebih sedikit dibandingkan yang menolak maka dengan tegas PBB tidak akan menerima. Kasus ini secara nyata terjadi pada Negara Palestina yang secara de facto dan de jure dianggap belum merdeka sehingga sulit bagi PBB mengakuti Palestina sebagai Negara merdeka.

Sederhana

Untuk contoh tahapan dalam perjanjian internasional sederhana ini lebih condong pada hal-hal yang kurang begitu penting sehingga kondisi inilah memunculkan opsi untuk proses penyelesajan yang cepat, seperti perjanjian perdagangan. Untuk ini hanya memerlukan dua tahapan, yaitu perundingan dan persetujuan atau penandatanganan. Tanpa melewati proses ratifikasi.

Contoh pada kesepakatan perjanjian ini misalnya saja adanya persetujuan antara Indonesia dan Malaysia tentang batas laut teritorial yang ada di wilayah Selat Malaka, ataupun persetujuan antara Indonesia dan Singapura tentang garis batas laut teritorial di Selat Singapura.

Dari serangkapai penjelasan tentang tahap-tahap dalam perjanjian internasional di atas, maka dapat disimpulkan bahwa setiap Negara bebas mengatur kedaulatan bangsanya serta menjaga dirinya dari ancaman-ancaman yang dapat memecah keutuhan bangsa.

Demikianlah penjelasan mengenai tahapan perjanjian internasional dan contohnya. Semoga tulisan ini dapat memberikan penjelasan terhadap wawasan kenegaraan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca yang mendalami materi “perjanjian internasional”. Trimakasih,

Rate this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *