Penyebab Korupsi di Indonesia dan Solusinya

Diposting pada

Penyebab Korupsi dan solusinya

Tidak bisa kita pungkiri lagi, bahwa korupsi telah menjadi permasalahan yang sukar untuk dihapuskan begitu saja. Seperti yang kita ketahui, contoh korupsi telah menjadi sebuah budaya di Indonesia yang seharusnya dihapuskan namun terasa seperti sebuah kewajaran dalam kehidupan sehari-hari. Munculnya tindakan korupsi tentunya tidak bisa dipisahkan dari penyebab korupsi itu sendiri. Berbagai penyebab korupsi yang melatarbelakangi tindakan itu sendiri menjadi tantangan bagi kita semua untuk memberantas tindakan korupsi, terlebih lagi apabila penyebab korupsi itu sendiri berasal dari internal atau diri pribadi manusia.

Korupsi

Dalam bahasa Latin, korupsi disebut sebagai corruptio, yang merujuk pada perbuatan rusak, tidak jujur, busuk, menyogok, dan memutarbalik, serta berhubungan dengan kegiatan keuangan. Jika dilihat dari sudut pandang hukum dan secara garis besar, korupsi memenuhi unsur-unsur:

  • Perbuatan yang melawan hukum
  • Dinilai telah menyalahgunakan jabatan, kesempatan, dan/atau sarana
  • Dengan tujuan untuk memperkaya diri sendiri, orang lain, atau kelompok
  • Telah merugikan negara secara perekonomian.

Secara umum, pengertian korupsi adalah sebuah perbuatan yang melanggar hukum berupa penyalahgunaan kekuasaan dan wewenang yang menimbulkan kerugian baik secara materi maupun non materi, serta merugikan masyarakat pada umumnya.

Penyebab Korupsi di Indonesia

Secara garis besar, faktor penyebab korupsi terbagi menjadi 2 bagian, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor yang dipengaruhi dari dalam diri pelaku, sementara faktor eksternal adalah faktor yang dipengaruhi dari luar diri pelaku.

Selain kedua faktor tersebut, terdapat pula faktor-faktor lain yang turut menjadi penyebab adanya tindakan korupsi, yakni faktor politik, ekonomi, hukum, birokrasi, dan transaksional. Berikut beberapa penyebab korupsi di Indonesia yang didasari faktor-faktor di atas:

Gaya Hidup

Di zaman yang semakin berkembang ini, tuntutan gaya hidup jelas akan semakin tinggi. Berbelanja bawang-barang mahal serta hasrat untuk mengoleksi barang-barang mewah telah menjadi sebuah gaya hidup masa kini. Namun, seringkali tuntutan itu tidak diimbangi dengan penghasilan atau income yang cukup untuk memenuhi gaya hidup yang semakin hari semakin meninggi.

Di titik itulah seseorang dengan mudah tergoda untuk melakukan korupsi, hanya demi memenuhi kebutuhan gaya hidupnya. Tindakan korupsi yang dilandasi karena tuntutan gaya hidup tentunya menjadi sebuah keprihatinan tersendiri.

Sifat Tamak dan Serakah

Setiap manusia jelas mempunyai hasrat untuk memuaskan diri sendiri. Namun apabila hasrat tersebut tidak dapat dikendalikan, jelas akan memunculkan masalah baru dan merugikan banyak pihak termasuk diri sendiri. Seseorang yang sudah mempunyai sifat tamak serta serakah akan melakukan apapun untuk memenuhi hasratnya, salah satunya korupsi.

Tidak jarang tindakan korupsi dilakukan oleh seseorang yang sudah berkecukupan, namun merasa masih sangat kurang. Hasrat untuk memperkaya diri yang dilakukan dengan jalan korupsi tentunya akan menjadi bumerang bagi dirinya, terlebih lagi apabila tindakannya itu diketahui oleh publik.

Moral yang Rendah

Sedari kecil, kita selalu diajarkan untuk menjadi manusia yang bermoral tinggi. Seseorang dengan moral yang tinggi, tentu akan mampu membedakan mana perbuatan yang baik dan mana perbuatan yang kurang baik. Sebaliknya, seseorang dengan moral yang rendah akan sulit membedakan kedua hal tersebut di atas.

Korupsi mudah terjadi pada seseorang dengan moral yang rendah, karena cenderun mudah tergoda dengan iming-iming yang ada. Selain itu, seseorang dengan moral yang rendah juga mudah untuk melakukan hal-hal yang buruk, termasuk korupsi, untuk meraih apa yang diinginkannya.

Ketimpangan Ekonomi

Ketimpangan ekonomi menjadi salah satu masalah yang vital yang terjadi di Indonesia. Pembangunan yang tidak merata, membuat sebagian masyarakat harus mengalami kesenjangan ekonomi yang cukup jauh antara satu dengan yang lain. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab serta memberikan dampak korupsi berarti, misalnya saja tindakan seseorang yang merasa bahwa korupsi akan mampu untuk menaikkan status ekonomi dengan cara instan.

Seseorang yang melakukan tindakan korupsi dengan alasan tersebut, merasa bahwa dirinya sudah berlaku benar. Hal ini terjadi karena adanya rasa diperlakukan tidak adil terhadap dirinya, sehingga seseorang akan melakukan apapun demi mencapai rasa ‘adil’, salah satunya dengan korupsi.

Dorongan Sosial

Seringkali penyebab seseorang melakukan tindakan korupsi adalah karena adanya dorongan sosial yang kuat, baik dari keluarga maupun dari kolega terdekat. Meskipun seseorang sedari awal tidak berniat untuk melakukan korupsi, namun bila ia ditekan oleh lingkungan sekitar untuk melakukan korupsi, lambat laun ia akan kalah dan terpaksa melakukan tindakan korupsi.

Seharusnya, lingkungan sekitar turut mengawasi dan menghimbau apabila orang- orang di sekitarnya menunjukkan indikasi telah melakukan tindakan korupsi. Bila lingkungan sekitar justru mendorong untuk melakukan perbuatan korupsi, jelas menjadi sebuah keprihatinan tersendiri.

Kurangnya Pengawasan

Kurangnya pengawasan dari sekitar membuat praktik korupsi makin lama makin menjamur. Biasanya, hal ini terjadi lantaran lingkungan sekitar telah terlanjur memakhlumi setiap tindakan korupsi yang terjadi, dan kurang memahami mengenai konsekuensi dari korupsi itu sendiri.

Bila lingkungan sekitar cenderung abai dan tak acuh terhadap segala perilaku korupsi yang terjadi, maka korupsi akan terus menjadi sebuah kebiasaan.

Rumitnya Birokrasi

Sudah menjadi rahasia umum bila sistem pemerintahan, terutama birokrasi di Indonesia dikenal sangat sulit dan berbelit-belit. Untuk mengurus satu surat penting saja, terkadang memakan waktu berhari-hari bahkan berminggu-minggu. Dan tentunya tidak semua orang mampu untuk menghadapi birokrasi yang semacam itu.

Hal inilah yang menjadi celah bagi seseorang untuk melakukan tindakan korupsi. Tindakan ini dipilih karena bagi sebagian orang, korupsi mampu melancarkan segala urusan tanpa harus berhadapan dengan birokrasi yang rumit. Tentunya hal ini akan menjadi sebuah kebiasaan yang buruk, dan lama kelamaan akan mematikan birokrasi itu sendiri.

Penegakan Hukum yang Lemah

Norma hukum yang sudah ditetapkan seringkali tidak dilaksanakan sebagaimana mestinya. Akibatnya, banyak terjadi kasus hukum yang disebabkan ketidak adilan hukum di Indonesia. Hal ini mampu menjadi celah bagi sebagian orang untuk melakukan korupsi, baik berskala besar maupun kecil.

Ada banyak kasus dimana pelakunya tidak dihukum sebagaimana mestinya, meskipun kasus tersebut adalah kasus korupsi, dan banyak kasus pula yang justru tidak mendapatkan keadilan yang pantas walaupun hanya sebatas perkara kecil.

Sifat hukum yang tumpul ke atas dan tajam ke bawah inilah yang membuat tindakan korupsi makin menjamur.

Kurangnya Kesadaran Masyarakat

Masyarakat menilai bahwa tindakan korupsi yang memakan uang puluhan ribu rupiah, tidak sama artinya dengan korupsi uang milyaran rupiah. Mereka kurang menyadari bahwa sekecil apapun nominalnya, korupsi tetaplah korupsi, dan hal itu haruslah dihapuskan.

Hal ini secara tidak langsung membentuk perilaku masyarakat yang membiasakan korupsi. Asalkan bisa untuk melancarkan segala urusan, maka mereka akan melakukannya tanpa mengetahui apakah hal tersebut baik untuk dilakukan atau buruk.

Manajemen yang Buruk

Perusahaan yang baik adalah perusahaan yang memiliki sistem manajemen yang baik. Perusahaan dengan manajemen yang baik, akan mampu untuk menjalankan segala sesuatunya dengan terstruktur dan income yang akan dihasilkan juga akan sesuai dengan yang diinginkan. Terlebih lagi, perusahaan akan terhindar dari segala sesuatu yang tidak diinginkan, yang bisa mengancam keberlangsungan perusahaan.

Sebaliknya, apabila perusahaan mempunyai manajemen yang buruk, maka segala sesuatunya tidak akan berjalan seperti yang diharapkan. Dan korupsi akan sangat mudah terjadi pada perusahaan yang sistem manajemennya tidak baik. Hal tersebut akan mempengaruhi jalannya perusahaan, yang mengakibatkan kondisi perusahaan
tidak akan sehat.

Solusi Penanggulangan Korupsi

Setelah mengetahui penyebab korupsi, tentunya kita ingin agar perilaku ini tidak semakin membudaya. Karena jika dibiarkan, maka lama kelamaan akan menggerus integritasmasyarakat yang menjadi pondasi bangsa. Maka dari itu, kita dapat mengupayakan segala sesuatu untuk memberantas korupsi ini. Beberapa langkah yang dapat dilaksanakan untuk mengurangi tindakan korupsi adalah:

Mempertebal iman kepada Tuhan YME

Kepercyaan menjadi salah satu segemen penting dalam pengamalan Sila 1 Pancasila, setiap warga negara Indonesia ini memiliki keyakinan yang diharapkan membaw perubahan atas sikap serta prilaku di keseharian. Oleh karena itulah cara penanganan yang pertamakali bisa dilakukan dengan mempertembal keyakinan kepada Tuhan YME.

Memperkuat penegakan hukum kepada pelaku korupsi

Landansan hukum yang telah diatur dalam Amandemen UUD 1945 atau sebelumnya memberi penegasan bahwa setiap dewan negara haruslah aman dalam menjalankan tugas-tugasnya. Kondisi inilah menjadi faktor penenanganan korupsi yang perlu dilakukan, yakni dengan memberikan penagakan hukum lebih kuat.

Meningkatkan pendidikan mengenai korupsi

Kurikulum tentang cara mengatasi korupsi perlu dilakukan kepada masyarakat, dalam berabagai aspek implementatifnya keadaan ini bisa dilakukan dengan memberikan sosialisasi, inetrakasi sosial, ataupun bisa dijalankan di sekolah dan keluarga.

Idiologi Pancasila

Kondisi lainnya yang perlu dilakukan dalam pengentasan korupsi ialah dengan memberikan serta menjalanka pedoman hidup sebagaimana semua itu diatur secara utuh dalam Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa yang tertuang melalui butir-butir nilainya. Baca juga45 Butir Pancasila dan Contoh Pengamalannya

Demikian uraian singkat mengenai Penyebab korupsi di Indonesia, semoga artikel ini mampu untuk memberikan wawasan serta pemahaman kepada segenap pembaca yang akan mencarai materi tentang pentingnya memberantas korupsi. Terimakasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *