Tahapan Perwakilan Diplomatik dalam Negara dan Contohnya

Diposting pada

Proses Pembentukan Perwakilan Diplomatik

DosenPPKN.Com– Proses pembentukan perwakilan diplomatik yang ada disetiap Negara tidak boleh dilakukan dengan cara sembarangan. Hal ini dikerenakan menyakut kepentingan serta kekuasaan yang berbeda wilayah. Setiap Negara memiliki aturan umum yang berlaku sebagimana hal ini termuat secara utuh dalam tahapan perjanjian internasional dalam kerangka lagalitas hukum yang berlaku secara umum. Oleh karena itulah pada artikel ini akan membagikan tentang proses pembentukan perwakilan diplomatik.

Perwakilan Diplomatik

Perwakilan diplomatik adalah utusan (tangan panjang) Negara berdulat yang memiliki fungsi untuk menjaga perdamaian dan memberikan jaminan kepada setiap warga Negara yang ada di keterwakilannya. Setiap Negara yang berdaulat wajib memiliki keterwakilan ini dalam serangkaian proses panjang.

Dalam menjalankan tugasnya pun, para wakil resmi suatu negara tersebut memiliki kekebalan diplomatik yang dapat menjalankan negoisasi, observasi, pengambilan keputusan mendesak serta hal-hal teknik yang berhubungan dengan kebutuhan Negaranya.

Tahapan Pembentukan Perwakilan Diplomatik

Adapun dalam tahapan-tahapan yang menajdi proses pembukaan wakil-wakil diplomatik adalah sebagai berikut;

Kegiatan Pendahuluan

Terbentuknya perwakilan diplomatik untuk tahap pertama dijalankan dengan adanya kesepatakan yang dilakukan kedua belah pihak negara, yang bisa diawali dengan tukar menukar informasi tentang kemungkinan dibukanya perwakilan diplomatik.

Mengajukan Permohonan

Proses pembentukan perwakilan diplomatik ialah terdapatnya keputusan dari kedua Negara dengan berdasarkan pada kepentingan nasional serta tuntutan menjaga perdamaian dunia. Status permohonan ini sendiri bisa diterima ataupun di tolak sesuai dengan kebijakan Negara bersangkutan.

Menerima Surat Kepercayaan

Setelah ada persetujuan pada tahap selanjutnya penerimaan surat kepercayaan yang diumumkan dalam Negari dan diketahui oleh Negara bersangkutan. Surat kepercayaan ini akan menjadi sumber utama yang memiliki kekuataan hukum.

Penyerahan Resmi

Langkah trakhir dalam pembentukan wakil diplomatik ialah adanya penyerahan resmi dari pihak Negara yang akan ditempati dengan Negara yang akan mengirimkan perwakilan. Penyerahan ini wajib dilakukan di Negara perwakilan dengan diketahui oleh Kepala Negara dan Mentri dalam Negri yang mengurusinya.

Dari serangkaian penjelasan tentang proses pembentukan perwakilan diplomatik tersebut dapat dikatakan sebagai jalur yang umum dilakukan setiap Negara. Adapun beberapa pertimbangan dalam pengangkatakan menjadi diplimatik antara lain;

  1. Bahasa
  2. Tidak ada catatan kriminal
  3. Pernyatataan kesetiaan terhadap Negara yang diwakili
  4. Menjadi wakil Negara dalam urusan terkait yang dipertanggungjawabkan di Lembaga Eksekutif dan Legistatif
  5. Tinggal figurias atau ketokohan yang dimiliki calon diplomat

Contoh Porses Pembentukan Perwakilan Diplomatik

Contoh mengenai proses pembentukan perwakilan diplomatik yang ada di setiap Negara ini misalnya saja adanya keputusan Indonesia untuk tidak membuka duta besar di Israel dengan alasan adanya kebiajakan Israel yang membabibuta dalam kejahatan kemanusiaan kepada Warga Palestina.

Kebiajakan ini diambil sebagai langkah Indonesia untuk tetap teguh dalam perdamaian dunia. Lantaran dengan kondisi inilah setiap penerbagangan Kepala Negara Israel yang akan melewati Indonesia tidak akan pernah diizinkan, termasuk Presiden Isrel beberapa waktu lalu.

Berbeda kondisinya dengan Kroasia yang ternyata Indonesia memiliki perwakilan diplomatik di wilayah tersebut. Kroasia dikenal sebagai salah satu Negara Maju di Dunia dengan segudang prestasi olahraga serta prestasi SDM yang berkualitas. Indonesia menempatkan duta besar di Negara tersebut dengan tujuan untuk bisa mendistribusikan SDM serta bejar banyak hal dari Kroasia.

Demikianlah penjelasan secara lengkap mengenai proses pembentukan perwakilan diplomatik yang ada di Negara beserta dengan contohnya. Semoga adanya tulisan ini bisa memberikan wawasan serta menambah refrensi pembaca mengenai materi “perwakilan diplomatik”. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *