Tahapan Prosedur Perwakilan Diplomatik dan Contohnya

Diposting pada

Proses Pembentukan Perwakilan Diplomatik

Proses pembentukan perwakilan diplomatik yang ada disetiap Negara tidak boleh dilakukan dengan cara sembarangan. Hal ini dikerenakan menyakut kepentingan serta kekuasaan yang berbeda wilayah. Dimana setiap bentuk negara di dunia memiliki aturan umum yang berlaku sebagimana hal ini termuat secara utuh dalam tahapan perjanjian internasional dalam kerangka lagalitas hukum yang berlaku secara universal.

Akan tetapi yang pasti, pada proses pembukaan dan pengangkatan perwakilan diplomatik di antara kedua negara yang menjalin hubungan diplomatik melalui beberapa tahapan dari awal sampai akhir yang semuanya saling terkait satu sama lain.

Perwakilan Diplomatik

Perwakilan diplomatik adalah utusan yang bisa dikatakan sebagai tangan panjang dari negara berdulat yang memiliki fungsi untuk menjaga perdamaian dan memberikan jaminan kepada setiap warga negara yang ada di keterwakilannya. Dimana setiap arti negara yang berdaulat wajib memiliki keterwakilan ini dalam serangkaian proses panjang.

Dalam menjalankan tugasnya pun, para wakil resmi suatu negara tersebut memiliki kekebalan diplomatik yang dapat menjalankan negoisasi, observasi, pengambilan keputusan mendesak serta hal-hal teknik yang berhubungan dengan kebutuhan Negaranya.

Tahapan Perwakilan Diplomatik

Tahapan Prosedur Perwakilan Diplomatik
Tahapan Prosedur Perwakilan Diplomatik

Adapun dalam tahapan-tahapan yang menajdi proses pembukaan wakil-wakil diplomatik adalah sebagai berikut;

  1. Kegiatan Pendahuluan

Terbentuknya tingkatan perwakilan diplomatik untuk tahap pertama dijalankan dengan adanya kesepatakan yang dilakukan kedua belah pihak negara, yang bisa diawali dengan tukar menukar informasi tentang kemungkinan dibukanya perwakilan diplomatik.

  1. Mengajukan Permohonan

Proses pembentukan perwakilan diplomatik ialah terdapatnya keputusan dari kedua Negara dengan berdasarkan pada kepentingan nasional serta tuntutan menjaga perdamaian dunia. Status permohonan ini sendiri bisa diterima ataupun di tolak sesuai dengan kebijakan Negara bersangkutan.

  1. Menerima Surat Kepercayaan

Setelah ada persetujuan pada tahap selanjutnya penerimaan surat kepercayaan yang diumumkan dalam Negari dan diketahui oleh Negara bersangkutan. Surat kepercayaan ini akan menjadi sumber utama yang memiliki kekuataan hukum.

  1. Penyerahan Resmi

Tahap akhir dari prosedur penempatan perwakilan diplomatik adalah adanya penyerahan resmi dari pihak Negara yang akan ditempati dengan Negara yang akan mengirimkan perwakilan. Penyerahan ini wajib dilakukan di Negara perwakilan dengan diketahui oleh Kepala Negara dan Mentri dalam Negri yang mengurusinya.

Pertimbangan Perwakilan Diplomatik

Adapun untuk beberapa pertimbangan dalam pengangkatakan menjadi diplomatik antara lain;

  1. Bahasa
  2. Tidak ada catatan kriminal
  3. Pernyatataan kesetiaan terhadap Negara yang diwakili
  4. Menjadi wakil Negara dalam urusan terkait yang dipertanggungjawabkan di Lembaga Eksekutif dan Legistatif
  5. Tinggal figurias atau ketokohan yang dimiliki calon diplomat

Contoh Pembentukan Perwakilan Diplomatik

Sedangkan contoh mengenai proses pembentukan yang menjadi fungsi perwakilan diplomatik di setiap Negara ini misalnya saja;

  1. Indonesia dan Israel

keputusan Indonesia untuk tidak membuka duta besar di Israel dengan alasan adanya kebiajakan Israel yang membabibuta dalam kejahatan kemanusiaan kepada Warga Palestina.

Kebiajakan ini diambil sebagai langkah Indonesia untuk tetap teguh dalam perdamaian dunia. Lantaran dengan kondisi inilah setiap penerbagangan Kepala Negara Israel yang akan melewati Indonesia tidak akan pernah diizinkan, termasuk Presiden Isrel beberapa waktu lalu.

  1. Kroasia dan Indonesia

Berbeda kondisinya dengan Kroasia yang ternyata Indonesia memiliki perwakilan diplomatik di wilayah tersebut. Kroasia dikenal sebagai salah satu Negara Maju di Dunia dengan segudang prestasi olahraga serta prestasi SDM yang berkualitas. Indonesia menempatkan duta besar di Negara tersebut dengan tujuan untuk bisa mendistribusikan SDM serta bejar banyak hal dari Kroasia.

Kesimpulan

Dari penjelasan yang dikemukakan, dapatlah dikatakan bahwa perwakilan diplomasi adalah instrumen utama kebijakan luar negeri, yang mewakili tujuan dan strategi yang lebih luas yang memandu interaksi suatu negara dengan seluruh dunia.

Dimana perjanjian internasional, aliansi, dan manifestasi lain dari kebijakan luar negeri biasanya merupakan hasil dari proses dan negosiasi diplomatik. Diplomat juga dapat membantu membentuk kebijakan luar negeri negara bagian dengan memberi nasihat kepada pejabat pemerintah.

Demikianlah penjelasan secara lengkap mengenai tahapan pembentukan perwakilan diplomatik yang ada di Negara beserta dengan contohnya. Semoga adanya tulisan ini bisa memberikan wawasan serta menambah refrensi pembaca semuanya.

Rate this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *