Contoh Hasil Penelitian dan Cara Menuliskannya

Diposting pada

Contoh Hasil Penelitian

Bagian hasil dari contoh makalah penelitian adalah tempat melaporkan temuan studi Anda berdasarkan informasi yang dikumpulkan sebagai hasil metodologi yang Anda terapkan. Bagian hasil hanya menyatakan temuan, tanpa bias atau interpretasi, dan disusun dalam urutan logis. Bagian yang menjelaskan hasil (temuan) sangat diperlukan jika makalah Anda menyertakan data yang dihasilkan dari penelitian Anda sendiri.

Sekali lagi, perlu ditegaskan bahwa bagian hasil bukan untuk menafsirkan hasil dengan cara apa pun; yang termasuk dalam bagian diskusi. Pada bagian ini Anda harus bertujuan untuk menceritakan temuan Anda tanpa mencoba menafsirkan atau mengevaluasinya, selain untuk memberikan tautan ke bagian diskusi. Untuk memperjelas pemahaman kita tentang hasil penelitian, artikel ini akan mengulas tentang pengertian, jenis, ciri, dan cara membuat hasil penelitian.

Hasil Penelitian

Businessdictionary dalam keterangannyamemberikan dua definisi hasil yaitu:

  1. Konsekuensi, atau kesimpulan dari suatu masalah, penyelidikan atau percobaan setelah periode waktu tertentu. Kesimpulan ini dapat berupa satu hasil, banyak hasil, atau tanpa hasil. Lamanya waktu yang dibutuhkan untuk menemukan hasil dapat bervariasi dari kurang dari satu detik hingga beberapa tahun.
  2. Data diterima setelah memproses permintaan. Misalnya, ketika pengguna mengirimkan permintaan pencarian di mesin pencari online, mesin pencarian online akan memproses permintaan pengguna dan menghasilkan hasil pencarian biasanya dalam sepersekian detik.

Pengertian Hasil Penelitian

Hasil penelitian ialah proses pengaturan dan pengelompokan baik tentang informasi suatu kegiatan berdasarkan fakta melalui usaha pikiran peneliti dalam mengolah dan menganalisa objek atau topik penelitian secara sistematis dan objektif untuk memecahkan suatu persoalan atau menguji suatu hipotesis sehingga terbentuk sebuah prinsip-prinsip umum atau teori.

Bagian hasil harus mencakup temuan studi Anda dan “hanya” temuan studi Anda. Temuan tersebut meliputi:

  1. Data yang disajikan dalam tabel, grafik, dan gambar (dapat ditempatkan di antara teks penelitian atau pada halaman terpisah).
  2. Analisis kontekstual dari data tersebut dengan menjelaskan artinya dalam bentuk kalimat.
  3. Laporan pengumpulan data, dan / atau peserta penelitian.
  4. Data yang sesuai dengan pertanyaan penelitian utama.
  5. Temuan sekunder (hasil sekunder, analisis subkelompok, dan lain-lain)

Jika ruang lingkup penelitian ini luas atau memiliki banyak variabel, atau jika metodologi yang digunakan menghasilkan berbagai hasil yang berbeda, penulis harus menyatakan hanya hasil yang paling relevan dengan pertanyaan penelitian yang dinyatakan dalam bagian Pendahuluan.

Sebagai aturan umum, setiap informasi yang tidak menyajikan temuan atau hasil langsung dari penelitian ini harus dihapuskan kecuali penulis diminta oleh jurnal atau penasihat/pembimbing untuk memasukkan bagian hasil dan diskusi secara bersamaan.

Pengertian Hasil Penelitian Menurut Para Ahli

Adapun definisi hasil dalam sebuah laporan penelitian menurut para ahli, antara lain:

Wordvice

Bagian hasil dari makalah penelitian ilmiah mewakili temuan inti dari studi yang berasal dari metode yang diterapkan untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi. Ini menyajikan temuan ini dalam urutan logis tanpa bias atau interpretasi dari penulis, menyiapkan pembaca untuk interpretasi dan evaluasi pada bagian Diskusi. Tujuan utama dari bagian Hasil adalah untuk memecah data menjadi kalimat yang menunjukkan signifikansinya terhadap pertanyaan penelitian.

Bagian hasil mengikuti presentasi metode dan bahan dan disajikan sebelum bagian Diskusi-meskipun Hasil dan Diskusi disajikan bersama dalam banyak jurnal. Bagian ini menjawab pertanyaan dasar.

Apa yang Anda temukan dalam penelitian Anda?

Jenis Hasil Penelitian

Terdapat bermacam-macam penyajian hasil yang dapat dilakukan dengan menggunakan:

Uraian

Hasil yang disajikan dalam bentuk uraian digunakan terutama untuk menyajikan hasil analisis data dalam contoh penelitian kualitatif seperti ciri-ciri tanaman, ciri-ciri jenis tanah, ciri-ciri organisme pengganggu tumbuhan, gejala dan tanda penyakit, dan sebagainya. Uraian dibuat dengan menggunakan gaya penulisan deskriptif, lebih khusus lagi gaya penulisan deskriptif untuk pemeritah.

Tabel

Hasil yang disajikan dalam bentuk tabel digunakan untuk menyajikan hasil analisis kuantitatif dengan menggunakan teknik-teknik analisis statistika tertentu. Bila merupakan hasil analisis deskriptif, jangan lupa menyertakan nilai galat (galat pengambilan sampel penelitian untuk data survei).

Setiap tabel harus disertai dengan judul di bagian atasnya, judul didahului dengan kata ‘Tabel’ dan diikuti dengan nomor urut tabel. Setiap tabel harus dirujuk dalam teks dengan menyebutkan kata ‘Tabel’ disertai dengan nomor urut tabel.

Gambar

Hasil yang disajikan dalam bentuk gambar dapat berupa grafik atau kurva hasil analisis data atau gambar visual seperti gambar garis, foto, atau peta. Seperti penyajian tabel, penyajian gambar harus disertai dengan judul yang didahului dengan kata ‘Gambar’ dan diikuti dengan nomor urut gambar.

Berbeda dengan penyajian judul tabel, penyajian judul gambar dilakukan di bawah gambar. Setiap gambar harus dirujuk dalam teks dengan menyebutkan kata ‘Gambar’ disertai dengan nomor urut gambar.

Ciri Hasil Penelitian

Saat mempresentasikan hasil penelitian, terdapat tiga elemen yang harus dimasukkan atau dicantukan, yaitu:

Elemen 1- Memperkenalkan hasil

Eleme ini memperkenalkan hasil pernyataan yang menempatkan gambar di mana hasilnya dapat diketahui. Di bagian ini Anda harus menunjukkan kepada pembaca Anda gambar apa pun yang Anda gunakan (grafik, tabel, chart) untuk menyajikan hasil Anda.

Bagian ini biasanya mulai dengan satu atau dua kalimat yang menjabarkan prosedur yang Anda gunakan dalam penelitian. Jangan ulangi apa yang Anda tulis di bab Metode, cukup rangkum.

Elemen 2- Mempresentasikan hasil yang paling penting

Eleme ini berisis pernyataan yang menyajikan temuan yang paling penting. Biasanya suatu penelitian akan menghasilkan banyak data. Inilah sebabnya mengapa angka-angka umumnya digunakan untuk menyajikan semuanya. Namun, semua gambar harus disertai dengan presentasi terperinci dalam bentuk teks tentang apa yang terkandung di dalamnya.

Anda mungkin tidak ingin mempresentasikan semua data yang diperoleh. Ini karena beberapa data tidak signifikan atau karena mungkin terlalu banyak data. Untuk alasan ini, Anda biasanya hanya menyajikan temuan yang paling penting.

Elemen 3- Mengomentari hasil

Elemen ini berisi pernyataan yang mengomentari hasil yang Anda sajikan. Hanya menyajikan hasilnya mungkin tidak cukup. Anda mungkin perlu mendiskusikan apa yang telah Anda sajikan.

Contoh Hasil Penelitian

Adapun untuk memperjelas bagian daripada hasil dalam sebuah penelitian, dalam langlah selanjutnya kami akan memberikan beragam contoh penulisan hasil penelitian. Baik bisa dipergunakan dalam penulisan karya ilmiah, makalah, laporan penelitian, skripsi, thesis, ataupun tugas akhir.

Hasil Penelitian Karya Ilmiah/Makalah/Laporan Penelitian/Skripsi, Thesis/Tugas Akhir

Dalam setiap penulisan dengan berpedoman pada tatanan yang baku yang sudah legal di mata hukum bisa disebut sebagai karya ilmiah. Hal ini bisa dilakukan kajian dalam berbagai sisi, baik dalam pendidikan, sosial, geografi, sosiologi, ataupun dalam segi lingkungan.

Adapun untuk contoh hasil penelitian ini ialah tentang pendidikan yang ditulis dengan judul “SATE: Sekolah Terpadu Sebagai Alternatif Memecahkan Masalah Ketimpangan Pendidikan Di Daerah 3T” yang ditulis oleh Hikma Irsanai J, Andrea Nurrosa Khalis, dan Fajar Cahyono.

Berikut adalah contoh penulisannya;

Hasil Penelitian/Pembahasan

Kondisi di Daerah 3t

Karakteristik Daerah 3t yang telah dibahas tidak lepas dari ketertinggalan yang disebabkan oleh berbagai kondisi. Hal tersebut disebabkan karena perkembangan yang tidak merata dan proses desentralisasi yang tidak efektif.

Desentralisasi yang inefektif semacam ini mengakibatkan perkembangan wilayah penduduk cenderung disalurkan lebih kepada daerah-daerah kapital seperti perkotaan, daerah kabupaten berkembang, atau daerah industri.

Hal tersebut membuat pembangunan yang ada menjadi sedemikian terhambat. Pembangunan yang dimaksudkan pada penelitian ini adalah pembangunan yang berkaitan pada aspek edukasi nasional. Pendidikan yang tidak merata sedemikian penting untuk menjadi sorotan utama di antara permasalahan nasional lain.

Cynthia (2009) dalam tesisnya memaparkan bahwa pendidikan belum sepenuhnya menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama masyarakat yang tinggal di daerah pedesaan, wilayah terpencil yang secara geografis sulit dijangkau-salah satunya adalah Daerah 3t. Menurutnya kondisi tersebut mengakibatkan ketidaksetaraan penerima layanan pendidikan pada usia sekolah nasional.

Dapat disimpulkan bahwa aksesibilitas yang buruk dan kesulitan pemenuhan kebutuhan fundamental masyarakat Daerah 3t adalah akar dari rasa sungkan masyarakat Daerah 3t untuk memanfaatkan fasilitas edukasi yang tersedia.

Kenyataan tersebut sungguh kontradiktif dengan harapan negara yang tercantum pada uud 1945 pasal 31 ayat (2) yang menyatakan bahwa setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib memberikan kontribusi demi tercapainya kewajiban tersebut.

Dengan kata lain, pendidikan yang dimaksud pasal di atas saat ini hanya bisa dinikmati sebagian masyarakat Indonesia saja. Hal tersebut didasarkan pada distribusi kemajuan yang inefektif. Mutrofin (2009) menyimpulkan bahwa, secara umum, terdapat butir-butir masalah utama yang menjadi akar permasalahan yang berkaitan dengan pendidikan Indonesia.

Hal tersebut adalah inefektivitas kinerja tenaga pendidik; distribusi fasilitas pendidikan yang tidak merata; relevansi tujuan dan rencana pendidikan dengan kondisi yang ada, dan; manajemen pendidikan yang inefisien.

Selain itu, ide tentang pemerataan pendidikan adalah konsep yang mengarah pada kebutuhan pendidikan secara menyeluruh (Amtu 2014). Namun tentu saja, pemberlakuan gagasan tak terlepas dari masalah lanjutan yang dihasilkan atas konsekuensi. Kelangsungan dan kesejahteraan instrumen dan sarana prasarana perlu diperhatikan juga demi kelangsungan gagasan ini.

Konsep Sekolah Terpadu

Pendidikan adalah usaha secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya (uu tentang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 2003).

Sehingga, bertolak dari tetapan tersebut, diharapkan pelajar memiliki dasar-dasar yang direncanakan oleh negara seperti dasar spiritual, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan untuk dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.

Maka dari dasar itulah kami mengusulkan gagasan di bidang pendidikan yaitu Sekolah Terpadu, yang nantinya diharapkan akan menjawab masalah pemerataan pendidikan di Indonesia. Konsep Sekolah Terpadu merupakan kesatuan sistem pembelajaran yang di dalamnya telah dilengkapi dengan instrumen yang memadai yang disesuaikan dengan karakteristik lapangan pada Daerah 3t.

Selain itu, Sekolah Terpadu juga memanfaatkan program-program pengabdian masyarakat instansi terkait di bidang pendidikan dalam memenuhi kebutuhan tenaga kepengajaran dengan kuantitas, kualitas, dan waktu yang telah ditentukan.

Di dalam sistem pembelajaran tersebut juga terdapat jangkauan teknologi informasi untuk siswa dalam menunjang kegiatan belajar mengajar. Terakhir adalah aspek agrikultur sebagai pelengkap dari keseluruhan konsep. Konsep agrikultur yang dibentuk ini merupakan sebagai penyempurna dari tiga komponen sebelumnya sehingga Sekolah Terpadu mempunyai empat komponen utama yaitu sarana dan prasarana, guru, jangkauan informasi, dan pelatihan keterampilan.

Hal tersebut memperhatikan ketentuan bahwa setiap satuan pendidikan formal maupun nonformal mestinya menyediakan sarana dan prasarana yang memenuhi prasyarat pendidikan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan fisik, kecerdasan intelektual, emosional, dan kejiwaan peserta didik (uu No. 20 pasal 45 ayat (1) 2003).

Kurangnya kelengkapan instrumen dalam wahana pendidikan di daerah terpencil, khususnya pada Daerah 3t, memicu kesenjangan yang timbul (Drost 2005; Sachs 2012). Untuk menunjang daya konsep ini, diadakan berbagai instrumen gagasan yang disesuaikan untuk karakteristik Daerah 3t. Seperti yang telah diketahui, perintang utama pembangunan pada karakter daerah seperti Daerah 3t adalah hal-hal penunjang yang inaksesibel dan pengadaan yang rumit dan mempertimbangkan banyak hal.

Terinspirasi oleh Paguron Ki Hadjar Dewantara, gagasan Sekolah Terpadu ini didesain untuk memperbesar peluang akses masyarakat pada instrumen penunjang. Pengadaan instrumen non-pegawai seperti sarana dan prasarana penting aktivitas pendidikan seperti sekolah, tempat tinggal, dan pusat administrasi yang berdekatan satu dengan lainnya dinilai sangat sesuai untuk memenuhi gagasan ini.

Selain sarana dan prasarana yang menjadi perhatian kami dalam membentuk sistem pendidikan ideal untuk Daerah 3t, tenaga kependidikan pun menjadi bagian yang penting juga untuk melengkapi gagasan kami. Tenaga kependidikan seperti guru merupakan salah satu pelaku bahkan pemeran utama dalam penyelenggaraan pembelajaran, sehingga diharapkan penampilan guru harus benar-benar memiliki kemampuan, keterampilan dan sikap profesional yang pada akhirnya mampu menunjang terhadap peningkatan mutu pembelajaran yang akan dicapai (Rosdijatind).

Maka dari itu, pemenuhan guru dengan kuantitas dan kualitas mencukupi menjadi harga mati dalam membangun pendidikan di Daerah 3t. Pemenuhan kuantitas tenaga kependidikan dapat dicapai melalui pemanfaatan program-program pengabdian masyarakat muda di bidang pendidikan seperti Indonesia Mengajar, sm3t, berbagai program kerja lapangan mahasiswa, dan lain sebagainya.

Dengan waktu yang terbatas dari program pengabdian tersebut, manajemen waktu para tenaga kependidikan yang mengajar menjadi solusi terbaik. Selain itu, dengan bergilirnya tenaga pendidik satu dengan yang lain diharapkan siswa menjadi tidak bosan dan menambah pengetahuan siswa dengan karakter-karakter tenaga kependidikan yang bervariasi, yang berasal dari seluruh Indonesia.

Berikutnya, untuk pemenuhan kualitas dapat dilakukan pelatihan untuk tenaga kependidikan yang nantinya akan mengajar di Daerah 3t, pelatihan berupa pemahaman akan budaya daerah yang dituju, metode mengajar, penggunaan teknologi, dan lain sebagainya.

Akses informasi yang luas dan tanpa hambatan, sebagai salah satu dari instrumen pendidikan, berperan sangat vital bagi pembangunan kualitas pendidikan. Akses informasi yang umum ditemukan adalah akses kepada jaringan internet.

Peran internet dalam pendidikan adalah memudahkan siswa untuk mengakses segala pengetahuan yang ada di internet, terlebih lagi dengan tersedianya laman khusus bagi pembelajaran siswa seperti jejaring milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia.

Peran internet juga menjadi penutup lubang-lubang kelemahan tenaga kependidikan yang mengajar dalam penguasaan pengetahuan secara menyeluruh dan menjadi bahan acuan lain bagi pengetahuan yang guru berikan kepada siswa.

Selain itu, internet juga bisa menambah referensi dalam membaca peserta didik. Oleh sebab itu, pengadaan internet dirasa menjadi penting dalam menunjang pembelajaran siswa. Sebagai pelengkap dan sebagai konsekuensi dari keberadaan kompleks Sekolah terpadu yang berada pada Daerah 3t, kompleks Sekolah Terpadu pun menyediakan program pelatihan keterampilan yang menyesuaikan karakteristik daerah masing-masing unit.

Unit yang mengandung instrumen yang berdekatan memungkinkan proses belajar-mengajar tidak terbatas pada ruang kelas, melainkan memungkinkan munculnya kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler yang menyesuaikan karakteristik daerah. Hal tersebut memungkinkan para peserta didik dan tenaga kependidikan dekat dengan lingkungan sekitar dan terampil yang memungkinkan untuk menghasilkan bibit unggul yang sesuai dengan harapan negara dan bangsa.

Dengan adanya keempat komponen di atas, Sekolah Terpadu berupaya untuk mengatasi permasalahan mengenai pemerataan pendidikan nasional. Ketersediaan sarana dan prasarana, tenaga kependidikan yang berkualitas, informasi yang aksesibel sebagai penunjang sumber pembelajaran, dan keterampilan yang disesuaikan menjadikan siswa untuk belajar mengenai kewirausahaan, dan menekan biaya yang dikeluarkan pemerintah, menjadi kerangka utama  gagasan ini.

Peran Pemuda Terkait Implementasi Gagasan

Penekanan peran pemuda pada masyarakat sedemikian penting, mengingat masa depan masyarakat bergantung atas konsekuensi yang mereka miliki saat masa perkembangannya. Pemuda adalah masyarakat yang berumur 17–30 tahun (Rokhmad 1998) yang, dalam gagasan ini, mencakup setiap elemen masyarakat yang terlibat dalam implementasi gagasan baik tenaga kependidikan maupun peserta didik. Oleh karena itu, pemanfaatan waktu pemuda untuk pengembangan dan pematangan diri yang intens sedemikian perlu.

Hal tersebut berhubungan dengan gagasan Sekolah Terpadu. Konsep Sekolah Terpadu yang berbentuk kompleks aktivitas semi-mandiri memerlukan instrumen yang dapat bergerak tak terputus dan berkesinambungan.

Hal tersebut dapat diatasi dengan susunan syarat dan ketentuan yang menekankan keluasan tiap-tiap instrumen yang memenuhi ketentuan tertentu untuk melakukan pengembangan kompleks Sekolah Terpadu. Adanya keluasan peluang untuk berkontribusi memicu gerak yang tak terputus dalam kompleks sekaligus membuat pemuda menjadi pemeran penting dalam upaya pengembangan pendidikan.

Pemuda yang dimaksud sebagai bagian dari instrumen konsep Sekolah Terpadu terbagi menjadi dua kelompok: pelajar aktif yang termasuk klasifikasi sebagai pemuda, dan; tenaga kependidikan. Pelajar aktif, sebagai peserta didik lanjut dapat mengimplementasikan keterampilan yang didapatkan dari Sekolah Terpadu baik akademis maupun non-akademis pada masyarakat sekitar.

Seperti pada umumnya, pelajar aktif selain dibekali keterampilan relatif terhadap karakteristik daerah unit, pun juga dibekali kemampuan akademis untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Selain itu, tenaga kependidikan sebagai elemen penting memanggul tanggung jawab sebagai pembentuk fundamental karakter. Dari uraian tersebut, terlihat peran pemuda yang sangat penting dalam pengembangan pendidikan di Daerah 3t.

Dampak

Konsep Sekolah Terpadu adalah sebuah inovasi dalam upaya mengisi ruang-ruang kosong atas ketidakterjangkauannya tangan pemerintah pada beberapa aspek kenegaraan. Keberadaan konsep Sekolah Terpadu memungkinkan berbagai peluang untuk menjamah berbagai fungsi. Hal tersebut muncul karena inovasi Sekolah Terpadu yang menitikberatkan pembangunan yang menyesuaikan karakteristik daerah tiap unit.

Konsep Sekolah Terpadu memungkinkan untuk menghasilkan alumni yang terampil baik akademik maupun non-akademik. Unit Sekolah terpadu yang terbentuk untuk menciptakan atmosfer edukasi maksimal yang berkelanjutan selama 12 tahun bersekolah membuat peserta didik terpantau baik. Selain itu, keterampilan yang peserta didik dapat selama sesi belajar dalam unit dapat berguna untuk pengabdian langsung kepada masyarakat baik untuk daerah setempat maupun kegunaan jangka panjang.

Selain itu, unit Sekolah Terpadu sebagai properti negara memungkinkan untuk berdaya sebagai alat politik negara. Keberadaannya yang begitu dekat dengan masyarakat dan daerah perbatasan memungkinkan transfer informasi alternatif untuk menjangkau daerah yang sulit. Selain itu, kesejahteraan yang mana sebagai dampak dari pendidikan dapat berlaku sebagai simbol eksistensi kekuatan bangsa dan sebagai instrumen pemerataan kesejahteraan.

Konsep Sekolah Terpadu pula berguna sebagai upaya alternatif desentralisasi pembangunan. Sekolah Terpadu memberikan suatu inovasi dalam pencarian solusi jangka panjang mengenai permasalahan ketimpangan pembangunan di negeri berkembang.

Bukan tidak mungkin dengan adanya Sekolah Terpadu di setiap sudut Indonesia, hal tersebut akan memberi dampak yang sangat besar dalam segala bidang bagi bangsa dan negara Indonesia.

Hasil dalam penelitian dalam pedoman penulisan karya ilmiah senantiasanya diakhiri dengan Bab Penutup yang di dalamnya juga terdapat contoh kesimpulan dan saran. Jangan lupa tetap haruslah mencantumkan daftar pustaka yang sudah menjadi aturan di dalamnya. Baca jugaPengertian Daftar Pustaka, Fungsi, Tujuan, Manfaat, dan Contohnya

Cara Menuliskan Hasil Penelitian

Bagian hasil adalah salah satu bagian terpenting dari makalah penelitian Anda karena di bagian ini Anda menyajikan fakta dan temuan tentang penelitian Anda, dan itu menjawab pertanyaan “apa” tentang studi Anda. Bagian Hasil yang disusun secara logis dan ditulis dengan jelas dengan penggunaan elemen visual yang tepat, misalnya tabel dan gambar adalah cara yang efektif untuk menyajikan hasil Anda.

Dalam menuliskan bagian hasil tersebut, terdapat beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, diantaranya yaitu:

Saat merumuskan bagian hasil, penting untuk diingat bahwa hasil penelitian tidak membuktikan apa pun.

Temuan hanya dapat mengkonfirmasi atau menolak hipotesis yang mendasari penelitian Anda. Namun, tindakan mengartikulasikan hasil membantu Anda untuk memahami masalah dari dalam, memecahnya menjadi beberapa bagian, dan untuk melihat masalah penelitian dari berbagai perspektif.

Panjang halaman bagian ini ditentukan oleh jumlah dan jenis data yang akan dilaporkan. Ringkaslah, gunakan elemen non-tekstual dengan tepat, seperti gambar dan tabel, untuk menyajikan temuan secara lebih efektif.

Dalam memutuskan data apa yang akan dideskripsikan di bagian hasil, Anda harus dengan jelas membedakan informasi yang biasanya akan dimasukkan dalam makalah penelitian dari data mentah atau konten lain yang dapat dimasukkan sebagai lampiran.

Secara umum, data mentah yang belum dirangkum tidak boleh dimasukkan dalam teks utama makalah Anda kecuali diminta oleh pembimbing Anda.

Hindari memberikan data yang tidak penting untuk menjawab pertanyaan penelitian. Informasi latar belakang yang Anda uraikan di bagian pendahuluan harus memberi pembaca konteks atau penjelasan tambahan yang diperlukan untuk memahami hasilnya.

Strategi yang baik adalah dengan selalu membaca kembali bagian latar belakang makalah Anda setelah Anda menulis hasil Anda untuk memastikan bahwa pembaca memiliki konteks yang cukup untuk memahami hasil.

Dalam menuliskan bagain hasil ada beberapa hal yang harus dihindari, misalnya:

  1. Mendiskusikan atau menafsirkan hasil Anda. Simpan hal ini untuk bagian selanjutnya dari makalah Anda, meskipun jika sesuai, Anda harus membandingkan hasil spesifik dengan yang ditemukan dalam penelitian lain. Melaporkan informasi latar belakang atau berusaha menjelaskan temuan Anda. Ini seharusnya dilakukan di bagian pengantar Anda, tapi seringkali hasil penelitian menunjukkan perlunya informasi latar belakang tambahan atau untuk menjelaskan topik lebih lanjut, jadi jangan berpikir Anda melakukan sesuatu yang salah. Perbaiki pengenalan Anda sesuai kebutuhan.
  2. Mengabaikan hasil negatif. Jika beberapa hasil Anda gagal mendukung hipotesis Anda, jangan abaikan. Dokumentasikan dan sebutkan di bagian pembahasan mengapa hasil negatif muncul dari studi Anda. Perhatikan bahwa hasil negatif, dan bagaimana Anda menanganinya, menawarkan kesempatan untuk menulis bagian diskusi yang lebih menarik, oleh karena itu, jangan ragu untuk menyorotinya.
  3. Jangan memasukkan data mentah. Tanyakan kepada pembimbing Anda jika Anda perlu memasukkan data mentah yang dihasilkan oleh studi Anda, seperti transkrip dari wawancara atau file data. Jika data mentah akan dimasukkan, tempatkan dalam lampiran yang dirujuk dalam teks.
  4. Jadikan faktual dan sesingkat mungkin dalam melaporkan temuan Anda. Jangan menggunakan frasa yang tidak jelas atau tidak spesifik, seperti, “tampaknya lebih besar daripada variabel lain …”. Pengubah subyektif harus dijelaskan di bagian diskusi makalah ini. [misalnya, mengapa satu variabel tampak lebih besar?)
  5. Menyajikan data yang sama atau mengulang informasi yang sama lebih dari satu kali. Jika penting untuk menyoroti temuan tertentu, Anda akan memiliki kesempatan untuk menekankan signifikansinya di bagian pembahasan. Jangan ulangi di bagian hasil Anda.
Sajikan angka-angka yang membingungkan dengan tabel.

Pastikan untuk memberi label dengan benar elemen non-tekstual saat menuliskan hasil penelitian Anda. Jangan menyebut grafik sebagai ilustrasi atau gambar tabel.

Nah, itulah tadi materi yang dapat diberikan terkait dengan beragam contoh-contoh hasil penelitian karya ilmiah, makalah, laporan penelitian, skripsi, thesis, ataupun tugas akhir. Semoga melalui artikel ini dapat memberikan referensi kepada segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *