Syarat Masyarakat Madani dan Contohnya

Diposting pada

Syarat Terbentuknya Masyarakat Madani

Diskusi mengenai masyarakat madani merupakan akibat dari adaya kesadaran masyarakat mengenai hak asasi manusia dan tanggung jawab masyarakat dalam rangka membangun kehidupan yang mandiri, maju, terbuka, dan modern. Kehidupan masyarakat yang senantiasa berubah hingga menuju pada harapan adanya masyarakat ideal menurut mereka.

Masyarakat madani di sini merupakan salah satu indikator masyarakat ideal dalam kehidupan demokrasi Indonesia seperti sekarang ini. Selanjutnya bagaimana hakihat dari masyarakat madani dan bagaimana syarat untuk menuju masyarakat madani akan kita bahas pada artikel ini.

Masyarakat Madani

Pada sekarang ini, masyarakat madani (civil society) digunakan untuk membedakan komunitas di luar negara atau lembaga politik. Lembaga privat mandiri dari pemerintah yang terdiri atas beberapa individu yang membentuk kelompok untuk mewujudkan kepentingan mereka sendiri secara aktif.

Contoh dari masyarakat madani dapat kita lihat antara lain melalui adanya gotong royong. Kegiatan tersebut mencerminkan kemandirian dan partisipasi masyarakat yang aktif. Sikap tersebut harus dikembangkan agar terbangun masyarakat madani yang menopang kehidupan demokrasi. Masyarakat tersebut mampu mengambil keputusan yang rasional demi keadilan dan kesejahteraan.

Pengertian Masyarakat Madani

Istilah civil society mulai popular pada tahun 1990 an di Indonesia. Terdapat keterbukaan politik yang menyebabkan mulai terbukanya juga pemikiran sosial dan politik menuju demokrasi. Istilah lain dari civil society antara lain masyarakat sipil, masyarakat warga, dan masayrakat madani.

Pada intinya, ciri masyarakat madani adalah masyarakat yang menghargai keragaman atau pluralisme, kritis dan partisipatif dalam berbagai bidang serta mandiri.

Pengertian Masyarakat Madani Menurut Ahli

Kata madani sendiri berasal dari nama kota Madinah yang diungkap dengan istilah madaniyah, tamadun, dan hadlarah dengan arti peradaban. Berikut adalah pengertian dari masyarakat madani atau civil society dari beberapa ahli politik yaitu antara lain sebagai berikut:

Cicero

Cicero mengungkapkan bahwa masyarakat madani atau civil society yang pada awalnya komunitas politik adalah masyarakat yang didasarkan pada hukum dan hidup beradab. Berbeda dengan bentuk masyarakat yang belum terorganisasi dan teratur.

John Locke dan Rousseau

Sementara itu, berdasarkan pendapat John Locke dan Rousseau, masyarakat madani adalah merupakan masyarakat politik. Pada pengertian ini, masyarakat madani dibedakan dengan keadaan alami ketika belum terbentuk negara. Dalam kehidupan politik, masyarakat terstruktur dalam negara yang didasarkan atas hukum. Selain itu, juga didasarkan atas kehidupan ekonomi dalam bentuk pasar dan penggunaan mata uang serta pemanfaatan teknologi.

Hegel

Hegel berpendapat bahwa masyarakat madani bukan satu-satunya hal yang dibentuk dalam perjanjian masyarakat. Keseluruhan tatanan politik terdiri atas negara di satu pihak serta masyarakat madani pada pihak lain.

Nurcholis Madjid

Hakikat dari masyarakat madani adalah masyarakat yang merujuk pada masyarakat Islam yang pernah dibangun oleh Nabi Muhammad di negeri Madinah. Masyarakat ini memiliki ciri antara lain egalitarianisme. Selain itu, masyarakat madani menghargai prestasi bukan prestise. Mereka juga bersifat terbuka, taat hukum, menjunjung keadilan, memiliki sifat toleransi dalam pluralisme dan musyawarah.

Cohen dan Arato

Arti dari masyarakat madani adalah suatu wilayah interaksi sosial di antara wilayah ekonomi, politik, dan negara yang di dalamnya mencakup semua kelompok-kelompok sosial yang bekerja sama membangun ikatan-ikatan sosial di luar lembaga resmi, menggalang solidaritas kemanusiaan, dan mengajar kebaikan bersama.

M.Ryaas Rasyid

Definisi dari masyarakat madani adalah suatu gagasan masyarakat mandiri yang dikonsepsikan sebagai jaringan-jaringan yang produktif dari kelompok-kelompok sosial yang mandiri, perkumpulan-perkumpulan serta lembaga-lembaga yang saling berhadapan dengan negara.

Berdasarkan pendapat para ahli tersebut, masyarakat madani adalah corak kehidupan masyarakat yang terorganisasi, mempunyai sifat kesukarelaan, keswasembadaan, kemandirian, dan kesadaran hukum yang tinggi. Anggota masyarakat madani terdiri dari berbagai kelompok masyarakat yang berbeda etnik, agama, budaya serta dapat hidup bekerja secara damai. Pada masyarakat madani, penghormatan terhadap hukum sangat tinggi sebagai wujud adanya supremasi hukum.

Syarat Masyarakat Madani

Apabila didasarkan dari pengertian-pengertian masyarakat madani menurut ahli, maka dapat disimpulkan bahwa syarat terbentuknya masyarakat madani adalah sebagai berikut seperti di bawah ini:

  1. Kemandirian yang tinggi

Masyarakat madani adalah manusia-manusia yang percaya diri sehingga tidak tergantung kepada pemerintah orang lain termasuk negara, lembaga negara maupun organisasi lainnya. Masyarakat madani merupakan konsep mengenai masyarakat yang memajukan dirinya melalui aktifitas mandiri dalam suatu ruang gerak yang tidak mungkin negara melakukan intervensi terhadap mereka.

  1. Kesukarelaan

Aktifitas serta kesadaran masyarakat untuk menuju masyarakat yang madani dan tertib berasal dari kesukarelaan pribadi. Mereka bergerak akibat adanya kepentingan pemerintah yang bertentangan dari konsep keadilan masyarakat.

Perasaan tertindas dan tidak adanya kesetaraan membuat mereka rela berjuang mewujudkan keteraturan dalam masyarakat melalui proses demokrasi.

  1. Adanya kesadaran hukum

Masyarakat madani adalah masyarakat yang sadar norma hukum, bukan masyarakat yang didasarkan atas kekuasaan. Mereka memiliki keterikatan pada nilai-nilai hukum yang telah disepakati bersama. Masyarakat madani memiliki konsep keadilan yang didasarkan atas hukum dan adanya check and balance antara negara dengan masyarakat.

  1. Adanya semangat egalitarianism

Masyarakat madani menjunjung semangat egalitarianisme atau kesetaraan dalam pluralisme atau keberagaman masyarakat. Mereka memperlakukan sesama warga negara sebagai pemegang hak dan kewajiban yang sama. Pemaksaan kehendak adalah hal yang tidak sesuai dengan prinsip masyarakat madani.

  1. Bersifat memberdayakan masyarakat dan bergerak dalam bidang sosial

Apabila posisi negara yang kuat intervensinya, dan menyebabkan hegemoni dalam pergolakan sosial, ekonomi, politik, budaya dan ideologi, maka akan merugikan masyarakatnya. Sehingga ruang gerak masyarakat madani adalah seputar bidang sosial guna memberdayakan masyarakat untuk bangkit melalui kegiatan dan bidang keahlian masing-masing.

  1. Tidak terlibat dalam persaingan politik untuk merebut kekuasaan

Warga negara secara bebas dan berkala memilih orang-orang yang mereka nilai layak sebagai pemimpin. Orang yang memerintah tersebut dapat dipercaya dan bertanggung jawab kepada warga negara. Sehingga terdapat mekanisme politik yang memungkinkan warga negara dapat mengontrol sejauh mana kepentingan mereka dilaksanakan oleh orang yang memerintah.

  1. Bersifat inklusif dan menghargai perbedaan

Masyarakat madani dapat dinilai dari berbagai sudut pandang, baim dari kacamata agama, aliran, pemikiran, mazhab, maupun praktik pengalaman demokrasi. Namun, mereka saling menghargai satu sama lain tanpa mengasingkan salah satu kelompok. Masayarakat madani mempunyai prinsip saling menghargai dalam pluralisme.

  1. Berkontribusi terhadap negara

Pada masyarakat madani, tidak terdapat poltiik yang berusaha untuk memperebutkan kekuasaan. Mereka sadar bahwa kekuasaan datang dari kedaulatan yang mereka pegangdan harus dapat dipertanggungjawabkan secara empirik.

Masyarakat madani harus bisa mendesak penguasa untuk membuktikan bahwa mereka layak dipercaya oleh masyarakat dilandasi dengan alasan yang dapat dibenarkan.

  1. Adanya ciri keterbukaan dalam masyarakat

Masyarakat madani merupakan masyarakat yang  terbuka dalam menerima masukan, saran maupun budaya luar yang masuk. Mereka menerima hal baru yang sesuai dengan nilai dan norma yang dianutnya. Masyarakat madani dinamis dan terus berkembang melalui keterbukaan menuju masyarakat yang ideal.

  1. Adanya partisipasi seluruh anggota masyarakat

Masyarakat terbangun jaringannya karena kekuatan masyarakat madani terletak pada otonominya yang luas. Kelemahannya juga ada di sana, sehingga mereka harus bekerja sama karena memiliki tujuan yang sama. Ketika bekerja sendiri-sendiri maka akan memicu kepanikan sosial penyebab terjadinya rezim otoritarian.

  1. Penghargaan berdasarkan prestasi

Masyarakat madani menilai seseorang berdasarkan prestasi atau kontribusi masyarakat terhadap sekitarnya. Penilaian bukan didasarkan atas prestise seperti keturunan, kekayaan, kesukuan, ras, agama maupun status sosialnya.

  1. Berlangsung secara evolusioner

Dalam menuju masyarakat madani, harus ada proses demokratisasi yang berlangsung dalam waktu lama. Demokratisasi tersebut harus melalui tahapan-tahapan. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa mengembangkan nilai demokrasi dan membentuk lembaga-lembaga demokrasi tidak dapat dilakukan secara instan.

  1. Proses perubahannya tanpa persuasif

Masyarakat madani dibangun dalam kondisi tanpa paksaan, kekerasan atau tekanan. Proses menuju demokrasi dilakukan dengan cara musyawarah dan melibatkan setiap warga negara. Perbedaan pandangan diselesaikan dengan baik tanpa kekerasan. Hal ini dilakukan atas dasar pandangan bahwa pemaksaan dan perusakan bukan cara yang demokratis untuk menuju masyarakat yang madani.

  1. Prosesnya tidak pernah selesai

Proses menuju masyarakat madani berlangsung terus menerus. Sesuatu yang ideal tidak akan pernah ada habisnya. Masyarakat madani sebagai masyarakat yang ideal dan benar-benar demokratis tidak akan pernah ada goalnya. Tetapi setidaknya mendekati kriteria masyarakat madani.

Contoh Masyarakat Madani di Indonesia

Bentuk masyarakat madani dapat kita jumpai pada kelompok kecil di dalam masyarakat antara lain sebagai berikut:

  1. Organisasi Kepemudaan, organisasi yang dibentuk dengan anggota anak-anak muda yang secara mandiri menggalang dana dan menyusun kegiatan berdasarkan program kerja dan tujuan organisasi. Misal, Sabang Merauke
  2. Organisasi Perempuan, organisasi dalam masyarakat yang memperjuangkan hak kaum perempuan. Mereka menginisiasi masyarakat melalui pendampingan dan pembelaan kaum perempuan yang menjadi korban diskriminasi. Misal, PPPA.
  3. Organisasi Profesi, organisasi yang terdiri dari kumpulan profesi sejenis. Tujuannya adalah untuk memperjuangkan kesejahteraan para pekerja sesuai dengan profesinya. Misalnya ikatan buruh Indonesia, aliansi petani Indonesia.

Itulah tadi ulasan atas penjelasan lengkap yang bisa kami uraikan kepada segenap pembaca berkaitan dengan syarat-syarat terbentuk dan terwujudnya masyarakat madani serta contohnya yang ada di Indonesia. Semoga memberikan referensi.

Daftar Pustaka
  • Suryana, Yaya dkk. 2015. Pendidikan Kewarganegaraan Kelas XI. Klaten: Intan Pariwara
  • Budiyanto. .Kewarganegaraan SMA Kelas X. Jakarta: Erlangga
  • http://digilib.uinsby.ac.id/8316/2/Bab%202.pdf
Gambar Gravatar
Guru PPKn Alumni Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan di Kampus Negeri Jawa Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *