Pengertian Masyarakat Madani, Karakteristik, Syarat dan Contohnya

Diposting pada

Masyarakat Madani Adalah

Masyarakat madani seringkali di ulas dalam pengertian demokrasi. Hal ini lantaran masyarakat madani menjadi salah satu unsur penting dalam proses berjalannya demokrasi. Mengingat kedudukannya sebagai unsur penting demokrasi, maka masyarakat madani perlu dibentuk dari sekarang. Masyarakat madani juga merupakan sebuah produk kemasyarakatan yang diciptakan untuk memunculkan paradigma baru guna menciptakan tata kemasyarakatan yang ideal. Oleh karena itu kita harus paham mengenai pengertian, karakteristik, syarat, dan contoh masyarakat madani.

Masyarakat Madani

Istilah yang digunakan untuk menyebut masyarakat madani berbeda-beda, ada yang menyebutnya dengan masyarakat demokratis, masyarakat sipil, masyarakat warga, atau masyarakat beradab. Tetapi yang perlu kita ketahui, arti dari kesemua istiah masyarakat madani tersebut sama. Masyarakat madani merupakan sebutan di zaman modern ini.

Pengertian Masyarakat Madani

Mayarakat madani adalah ruang lingkup kehidupan sosial yang memiliki pemikiran terbuka, mandiri dari negara ,memiliki kesukarelaan, namun tetap memiliki keterikatan pada aturan yang sah atau terikat pada seperangkat nilai yang sudah disepakati bersama.

Pengertian Masyarakat Madani Menurut Para Ahli

Adapun definisi masyarakat madani menurut para ahli, antara lain adalah sebagai berikut;

Mohammad A. S. Hikam

Definisi masyarakat madani merupakan kehidupan bermasyarakat dari lingkup kehidupan sosial yang memiliki keterbukaan, kemandiriaan, kesukarelaan, keswasembadaan, namun masih memiliki keterikatan pada norma hukum yang sah.

Hasyim Manan

Masyarakat madani merupakan masyarakat yang beradab, memiliki sopan santun, berbudaya tinggi, baik di dalam perilaku sehari-hari, mengusahakan mencari kebenaran di setiap permasalahan yang ada, mewujudkan kesejahteraan dan kemajuan, dan mentaati peraturan dan sanksi yang berlaku.

Dari semua pengertian terdapat kesamaan yang mengutarakan bahwa masarakat madani merupakan bagian dari kehidupan sosial yang memiliki suatu kemandirian, keswasembadaan, dan memiliki independensi dari negara, namun masih terikat dengan norma-norma yang dibuat oleh negara atau nilai yang sudah disepakati bersama.

Jadi masyarakat madani merupakan masyarakat yang memiliki pemikiran terbuka, masyarakat yang bebas dari pengaruh kekuasaan ataupun tekanan dari pihak manapun termasuk pemerintah dan beradab tinggi namun tetap terikat dengan norma yang berlaku.

Karakteristik Masyarakat Madani

Untuk lebih mengetahui hakikat dan makna demokrasi, ada baiknya kita mengetahui dan memahami karakterikstik masyarakat madani. Terdapat lima karakteristik masyarakat madani yang akan dibahas di dalam artikel ini, yaitu sebagai berikut;

  • Terdapat kemandirian dari masyarakat, keterbukaan pemikiran dari masyarakat, dan masyarakat memiliki independensi untuk mengontrol pemerintah.
  • Adanya peraturan, norma atau nilai yang mengikat masyarakat. Independensi yang dimiliki oleh masyarakat bukan berarti bebas tanpa adanya batasan atau hambatan.
  • Terdapat gerakan yang melindungi hak dan menjamin terpenuhinya hak-hak masyarakat
  • Terdapat perkumpulan warga di beberapa bidang yang terkait dengan identitas seperti keagamaan, kesukuan, kebudayaan dan lain-lain untuk memenuhi hak-hak kolektif.
  • Terdapat wadah untuk menampung ide, gagasan, kritik, dan saran dari masyarakat.

Syarat Terbentuknya Masyarakat Madani

Adapun yang menjadi prasyarat dalam pembentukan masyarakat madani, antara lain adalah sebagai berikut;

Ruang Publik yang Bebas

Dalam membentuk masyarakat madani sayarat pertama yang harus dimiliki adalah ruang publik yang bebas. Ruang publik merupakan ruang yang digunakan oleh masyarakat sebagai sarana untuk mengemukakan pendapat, saran maupun kritikan terhadap pemangku kepentingan, dalam hal ini termasuk pemerintah dan pihak-pihak yang berkuasa lainnya.

Melalui ruang publik yang bebas, masyarakat mempunyai kedudukan dan posisi yang setara dalam melaksanakan transaksi–transaksi wacana dan praktis politik tanpa mengalami kekhawatiran untuk diabaikan. Baca jugaPeranan Pers dalam Masyarakat Indonesia

Demokratis

Syarat kedua terbentuknya masyarakat madani adalah demokratis. Demokratis menjadi salah satu penegak adanya masyarakat madani. Dalam menjalankan kehidupan, warga negara memiliki kebebasan penuh untuk menjalankan aktivitas kesehariaanya termasuk dalam berinteraksi dengan lingkungannya dan di dalam berbagai bidang namun tetap berpedoman pada peraturan, norma atau nilai yang berlaku di dalam masyarakat serta dengan syarat masyarakat tanpa mempertimbangkan suku, agama, ras dan golongan. Baca jugaDemokrasi Parlementer: Ciri & Contohnya di Indonesia

Toleran

Ketiga, sikap  yang dikembangkan oleh masyarakat dalam membentuk masyarakat madani adalah meningkatkan sikap saling menghargai dan menghormati aktivitas yang dilakukan oleh orang lain tanpa membedakan status sosial, ras, agama, suku dan golongan.

Pluralisme

Keempat, masyarakat harus memiliki sikap yang mencerminkan pluralisme. Karena pluralisme merupakan salah satu syarat penting bagi tegaknya masyarakat madani . Apalagi negara seperti Indonesia yang memiliki banyak sekali keaneragaman. Pluralisme harus ditegakkan. Pluralisme sendiri, merupakan pertalian sejati dari sikap pengertian dan rasa saling menghargai di dalam keaneragaman.

Keadailan Sosial

Kelima, yang tak kalah penting bagi penegak masyarakat madani adalah adanya keadilan sebagimana yang berbunyi dalam Sila 5 Pancasila dan keseimbangan serta pembagian yang pas terhadap hak dan kewajiban yang dimiliki setiap warganegara yang mencakup seluruh aspek kehidupan. Tegaknya masyarakat demokrasi bukan hanya tentang perwujudan dari hak asasi manusia, tetapi juga dengan kewajiban dari masing–masing pribadi masyarakat. Baca jugaKeadilan: Pengertian, Macam, dan Contohnya

Contoh Masyarakat Madani

Pertanyaannya sekarang adalah apakah di Indonesia terdapat masyarakat madani? Mengingat di Indonesia memiliki banyak sekali keaneragaman, seperti suku, ras, agama dan golongan.

Jawaban dari pertanyaan tersebut, sebenarnya di Indonesia masih belum sepenuhnya terdapat masyarakat madani, tetapi keberadaan organisasi, institusi, maupun lembaga kemasyarakatan sudah dapat membantu membentuk masyarakat madani di Negara Indonesia.

Masyarakat

Di setiap daerah di Indonesia, pasti memiliki organisasi, intitusi maupun lembaga kemasyarakatan. Banyak masyarakat yang sudah bergabung dengan suatu organisasi dan mengikuti diskusi mengenai berbagai bidang hingga melakukan aksi demo terhadap kinerja pemerintah maupun tentang ketidakpuasan mengenai suatu hal.

Institusi, organisasi maupun lembaga sebenarnya menjadi bagian dari pengendalian sosial  yang berfungsi mengkritisi kebijakan-kebijakan penguasa yang diskriminatif serta memperjuangkan aspirasi amsyarakat.

Lembaga Sosial

Lembaga sosial yang dibentuk oleh kesukarelaan masyarakat yang tugas esensinya adalah memeperjuangkan aspirasi dan kepentingan masyarakat yang tertindas. Seperti misalnya di Surakarta, Jawa Tengah yang terdapat LSM seperti Lentera yang merukan wadah bagi anak-anak penderita HIV dimana pengurusnya memperjuangkan hak dari penderita HIV untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan kehidupan sosial yang setara. Kemudian jugaer dapat KAKAK suatu LSM yang memperjuangkan keadilan bagi anak-anak yang mengalami kekerasan seksual, dan masih banyak lagi.

Tak cukup hanya dengan LSM, tetapi juga harus memiliki suatu pers yang bebas dari kepentingan dan tekenan dari penguasa atau dari pemegang kepentingan. Pers merupakan suatu hal yang penting dalam penegakan masyarakat madani karena memungkinkan dapat mengkritisi dan menjadi bagian dari pengendalian sosial yang dapat menganalisis serta mempublikasikan berbagai kebijakan pemerintahan yang berkenaan dengan warganegaranya. Baca jugaContoh Hak dan Kewajiban Warga Negara dalam UUD 1945

Media Masa (Pers)

Media yang digunakan untuk mengkritik atau menyampaikan aspirasi terhadap pemerintah sudah banyak sekali. Tak hanya sebatas dengan televisi, radio, koran ataupun majalah. Pada masa sekarang ini, menggunakan sosial media di dalam aplikasi telepon genggam merupakan salah satu cara yang efektif. Dari mulai anak-anak, remaja bahkan orang tua dapat mengakses dan mengirim berita dan juga masukan terhadap kebijakan pemerintah di sosial media.

Namun penggunaan sosial media juga harus sesuai norma dan aturan yang berlaku. Jangan sampai disalah gunakan dengan sikap yang tidak pantas dan menyebar berita bohong hanya untuk kepentingan pribadi. Baca jugaPengertian Hoax, Ciri, dan Contohnya

Selain menggunakan institusi atau lembaga, terdapat juga contoh masyarakat madani yang di bangun dari unit kecil sistem pemerintahan Indonesia yaitu desa.

Desa

Di dalam pedesaan terdapat suatu forum masyarakat untuk musyawarah. Dengan begitu masyarakat bebas untuk mengeluarkan segala bentuk keluh kesah dan juga ide gagasan terhadap kemajuan di desanya.

Seperti contoh di Desa Platarejo, Kecamatan Giriwoyo, Wonogiri terdapat program Tablu Dusun yang berfungsi untuk mengumpulkan aspirasi masyarakat tingkata dusun kemudian akan dipertimbangkan di dalam Musrenbangdes.

Hal-hal kecil seperti contoh di atas dapat dijadikan contoh dalam membangun masyarakat madani. Untuk menegakkan masyarakat madani diperlukan kerjasama dari semua pihak baik dari masing-masing individu maupun dari pemegang kekuasan. Banyak cara dan sarana yang dapat ditempuh untuk mewujudkan masyarakat madani asal mempunyai tekad yang kuat dari semua pihak. Baca jugaKarakteristik Masyarakat Madani dan Contohnya

Demikianlah materi atas tulisan pengertian masyarakat madani menurut para ahli, karakteristik, syarat, dan contohnya. Semoga saja melalui bahasan ini bisa memberikan wawasan serta memberikan harapan akan negara ini semakin maju dengan kedamaian di setiap lapis kehidupan masyarakat Indonesia. Trimakasih,

Rate this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *