Pengertian Kewarganegaraan, Macam Asas, dan Contohnya

Diposting pada

Kewarganegaraan Adalah

Kewarganegaraan dalam kehidupan seringkali disamaartikan dengan warga negara. Padahal kedua istilah tersebut memiliki makna yang berbeda namun tetap berkaitan. Dimana untuk kewarganegaraan adalah ikatan antara seseorang dengan bentuk negaranya, sehingga prihal ini kewarganegaraan dapat menimbulkan hak dan kewajiban warga negara terhadap negara, pun sebaliknya.

Disisi lainnya untuk kewarganegaraan di Indonesia memiliki dasar hukum yang jelas yaitu perundang-undangangan. Lantaran kewarganegaraan memberikan kesempatan bagi seorang warga ngara untuk berperan aktif dalam perpolitikan suatu negara. Namun perlu dipahami bahwa tidak semua penduduk adalah warga negara.

Kewarganegaraan

Secara umum kewarganegaraan bisa dikatakan sebagai segala sesuatu hal yang berkaitan dengan warga negara dengan arti negaranya. Di dalam Bahasa Inggris kewarganegaraan dikenal dengan istilah citizenship yang memiiki  arti keanggotaan yang menunjukkan hubungan atau ikatan antara negara dengan warga negaranya.

Sedangkan untuk warga negara merupakan penduduk dari sebuah negara atau bangsa yang berdasarkan keturunan, tempat kelahiran, dan sebagainya mempunyai kewajiban dan hak penuh sebagai seorang warga negara dari negara tersebut. 

Pengertian Kewarganegaraan

Kewarganegaraan adalah ikatan norma hukum yang mewajibkannya untuk patuh serta tunduk dalam hukum di negara tersebut, dan seseorang tersebut tidak memiliki keterikatan maupun berada dibawah kuasa negara lain secara yuridis. Dengan demikian negara menjamin warga negara dibawah kekuasaan hukumnya.

Pengertian Kewarganegaraan Menurut Para Ahli

Adapun definisi kewarganegaraan menurut para ahli, antara lain;

  1. Ko Swaw Sik, Pengertian kewarganegaraan adalah  ikatan hukum antara negara beserta seseorang yang disebut sebagai  warga negara. Hubungan atau ikatan tersebut menjadi sebuah “kontrak politik”, dimana negara tersebut memiliki hukum tata negara dan kedaulatan yang diakui oleh masyarakat dunia. kewarganegaraan dalam artian ini  merupakan bagian dari konsep kewargaan (citizenship).
  2. Graham Murdock, Arti kewarganegaraan ialah suatu hak untuk dapat ikutserta maupun berpartisipasi secara utuh dalam berbagai  stuktur sosial, politik dan juga kehidupan kultural agar mampu menciptakan suatu  hal yang baru yang memunculkan  membentuk ide-ide yang besar.
  3. Soemantri, Pengertian kewarganegaraan adalah suatu ikatan atau hubungan antara manusia sebagai individu di dalam satu  perkumpulan yang tertata dan terorganisir dalam hubungannya dengan negara.
  4. Stanley E Ptnord dan Etner F peliger, Definisi kewarganegaraan adalah  sebuah  ilmu atau studi tentang tugas dan kewajiban pemerintahan serta hak dan kewajiban seorang warga negara. Sehingga ada timbal balik atau keseimbangan antara hak dan kewajiban negara dengan warga negaranya.
  5. Wiyanto Dwijo Hardjono, Makna kewarganegaraan adalah keanggotaan seseorang dalam satuan politik tertentu (secara khusus negara) yang dengannya memberika hak untuk dapat berprestasi dalam suatu kegiatan politik di negara tersebut. kewarganegaraan menurut Hardjono menekankan pada pemberian hak bagi seorang warga negara. Menurutnya hak merupakan hal yang utama bagi warga negara.
  6. Wolhoff, Arti kewarganegaraan adalah  keanggotaan suatu bangsa, yaitu sejumlah manusia yang  terikat antara satu dengan yang lainnya  dikarenakan suatu sebab kesamaan bahasa, kehidupan dalam sosial dan budaya serta kesadaran nasional. Oleh karena  itu kewarganegaraan mempunyai suatu kesamaan dengan hal kebangsaan, perbedaannya pada hak-hak yang dimiliki seseorang tersebut untuk berpartisipasi  dalm hal perpolitikan dalam negara tersebut.
  7. Daryono, Definisi kewarganegaraan adalah hal-hal  pokok  yang mencakup hak dan kewajiban warga negara. Kewargangaraan adalah keanggotaan seseorang dalam satuan politik tertentu (dalam hal ini negara) yang berkaitan dengan hal tersebut,  timbulah suatu hak untuk berpartisipasi di dalam kehidupan politik di negara tersebut.

Hakekat Kewarganegaraan dalam Berbagai Sudut Pandang

Sejatinya hakekat kewarganegaraan dapat diartikan menurut beberapa sudut pandang, diantaranya sebagai berikut;

  1. Hukum (Yuridis)

Secara hukum (Yuridis) Kewarganegaraan, memiliki makna sebagai tanda adanya sebuah hubungan atau ikatan secara yuridis antara seorang warga negara dengan negara berkaitan status seseorang tersebut sebagi warga negara. Dengan adanya hubungan tersebut maka seorang warga negara mempunyai  kewajiban untuk tunduk dan patuh terhadap hukum, undang-undang ataupun  peraturan lain yang berlaku di negara tersebut.

Sehingga  kartu tanda penduduk, surat pernyataan atau bukti kewarganegaraan seseorang, merupakan tanda dari ikatan norma hukum tersebut. Adapun berdasakan pada undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia pasal 1 ayat  (1) menyebutkan bahwa warga negara adalah warga dari suatu negara yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan.

  1. Sosiologis

Secara sosiologis  kewarganegaraan mempunyai  makna yang  berbeda dengan ikatan atau hubungan secara hukum. Ikatan secara sosiologis tersebut memiliki makna lebih mendalam dalam, yang timbul karena satu ikatan atau hubungan darah, setanah air, senasib sepenanggungan dan juga ikatan budaya dan sejarah yang sama.

Maka pengertian  kewarganegaraan secara sosiologis seseorang tersebut dapat disebut sebagai warga negara karena melihat dari tingkah laku, penghayatan hidup serta ikatan emosional seseorang tersebut pada negara. Namun menurut hukum orang tersebut tidak memiliki bukti secara sah menurut hukum yang berlaku sebagai seorang warga negara.

  1.  Formal

Arti Kewarganegaraan secara formal,  merujuk pada tempat kewarganegaraan. Semua  hal yang berkaitan dengan  kewarganegaraan maupun warga negara berada pada konteks hukum publik, karena  semua ketentuan-ketentuan mengenai hal tersebut bersifat publik (umum).

  1. Materiil

Secara materil makna yang terkandang dalam pendidikan kewarganegaraan merujuk kepada dampak  yang muncul karena status kewarganegaraan seseorang tersebut dalam hal hukum, yang dengannya muncul hak maupun kewajiban sebagai warga negara.

Macam Asas Kewarganegaraan

Berikut adalah asas kewarganegaraan yang berlaku di Indonesia sebagimana yang berlaku dalam Undang-undang nomor 12 tahun 2006. Yaitu;

  1. Asas Sanguinis (Asas Law Of The Blood)

Asas sanguinis adalah asas yang mengakui kewarganegaraan seseorang berdasarkan keturunannya. Apabila  salah satu orangtua seseorang mempunyai kewarganegaraan Indonesia, menurut pernikahan yang sah, maka orang tersebut bisa mendapatkan kewarganegaraan Indonesia.

Asas ini setidaknya memberikan ruang untuk  semua pernikahan campur antara dua negara, agar keturunannya dapat menjadi warga negara Indonesia. Cara mengajukan kewarganegaraan sesuai syarat menjadi warga negara Indonesia sesuai prosedur yang berlaku.

  1. Asas Ius Soli (Asas Law The Soil)

Asas Ius Soli adalah asas yang mengakui bahwa kewarganegaraan didapatkan berdasarkan tempat kelahiran dan berlaku terbatas hanya pada kewarganegaraan anak-anak. Apabila ada seseorang dilahirkan di Indonesia, maka orang tersebut dapat menjadi warga negara Indonesia suatu saat sesuai keinginannya.

Hal tersebut juga berlaku untuk pasangan warga negara Indonesia yang melahirkan anak di luar negeri, maka berdasarkan kelahiran, keturunannya dapat disebut sebagai warga negara asing.

  1. Asas Tunggal

Asas tunggal ialah asas yang memastikan bahwa setiap warga negara Indonesia tidak diperbolehkan memiliki dua kewarganegaraan. Apabila seorang lahir di luar negeri dari pasangan Indonesia, maka dia hanya boleh memilih satu kewarganegaraan. Di dalam undang-undang tidak mengenal kewarganegaraan ganda atau bipatride.

Bagi bangsa Indonesia, arti nasionalisme seseorang harus ditunjukkan dengan kewarganegaraannya. Di kwatirkan suatu saat ada konflik kepentingan karena dua kewarganegaraan yang dimiliki. Perbedaan asas kewarganegaraan tunggal dan asas kewarganegaraan ganda akan terlihat dari sudut pandang nasionalisme sebagai warga negara.

  1. Asas Kewarganegaraan Ganda Terbatas

Asas kewarganegaraan ganda terbatas adalah asas yang menentukan bahwa kewarganegaraan ganda hanya diperuntukan bagi anak-anak sesuai Undang-Undang yang berlaku. Setelah seseorang  dewasa, maka ia akan menentukan kewarganegaraannya.

Hal ini berkaitan  dengan kesetiaan terhadap Pancasila sebagai ideologi terbuka negara dan nasionalisme yang telah diuraikan di sebelumnya.

Contoh Kewarganegaraan

Contoh Asas Kewarganegaraan
Contoh Asas Kewarganegaraan

Adapun untuk contoh-contoh dalam kasus kewarganegaraan, antara lain;

  1. Kewarganegaraan karena Kelahiran

Contoh kasusnya seperti adanya seorang perempuan bernama Jessie (Warga Negara Brazil) menikah dengan Seorang laki-laki bernama jhon (Warga Negara Venezuela) di Jakarta (Indonesia) dan diakui oleh negara bahwa perkawinannya sah. Jhon  telah bertempat tinggal di Jakarta (Indonesia) selama 2 tahun sedangkan Jessie  bertempat tinggal di Jakarta (Indonesia) juga selama 1 tahun.

Setelah menikah mereka memiliki anak yang diberi nama Alexander Jack.  Alexander Jack dilahirkan di Negara Indonesia. Menurut UU yang berlaku di Negara Indonesia anak Tersebut dapat memperoleh kewarganegaraan Indonesia karena Alexander lahir di Negara Indonesia. Setelah Berumur 17 tahun Alexander Jack mendapat KTP dengan warga negara Indonesia.

Kesimpulan

Apabila Seorang anak yang lahir di Indonesia berdasarkan perkawinan yang sah menurut hukum di Indonesia walaupun ayah atau ibunya warga negara asing  tetapi anak tersebut tetap menjadi Warga Negara Indonesia ( WNI ). Sama seperti kasus di atas  yang mempunyai Orang tua berkewarganegaraan Asing tetapi Alexander dapat menjadi Warga Negara Indonesia karena Alexander Jack dilahirkan di Negara Indonesia.

  1. Kewarganegaraan karena Pengangkatan

Contoh kasusnya seperti pada Tahun 1995, Jack Davidson (Warga Negara Uruguay) menikahi seorang gadis yang bernama Sri Ningsih (Warga Negara Indonesia). Mereka dikaruniai anak laki-laki yang diberi nama Belize setelah 3 tahun menikah akhirnya. Karena Belize belum berusia 5 tahun maka Belize diangkat secara sah menjadi Warga Negara Indonesia.

Kesimpulan

Seorang anak dari suatu negara yang belum berusia 5 tahun dapat diangkat secara sah menjadi Warga Negara Indonesia. Sama seperti Belize yang mempunyai Ayah berkewarganegaraan Uruguay dan Ibu berkewarganegaraan Indonesia, tetapi Belize diangkat secara sah menjadi Warga Negara Indonesia karena Belize belum berusia 5 tahun dan karena sesuai dengan hukum yang berlaku.

Kesimpulan

Dari penjelasan yang dikemukakan, dapatlah dikatakan bahwa keterampilan pengetahuan terkait dengan kewarganegaraan pada hakekatnya dikembangkan dari pengetahuan kewarganegaraan, agar pengetahuan yang diperoleh menjadi sesuatu yang bermakna, karena dapat bermanfaat dalam menghadapi masalah-masalah kehidupan berbangsa dan bernegara.

Prihal ini untuk keterampilan kewarganegaraan diperlukan dalam memahami karakter identitas negara Indonesia. Apalagi persamaan rasa senasib yang pernah dialami mampu membangkitkan nasionalisme untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dimana untuk indikator yang menandai kecakapan kewarganegaraan dalam perwujudan nasionalisme dengan terus menerus berpegang teguh kepada ideologi Pancasila sebagai jiwa dan kepribadian bangsa, nilai-nilai luhur dan dasar negara.

Nah, demikianlah setidaknya referensi mengenai pengertian kewarganegaraan menurut para ahli, asas, dan contoh kasus penentuan kewarganegaraan di Indonesia. Semoga melalui artikel ini memberikan wawasan serta pengetahuan bagi pembaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *