Hubungan Antara Simbol dan Makna Sila-3 Pancasila

Diposting pada

Hubungan Simbol dan Makna Sila-3

Presiden Soekarno pernah memberikan pidato mengenai lambang negara Indonesia. Isi dari pidato tersebut yaitu membahas adanya hubungan antara simbol beserta lambang negara dengan makna nilai-nilai Pancasila. Simbol dan lambang negara mandarah daging dalam kehidupan masyarakat Indonesia sebagai kecintaannya terhadap kesatuan Indonesia secara lahir dan batin.

Simbol dan lambang negara kita konotasikan sebagai ucapan selamat datang kepada tamu untuk mengenal Indonesia. Setiap simbol mempunyai arti masing-masing bagi kehidupan bangsa Indonesia. Lantas bagaimana dengan sila ketiga Pancasila? Apa simbolnya dan apa makna yang terkandung di dalamnya? Pertanyaan tersebut akan kita bahas pada artikel ini mengenai hubungan antara simbol dan dengan makna sila ketiga Pancasila.

Sila Ketiga Pancasila

Sila ketiga Pancasila mencerminkan semangat persatuan bangsa Indonesia. Sila ini mengandung nilai-nilai seperti jiwa patriotisme atau cinta tanah air, kesetiakawanan, semangat kebangsaan dalam arti nasionalisme, serta semangat persatuan. Nilai-nilai yang terkandung dalam sila ini merupakan sumber kekuatan yang mengantarkan rakyat Indonesia menjadi negara yang berdaulat, adil dan makmur.

Semangat persatuan sudah ada sejak dahulu seperti yang diikrarkan Gajah Mada dalam mempersatukan nusantara. Semangat persatuan juga tercermin dalam perjuangan melawan penjajah di mana semua daerah bersatu melawan sikap kedaerahan untuk mencapai kepentingan bersama yaitu merdeka. Sila persatuan ini didasarkan atas sila pertama dan sila kedua serta mendasari sila keempat dan sila kelima.

Simbol Sila Ketiga Pancasila

Simbol sila ketiga adalah pohon beringin yang memiliki nama latin Ficus benjamina. Simbol pohon beringin terletak pada sebelah kiri atas yang memiliki latar belakang warna putih.

Gambar Simbol Sila 3 Pancasila Pohon Beringin
Simbol Sila 3 Pancasila

Pohon beringin sendiri memiliki warna hijau. Simbol pohon beringin ini tercantum dalam pidato Ir. Soekarno tanggal 22 Juli Tahun 1958 yang berbunyi,” Pancasila yang tergambar di pusat bintang cemerlang atas dasar hitam, sinar cemerlang abadi dari pada Ketuhanan Yang Maha Esa, pohon beringin lambang kebangsaan……..”

Makna Simbol Sila Ketiga Pancasila

Adapun sila ketiga yang disimbolkan dengan pohon beringin, mempunyai makna sebagai berikut, antara lain:

  1. Pohon beringin adalah pohon yang memiliki akar tunggang. Akar yang menunjang pohon besar tumbuh sangat dalam di dasar tanah. Secara filosofis, persatuan dan kesatuan Indonesia merupakan penopang kehidupan Indonesia yang sangat besar dan luas. Tanpa adanya persatuan yang tertanam dalam diri setiap masyarakat, maka Indonesia akan terancam kedaulatannya.
  2. Pohon beringin memiliki daun yang rindang dan rimbun. Daun yang rimbun bisa digunakan untuk berlindung dan berteduh bagi siapa saja. Secara filosofis, melalui persatuan Indonesia, maka bangsa Indonesia memiliki rasa saling melindungi satu sama lain, rela berkorban, serta cinta terhadap bangsa dan budaya Indonesia.
  3. Pohon beringin memiliki banyak akar yang menggelantung pada ranting-rantingya. Secara filosofis, Indonesia adalah negara kesatuan yang memiliki latar belakang yang berbeda-beda baik latar belakang suku, agama, ras, dan antar golongan. Perbedaan ini kita sebut sebagai pluralisme. Ketika perbedaan bisa terintegrasikan dan bisa disikapi dengan baik oleh masyarakat, maka kita bisa menyebutnya sebagai multikulturalisme.
  4. Latar belakang perisai putih dengan warna daun yang hijau. Warna putih memiliki arti suci, bersih. Sementara warna hijau memiliki arti kesejukan, kedamaian. Persatuan Indonesia adalah sikap yang benar-benar harus tertanam dalam hati masyarakat Indonesia. Tidak membenci satu dengan yang lainnya dan menghindari konflik yang mengarah pada disintegrasi. Dengan demikian, semangat persatuan yang datangnya dari hati akan menciptakan kedamaian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hubungan antara Simbol dan dengan Makna Sila Ketiga Pancasila

Adapun hubungan antara simbol dengan makna sila persatuan Indinonesia adalah sebagai berikut, antara lain:

  1. Mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan

Akar dan batang yang besar menjadi penopang daun yang sangat rimbun. Hal ini menandakan bahwa kepentingan orang banyak lebih diutamakan daripada kepentingan pribadi maupun kepentingan golongan. Tujuan negara sama halnya tujuan masyarakat yang nanti juga akan menguntungkan tiap individu.

  1. Rela Berkorban

Daun yang lebat menjadikan banyak orang bisa berteduh di bawah pohon. Daun mampu menopang air serta panas agar orang-orang di bawahnya tidak terkena panas dan hujan.

Maksudnya sikap rela berkorban dengan ikhlas baik melalui uang, tenaga, maupun waktu mampu membuat seluruh masyarakat merasakan kedamaian. Dalam hal ini, pengorbanan setiap masyarakat Indonesia diperlukan agar negara Indonesia senantiasa aman dan damai.

  1. Cinta Tanah Air

Pohon beringin memiliki akar yan tertanam di tanah yang dalam, akarnya kuat hingga pohon menjadi kokoh. Artinya perasaan cinta tanai air harus tertanam kuat di dalam hati masing-masing masyarakat Indonesia.

Apabila setiap orang memiliki perasaan cinta tanah air dengan berusaha membela negaranya sendiri dalam menghadapi segala macam ancaman dan tantangan, maka bangsa Indonesia akan senantiasa kokoh dan tidak mudah terjadi disintegrasi nasional.

  1. Bangga terhadap budaya Indonesia

Budaya Indonesia sangat lah beragam dicerminkan dalam rindangnya daun pohon beringin. Budaya yang dimiliki daeah-daerah merupakan salah satu pembentuk budaya nasional yang seharusnya kita bangga memiliki banyak budaya seperti demikian. Budaya yang kita miliki menjadikan Indonesia dikenal oleh negara-negara lain di dunia. Bahkan, banyak negara yang ingin belajar mengenai budaya Indonesia.

Namun, sekarang ini budaya daerah semakin luntur karena semakin berkurangnya generasi penerus bangsa yang enggan melestarikannya.

Banyaknya budaya asing masuk juga mengakibatkan dilupakannya budaya sendiri. Budaya-budaya asing dianggap sebagai trend yang menarik untuk diikuti. Sebagai masyarakat Indonesia harus bangga terhadap budaya sendiri dengan melestarikannya, mulai dari mempelajari, mempraktikkan dan mengenalkannya kepada orang lain.

  1. Memelihara ketertiban dunia

Seperti filosofi daun rindang yang teduh dengan batang besar dan akar yang banyak, begitu pula melalui persatuan yang kuat akan menjaga dari konflik yang terjadi, baik di dalam masyarakat Indonesia, maupun masyarakat dunia. Rasa saling memiliki satu sama lain perlu ditanamkan dalam berinteraksi dengan negara lain. Menjunjung perdamaian adalah yang utama untuk menghindari adanya sengketa internasional.

  1. Persatuan atas dasar Bhinneka Tunggal Ika

Keberagaman yang menyelimuti Indonesia ibarat akar-akar yang menggantung pada ranting pohon. Akar yang banyak adalah milik satu pohon beringin, akar tersebut sama-sama mencari sumber air agar pohon tetap tumbuh subur.

Kebhinnekaan yang dimiliki bangsa Indonesia seharusnya bukan menjadi pemicu arti disintegrasi bangsa. Kebhinnekaan seharusnya berada dalam jendela integrasi nasional. Masyarakat harus senantiasa saling bekerja sama satu sama lain untuk tetap tegaknya Indonesia sebagai negara kesatuan.

  1. Persatuan sebagai perlindungan

Warna hijau dan rindangnya daun beringin adalah filosofi dari keteduhan dan kedamaian. Artinya melalui persatuan, maka kehidupan akan senantiasan harmonis penuh dengan ketenangan. Persatuan adalah perlindungan, maksudnya ketika masyarakat Indonesia memupuk rasa persatuan, maka akan mudah menghadapi segala macam gangguan dan hambatan yang mengancam kedaulatan negara Indonesia. Kedaulatan Indonesia akan mudah terancam jika masyarakatnya sendiri tidak menjunjung tinggi persatuan karena mudah diadu domba.

  1. Menghargai perbedaan

Kebhinnekaan yang disimbolkan dengan akar yang banyak dan daun yang rindang harusnya menciptakan semangat contoh toleransi. Masyarakat Indonesia mampu menghargai perbedaan yang terjadi akibat kondisi Indonesia yang multikultural. Menghilangkan sifat etnosentrisme dan harus memahami bahwa setiap individu, setiap daerah, setiap budaya memiliki kelebihan dan keunikannya masing-masing. Merasa suku bangsa atau kelompoknya paling baik dan memberikan stigma negatif pada suku bangsa atau kelompok lain hanya akan menggoyahkan kemerdekaan yang sudah lama dicapai oleh para pahlawan.

  1. Semangat kebangsaan

Semangat kebangsaan atau nasionalisme adalah sikap bangsa Indonesia yang bisa kita lihat sama halnya dengan besarnya akar pohon beringin. Mencintai negara Indonesia, menhormati lambang-lambang negaranya, mematuhi semua aturan yang sudah ditetapkan, berpartisipasi aktif dalam kegiatan kenegaraan atau kemasyarakatan, dan memberikan aspirasi kepada para pemimpin. Sikap-sikap tersebut adalah conroh nasionalisme yang menjadi dasar rasa cinta terhadap bangsa Indonesia. Sikap cinta melalui semangat kebangsaan akan mempermudah bangsa Indonesia mencapai tujuannya.

  1. Kebersamaan

Semangat kebersamaan ibarat sebuah pohon beringin. Akarnya mencari sumber air dan nutrisi, batang serta ranting menyalurkan air kepada daun untuk segera difotosintesis. Hasilnya adalah pohon tumbuh subur, akarnya kuat, batangnya kokoh dan daunnya rindang memberi kesejukan.

Kebersamaan diwujudkan dalam sikap kerja sama antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lainnya. Semua komponen dalam masyarakat bekerja sama dan tidak saling menyalahkan untuk mewujudkan Indonesia yang sejahtera.

Demikianlah ulasan lengkap yang bisa kami sajikan pada semua pembaca. Berkaitan dengan hubungan antara simbol dan makna sila-3 Pancasila beserta contoh tindakan yang bisa dilakuan. Semoga bisa memberikan referensi bagi semuanya.

Datar Pustaka
  • https://indonesia.go.id/profil/lambang-negara
Gambar Gravatar
Guru PPKn Alumni Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan di Kampus Negeri Jawa Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *