Pengertian Integrasi Nasional, Jenis, Syarat, Faktor, dan Contohnya

Diposting pada

Integrasi Nasional Adalah

Negara yang majemuk rawan terhadap ancaman disintegrasi nasional atau perpecahan. Perbedaan yang terdapat di dalam negara seperti perbedaan suku, etnis, adat istiadat, agama dan sebagainya mempunyai kepentingan masing-masing. Ketika tidak adanya rasa yang membentuk manfaat solidaritas dan makna toleransi satu sama lain, maka kedaulatan negara bisa terancam.

Perlu dikatehui bahwa kondisi keberagaman bukan hanya di Indonesia. Banyak bentuk negara-negara lain dengan karakteristik penduduk beragam yang juga sering terjadi konflik, misalnya India dengan banyak agama di sana. Penting adanya integrase nasional dalam negara untuk tercipta keharmonisan. Lebih lanjut, kita akan membahas pengertian, jenis, syarat terjadinya, faktor pendorong dan penghambat, serta contoh integras nasional.

Integrasi Nasional

Integrasi Nasional terjadi karena terwujudnya integrasi sosial. Dalam konsep bermasyarakat, ketika mereka memiliki kesepakatan batas territorial, nilai, norma, serta pranata sosial maka akan terwujud integrasi sosial. Secara garis besar, integrasi sosial terjadi ketika sudah terjadi penyesuaian perbedaan yang ada di dalam masyarakat tanpa perpecahan.

Kemudian ketika integrasi dalam lingkup masyarakat sudah tercipta, maka akan mendorong terciptanya integrasi nasional dalam lingkup bernegara.

Integrasi nasional sangat penting bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia karena dapat mempersatukan keberagaman dan mengurangi adanya konflik yang terjadi karena perbedaan tersebut. Minimnya konflik merupakan salah satu faktor tetatap bertahannya kedaulatan negara.

Pengertian Integrasi Nasional

Integrasi atau integration memiliki arti kesempurnaan atau keseluruhan. Sementara itu, integrasi nasional merupakan proses penyatuan perbedaan pada suatu negara guna terciptanya keselarasan dan keserasian secara nasional.

Secara garis besar integrase nasional merupakan kesadaran atas identitas bersama di antara warga negara. Artinya, meskipun berbeda suku, agama, ras, golongan, warga negara tetap mengakui kenyataan bahwa mereka semua adalah satu. Hal ini sangat penting dalam membangun negara yang kuat dan makmur.

Pengertian Integrasi Nasional menurut Para Ahli

Definisi ahli mengenai makna integritas nasional, antara lain adalah sebagai berikut;

Birch

Integrasi nasional adalah proses penyatuan kelompok sejarah dari pemisahan identitas masa lampau, guna meningkatkan kebersamaan dalam pembangunan ekonomi, sosial dan politik pada tingkat nasional.

Drake

Integrasi nasional mengacu pada perasaan masyarakat pada wilayah berbeda dalam suatu negara yang berbeda latar belakang etnis, sosial budaya, dan ekonomi menjadi satu kesatuan sehingga berfungsi sebagai satu bangsa dan satu identitas.

Hardstone

Integrasi nasional mengacu pada proses membawa bersama budaya dan kelompok sosial ke dalam satu unit wilayah dan membentuk identitas nasional.

Jenis Integrasi Nasional

Berdasarkan dimensinya, integrasi  nasioanal dibagi menjadi:

Dimensi vertikal

Integrasi yang berkaitan dengan upaya penyatuan persepsi, keinginan atau harapan antara elit dengan massa atau antara masyarakat dengan pemerintah. Di sini, integrasi nasional menjembatani perbedaan rakyat dengan pemerintah.

Dimensi Horisontal

Integrase nasional berkaitan dengan upaya terwujudnya persatuan antara perbedaan dalam masyarakat itu sendiri. Di sini, integrasi nasional berfungsi menjembatani perbedaan antar kelompok masyarakat (integrase territorial).

Berdasarkan bentuknya integrasi nasional dibagi menjadi:

  1. Asimilasi, Proses pembauran budaya yang disertai dengan ciri budaya aslinya.
  2. Akulturasi, Proses penerimaan unsur dari luar tanpa menghilangkan budaya aslinya.

Berdasarkan upaya terwujudnya, integrasi nasional dibagi menjadi:

  1. Integrasi Normatif, Integrasi nasional yang terjadi karena adanya norma yang berlaku dalam masyarakat yang mampu mempersatukan mereka
  2. Integrasi Instrumental, Integrasi nasional yang terajadi secara nyata karena adanya keseragaman antar individu dalam masyarakat.
  3. Integrasi Ideologis, Integrasi nasional yang terjadi atas dasar ikatan ideologis yang kuat tanpa paksaan
  4. Integrasi Fungsional, Integrasi yang terjadi dan tampak nyata atas dasar fungsi-fungsi tertentu oleh pihak atau lembaga dalam masyarakat
  5. Integrasi Koersif, Integrasi yang terjadi atas dasar paksaan oleh penguasa atau pemerintah

Syarat terjadinya Integrasi Nasional

Integrasi nasional akan terwujud apabila terdapat konsisi sebagai berikut:

  1. Terdapat kesadaran masyarakat bahwa mereka saling membutuhkan satu sama lain

Masyarakat sadar bahwa mereka merupakan makhluk sosial yang saling membutuhkan. Mereka sadar, bahwa tanpa bantuan orang lain kebutuhan tidak akan tercukupi.

  1. Terdapat kesepakatan masyarakat tentang nilai fundamental yang menjadi tuntunan bersama

Masyarakat sepakat dengan norma dan nilai sosial sebagai pedoman dalam bermasyarakat. Misal, masyarakat Indonesia mengakui adanya Pancasila sebagai dasar, falsafah dan ideologi negara.

  1. Terdapat norma dan nilai sosial yang berlaku sebagai pedoman dalam integrase nasional

Pengertian norma yang disepakati oleh masyarakat berlaku dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari serta dijadikan pedoman dalam meningktkan persatuan. Misalnya UUD 1945 sebagai konstitusi negara sebagai hukum nasional disamping hukum adat masing-masing daerah.

Faktor Pendorong Integrasi Nasional

Sedangkan untuk faktor yang menjadi pendorong dalam integrasitas nasional, antara lain adalah sebagai berikut;

  1. Perasaan senasib dan seperjuangan

Perasaan senasib mendorong masyarakat untuk bersama-sama memperjuangkan tujuannya. Kebersamaan antara karakteristik yang berbeda inilah yang mendorong integrasi nasional.

  1. Keinginan untuk bersatu

Menyadari bahwa perpecahan akan mengancam kedaulatan, maka di antara kelompok-kelompok masyarakat bersatu menghimpun kekuatan demi kemakmuran bersama, Misalnya pada zaman duahulu, sumpah pemuda mewadahi berbagai kelompok pemuda di Indonesia menghimpun perjuangan bersama.

  1. Rasa cinta tanah air

Apabila orang memiliki rasa cinta tanah air, maka dia akan menghormati satu sama lain. Mencintai keberagaman yang ada di negaranya tanpa curiga.

  1. Sikap rela berkorban

Mengutamakan kepentingan bersama, merupakan awal dari adanya integrasi nasional. Rela mengesampingkan kepentingan pribadi, mencoba menerima perbedaan yang ada dan meleburkannya dalam tujuan bersama.

  1. Adanya konsensus nasional

Menghindari konflik dan memiliki kesepakatan bersama atas segala perbedaan yang ada tanpa perasaan benci satu sama lain.

  1. Rasa saling ketergantungan

Rasa saling membutuhkan dan tergantung satu sama lain akan mengurangi persaingan dalam masyarakat. Tidak merasa dirinya unggul dan mau membantu masyarakat lain.

  1. Media massa

Budaya, adat-istiadat, bahasa dan keunikan yang beragam apabila ditampilkan dalam media massa maka akan menimbulkan saling mengenal satu sama lain. Dampaknya adalah setiap masyarakat tidak salah persepsi terhadap perbedaan yang terjadi.

Faktor Penghambat Integrasi Nasional

Sedangkan untuk faktor yang menjadi kendala dalam integritas nasional, dianataranya adalah sebagai berikut;

  1. Masyarakat yang heterogen

Semakin heterogen negara, maka akan semakin banyak kepentingan yang ada. Permasalahan dan konflik juga akan timbul seiring dengan banyaknya kepentingan yang harus dipenuhi.

  1. Wilayah yang luas dengan karakteristik yang berbeda

Wilayah luas dengan perbedaan karakteristik di setiap wilayah akan menghambat pengaturan secara nasional. Jangkauan yang berbeda, membuat perlakuan tiap wilayah berbeda.

  1. Tingginya ancaman dan hambatan dari luar

Adu domba dan dukungan dari luar untuk memisahan diri menimbulkan pemberontakan dan perang saudara.

  1. Paham etnosentrisme

Mengunggulkan etnis sendiri, merasa dirinya paling benar menimbulkan persaingan. Persaingan tidak sehat menimbulkan stereotip negative satu sama lain yang menghambat integrasi nasional.

Contoh Integrasi Nasional

Contoh-contoh wujud integras nasional dalam lingkungan masyarakat secara umum, antara lain adalah sebagai berikut;

  1. Pada masa sebelum kemerdekaan, terdapat sumpah pemuda yang menyatukan pemuda dalam satu wadah untuk berjuang bersama. Pemuda-pemuda tersebut berasal dari berbagai latar belakang pendidikan, daerah, agama dan suku bangsa. Melebur menjadi satu bangsa Indonesia.
  2. Toleransi umat beragaama di mana Indonesia terdapat enam agama yang diakui dan kepercayaan lain yang belum diakui. Misal: Kerja sama antar pemuda dari agama yang berbeda yaitu Islam, Kristen dan Katolik di Blitar dalam rangka menjaga keamanan perayaan ibadah dan hari raya idul fitri.
  3. Mengenal dan mempelajari kesenian dari berbagai daerah di Indonesia sebagai contoh identitas nasional bersama.
  4. Tercantumnya perayaan besar agama-agama di Indonesia dalam kelender nasional yang diikuti oleh semua masyarakat sebagai hari libur nasional.
  5. Ikut membaur dalam masyarakat yang memiliki perbedaan watak dan latar belakang agama.
  6. Pengakuan atas adanya hukum adat disamping hukum nasional. Hukum adat lahir dalam masyarakat tidak bisa digantikan serta merta oleh hukum nasional. Apabila dipaksakan justru akan memicu terjadinya protes massa.
  7. Pembukaan ASEAN GAMES dengan lagu-lagu dan tarian dari berbagai daerah di Indonesia yang berbeda-beda.
  8. Sekolah negeri atau swasta yang menerima murid dari berbagai latar belakang daerah, agama, ras dan status sosial.
  9. Petugas paskibraka nasional yang diambil dari semua provinsi di Indonesia. Dengan begitu, tidak ada rasa iri satu sama lain antar provinsi.
  10. Menghargai teman yang berbeda warna kulitnya, tidak menghina dan melakukan diskriminasi fisik atau verbal.

Itulah tadi serangkaian artikel yang telah kami selesaikan secara tuntas terkait dengan materi pengertian integrasi nasional, jenis, syarat, faktor pendorong/penghambat, dan contohnya di lingkungan masyarakata dalam kehidupan sehari-hari. Semoga bisa bermanfaat ya, triamakasih.

Sumber Tulisan
  1. https://ejournal.undip.ac.id/index.php/jscl/article/download/17912/pdf
  2. https://www.academia.edu/15354643/Makalah_Integrasi_Nasional
  3. https://journal.uny.ac.id/index.php/civics/article/view/5747
  4. http://jurnal.fkip.uns.ac.id/index.php/sejarah/article/download/12361/8755

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *