Pengertian Moral, Macam, Fungsi, Sifat, dan Contohnya

Diposting pada

Moral Adalah

Moral berasal dari kata Latin mores yang artinya kebiasaan. Moral seharusnya mengajarkan Anda bagaimana menjadi orang yang lebih baik. Jika moral digunakan sebagai kata sifat, itu berarti baik, atau etis. Jika Anda memiliki karakter moral yang kuat, Anda adalah anggota masyarakat yang baik. Jika seseorang penipu dan pembohong, Anda mungkin berkata, “Dia bukan orang yang bermoral“.

Sehingga secara tidak langsung arti moral adalah aturan yang mengatur tindakan mana yang benar dan mana yang salah. Moral yang dapat menjadi fungsi norma ini bisa untuk semua masyarakat atau kepercayaan individu. Terkadang moral dapat diperoleh dari sebuah cerita atau pengalaman, sehingga dapat dikatakan juga bahwa moral merupakan pesan yang disampaikan atau pelajaran yang bisa dipetik dari sebuah cerita atau peristiwa. Moral dapat diserahkan kepada pendengar, pembaca, atau pemirsa untuk menentukan sendiri, atau dapat secara eksplisit dikemas dalam pepatah. Untuk memperjelas pemahaman kita tentang moral, artikel ini akan mengulas tentang pengertian, macam, fungsi, sifat, dan contoh moral.

Moral

Moralitas adalah konsep melakukan hal yang benar. Moral adalah pedoman dasar untuk hidup. Banyak orang telah menulis tentang cara memilih apa yang benar. Beberapa percaya bahwa ada moralitas objektif (benar bahkan jika Anda tidak setuju dengan itu), sering berpikir itu ditetapkan oleh Tuhan; yang lain berpikir bahwa moralitas adalah subyektif (bahwa apa yang baik atau buruk adalah pilihan dalam masyarakat).

Orang dapat belajar moral dari agama, orang tua, teman, sekolah, buku, atau dari tradisi etika. Orang yang mengajar atau mengikuti moral disebut moralis. Ini juga bisa menjadi pelajaran yang dipelajari seseorang dalam sebuah buku atau cerita.

Biasanya satu baris di akhir cerita (“Pesan moral dari cerita ini adalah …..“). Dongeng adalah cerita yang mengandung pesan moral.

Pengertian Moral

Moral, akhlak, etika, atau susila (Arab: akhlāq) merupakan istilah yang digunakan seseorang manusia untuk menyebut orang lainnya dalam tindakan yang memiliki nilai positif.

Manusia yang tidak mempunyai moral disebut amoral, yang artinya tidak bermoral dan tidak mempunyai arti nilai positif di mata manusia lainnya. Sehingga dapat dikatakan bahwa moral ialah hal mutlak yang harus dimiliki oleh manusia. Secara ekplisit, moral adalah hal-hal yang berhubungan dengan proses sosialisasi individu, tanpa moral manusia tidak bisa melakukan proses sosialisasi.

Pengertian Moral Menurut Para Ahli

Adapun definsi moral yang telah dikemukakan oleh kabanyakan ahli, antara lain adalah sebagai berikut;

Hurlock

Mmoral ialah perilaku yang sesuai dengan kode moral kelompok sosial. Moral sendiri dapat diartikan sebagai tata cara, kebiasaan, dan adat. Perilaku moral dikendalikan oleh konsep moral atau peraturan perilaku yang telah menjadi kebiasaan bagi anggota suatu budaya.

Dian Ibung

Moral ialah serangkaian bentyk nilai (value) yang berlaku dalam suatu lingkungan sosial dan mengatur tingkah laku seseorang.

Maria Assumpta

Moral ialah aturan (rule) tentang beragam bentuk sikap (attitude) dan perilaku manusia (human behavior) sebagai manusia.

Sonny Keraf

Moral dapat digunakan untuk mengukur kadar baik dan buruknya sebuah tindakan manusia sebagai manusia, mungkin sebagai anggota masyarakat (member of society) atau sebagai manusia yang mempunyai posisi tertentu atau pekerjaan tertentu.

Zainuddin Saifullah Nainggolan

Moral adalah suatu tendensi rohani untuk melakukan seperangkat standar dan norma yang mengatur perilaku seseorang dan masyarakat.

Chaplin (2006)

Moral mengacu pada akhlak yang sesuai dengan peraturan sosial, atau menyangkut hukum atau adat kebiasaan yang mengatur tingkah laku.

Wantah (2005)

Moral ialah sesuatu yang berkaitan atau ada hubungannya dengan kemampuan menentukan benar salah dan baik buruknya tingkah laku.

Russel Swanburg

Moral adalah pernyataan dari pemikiran yang berhubungan dengan keantusiasan seseorang dalam bekerja dimana hal itu dapat merangsang perilaku seseorang tersebut.

Macam Moral

Moral dapat dibedakan menjadi 2 macam, yaitu:

Moral Murni

Pengertian moral murni adalah serangkaian arti etika yang terdapat pada setiap manusia sebagai suatu perwujudan pancaran ilahi. Moral murni dapat disebut juga Hati Nurani yang sehingga dalam hal ini sebagai individu yang hidup di lingkungan masyarakat dapat dipastikan memilikinya.

Moral Terapan

Moral terapan adalah serangkaian arti norma di masyarakat yang diperoleh dari berbagai ajaran filosofi, agama, adat yang menguasai pemutaran manusia. Norma terapan ini dapat diwujudkan dengan penanaman nilai-nilai yang secara koninyu dilakukan oleh masyarakat.

Fungsi Moral

Fungsi sekaligus tujuan moral adalah perwujudan harkat dan martabat kepribadian manusia. Secara lebih jelas berikut ini beberapa fungsi sekaligus tujuan moral, antara lain:

  1. Moral menjamin terwujudnya harkat dan martabat pribadi seseorang dan kemanusiaan.
  2. Moral dapat memotivasi manusia agar bersikap dan bertindak dengan penuh kebaikan dan kebajikan yang didasari atas kesadaran kewajiban yang dilandasi moral.
  3. Moral berfungsi untuk menjaga keharmonisan hubungan sosial antar manusia, karena moral menjadi landasan rasa percaya terhadap sesama.
  4. Moral dapat membuat manusia lebih bahagia secara rohani dan jasmani karena menunaikan fungsi moral sehingga tidak ada rasa menyesal, konflik batin, dan perasaan berdosa atau kecewa.
  5. Moral bisa memberikan wawasan masa depan kepada manusia, baik sanksi sosial maupun konsekuensi dalam kehidupan sehingga manusia akan penuh pertimbangan sebelum bertindak.
  6. Moral dalam diri manusia juga bisa memberikan landasan kesabaran dalam bertahan dalam setiap dorongan naluri dan keingingan/ nafsu yang mengancam harkat dan martabat pribadi.

Sifat Moral

Moralitas dapat merujuk pada standar yang dimiliki seseorang atau kelompok tentang apa yang benar dan salah, atau kebaikan dan kejahatan. Dengan demikian, standar moral adalah yang berkaitan dengan perilaku manusia, terutama perbedaan antara perilaku baik dan buruk (atau benar dan salah).

Standar moral melibatkan aturan yang dimiliki orang tentang jenis tindakan yang mereka yakini benar dan salah secara moral, serta nilai-nilai yang mereka tempatkan pada jenis-jenis objek yang mereka yakini baik secara moral dan buruk secara moral. Beberapa ahli etika menyamakan standar moral dengan nilai-nilai moral dan prinsip-prinsip moral.

Terdapat 6 sifat atau karakteristik standar moral yang membedakannya dari standar non-moral (yang merujuk pada aturan yang tidak terkait dengan pertimbangan moral atau etika). Keenam sifat tersebut, antara lain:

Standar moral melibatkan kesalahan serius atau manfaat signifikan

Standar moral berurusan dengan hal-hal yang dapat berdampak serius, yaitu, melukai atau memberi manfaat bagi manusia. Tidak demikian halnya dengan banyak standar non-moral. Misalnya, mengikuti atau melanggar beberapa peraturan bola basket mungkin penting dalam permainan bola basket tetapi tidak serta merta mempengaruhi kehidupan atau kesejahteraan seseorang.

Standar moral lebih diutamakan daripada nilai-nilai lain

Standar moral memiliki otoritas hegemonik. Jika standar moral menyatakan bahwa seseorang memiliki kewajiban moral untuk melakukan sesuatu, maka dia seharusnya melakukan itu bahkan jika itu bertentangan dengan standar non-moral lainnya, dan bahkan dengan kepentingan pribadi.

Sebagai contoh pengutamaan standar moral yaitu ketika lebih memilih menolong orang yang jatuh di jalan, ketimbang ingin cepat sampai tempat tujuan tanpa menolong orang tersebut.

Standar moral tidak ditentukan oleh figur otoritas

Standar moral tidak diciptakan, dibentuk, atau dihasilkan oleh badan otoritatif atau orang-orang seperti badan legislatif negara. Idealnya, nilai-nilai ini harus dipertimbangkan dalam proses pembuatan undang-undang. Karena itu pada prinsipnya, standar moral tidak dapat diubah atau dibatalkan oleh keputusan badan otoritatif tertentu.

Satu hal tentang standar-standar ini, bagaimanapun, adalah bahwa validitasnya terletak pada kecukupan alasan yang dianggap mendukung dan membenarkannya.

Standar moral memiliki sifat universal

Sederhananya, itu berarti bahwa setiap orang harus memenuhi standar moral. Namun, agar lebih akurat, ini mensyaratkan bahwa prinsip-prinsip moral harus berlaku bagi semua yang berada dalam situasi yang serupa. Jika seseorang menilai bahwa tindakan A secara moral benar untuk orang tertentu P, maka secara moral benar bagi siapa pun yang relevan dengan P.

Standar moral didasarkan pada pertimbangan yang tidak memihak

Standar moral tidak mengevaluasi standar berdasarkan kepentingan orang atau kelompok tertentu, tetapi standar yang melampaui kepentingan pribadi hingga ke sudut pandang universal di mana kepentingan masing-masing orang dihitung secara tidak memihak atau setara.

Ketidakberpihakan biasanya digambarkan bebas dari prasangka. Ketidakberpihakan dalam moralitas mengharuskan kita memberikan pertimbangan yang sama dan / atau memadai untuk kepentingan semua pihak yang berkepentingan.

Standar moral dikaitkan dengan emosi dan kosa kata tertentu

Preskriptifitas menunjukkan sifat praktis atau pedoman standar moral. Standar moral ini secara umum diajukan sebagai perintah atau keharusan (seperti, “Jangan membunuh,” “Jangan membahayakan,” dan “Cintailah sesama manusia”). Prinsip-prinsip ini diusulkan untuk digunakan, untuk memberi nasihat, dan untuk mempengaruhi tindakan.

Secara sederhana, kosa kata ini digunakan untuk mengevaluasi perilaku, untuk memberikan pujian dan menunjukkan kesalahan, serta untuk menghasilkan perasaan puas atau bersalah.

Contoh Moral

Berikut adalah beberapa contoh moral di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, antara lain adalah sebagai berikut;

  1. Berbicarah yang sebenarnya atau sejujurnya
  2. Tidak merusak properti
  3. Tidak berhubungan seks sebelum menikah
  4. Menepati janji
  5. Tidak bersikap curang
  6. Perlakukan orang lain seperti Anda ingin diperlakukan
  7. Dapat dipercaya
  8. Tidak menghakimi orang lain
  9. Menghormati orang lain
  10. Menjadi orang yang pemaaf
  11. Memiliki integritas
  12. Bertanggung jawab
  13. Menjadi orang yang sabar
  14. Toleransi terhadap perbedaan
  15. Memiliki kerendahan hati

Nah, itulah tadi serangkaian materi yang dapat dituliskan terkait dengan definisi moral menurut para ahli, macam, fungsi, sifat, dan contohnya di masyarakat dalam keseharian. Semoga melalui tulisan ini bisa memberikan wawasan kepada segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

Rate this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *