Contoh Musyawarah dan Mufakat di Masyarakat

Posted on

Contoh Musyawarah dan Mufakat

Musyawarah merupakan kegiatan yang dilakukan untuk menyatukan pendapat yang berbeda. Tujannya untuk mencari jalan keluar pemecahan masalah secara bersama. Dalam musyawarah, setiap anggota memiliki hak untuk menyampaikan pendapatnya. Sementara itu, mufakat adalah keputusan yang dihasilkan dalam musyawarah yang sudah melalui berbagai tahap perundingan. Tidak akan ada kata mufakat sebelum semua anggota musyawarah belum menyetujuinya. Sehingga keputusan musyawarah harus selalu menjunjung nilai keadilan.

Dalam kehidupan sehari-hari dalam lingkup masyarakat sekecil apapun, kita sering menjumpai musyawarah dan mufakat. Lantas apa gunanya setiap masalah harus diselesaikan dengan jalan musyawarah? Bagaimana musyawarah itu dilakukan? Kita akan mengetahuinya pada contoh musyawarah dan mufakat di masyarakat yang akan kita sajikan pada artikel ini.

Musyawarah dan Mufakat

Musyawarah adalah forum yang mana setiap orang di dalamnya terlibat dalam mengemukakan aspirasi, pendapat, saran, kritik untuk memecahkan permasalahan bersama. Oleh karena itu di dalam musyawarah harus tertana, rasa saling menghargai, tidak memaksakan kehendak, serta mengutamakan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi.

Musyawarah merupakan konsep dalam sistem demokrasi. Musyawarah bertujuan untuk menyelesaikan kepentingan bersama. Musyawarah berarti mendengarkan dan saling melempar pendapat untuk menyelesaikan masalah melalui sebuah keputusan yang disepakati bersama atau mufakat.

Keputusan yang diambil dari kegiatan musyawarah saling menguntungkan dan tidak merugikan kepentingan bersama. Setelah terdapat kata mufakat, maka yang perlu dilakukan adalah menjalankan keputusan bersama dengan ikhlas

Musyawarah mufakat termasuk dalam warisan budaya bangsa Indonesia serta termasuk dalam nilai sila ke-4 Pancasila. Budaya musyawarah mufakat ini harus selalu dijaga keutuhannya dengan cara melaksanaannya di setiap kegitan di lingkungan masyarakat. Melalui musyawarah mufakat diharapkan terdapat situasi yang aman, tentram, damai tanpa adanya disintegrasi bangsa.

Islamey menjelaskan musyawarah dan mufakat ke dalam beberapa ciri-ciri

  1. Masalah yang dibicarakan dalam musyawarah adalah kepentingan bersama
  2. Pembicaraan dalam musyawarah haruslah dapat diterima oleh akal sehat
  3. Proses kegiatan musyawarah harus sesuai dengan ciri-ciri norma moral yang berlaku
  4. Setiap anggota yang mengutarakan pendapatnya harus mudah dipahami dan masuk akal
  5. Hasil keputusan dari musyawarah tidak memberatkan rakyat
  6. Musyawarah dan mufakat harus mengutamakan nilai kebersamaan, kesabaran, jujur, dan mudah untuk menerima pendapat dari orang lain.

Contoh Musyawarah dan Mufakat

Adapun contoh musyawarah dan mufakat yang biasa kita temui di lingkungan masyarakat adalah sebagai berikut, antara lain:

  1. Pembagian Tugas Siskamling

Keamanan masyarakat menggunakan siskamling harus mempunyai susunan pengurus yang memiliki tugas untuk mengadakan jaga malam setiap hari. Tidak semua orang bisa melaksanakan jaga di hari yang sama, sehingga dibuatlah jadwal.

Pada kasus ini, musyawarah digunakan untuk menentukan jadwal jaga malam serta menyediakan apa yang dibutuhkan ketika pelaksanaan siskamling.

Biasanya ketika jadwal sudah ditentukan terlebih dahulu, maka mereka akan diberikan hak untuk menerima dan mengemukakan negosisasi mengenai jadwal jaga malam, serta mengemukakan apa saja yang kurang dalam sistem keamanan lingkungannya.

  1. Pemilihan Ketua RT/RW

Berbeda dengan pemilihan presiden atau pemilihan kepala daerah lain. Pemilihan ketua dalam struktur organisasi RT/RW  dilakukan secara musyawarah dan mufakat. Setiap orang diberikan kesempatan untuk mengemukakan atau mencalonkan siapa yang mereka anggap layak untuk menjadi ketua dalam struktur organisasi RW/RT.

Kemudian dari beberapa orang yang dicalonkan, akan berdiskusi kembali mengenai kelebihan dan kekurangan masing-masing calon ketua. Dalam diskusi terdapat anggota musyawarah yang bersikeras harus calon yang diajukan yang menjadi ketua RT/RW. Sehingga yang perlu ditanamkan pada proses ini adalah perasaan saling menghormati dan rasa adil.

  1. Penyelesaian Sengeketa Masyarakat

Dalam hidup bermasyarakat sering dijumpai konflik antar masyarakat. Mereka saling mempertahankan keyakinan masing-masing bahwa apa yang mereka lakukan adalah benar dan yang dilakukan oleh orang lain adalah salah. Misalnya ketika selokan tersumbat dan menimbulkan bau yang tidak sedap, terdapat dua orang keluarga yang saling menuduh penyebab selokan itu terhambat. Ketika tidak ada penengah, maka mereka akan terus berdebat.

Maka, harus dilakukan musyawarah atau berbicara dengan kepala dingin antar dua keluarga tersebut. Bisa juga dihadiri oleh ketua RT/RW atau orang lain yang dipercaya.

Pertama, musyawarah dalam hal ini bertujuan untuk mencari penyebab mengapa selokan menjadi tersumbat. Kedua, musyawarah dilakukan untuk mendapatkan kata mufakat mengenai solusi pemecahan terhadap selokan yang tersumbat. Melalui musyawarah, diharapkan dapat melerai dan meredam konflik bagi masyarakat yang bersengketa atau berselisih paham.

  1. Persiapan Hari Besar Keagamaan

Persiapan hari besar biasa dilakukan oleh gabungan dari masyarakat, baik pengurus masjid, karang taruna, perkumpulan sesepuh, dan organisasi desa yang lain. Perayaan hari keagamaan adalah kegiatan yang cukup besar sehingga persiapannya harus dilaksanakan melalui proses musyawarah.

Pada kegiatan musyawarah ini, mereka menentukan jobdesk masing-masing anggoya, apa saja yang dibutuhkan dalam pelaksanaan hari besar, bagaimana sistem masuk keluarnya masyarakat ke tempat ibadah, membahas mengenai sistem keamanan, dan lain sebagainya.

Untuk mendapatkan kata mufakat, biasanya musywarah pelaksanaan hari besar tidak hanya dilakukan sekali saja. Perundingan dilakukan oleh beberapa kali sesuai dengan perkembangan yang ada di lapangan.

Meskipun tak jarang di dalam proses musyawarah terdapat perbedaan pendapat, akan tetapi yang diambil adalah keputusan yang disepakati bersama di mana keputusan tersebut memiliki manfaat yang paling baik dan memiliki resiko yang paling minim.

  1. Peyusunan Acara Desa

Setiap desa biasanya memiliki kegiatan rutin, kegiatan besar, atau kegiatan yang mendesak. Setiap kegiatan atau acara yang ada di desa membutuhkan peran masyarakat untuk terjun di dalamnya. Sehingga harus ada musyawarah dalam masyarakat untuk menentukan keberlanjutan kegiatan, apakah masyarakat setuju diadakannya acara atau kegiatan tersebut, dan bagaimana sistematika kegiatan itu dilaksanakan.

Oleh karena tidak semua masyarakat bisa ikut dalam musyawarah, biasanya setiap RW atau dusun mengirimkan perwakilan sesepuh dan anggota karang taruna dilengkapi dengan perangkat desa dan lembaga kemasyarakatan desa yang lainnya.

Setelah kata mufakat terjadi, maka semua masyarakat di desa harus lapang dan bersungguh-sungguh dalam melaksanakan keputusan tersebut.

  1. Rapat Kelompok Tani

Dalam masyarakat terdapat kelompok tani. Biasanya mereka mengadakan perkumpulan rutin. Pada perkumpulan tersebut terdapat proses musyawarah. Oleh karena kelompok tani, maka yang dibahas dalam proses musyawarah adalah hal-hal yang berkaitan dengan pertanian.

Misalnya penyelesaikan masalah irigasi di sawah, penyelesaian masalah hama tanaman, menentukan metode apa yang harus digunakan untuk meningkatkan produksi tanaman. Selain itu, mereka juga melakukan musyawarah mengenai sistem kepengurusan seperti pemilihan ketua, bendahara, sekretaris, dan seksi bidang dalam organisasi kelompok tani.

  1. Rapat Karang Taruna

Karang taruna adalah kumpulan pemuda dan pemudi yang ada di masyarakat, Biasanya mereka mengadakan pertemuan rutin setiap sebulan sekali atau sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan. Mereka memiliki agenda dan kegiatan rutin, jadi perkumpulan tersebut secara tidak langsung dapat dikatakan sebagai musyawarah dalam mempersiapkan timeline kegiatan.

Misalnya kegiatan 17-Agustusan. Mereka mendiskusikan apa saja kegiatan yang harus dilakukan, siapa saja yang terlibat di dalam acara tersebut, kapan pelaksanaan kegiatan, serta berapa dana yang harus dihabiskan untuk mengadakan kegiatan tersebut.

Tidak mungkin ketua karang taruna beserta bendahara sendiri yang membuat rencana dan mempesiapkan kegiatan sendiri, mereka harus bermusyawarah dengan anggota lain untuk mendapatkan persetujuan bersama atau mufakat,

  1. Penyelesaian Masalah Kesehatan Bersama

Pada masyarakat, juga serinng terjadi wabah seperti demam berdarah. Biasanya demam berdarah ini menyebar dan tak jarang masyarakat di sekitarnya juga akan tertular penyakit tersebut.

Sehingga perlu adanya musyawarah untuk menyelesaikan masalah wabah demam berdarah secara bersama. Mulai dari diadakannya sosialisasi, kapan pelaksanaannya, berapa anggarannya, siapa yang harus melaksanakan sosialisasi, dan sarana apa yang harus digunakan untuk memberantas wabah demam berdarah tersebut.

  1. Koordinasi Pembangunan Infrastruktur

Infrastruktur, sarana, dan prasarana di lingkungan masyarakat adalah milik bersama. Sehingga dalam membangun, memperbaiki, atau bahkan memusnahkannya harus dengan keputusan bersama. Misalnya ada gapura yang sebenarnya mempersempit jalan sehingga gapura harus diperbaiki.

Maka ada masyarakat yang setuju untuk dibongkar saja, ada yang berpendapat tidak perlu, ada pula yang berpendapat harus dibongkar dengan perbaikan.

Terlepas dari itu, berbagai macam pandangan dalam musyawarah dikeluarkan semua. Berdasarkan berbagai macam argumen, pertimbangan dan fakta di lapangan mereka bisa menyuarakan pendapatnya. Meskipun terjadi perbedaan pendapat, namun keputusan yang didasari dengan kata mufakat lah yang akan dilaksanakan.

  1. Penggunaan Dana Desa

Dalam masyarakat desa, ada yang namanya BPD yaitu Badan Permusyawaratan Desa. Badan ini bertugas untuk bersama dengan kepala desa dan perangkat yang lain untuk bermusyawarah menentukan anggaran, serta hal lain yang nantinya akan dimasukkan dalam peraturan desa.

Badan ini merupakan perwakilan dari masyarakat desa. Sehingga apabila salah satu anggota belum setuju atas keputusan yang dihasilkan berarti belum mencapai kata mufakat. Mereka harus terus menjelaskan argument yang benar dan memiliki risiko yang paling sedikit.

Demikianlah penjelasan yang bisa kami sampaikan pada segenap pembaca. Berkenaan dengan ragam contoh-contoh musyawarah dan mufakat yang ada di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Semoga bisa memberi edukasi bagi semuanya.

Daftar Pustaka
  • http://digilib.uinsby.ac.id/4344/6/Bab%25202.pdf
  • http://jurnal.unpad.ac.id/sosiohumaniora/article/download/16254/9023
Guru PPKn Alumni Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan di Kampus Negeri Jawa Tengah