Contoh Hipotesis dan Cara Membuatnya

Diposting pada

Pengertian Hipotesis

Dalam sains, hipotesis adalah ide atau penjelasan yang kemudian Anda uji melalui studi dan eksperimen. Di luar sains, teori atau dugaan juga bisa disebut hipotesis. Dalam sains, suatu hipotesis perlu melalui banyak pengujian sebelum diberi label teori. Hipotesis adalah gagasan atau premis yang digunakan sebagai landasan untuk penyelidikan lebih lanjut.

Ini penting untuk penelitian ilmiah karena berfungsi sebagai kompas bagi para ilmuwan atau peneliti dalam melakukan eksperimen atau studi mereka. Ada berbagai jenis hipotesis tetapi menyusun hipotesis yang baik bisa rumit. Hipotesis yang masuk akal harus logis, afirmatif, jelas, tepat, dapat diukur atau dapat diuji, dan memiliki faktor sebab dan akibat. Untuk memperjelas pemahaman kita tentang hipotesis, artikel ini akan mengulas tentang pengertian, macam, fungsi, cara membuat, dan contoh hipotesis.

Hipotesis

Hipotesis merupakan sebuah anggapan atau penjelasan (teori) yang sementara diterima untuk menafsirkan peristiwa atau fenomena tertentu, dan untuk memberikan panduan untuk penyelidikan lebih lanjut. Sebuah hipotesis dapat dibuktikan benar atau salah, dan harus mampu disangkal. Jika tetap tidak dapat disangkal oleh fakta, itu dapat dikatakan telah terverifikasi.

Hipotesis adalah pernyataan prediksi yang spesifik. Ini menjelaskan secara konkret (bukan teoritis) apa yang Anda harapkan akan terjadi pada studi Anda. Tidak semua penelitian memiliki hipotesis, misalnya untuk contoh penelitian kualitatif dan contoh kuantitatif.

Bahkan terkadang sebuah penelitian dirancang bersifat eksploratif. Tidak ada hipotesis formal, dan mungkin tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi beberapa bidang secara lebih menyeluruh untuk mengembangkan beberapa hipotesis atau prediksi spesifik yang dapat diuji dalam penelitian di masa mendatang. Sebuah studi tunggal mungkin memiliki satu atau banyak hipotesis.

Pengertian Hipotesis

Suatu hipotesis untuk dapat menjadi hipotesis ilmiah, maka harus diuji dengan menggnakan metode ilmiah. Para ilmuwan umumnya mendasarkan hipotesis ilmiah pada pengamatan sebelumnya yang tidak dapat dijelaskan dengan teori-teori ilmiah yang ada. Meskipun kata-kata “hipotesis” dan “teori” sering digunakan secara sinonim, hipotesis ilmiah tidak sama dengan teori ilmiah.

Hipotesis yang berfungsi adalah hipotesis yang dapat diterima untuk sementara kemudian diajukan untuk penelitian lebih lanjut, dalam proses yang dimulai dengan dugaan atau pemikiran yang berpendidikan.

Hipotesis adalah jawaban tentatif dan dapat diuji untuk pertanyaan ilmiah. Begitu seorang ilmuwan memiliki pertanyaan ilmiah yang ia minati, ilmuwan itu membaca untuk mencari tahu apa yang sudah diketahui tentang topik tersebut. Kemudian dia menggunakan informasi itu untuk membentuk jawaban sementara untuk pertanyaan ilmiahnya.

Terkadang orang menyebut jawaban sementara sebagai “tebakan yang berpendidikan“/ Hal inilah menjadi penanda bahwa hipotesis juga harus dapat diuji karena langkah selanjutnya adalah melakukan percobaan untuk menentukan apakah hipotesis itu benar atau tidak.

Hipotesis mengarah pada satu atau lebih prediksi yang dapat diuji dengan bereksperimen. Prediksi sering mengambil bentuk pernyataan “Jika ____ maka ____“, tetapi tidak harus. Prediksi harus mencakup variabel independen (faktor yang Anda ubah dalam percobaan) dan variabel dependen (faktor yang Anda amati atau ukur dalam percobaan).

Pegertian Hipotesis Menurut Para Ahli

Adapun definisi hipotesis menurut para ahli, antara lain sebagai berikut;

  1. Prof. Dr. S. Nasution (2000), Hipotesis dapat diartikan sebagai dugaan tentang apa yang kita amati dalam upaya untuk memahaminya.
  2. Zikmund (1997:112), Hipotesis ialah proposisi atau dugaan belum terbukti bahwa tentatif menjelaskan fakta atau fenomena, serta kemungkinan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan penelitian.
  3. Erwan Agus Purwanto dan Dyah Ratih Sulistyastuti (2007:137), Hipotesis ialah pernyataan atau tuduhan bahwa sementara masalah penelitian yang kebenarannya masih lemah (belum tentu benar) sehingga harus diuji secara empiris.
  4. Mundilarso, Hipotesis ialah pernyataan yang masih lemah tingkat kebenaran yang masih harus diuji dengan menggunakan teknik tertentu.

Hipotesis dapat dirumuskan dalam hal teori, dugaan, pengalaman pribadi / orang lain, kesan umum, kesimpulannya adalah masih sangat awal. Hipotesis merupakan pernyataan keadaan populasi yang akan diverifikasi menggunakan data / informasi yang dikumpulkan melalui sampel.

Jenis Hipotesis dan Contohnya

Berikut ini macam-macam hipotesis beserta contohnya, antara lain;

Hipotesis Penelitian atau Hipotesis Kerja

Hipotesis penelitian adalah sebuah hipotesis yang tidak membutuhkan pengujian statistika, karena tujuan penelitian ini ialah untuk memberikan jawaban dari masalah yang diteliti. Hipotesis penelitian dapat dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu:

Hipotesis Deskriptif

Hipotesis deskriptif ialah dugaan terhadap satu variabel di dalam satu komunitas sampel. Di dalamnya bisa ada beberapa kategori yang berbeda. Beberapa contoh kalimat hipotesis deskriptif dalam contoh penelitian sosial, misalnya;

Contoh Hipotesis Deskriptif
  • Ho: Kecenderungan masyarakat memilih baju warna gelap
  • Ha: Kecenderungan masyarakat memilih baju bukan warna gelap

Hipotesis Komparatif

Hipotesis komparatif merupakan sebuah dugaan terhadap perbandingan dari dua atau lebih sampel. Hipotesis komparatif dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu komparasi berpasangan dan komparasi independen. Komparasi berpasangan ini dapat berada di dalam dua sampel atau lebih. Demikian juga komparasi independen.

Contoh hipotesis komparatif komparasi yang berpasangan dua sampel, misalnya:

Contoh Hipotesis Komparatif Komparasi
  • Ho: Tidak ada perbedaan pada nilai penjualan barang antara sesudah maupun sebelum memasang iklan
  • Ha: Ada perbedaan pada nilai penjualan barang antara sesudah dan sebelum memasang iklan.

Contoh hipotesis independen dalam tiga sampel, misalnya:

Contoh Hipotesis Independen tiga Sampel
  • Ho: Tidak terdapat perbedaan antara akademisi, pebisnis, dan birokrat dalam memilih partai.
  • Ha: Terdapat perbedaan antara akademisi, pebisnis, dan birokrat dalam memilih partai.

Hipotesis Asosiatif

Hipotesis asosiatif merupakan dugaan terhadap hubungan antara variabel yang satu dengan yang lain dalam jenis penelitian sosial. Hipotesis ini dapat terdiri atas  dua atau lebih variabel. Misalnya yaitu:

Contoh Hipotesis Asosiatif
  • Ho: Tidak ada hubungan antara jenis olah raga yang digemari dengan jenis profesi tertentu.
  • Ha: Ada hubungan antara jenis olah raga yang digemari dengan jenis profesi tertentu.

Hipotesis Statistika

Hipotesis statistika merupakan hipotesis yang digunakan untuk uji analisis yang menggunakan sebagian dari keseluruhan data. Oleh karena itu, analisis dilakukan menggunakan metode statistika inferensial. Hipotesis ini dapat menggunakan dua atau lebih variabel.

Hasil penelitian tersebut akan digunakan untuk keperluan generalisasi dari keseluruhan populasi yang diteliti. Hipotesis statistika dibagi menjadi dua:

  1. Hipotesis nihil atau nol, yaitu yang mengatakan tidak ada perbedaan atau hubungan antar variabel.
  2. Hipotesis alternatif, yaitu yang mengatakan bahwa ada pengaruh atau hubungan antar variabel.

Contoh Hipotesis Penelitian Ilmiah

Sebagai penjelas, bahwa penulisan hipotesis dalam penelitian ilmiah ini sangat penting dilakukan pengujian. Yang biasanya dilakukan setelah selesai proses penelitian yang sudah ada. Dengan adanya pengujian ini maka jawaban sementara dari penulisan ilmiah seperti skripsi, thesis, ataupun laporan penelitian akan ditemukan jawaban.

Untuk contoh dibawah ini adalah penelitian skrpsi yang didasari dengan judul

Contoh Hipotesis Penelitian Skripsi

Hipotesis

  • Ho; Tidak ada hubungan penggunaan henphone di sekolah dengan hasil nilai ujian kelas 3 IPA 2 MAN 1 Papua Barat
  • Ha; Terdapat hubungan penggunaan henphone di sekolah dengan hasil nilai ujian kelas 3 IPA 2 MAN 1 Papua Barat

Sedangkan untuk bentuk pengujian hipotesis/jawaban sementara atas rumusan masalah yang diberikan. Maka pengujiannya adalah sebagai berikut;

Contoh Uji Hipotesis Penelitian

Fungsi Hipotesis

Hipotesis memiliki beberapa fungsi dalam proses selesainya penelitian, diantaranya yaitu:

  1. Untuk peneliti untuk melihat atau mempersoalkan hubungan antar variabel.
  2. Sebagai penjelasan sementara tentang gejala-gejala penelitian, serta memudahkan perluasan pengetahuan dalam suatu bidang penelitian.
  3. Sebagai suatu pertanyataan hubungan yang dapat di uji langsung oleh peneliti.
  4. Untuk memberikan arah kepada si peneliti.
  5. Sebagai kerangka seseorang peneliti untuk melaporkan kesimpulan hasil penyidikan sementara.
  6. Sebagai penguji teori.
  7. Sebagai pendorong munculnya teori baru.

Cara Membuat Hipotesis

Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam menyusun hipotesis, antara lain:

Mengacu pada teori ilmiah

Untuk mempermudah dalam merumuskan atau menuliskan hipotesis, sebaiknya menurunkan asumsi atau postulat atau dugaan dari sebuah kajian yang ilmiah. Sehingga pada tahap selanjutnya hipotesis tersebut dibuktikan secara empiris agar dapat menjadi sebuah simpulan penelitian.

Mengacu pada fakta ilmiah

Selain mengacu pada teori, dalam merumuskan hipotesis bisa juga menggunakan acuan fakta. Secara umum, fakta dapat diartikan sebagai kebenaran yang dapat diterima oleh nalar dan sesuai dengan kenyataan yang dapat dikenali dengan panca indera.

Fakta ilmiah yang dapat menjadi acuan perumusan hipotesis bisa diperoleh dengan berbagai cara, misalnya :

  1. Memperoleh dari sumber aslinya
  2. Fakta yang diidentifikasi dengan cara menggambarkan dan menafsirkannya dari sumber yang asli.
  3. Fakta yang diperoleh dari orang mengidentifikasi dengan jalan menyusunnya dalam bentuk abstract reasoning (penalaran abstrak).

Selain berdasarkan teori dan fakta ilmiah, hipotesis juga dapat dirumuskan dengan mengacu pada beberapa sumber lain, yaitu:

  1. Kebudayaan dimana ilmu atau teori yang relevan dibentuk
  2. Ilmu yang menghasilkan teori yang relevan
  3. Analogi
  4. Reaksi individu terhadap sesuatu dan pengalaman

Hipotesis harus dapat diuji, dengan mempertimbangkan pengetahuan dan teknik terkini, dan realistis. Jika peneliti tidak memiliki anggaran yang cukup, maka tidak ada gunanya menghasilkan hipotesis yang rumit. Hipotesis harus dapat diverifikasi dengan cara statistik dan analitis, untuk memungkinkan verifikasi atau pemalsuan.

Tapi, faktanya, hipotesis tidak pernah terbukti, dan lebih tepat menggunakan istilah ‘didukung’ atau ‘diverifikasi’. Ini berarti bahwa penelitian menunjukkan bahwa bukti mendukung hipotesis dan penelitian lebih lanjut dilakukan setelahnya.

Dalam membuat atau merumuskan hipotesis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

  1. Ditulis dalam bahasa yang jelas dan singkat
  2. Memiliki variabel independen dan dependen
  3. Dapat dibuktikan ataupun disangkal
  4. Buat prediksi atau spekulasi pada suatu hasil
  5. Praktis – variabel dapat diukur
  6. Hipotesis tentang hubungan yang diusulkan antara dua variabel, atau intervensi ke dalam hubungan ini.

Nah, itulah tadi penjelasan serta pengulasan secara lengkapnya mengenai pengertian menurut para ahli, macam, fungsi, contoh hipotesis penelitian dan cara membuatnya. Semoga bisa memberikan referensi kepada segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

5 (100%) 1 vote

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *