Contoh Rumusan Masalah dan Cara Menulisnya

Diposting pada

Contoh Rumusan Masalah

Menentukan pertanyaan penelitian adalah titik tolak metodologis dari penelitian ilmiah baik dalam ilmu alam maupun sosial. Penelitian akan menjawab pertanyaan yang diajukan. Jawaban atas pertanyaan penelitian akan membantu mengatasi “masalah penelitian” yang merupakan masalah “yang menurut pembaca layak untuk diselesaikan“.

Dalam setiap tulisan ilmiah, baik yang memerlukan penelitian lapangan maupun hanya berupa kajian pustaka, pastinya ada bagian yang disebut dengan rumusan masalah. Rumusan masalah mempunyai peran yang sangat penting di dalam kegiatan sebuah penelitian. Jika sebuah penelitian tidak memiliki rumusan masalah, maka penelitian yang nantinya dilakukan akan sia-sia, karena nantinya akan bingung apa saja yang perlu dilakukan dalam penelitianya. Untuk memperjelas pemahaman kita tentang rumusan masalah, artikel ini akan mengulas tentang pengertian, Janis, ciri, syarat, dan cara menuliskan rumusan masalah.

Rumusan Masalah

Rumusan masalah sebagai penentu bahasan apa yang akan dikaji dalam sebuah penelitian. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dalam perumusan masalah akan dijawab dalam proses penelitian dan tertuang secara sistematis dalam laporan penelitian.

Semua bahasan dalam laporan penelitian, termasuk semua bahasan tentang kerangka teori dan metodologi yang digunakan, semuanya mengacu pada rumusan masalah. Oleh sebab itu, rumusan masalah menjadi titik sentral yang akan menentukan arah penelitian (Yenrizal, 2012).

Pengertian Rumusan Masalah

Rumusan masalah ialah usaha untuk menyatakan secara tersurat pertanyaan penelitian apa saja yang perlu dijawab atau dicarikan jalan pemecahan masalahnya. Rumusan masalah adalah suatu penjabaran dari identifikasi masalah dan pembatasan masalah.

Dengan kata lain, rumusan masalah merupakan pertanyaan yang lengkap dan rinci tentang ruang lingkup masalah yang akan diteliti yang didasarkan atas identifikasi masalah dan pembatasan masalah.

Masalah yang dapat dirumuskan dengan baik, tidak hanya membantu memusatkan pikiran, tapi juga mengarahkan cara berpikir kita. Perumusan masalah penelitian dapat dapat dilakukan dalam bentuk pernyataan (problema statement) dan juga dalam bentuk pertanyaan (research question).

Pengertian Rumusan Masalah Menurut Para Ahli

Adapun definisi rumusan masalah menurut para ahli, antara lain sebagai berikut;

  1. Pariata Westra, Rumusan masalah ialah masalah yang terjadi ketika seseorang berusaha mendapatkan apa yang ia inginkan.
  2. Sutrisno Hadi, Rumusan masalah ialah kejadian yang menimbulkan pertanyaan kenapa dan kenapa.
  3. Sugiyono, Rumusan masalah ialah pertanyaan yang harus dicari jawabannya dengan cara mengumpulkan data dan melakukan suatu penelitian.

Jenis Rumusan Masalah

Rumusan masalah dapat dibagi menjadi beberapa jenis, diantaranya yaitu:

Rumusan Masalah Deskriptif

Rumusan masalah deskriptif adalah rumusan masalah yang berkenaan dengan pernyataan terhadap adanya variabel mandiri, baik hanya pada satu variabel atau lebih (variabel yang berdiri sendiri), sehingga pada peneltian tersebut peneliti tidak berupaya untuk membuat perbandingan variabel itu pada sampel yang lain, dan mencari hubungan variabel itu dengan variabel yang lain. Penelitian semacam itu selanjutnya dinamakan penelitian deskriptif.

Rumusan masalah deskriptif bertujuan untuk mendiskripsikan masalah apa yang akan dicapai dalam penelitian. Adapun penulisan lebih lanjut, misalnya sebagai berikut;

Contoh Rumusan Masalah Deskriptif

Seberapa tinggikah efektivitas kebijakan mobil berpenumpang tiga?

Rumusan Masalah komparatif

Rumusan Masalah komparatif merupakan rumusan yang ingin membandingkan keberadaan satu variabel atau lebih pada dua atau lebih sampel penelitian yang berbeda, atau pada waktu yang berbeda. Adapun penulisan dalam rumusan masalah kompetitif antara lain, yaitu;

Contoh Rumusan Masalah Komparatif
  1. Apakah ada perbedaan produktivitas kerja antara pegawai negeri dengan swasta? (satu variabel pada dua sampel)
  2. Apakah ada perbedaan kemampuan dan disiplin kerja antara pegawai swasta nasional dan perusahaan asing? (dua variabel pada dua sampel)

Rumusan Masalah asosiatif

Rumusan masalah asosiatif merupakan rumusan masalah yang ingin menghubungkan dua variabel dalam topik penelitian. Hubungan tersebut dapat berupa hubungan yang simetris, kausal, maupun dalam bentuk hubungan timbal balik.

Hubungan Simetris

Hubungan simetris ialah hubungan antara dua variabel atau lebih yang kebetulan munculnya bersamaan. Jadi bukan hubungan kausal ataupun interaktif. Misalnya dalam penulisan tersebut adalah sebagai berikut;

Contoh Rumusan Masalah Asosiatif Simetris
  1. Adakah hubungan antara banyaknya semut dipohon dengan tingkat manisnya buah?
  2. Apakah ada hubungan antara jumlah payung yang terjual dengan jumlah kejahatan?

Hubungan Kausal

Hubungan kausal adalah hubungan yanga bersifat sebab akibat. Dalam hal ini ada variabel independen (variabel bebas) dan variabel dependen. Variabel independen mempengaruhi
variabel dependen. Misalnya kepenulisan tersebut, yaitu;

Contoh Rumusan Masalah Asosiatif Kausal
  • Adakah pengaruh sistem penggajian terhadap prestasi kerja?
  • Apakah ada pengaruh pendidikan orang tua terhadap prestasi belajar anak? (pendidikan orang tua sebagai variabel independen, sedangkan prestasi belajar merupakan variabel dependen)

Hubungan Timbal Balik

Hubungan timbal balik atau interaktif ialah hubungan yang saling mempengaruhi. Dalam hal ini tidak diketahui mana variabel dependen dan variabel independen. Misalnya kepenulisan tersebut adalah sebagai berikut;

Contoh Rumusan Masalah Asosiatif Timbal Balik
  • Hubungan antara motivasi dengan prestasi. Dalam hal ini dapat dinyatakan bahwa motivasi mempengaruhi prestasi dan juga prestasi mempengaruhi motivasi.
  • Hubungan antara kecerdasan dengan kakayaan. Kecerdasan dapat menyebabkan kaya, demikian juga orang kaya dapat meningkatkan kecerdasan karena gizi terpenuhi.

Ciri Rumusan Masalah

Rumusan masalah yang baik dan benar mempunyai beberapa ciri, yaitu sebagai berikut ini:

  1. Sebaiknya baiknya dibuat dalam bentuk kalimat tanya.
  2. Harus dibuat dalam kalimat yang jelas, singkat, dan padat (tidak bertele-tele).
  3. Harus memberi petunjuk atau menjadi poin sentral dalam sebuah kegiatan penelitian agar peneliti dapat mengumpulkan data dan menjawab pertanyaan yang disampaikan dalam rumusan masalah.
  4. Harus mengarahkan cara berpikir kita terhadap suatu permasalahan.
  5. Harus mempunyai nilai penelitian.
  6. Harus mempunyai fisibilitas.
  7. Masalah yang diangkat sebaiknya sesuai dengan kualifikasi atau kemampuan peneliti.

Syarat Rumusan Masalah

Dalam menuliskan rumusan masalah, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi, antara lain:

  1. Rumusan masalah dikemukakan dalam kalimat tanya (interogatif); hal tersebut sangat dianjurkan, karena dapat lebih bersifat khas dan tajam.
  2. Rumusan masalah sebaiknya bersifat khas, tidak ambigu atau bermakna ganda.
  3. Jika terdapat banyak pertanyaan penelitian, maka seharusnya ditanyakan secara terpisah.
  4. Rumusan masalah hendaklah padat dan jelas.
  5. Rumusan masalah hendaknya berisi implikasi adanya data untuk memecahkan masalah.
  6. Perumusan masalah harus dibatasi lingkupnya, sehingga memberikan kemungkinan penarikan simpulan yang tegas. Jika disertai rumusan masalah yang bersifat umum, hendaknya disertai penjabaran-penjabaran yang spesifik dan poerasional.

Contoh Rumusan Masalah

Dalam semua contoh penelitian kualitataif ataupun contoh penelitian kuantitatif tentusaja memerlukan rumusan masalah sebagai landasan pertanyaan atas beragam permasalahan yang muncul. Hal ini penting dilakukan, mengingat untuk proses penyelesaiannya setiap karya ilmiah, baik itu makalah, skripsi, thesis, essay, laporan penelitian, ataupun artikel ilmiah lainnya secara formalnya memerlukan rumusan masalah.

Contoh Rumusan Masalah Makalah

Makalah menjadi salah satu bagian karya ilmiah yang ditulis untuk mengkaji lebih mendalam tentang berbagai prolema dalam kehidupan. Penulisan makalah dalam disiplin ilmu ini biasa dilakukan oleh pelajar atau mahasiswa dengan metode penulisan studi literatur/pustaka.

Contoh Perumusan Masalah Makalah

Berdasarkan latar belakang diatas maka penulis makalah dapat merumuskan masalah yaitu:

  1. Bagaimana tahap kegiatan food bank kendari?
  2. Kegiatan apa saja yang dilakukan dalam food bank kendari?
  3. Bagaiamana prospek program food bank kendari di masa yang akan datang?
  4. Bagiamana dampak positif food bank terhadap sisi sosial, ekonomi dan lingkungan?

Contoh Rumusan Masalah Laporan Penelitian

Pembuatan laporan penelitian dilakukan oleh mahasiswa ataupun pelajar di dalam semua bidang ilmu pengetahuan haruslah mendapai rumusan masalah. Hal ini ditulis pada proposal ataupun pada laporan penelitian yang sudah ada. Dengan demikian apa yang dikerjakan akan memberikan hasil yang maksimal.

Contoh Rumusan Masalah Penelitian

Dalam pembuatan laporan penelitian ini, maka dirumusan masalah sebagai berikut:

  1. Bagaimana implementasi Kaligrafi AIRA yang memanfaatkan sampah plastik?
  2. Bagaimana analisis pemasaran Kaligrafi AIRA sebagai produk wirausaha?
  3. Bagaimana rencana pengembangan usaha Kaligrafi AIRA?

Contoh Rumusan Masalah Skripsi

Skripsi menjadi salah satu syarat kelulusan yang harus dikerjakan untuk mahasiswa menempuh pendidikan S1. Penulisan skripsi ini diwajibkan untuk menuliskan permusan masalah yang menjadi latar belakang dalam penelitiannya.

Contoh Rumusan Masalah Skripsi

Permasalahan yang muncul dari latar belakang yang telah disebutkan dalam skripsi ini, adalah sebagai berikut;

  1. Bagaimana cara mengenalkan pariwisata di Malang Raya kepada wisatawan asing?
  2. Bagaimana agar wisatawan asing datang ke tempat Pariwisata di Malang Raya?
  3. Bagaimana tanggapan wisatawan asing mengenai aplikasi TtM (Trip to Malang)?

Contoh Rumusan Masalah Karya Ilmiah

Karya tulis ilmiah yang kerapkali disebut dengan KTI merupakan kajian mengenai fenomena sosial dan alam dengan berbagai landasan teori di dalamnya. Bagian dari karya ilmiah ini termasuk PTK, essay, jurnal, dan artikel. Oleh karena itulah contih kepenulisannya adalah sebagai berikut;

Contoh Rumusan Masalah Karya Ilmiah

Berikut adalah rumusan masalah yang akan dibahas pada karya tulis ini;

  1. Apa itu bank sampah?
  2. Apa manfaat bank sampah?
  3. Seberapa efektifkah peran bank sampah dalam menanggulangi masalah sampah di Indonesia?
  4. Apa fungsi aplikasi mobile dalam kehidupan sehari-hari?
  5. Seberapa efektifkah peran aplikasi mobile dalam meningkatkan efisiensi bank sampah?

Cara Menulis Rumusan Masalah

Adapun proses penyusanan yang dikenal dengan langkah-langkah pembuatan rumusan masalah  yang perlu dilakukan, antara lain adalah sebagai berikut;

Jelaskan keadaan “ideal”

Terdapat banyak cara yang berbeda untuk menulis rumusan masalah. Beberapa sumber referensi menyarankan untuk langsung membahas masalah itu sendiri, tapi sumber lainnya menyarankan untuk memberikan konteks latar belakang terlebih dahulu agar masalah (dan solusinya) lebih mudah untuk dipahami oleh pembaca.  Jika Anda masih tidak yakin bagaimana harus memulainya, maka pilihlah opsi kedua.

Jelaskan masalah Anda

Charles Kettering mengemukakan bahwa “Masalah yang dinyatakan dengan baik adalah masalah yang setengah dipecahkan” Salah satu tujuan yang terpenting dari rumusan masalah yaitu untuk mengartikulasikan masalah yang ditujukan kepada pembaca dengan cara yang jelas, lugas, dan mudah dimengerti.

Ringkaslah masalah yang ingin Anda pecahkan dengan singkat atau langsung ke inti masalah dan posisikan informasi yang paling penting dalam rumusan masalah di dekat bagian atas, tempat paling mudah terlihat.

Jelaskan biaya keuangan masalah Anda

Buatlah rincian soal beban keuangan masalah Anda setepat dan spesifik mungkin coba untuk menentukan jumlah Rupiah yang tepat (atau perkiraan yang dipertanggungjawabkan dengan baik) untuk biaya masalah Anda.

Pertanggungjawabkan pernyataan Anda

Anda harus dapat mempertanggungjawabkan klaim Anda dengan bukti yang masuk akal. Setelah Anda mulai membuat klaim spesifik tentang seberapa serius masalah Anda, segeralah mulai mendukung pernyataan Anda dengan bukti.

Usulkan solusi

Ketika Anda telah menjelaskan apa masalahnya dan mengapa begitu penting, lanjutkan menjelaskan bagaimana Anda mengusulkan solusi untuk mengurusnya. Penjelasan solusi Anda harus ditulis agar sejelas dan seringkas mungkin. Anda harus tetap mengacu pada konsep-konsep besar, penting, konkret dan tinggalkan rincian kecil.

Jelaskan manfaat dari solusi

Kini Anda sudah memberitahu pembaca Anda apa yang harus dilakukan soal masalah ini, ide yang sangat baik adalah menjelaskan mengapa solusi ini adalah ide yang baik.

Simpulkan dengan meringkas masalah dan solusi

Simpulkan masalah dan solusi dengan ringkasan argumen utama Anda yang memungkinkan Anda dengan mudah transisi ke dalam tubuh utama dari karya tulis Anda. Cobalah untuk menyatakannya hanya dalam beberapa kalimat, inti dasar dari apa yang telah dijelaskan dalam pernyataan masalah Anda dan pendekatan yang Anda niatkan untuk diambil dalam badan karya tulis.

Untuk karya akademis, jangan lupa pernyataan tesis

Jika Anda harus menulis sebuah pernyataan masalah untuk sekolah/kuliah, bukan untuk kerja, sebagian besar prosesnya akan akan sama, tapi mungkin ada tambahan yang akan perlu Anda pertimbangkan untuk menjamin nilai yang bagus. Misalnya, ada banyak kelas penulisan ilmiah akan meminta Anda agar memasukkan pernyataan tesis dalam rumusan masalah Anda.

Ikuti proses yang sama untuk masalah konseptual

Pada sebagian besar bidang akademik (dan terutama dalam humaniora), akan menangani masalah-masalah konseptual-masalah yang harus dilakukan dengan cara kita berpikir tentang ide-ide abstrak. Jika Anda akan mengidentifikasi masalah (seringkali, dalam masalah konseptual, ini berupa bahwa beberapa ide tidak dipahami dengan baik), jelaskan mengapa hal-hal itu bermasalah, jelaskan bagaimana Anda berencana untuk mengatasi hal itu, dan ringkaskan semua ini dalam kesimpulan.

Ringkaslah

Rumusan masalah tidak boleh lebih panjang daripada yang diperlukan untuk memenuhi fungsinya memaparkan masalah beserta solusinya bagi pembaca. Jangan boros kalimat. Kalimat yang tidak memiliki kontribusi secara langsung pada tujuan pernyataan masalah ini harus dihapus. Gunakan bahasa yang jelas dan langsung.

Menulislah untuk pembaca Anda

Ketika menulis rumusan masalah, ingatlah bahwa Anda menulis untuk orang lain, bukan untuk diri sendiri. Pembaca yang berbeda akan berbeda pengetahuannya. Jika  Anda ingin rumusan masalah Anda menjadi jelas dan mudah bagi pembaca Anda, maka Anda mungkin perlu menyesuaikan nada, gaya, dan diksi Anda dari satu jenis pembaca ke pembaca yang lain.

Jangan gunakan istilah tanpa mendefinisikannya

Anda harus menghindari penggunakan istilah teknis terlalu berat dan memastikan bahwa Anda mendefinisikan istilah apapun yang memang Anda gunakan.

Janganlah berasumsi bahwa pembaca Anda secara otomatis mempunyai semua pengetahuan teknis yang Anda miliki, karena berisiko mengasingkan mereka dan kehilangan pembaca segera setelah mereka menemukan istilah-istilah dan informasi yang tidak biasa bagi mereka.

Jaga cakupannya sempit, masalah terdefinisikan

Fokuslah pada satu hal serta mudah diidentifikasi masalah dan solusinya. Pada umumnya, topik yang sempit dan terdefinisikan lebih mudah untuk ditulis secara meyakinkan daripada yang besar dan samar-samar.

Ingat “lima W”

Rumusan masalah harus dibuat seinformatif mungkin dengan kata-kata sesedikit mungkin, tetapi tidak harus menyelidiki rincian kecil. Jika Anda ragu-ragu tentang apa yang harus disertakan dalam rumusan masalah Anda, cobalah untuk menjawab lima W (siapa/who, apa/what, di mana/where, kapan/when, dan mengapa/why), dan bagaimana/how.

Gunakan bahasa formal

Anda harus menggunakan gaya penulisan yang formal dalam rumusan masalah. Pastikan tulisan Anda jelas, polos, dan langsung. Laporan masalah yang baik tahu bahwa ada pekerjaan yang harus dikerjakan dan tidak buang-buang waktu atau tinta pada konten yang tidak perlu.

Selalu mengoreksi kesalahan

Ini adalah suatu keharusan untuk semua bentuk tulisan yang serius. Apabila Anda telah menyelesaikan rumusan masalah Anda, bacalah dengan cepat. Apakah “alurnya” tampak benar? Apakah menyajikan ide-idenya dengan koheren? Apakah tampaknya teratur dengan logis? Jika tidak, buat perubahan ini sekarang. Saat Anda akhirnya puas dengan struktur rumusan masalah Anda, periksa ejaan, tata bahasa, dan kesalahan format.

Itulah tadi uraian penjelasan tentang pengertian menurut para ahli, janis, ciri, syarat, cara menuliskan dan contoh rumusan masalah makalah, penelitian, skripsi, karya ilmiah. Semoga bisa membantu segenap pembaca yang sedang mencarinya. Trimakasih,

Rate this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *