Ancaman di Bidang Ekonomi dan Cara Mengatasinya

Diposting pada

Ancaman di Bidang Ekonomi Adalah

Suatu bentuk negara tidak bisa hidup dengan ekonomi yang dijalankan tanpa kerja sama. Hampir tidak ada negara yang menerapkan sistem ekonomi tertutup. Sebagian besar negara di dunia, melakukan kerjasama internasional satu sama lain dalam meningkatkan kegiatan ekonomi dan perdagangan.

Oleh karena itu, banyak tantangan yang harus dihadapi baik dari dalam maupun luar negara tersebut. Selanjutnya, pada artikel ini akan dijelaskan mengenai jenis ancaman di bidang ekonomi serta upaya untuk mengatasinya.

Ancaman Bidang Ekonomi

Definisi ancaman di bidang ekonomi  berasal dari dalam dan luar negeri. Ancaman dari dalam berarti berasal dari kondisi dan masyarakat di  negara itu sendiri. Sementara itu, ancaman dari luar berasal dari luar negara, baik oleh konflik dengan negara lain, organisasi internasional serta kondisi ekonomi dan politik global.

Globalisasi dalam bidang ekonomi mengharapkan dihapusnya seluruh batasan dan hambatan terhadap arus modal, barang dan jasa. Hal ini akan membuka peluang pasar produk dari dalam ke luar negeri terkait ekspor secara kompetitif. Namun, juga dapat mengakibatkan terjadinya ancaman bagi kedaulatan ekonomi.

Ancaman di bidang ekonomi merupakan ancaman yang di dalamnya tidak melibatkan kekuatan senjata atau peralatan berbahaya lainnya dalam bidang ekonomi. Meskipun ancaman tidak menggunakan senjata, namun sangat mengancam kedaulatan dan keutuhan negara.

Macam Ancaman di Bidang Ekonomi

Ancaman dalam bidang ekonomi bisa datang dari dalam (ancaman internal) atau luar (ancaman eksternal). Ancaman dan tantangan ekonomi negara adalah sebagai berikut antara lain:

  1. Globalisasi Ekonomi

Globaslisasi ekonomi sangat mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi bagi negara-negara di seluruh dunia. Namun, adanya globalisasi ekonomi juga menyebabkan beberapa risiko seperti:

  • Likuiditas kelebihan global

Bank sentral menyebabkan terjadinya peningkatan jumlah uang yang beredar secara besar-besaran. Uang ini sebagian besar telah mengalir ke pasar aset. Gelembung spekulatif terbentuk yang menyebabkan kemerosotan pembangunan ekonomi di seluruh dunia.

  • Tumbuhnya utang

Perluasan pasokan uang global disertai dengan peningkatan utang negara., perusahaan, dan rumah tangga pribadi. Peningkatan ini tidak mengejutkan.

Tujuan kebijakan moneter ekspansif adalah para pelaku ekonomi yang melakukan pembelian barang yang didanai kredit dan dengan demikian merangsang pertumbuhan ekonomi. Konsekuensi yang terjadi adalah meningkatnya gelembung kredit macet.

  • Peningkatan Proteksionisme

Terdapat peningkatan langkah-langlah proteksinis di seluruh dunia. Khusunya peningkatan hambatan non-tarif untuk perdagangan. Tujuannya adalah untuk melakukan penyitaan ekonomi. Konflik yang terjadi antar negara adalah salah satu penyebab meningkatnya proteksionisme.

  • Peningkatan Ketidakstabilan Sosial

Globalisasi ekonomi menyebabkan meningkatnya PDB di semua negara yang berpartisipasi. Namun, pada saat yang sama, juga meningkatkan kekurangan di semua ekonomi nasional. Hal ini akan berdampak pada distribusi pendapatan.

  • Naiknya Suku Bunga

Meningkatnya suku bunga mempersulit negara-negara berkembang yang sangat berhutang khususnya untuk membayar bunga atas pinjaman mereka. Jika terjadi penarikan modal dan suku bunga, maka akan meningkatkan risiko kebangkrutan nasional.

  1. Inflasi

Inflasi merupakan keadaan perekonomian di mana harga-harga mengalami kenaikan dalam waktu yang panjang. Inflasi menyebabkan risiko ketidakpastian atas nilai riil masa depan dari sebuah investasi. Inflasi menyebabkan rusaknya pengembalian investasi melalu penurunan daya beli.

Penyebab adanya inflasi antara lain pembayaran obligasi karena pembayaran mereka pada umumnya didasarkan pada suku bunga tetap dan peningkatan inflasi mengurangi daya beli.

  1. Insfrastruktur yang tidak memadai

Infrastruktur merupakan salah satu arti layanan publik yang dipergunakan sebagai peralatan dan struktur dasar seperti jalan, jembatan, sehingga kegiatan yang dilakukan masyarakat, wilayah dan negara dapat berjalan dengan baik.

Kurangnya infrastruktur mengakibatkan rendahnya standar kehidupan, defisit ekonomi, penurunan produktivitas, dan munculnya hambatan perdagangan bebas yang berdampak pada pembangunan ekonomi. Jalan yang buruk mengakibatkan tingginya biaya transportasi, sulitnya akses memasarkan produk maupun pembelian konsumen, Rendahnya fasilitas kesehatan dan pendidikan juga mengakibatkan rendahnya partisipasi dalam ekonomi pasar.

  1. Sistem ekonomi yang kurang jelas

Sistem ekonomi yang kurang jelas akan mengakibatkan negara tidak mampu menghadapi ancaman dalam perdagangan. Kondisi politik mempengaruhi sistem ekonomi yang dijalankan. Ketika kondisi politik kacau, maka akan terjadi ketidakseimbangan dalam pengelolaan produksi, distribusi dan konsumsi negara.

  1. Indikator Kinerja Ekonomi Buruk

Pada sistem global memerlukan adanya kerja sama antar negara dalam kegiatan perekonomian. Peningkatan pendapatan serta keberlangsungan rumah tangga negara adalah salah satu alasan adanya kerja sama.

Setiap negara harus memiki attitude yang baik, mampu melihat pasar, memiliki utang yang rendah serta bersaing secara sehat agar negara lain mau manjalin kerja sama. Indikator kinerja ekonomi yang buruk akan menurunkan kepercayaan negara lain untuk bekerja sama dalam perdagangan maupun ekonomi lainnya.

  1. Daya saing rendah

Rendahnya daya saing dalam ekonomi dunia menimbulkan kemerosotan ekonomi. Tidak ada ketertarikan negara lain untuk menjalin kerja sama ekonomi dan perdagangan dengan. Kebijakan yang tidak dipertimbangkan dengan matang serta rendahnya inovasi dan kreativitas adalah beberapa pemyebab rendahnya daya saing di pasar bebas.

  1. Kurangnya persiapan dalam menghadapi ekonomi global

Menghadapi globalisasi ekonomi perlu persiapan baik dari perbaikan sistem, adanya sumber daya, dan terbuka kepada pasar global.

Kurangnya persiapan akan mengakibatkan perekonomian negara tertinggal dengan negara lain. Selain itu, para investor akan dengan mudah memonopoli perekonomian dalam negara yang berujung pada terancamnya kedaulatan.

  1. Ketergantungan dengan negara lain

Kerja sama dengan negara lain dalam perekonomian adalah hal yang wajar. Namun, ketika terlalu banyak menggantungkan diri kepada negara lain, maka akan membuat perekonmian negara juga terancam konsisitensinya. Sistem ekonomi dikuasai negara lain. Ketika ekonomi global merosot, maka perekonomian juga akan merosot.

  1. Gangguan Teknologi

Gangguan teknologi menyebabkan kelangkaan ekonomi karena adanya peningkatan intensitas modal produksi. Pada negara-negara maju, permintaan tenaga kerja menurun hingga menimbulkan pengangguran dan hilangnya pendapatan. Akhinrnya memunculkan ketegangan ekonomi.

  1. Eskalasai konflik geopolitik

Seiring berkembangnya globalisasi, terjadi banyak konflik geopolitik yang terjadi antar negara. Apabila konflik geopolitik berkembang menjadi konflik militer lintas batas, maka akan mengakibatkan kemerosotan ekonomi di semua negara yang terlibat. Selain itu, juga mengakibatkan efek negatif pada ekonomi global.

Cara Mengatasi Ancaman di Bidang Ekonomi

Berdasarkan ancaman yang dihadapi, upaya yang bisa dilakukan dalam menghadapi ancaman yang datang dari dalam dan luar negeri tersebut adalah sebagai berikut antara lain:

  1. Meningkatkan kualitas produk dalam negeri

Meningkatkan kualitas produk lokal dengan jalan memberikan kesempatan kepada para pengrajin dan produsen dalam lokal untuk berkarya, memberikan bantuan sarana prasarana maupun bantuan ide. Serta membantu meningkatkan promosi agar mampu bersaing dengan negara lain. Hal ini juga akan membantu mengurangi pengagguran dan kemiskinan akibat kekurangan lapangan pekerjaan.

  1. Meningkatkan sarana kesehatan dan pendidikan

Sarana kesehatan yang memadai meningkatkan produktivitas masyarakat untuk berpartisipasi dalam perekonomian.

Sementara itu, kualitas pendidikan yang baik juga akan meningkatkan inovasi dan kreativitas masyarakat dalam menghadapi tantangan ekonomi global. Semakin tinggi kualitas sumber daya manusia, maka akan semakin tinggi pula kesempatan bersaing dengan negara lain.

  1. Menjaga stabilitas sosial dan politik negara

Stabilitas ekonomi juga berkaitan dengan stabilitas sosial dan politik negara. Kebijakan ekonomi tidak boleh dipolitisasi sehingga hanya menguntungkan beberapa pihak saja. Ketahanan politik juga meminimalisir campur tangan negara lain terhadap kebijakan ekonomi dalam negara.

  1. Meningkatkan kemandirian ekonomi

Kemandirian ekonomi hanya bisa dilakukan ketika suatu negara memiliki sumber daya alam dan sumber daya manusia yang memadai. Pengelolaan sumber daya alam dengan sumber daya manusia yang baik akan meningkatkan produktivitas dan masuknya sumber daya manusia dari negara lain sebagai tenaga ahli. Selain itu, juga akan mengurangi ketergantungan dari negara lain terkait bahan pangan maupun teknologi baru.

  1. Terbuka terhadap ekonomi global

Salah satu hal yang penting untuk menjadikan negara maju dalam hal bidang ekonomi adalah terbuka terhadap adanya ekonomi global. Terbuka terhadap perkembangan pasar, kebijakan ekonomi global dan mengikuti forum ekonomi global.

Hal ini akan mendorong kerja sama dengan negara lain untuk saling menguntungkan dalam perdagangan dan bisnis. Menutup diri terhadap tantangan global berarti membuat negara hanya stagnan, bahkan mengalami kemunduran.

  1. Meminimalisir konflik dengan negara lain

Menjaga hubungan baik dengan negara-negara lain akan meminimalisir adanya konflik. Konflik yang terjadi dalam negara biasanya akan menurunkan stabilitas ekonomi serta menurunkan pasar saham suatu negara. Selain itu, negara lain juga enggan melakukan kerja sama dengan negara berkonflik atau negara yang awalnya bekerja sama akan memutuskan kerja sama yang menguntungkan jika kedua negara sedang konflik.

Itulah tadi bahasan lengkap yang bisa dituliskan kepada segenap pembaca terkait dengan beragam jenis ancaman di bidang ekonomi yang ada di Indonesia dan cara mengatasi permasalahannya. Semoga dengan artikel ini memberikan materi atas kebutuhan semuanya. Trimakasih,

Daftar Pustaka

https://ged-project.de/ged-blog/improving-public-understanding-of-economic-globalisation/7-risk-for-the-global-economy/

Gambar Gravatar
Guru PPKn Alumni Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan di Kampus Negeri Jawa Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *