Contoh Ketimpangan Sosial di Masyarakat

Diposting pada

Ketimpangan Sosial di Masyarakat

Ketimpangan sosial merupakan fenomena yang sering terjadi di Indonesia. Bukan hanya ada dalam arti negara berkembang seperti Indonesia, ketimpangan sosial juga sering melanda negara maju. Hal ini dikarenakan perbedaan sumber daya alam dan kondisi demografi di wilayah tersebut.

Sehingga dalam satu wilayah terdapat daerah maju dan daerah terbelakang. Lebih jelasnya, pada artikel ini dibahas mengenai pengertian dan contoh-contoh ketimpangan sosial di berbagai bidang yang pernah atau sedang terjadi dalam masyarakat.

Ketimpangan Sosial

Ketimpangan sosial adalah serangkaian fakta yang terjadi dalam masyarakat dan berhubungan dengan segala macam permasalahan yang terjadi di masyarakat. Ketimpangan sosial dapat menjadi ancaman pembangunan negara. Fenomenanya seperti kemiskinan, gizi buruk, serta pengangguran.

Penyebab ketimpangan sosial antara lain adanya ketidakpedulian terhadap ketimpangan, baik oleh sistem pemerintahan maupun masyarakat. Meskipun begitu, indikasi turun naiknya ketimpangan sosial bergantung pada kondisi yang sedang berlangsung di setiap wilayah, bukan dari hasil penerapan desain penanganan ketimpangan yang direncanakan.

Pengertian Ketimpangan Sosial

Ketimpangan sosial dalam arti kesenjangan sosial yaitu ketidaksamaan dalam mendapatkan atau memanfaatkan sumber daya yang tersedia. Ketimpangan sosial membuat masyarakat yang tidak mempunyai akses sumber daya melakukan perlawanan. Ketimpangan sosial akan terjadi ketika signifikannya perbedaan sosial dan stratifikasi sosial di masyarakat. Hal ini dapat mengancam keamanan dan proses pembanguan itu sendiri.

Pengertian Ketimpangan Sosial Menurut Ahli

Beberapa pengertian ketimpangan sosial menurut ahli adalah sebagai berikut seperti di bawah ini:

  • Kuncoro

Ketimpangan sosial mengacu pada standar hidup yang relatif pada seluruh masyarakat karena kesenjangan dan perbedaan antar wilayah yakni perbedaan anugerah awal.  Perbedaan ini membuat tingkat pembangunan di berbagai wilayah dalam satu negara memiliki perbedaan. Sehingga menimbulkan gap kesejahteraan di wilayah tersebut.

  • Budi Winarno

Ketimpangan sosial merupakan dampak adanya kegagalan pembangunan dalam era globalisasi yang dijalankan oleh pemerintah untuk memenuh kebutuhan masyarakat. terdapat masyarkat yang sudah terpenuhi kebutuhan bahkan ada beberapa pihak yang kebutuhannya terpenuhi secara berlebih, Namun, terdapat masyarakat yang kebutuhannya belum bahkan tidak terpenuhi.

  • Jonathan Haughton dan Shahidur R. Khandker

Ketimpangan sosial merupakan bentuk-bentuk ketidakadilan dalam proses pembangunan. Fokus perbaikan hanya berpusat pada ibu kota, daerah perkotaan, maupun daerah wisata. Kendala dari wilayah lain adalah terbatasnya sarana transportasi dan  komunikasi sehingga pembangunan terhambat.

Contoh Ketimpangan Sosial

Ketimpangan sosial yang terjadi di masyarakat mengakibatkan keuntungan untuk beberapa pihak saja. Sementara masih terdapat masyarakat yang mengalami ketertinggalan, kekurangan, ketidaksejahteraan maupun kerugian, Antara kedua kelompok masyarakat tersebut memiliki perbedaan yang signifikan. Selanjutnya, terdapat contoh yang akan memperjelas pemahaman mengenai ketimpangan sosial seperti di bawah ini:

  1. Ketimpangan sektor pertanian

Peningkatan jumlah korporasi di sektor pangan semakin menurunkan jumlah petani di Indonesia. Banyak terjadi marginalisasi terhadap petani kecil, khususnya ketika terdapat agresi industrialisasi pangan yang meningkakan jumlah investasi di sektor pangan seperti pertanian.

Tekanan terhadap petani kecil semakin memburuk ketika terdapat Perpres No.36 Tahun 2010 yang membolehkan kepemilikan asing di sektor pertanian hingga 95%.

  1. Ketimpangan sumber perumahan

Tingkat keterjangkauan masyarakat, khususnya menengah ke bawah untuk membeli rumah masih 30%. Banyak rumah dinas yang mewah maupun perumahan yang semakin meluas dengan fasilitas yang bagus. Namun juga terdapat rumah susun yang kurang terurus maupun masyarakat yang tidak memiliki tempat tinggal.

Kondisi ini menunjukkan bahwa tingkat pendapatan warga negara Indonesia masih jauh dari kata mencukupi. Subsidi atau dukungan pendanaan dalam berbagai bentuk masih kecil. Padalah sebenarnya, pemerintah sudah memprioritaskan pengadaan perumahan yang didanai publik.

  1. Ketimpangan pendidikan

Meskipun angka pengangguran bisa diturunkan, namun di Indonesia masih banyak masyarakat yang memiliki keterampilan rendah. Tenaga kerja Indonesia rata-rara lulusan SMP atau SMA ke bawah. Masalah ketenagakerjaan saat ini belum menjadi prioritas khususnya di 500 kapubaten/kota di Indonesia.

Masih banyak terdapat wilayah di Indonesia yang masih terbatas sarana dan prasaran pendidikannya. Bahkan juga terdapat wilayah yang pengajarnya sangat kurang atau tidak sesuai dengan jurusannya.

  1. Ketimpangan penguasaan sumber daya alam

Terdapat beberapa pemilik modal yang menguasai sumber daya alam di Indonesia. Mulai dari bahan tambang seperti batu bara, minyak bumi, emas hingga sektor pertanian. Para pemilik modal terkadang juga mematikan bisnis masyarakat kecil akibat monopoli perdagangannya.

Hanya dengan beberapa pemilik modal, mereka bisa mempengaruhi fungsi kebijakan sebuah negara dan kekuasaannya jauh melampaui kekuasaan negara itu. Hal ini dikarenakan mereka bisa mengendalikan demokrasi dan sistem politik elektoral.

Melalui biaya politik yang tinggi, maka sumber dana menjadi sandaran atau modal politik bagi elite politik untuk memainkan perannya.

  1. Ketimpangan gender

Budaya patriarki yang ada di masyarakat menjadi dasar menguatnya gambaran diskriminasi perempuan. Perbedaan perilaku, status, dan otoritas yang berbeda atau sengaja dibedakan antara laki-laki dan perempuan menjadi cara pandang yang turun menurun dipraktikkan oleh masyarakat.

Kelurga-keluarga masih memiliki konsep konstruksi gender bahwa anak laki-laki memiliki prioritas untuk melanjutkan pendidikan karena akan menjadi kepala rumah tangga.

  1. Ketimpangan kesehatan

Fasilitasi kesehatan di perkotaan lebih memadai daripada di pedesaan, khusunya untuk daerah terpencil yang akses transportasinya sulit. Angka kematian lebih besar karena kurangnya pengetahuan tentang penyakit yang dideritanya.

Seperti orang yang berpenghasilan dan berpendidikan tinggi akan memeriksakan dirinya secara rutin meskipun tidak sakit. Sebaliknya, orang yang berpenghasilan dan berpendidikan lebih rendah hanya akan memeriksakan dirinya baru ketiak mereka mendapat keluhan sakit.

Selain itu pelayanan kesehatan bagi masyarakat penerima asuransi kesehatan juga kurang diprioritaskan ketika di rumah sakit.

  1. Ketimpangan perpajakan

Hilangnya potensi penerimaan berbagai macam pajak yang berasal dari sistem rentang perbedaan tarif pajak. Pajak penghasilan saat ini lebih menguntungkan bagi orang kaya dan superkaya. Tarif pajak yang tinggi dikenakan pada kelompok berpenghasilan menengah dan rendah.

Selain iu, tarif pajak rendah untuk kelompok berpenghasilan tinggi sangat tinggi. Orang dengan penghasilan 100 milyar pertahun menikmati tarif pajak yang sama dengan orang kaya berpenghasilan 500 juta pertahun, yakni 30%. Adanya manfaat pajak menyebabkan bertambahnya APBN yang mengurangi angka kemiskinan. Namun, perlu perbaikan lagi agar pembangunan lebih merata.

  1. Ketimpangan dalam bidang hukum

Ketimpangan di bidang hukum yaitu adanya perlakuan yang tidak sama dan tidak adil di hadapan norma hukum. Sebenarnya terdapat beberapa penyebab ketimpangan hukum antara lain kurangnya pengetahuan terhadap hukum dan tinggi rendahnya kedudukan seorang di dalam pemerintahan atau negara.

Orang yang tidak tahu hukum, akan kebingungan bagaimana mereka akan membela diri ketika tidak bersalah, apakah ada keringanan hukuman, dan kesalahan yang dilakukan masuk delik yang mana. Meskipun ada pendampingan, namun berbeda halnya jika sebelumnya mereka sudah memiliki pengetahuan.

Penyebab kedua yaitu tinggi rendahnya kedudukan. Ketika mereka memiliki kedudukan, maka akan dengan mudah menggunakan jabatan atau kekayaan yang dimiliki untuk memenangkan perkara maupun bebas dari hukuman. Banyak hakim di Indonesia yang masuk dalam kasus suap. Banyak juga tahanan bagi para narapidana yang memiliki fasilitas mewah daripada narapidana biasa.

  1. Ketimpangan penghasilan

Berdasarkan data yang dirilis oleh Oxfarm awal tahun 2017, bahwa di Indonesia kekayaan empat orang terkaya setara dengan kekayaan 100 juta penduduk termiskin. Hal ini sesuai dengan yang dirilus oleh BPS bahwa ketimpangan penghasilan di Indonesia pada akhir tahun 2017 hingga pertengahan 2018 merupakan ketimpangan tertinggi selama tujuh tahun terakhir.

Ketimpangan ini, merupakan penyebab terbesar ketimpangan sosial. Ketimpangan ini mampu menyebabkan ketimpangan pada kepemilikan rumah, harta benda, pendidikan maupun kesehatan.

Penduduk dengan penghasilan besar dapat dengan mudah menempuh pendidikan tinggi dengan sarana bagus, sementara itu penduduk dengan penghasilan rendah kesusahan untuk membayar biaya pendidikan hingga jenjang yang tinggi.

  1. Ketimpangan penyerapan tenaga kerja

Tingkat pengangguran terbuka di perkotaan tercatat lebih tinggi dibanding pedesaan, hal ini dikarenakan persaingan kerja penduduk kota yang lebih besar dibanding penduduk desa. Penduduk kota dengan pendidikan minimal SMP-SMA rata-rata bekerja sebagai buruh pabrik bahkan sulit untuk mencari pekerjaan.

Sementara itu, penduduk desa tamatan SD bisa bekerja di lahan pertanian milik keluarga atau tetangga. Ketimpangan ini juga semakin meningkat dikarenakan urbanisasi penduduk desa yang mencari pekerjaan ke kota.

Itulah tadi penjelasan dan pengulasan yang bisa kami paparkan kepada segenap pembaca terkait dengan beragam contoh-contoh ketimpangan sosial di masyarakat yang muncul dalam kehidupan sehari-hari. Semoga memberikan pemahaman. Trimakasih,

Daftar Pustaka
  • https://digilib.uinsgd.ac.id
  • https://repository.umy.ac.id
  • https://www.infid.org/wp-content/uploads/2019/05/ketimpangan-2018.pdf
  • http://ejournal.umm.ac.id/index.php/kembara/article/download/7447/pdf
Gambar Gravatar
Guru PPKn Alumni Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan di Kampus Negeri Jawa Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *