Sifat Ideologi Pancasila Aktual Dinamis Antisipatif Beserta Contohnya

Posted on

DosenPPKN – Pancasila sebagai ideologi terbuka memiliki sifat aktual, dinamis, antisipatif, dan senantiasa mampu menyesuaiakan perkembangan zaman, ilmu pengetahuan, dan teknologi serta dinamka perkembangan aspirasi masyarakat. Keterbukaan ideologi tersebut bukan mengubah nilai-nilai dasar yang terkandung di dalamnya.

Namun, mengeksplesitkan wawasannya secara lebih kongkrit. Tujuannya adalah agar lebih memiliki kemampuan dalam menyelesaikan segala permasalahan yag menjadi hambatan dan tantangan negara.

sifat ideologi pancasila aktual dinamis

Sifat Ideologi Pancasila

Pancasila mempunyai sifat terbuka dan tertutup. Sebagai ideologi yang terbuka, Pancasila memiliki sifat actual dan dinamis. Sementara itu, sebagai ideologi yang tertutup Pancasila mempunyai sifat antisipatif. Berikut penjelasan sifat-sifat ideologi Pancasila dapat kita simak pada pengertian di bawah ini:

1. Aktual

Aktual berarti sesuai dengan yang terjadi. Artinya meskipun Pancasila dirumuskan pada masa sebelum kemerdekaan, nilai-nilainya menyesuaikan dengan perkembangan yang sedang terjadi di masyarakat. Sebagai nilai dasar, Pancasila bersifat tetap dan tidak berubah. Namun, Pancasila diimplikasikan ke dalam aturan-aturan yang dibuat sesuai dengan keadaan dan kebutuhan masyarakat.

2. Dinamis

Dinamis berarti bergerak atau berubah sesuai dengan perkembangan zaman. Artinya nilai-nilai dasar Pancasila diintepretasikan sesuai dengan perkembangan zaman. Nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan tetap menjadi pegangan hanya saja dengan itu, Indonesia bisa menerima nilai-nilai baru dari luar yang masuk.

3. Antisipatif

Antisipatif artinya Pancasila mampu menjadi filter terhadap segala macam hal yang masuk ke Indonesia. Baik itu, budaya, kebiasaan, adat, paham, maupun nilai-nilai baru lainnya. Pancasila bersifat dinamis, jadi dia bisa berkembang menyesuaikan kondisi faktual. Namun, perlu pembatasan agar masyarakat yang di dalamnya tidak terombang-ambing terhadap segala macam perubahan. Maka dari itu, Pancasila juga memiliki sifat yakni antisipatif.

Contoh Sifat Idelogi Pancasila

Aktual

Pancasila diimplikasikan sesuai dengan kejadian-kejadian yang sedang terjadi. Bagi siapa saja yang mendasarkan Pancasila untuk menjalani hidupnya, maka akan menyesuaikan perilakunya dengan Pancasila. Berikut adalah contoh-contoh sidat Pancasila akutual, yakni antara lain:

1. Ketuhanan Yang Maha Esa

Sila Ketuhanan Yang Maha Esa tidak diterapkan untuk satu agama saja. Esa dalam bunyi pertama Pancasila berartu satu. Bukan berarti Indonesia menganut satu agama saja sebagai dasar hukumnya. Indonesia tetap menghormati masyarakat-masyarakat yang memiliki beragam agama dan dan kepercayaan. Tiap-tiap masyarakat memiliki satu kepercayaan atau agama yang dianutnya.

2. Pemberian hak atas pekerjaan

Pekerjaan sangat penting bagi masyarakat untuk melangsungkan hidupnya. Banyak para pekerja yang diberikan upah tidak sebanding dengan beban kerjanya. Sehingga Sebagian dari mereka kurang bisa memenuhi kebutuhannya. Berdasarkan sila ke dua, pemerintah mencoba untuk memenuhi hak dengan memberikan mereka upah yang layak, memberikan pelatihan sesuai dengan peluang kerja dan keahlian masing-masing masyarakat, maupun membuka lowongan pekerjaan.

3. Partai mengintepretasikan Kelompok dan Golongan

Indonesia terdiri dari beragam suku, ras, agama, kepercayaan, adat istiadat dan golongan-golongan yang berbeda. Hal itu dintepretasikan dari banyaknya partai yang didirikan di Indonesia. Partai-partai tersebut mewakili golongan agama, nasionalis, dan golongan-golongan yang lain. Berdasarkan sila ketiga Pancasila, hal tersebut membuktikan bahwa meskipun banyak partai di Indonesia, namun persatuan dan kesatuan harus tetap terjaga.

4. Anggaran Belanja

Anggaran belanja negara disesuaikan dengan kondisi negara yang sedang dilanda wabah covid-19. Indonesia menganut kedaulatan rakyat. Semua kepentingan negara didasarkan atas kepentingan rakyat. Begitu pula dengan anggaran belanja negara. Ketika Indonesia mengalami masa pandemic covid-19, banyak anggaran dialihlokasikan untuk mengatasi covid-19. Jadi, nilai kerakyatan bisa diterapkan untuk kondisi sekarang atau yang akan datang mesipun perumusannya sudah sejak lampau.

5. Penghapusan sekolah favorit

Penghapusan sekolah favorit di masa sekarang didasarkan atas sila ke lima Pancasila. Sekolah favorit dinilai kurang memberikan kesempatan kepada siswa yang kurang mampu atau kurang berprestasi. Hal ini menimbulkan ketidakmerataan sistem Pendidikan di Indonesia, karena biasanya fasilitas di sekolah-sekolah favorit lebih baik dibandingkan dengan sekolah-sekolah yang menyandang grade bawah. Penghapusan sekolah favorit ini diikuti dengan sistem zonasi pada era milenial.

Dinamis

Pancasia bersifat dinamis dalam artian Pancasila tidak kaku dan bisa diterapkan untuk segala kondisi yang berkembang di masyarakat. Berikut adalah contoh-contoh sifat dinamis Pancasila yang diimplikasikan ke dalam kehidupan sehari-hari, yakni antara lain:

1. Pengesahan Agama Baru

Indonesia mengesahkan agama baru sebagai agama resmi. Selain kepercayaan asli Indonesia, agama  baru juga diterima  bahkan menjadi agama resmi. Seperti Islam, Hindhu, Budha, Kristen, Katolik, dan Konghuchu yang dibawa dari negara lain. Artinya, selain dari agama yang diakui secara resmi, tidak menutup kemungkinan kalau Indonesia juga menerima kepercayaan dan agama baru yang muncul seiring dengan perkembangan zaman.

2. Mengakui Dasar Hukum HAM Internasional

Indonesia mengakui dasar hukum hak asasi manusia internasional. Apabila didasarkan pada sila kedua Pancasila, Indonesia menjamin hak asasi manusia yang diatur dalam undang-undang dan hukum nasional lainnya. Meskipun begitu, negara Indonesia juga mengakui hukum ham internasional untuk mengatur ham yang ada di dalam negara.

3. Menerima Kebudayaan Asing

Masyarakat mau menerima kebudayaan yang datang dari luar kelompoknya. Sebagai ideologi yang dinamis, Pancasila bersifat terbuka. Hal itu memungkinkan masyarakat juga bisa terbuka dengan hal-hal baru yang datang dari luar. Misalnya budaya, bahasa, atau adat yang dijadikan kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

4. Sistem pemilihan di Indonesia

Sistem pemilihan di Indonesia dilaksanakan melalui pemilihan langsung. Hal ini sesuai dengan Pancasila sila keempat. Pemilihan pemimpin yang dahulunya dilaksanakan secara musyawarah atau turun menurun, namun kini dengan pemberian suara secara individu. Hal ini tidak mengurangi konsep pemusyawaratan karena pemilihan dilaksanakan tanpa ada tekanan dari pihak lain.

5. Pemberian Modal Usaha

Pemberian modal usaha bagi para eks-buruh yang hilang pekerjaan untuk mendirikan UKM. Nilai keadilan adalah dasarnya, sedangkan implikasinya disesuaikan dengan kondisi masyarakat yang sedang berkembang. Dahulu keadilan terhadap buruh adalah diberikan upah yang sesuai dengan pekerjaannya dan terhindar dari sistem kapitalisme.

Namun, ketika banyak PHK karena krisis ekonomi dengan terpaksa para buruh harus diberhentikan. Sehingga pemerintah memberikan upaya yang lain sesuai dengan sila keadilan, yaitu memberikan mereka pelatihan untuk mendirikan usaha. Selain itu, pemerintah memberikan bantuan dana atau pinjaman dana bagi mereka yang ingin mendirikan UMKM dengan bunga yang rendah.

Antisipatif

Pancasila bersifat terbuka sehingga bersifat dinamis dan actual. Namun, Pancasila juga bersifat tertutup sehingga bersifat antisipatif. Berikut adalah contoh-contoh Pancasila bersifat antisipatif, antara lain:

1. Penolakan p*rnografi

Sila pertama Pancasila ketuhanan bukan hanya sebagai dasar masyarakat untuk beribadah dan berhubungan dengan sesama manusia. Nilai ketuhanan menjadi dasar bagaimana manusia melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Sebagai negara yang menjunjung adat istadat dan agama, Indonesia tentu menolak pergaulan bebas seperti yang sedang berkembang dewasa ini.

Budaya barat yang bertolak pada kebebasan individu menyebabkan p*rnografi semakin marak di Indonesia melalui media sosial. Maka dari itu, sebagai masyarakat yang memegang nilai ketuhanan menolak segala macam bentuk p*rnografi, baik menyaksikan, mengunduh, membuat maupun menyebarkannya.

2. Pelarangan seks bebas

Layaknya p*rnografi, seks di luar nikah juga bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Seks bebas menurunkan nilai moral yang dianut bangsa Indonesia. Seks bebas juga memicu pelecehan seksual dengan keadilan yang rendah bagi korban. Kasus ini juga akan meningkatkan angka kehamilan di luar nikah. Tindakan seks bebas juga akan menimbulkan banyak penyakit seks menular. Sehingga dalam undang-undang diatur mengenai hubungan di luar nikah beserta hak mendapat perlindungan dari kekerasan seksual lainnya.

3. Anti kapitalisme

Apabila kita sesuaikan dengan hukum dasar di Indonesia, maka Indonesia menganut sistem perekonomian Pancasila. Di dalamnya terdapat aturan bahwa semua hasil yang diperoleh dalam sistem ekonomi akan dibagi rata bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sehingga Pancasila menjadi filter bagi sistem kapitalisme yang menguntungkan hanya kaum pengusaha saja. Meskipun Pancasila telah menjadi dasar bagi kehidupan bermasyarakat dan bernegara, namun apabila pelaksana pemerintahan dan masyarakat tidak mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, kapitalisme dan sistem ekonomi yang merugikan masyarakat akan tetap terjadi di Indonesia.

Demikian materi tentang sifat ideologi Pancasila beserta dengan contohnya. Semoga menambah wawasan bagi para pembaca. Kita sebagai warga negara Indonesia yang dasar negaranya adalah Pancasila tentu memiliki kewajiban untuk mengimplikasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Terima kasih !

Sumber:

http://journal.ummgl.ac.id/index.php/edukasi/article/download/644/417/

https://jurnal.ugm.ac.id/wisdom/article/view/31576/19118

Guru PPKn Alumni Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan di Kampus Negeri Jawa Tengah