Pengertian Stereotip, Dampak, dan Contohnya

Diposting pada

Stereotip

Dalam menjelaskan analisis tentang perilaku penyimpangan, khususnya peningkatan penyimpangan (deviance amplification) serta analisis perihal ras, para ahli sosiologi menggunakan istilah stereotip. Selanjutnya, dalam artikel ini akan membahas lebih jauh pengertian stereotip, dampak, dan contohnya.

Stereotip

Stereotip sebenarnya asal katanya dari dua kata bahasa Yunani, yakni “stereos”, artinya bermakna ‘solid”, dan ‘typos”, yang artinya sebuah contoh. Oleh sebab itu, stereotip berkenaan perihal sesuatu yang berbentuk tetap atau kaku.

Pengertian Stereotip

Definisi tentang stereotip adalah berkenaan dengan prasangka umum yang bersifat sepihak, terlalu berlebih-lebihan, pada suatu kelompok, suku, atau kelas yang seringnya dikaitkan dengan rasisme dan seksisme yang dapat mengancam identitas nasional.

Pengertian Stereotip Menurut Para Ahli

Adapun beberapa pengertian stereotip menurut para ahli adala antara lain sebagai berikut:

Alvin Day

Menurut Alvin Day, pengertian stereotip merupakan sifat manusia atas kesamaan tertentu mendasar yang menyebabkan munculnya stereotip.

Walter Lippmann

Definisi stereotip dalam pandangan Lippmann adalah cara ekonomis untuk melihat dunia dengan cara keseluruhan. Dengan kata lain, mekanisme penyederhanaan untuk mengendalikan lingkungan yang sangat luas.

Miller

Arti stereotip menurut Miller adalah sesuatu yang sifatnya konservatif atau kaku yang merujuk pada semua pihak dengan ciri-ciri yang sama.

Schneider

Makna stereotip merupakan persepsi, anggapan, atau pandangan terhadap kelompok atau komunitas tertentu dengan mempunyao variasi tingkatan di dalamnya.

Martin dan Nakayama

Dalam pandangan mereka, stereotip ialah kepercayaan serta gambaran umum yang luas perihal suatu kelompok budaya tertentu dengan perbedaannya.

Narwoko dan Suyanto

Pengertian setreotip ialah pelabelan pada pihak atau kelompok tertentu yang mengakibatkan kerugian pada pihak yang lain serta menimbulkan ketidakadilan juga.

West dan Turner

Berbeda dengan Martin dan Nakayama, menurut West dan Turner stereotip ialah pandangan yang dipunyai oleh seseorang pada anggota kelompok atau komunitas tertentu sebagai hal yang bersifat normal, karena dalam kehidupan sehari-hari seseorang sebagai mahluk yang mencipta dan mereproduksi pesan.

Dari beberapa pengertian atau definisi stereotip menurut beberapa ahli di atas, maka bisa disimpulkan bahwa stereotip merupakan pandangan yang menyamaratakan kelompok. Komunitas, atau individu lain terkait karakteristik psikologi dan kepribadiannya yang bersifat hanya sepihak.

Dampak Stereotip

Adapun beberapa dampak yang timbul karena fenomena stereotip adalah antara lain sebagai berikut:

Memengaruhi Diri

Tindakan stereotip ternyata mampu mempengaruhi apa pun yang dirasa dan diingat yang berkaitan dengan tindakan anggota-anggota dari kelompok lain pada diri kita. Hal ini bisa ke arah baik ataupun buruk.

Menganggap Ada Derajat Yang Tinggi

Memang benar adanya, terkadang stereotip berada pada derajat kebenaran yang tinggi, tapi tidak memiliki dasar sama sekali. Oleh karena, pihak-pihak yang stereotip tidak mengenal dengan baik pihak atau komunitas yang lain.

Visualisasi yang Berlebihan

Pihak dengan perilaku stereotip akan membuat penyederhanaan visual dengan cara yang berlebihan terhadap anggota atau komunitas yang lain, dengan cara menyamakan perilaku mereka sebagai tipikal yang sederajat.

Subyektif dan Bias dalam Bersikap

Bertindak baik dan ramah hanya pada pihak-pihak tertentu, curiga atau tidak percaya pada pihak yang lainnya merupakan efek dari stereotip, yakni bertindak “pilih-pilih”. Meskipun apa yang dipikirkan dalam kepala belum tentu semuanya benar.

Membatasi Pergaulan

Dampak ironis stereotip bahwa pihak-pihak yang sudah cinta pada stereotip tentu akan membatasi pergaulannya hanya dengan pihak-pihak tertentu dan ini adalah dampak terburuk dari stereotip.

Contoh Stereotip

Beberapa contoh stereotip dalam kehidupan adalah antara lain sebagai berikut:

Stereotip Musik

Stereotip yang melekat pada masyarakat bahwa orang atau masyarakat Ambon adalah orang-orang yang pandai bernyanyi serta bermain alat musik. Hal ini karena banyak penyanyii yang muncul ke publik berasal dari Ambon, seperti Glen Fredly, Andre Hehanusa, Ade Manuhutu, Harvey Malaihollo, dan lain sebagainya yang masih banyak.

Stereotip Pekerjaan

Stereotip ini di beberapa tempat masih terjadi, baik secara eksplisit atau implisit. Perempuan bukan pencari nafkah utama keluarga, sehingga yang bekerja dianggap sebagai “sambilan”. Selain itu, banyak pekerjaan perempuan yang dianggap tidak bermoral seperti sebagai pelayan di tempat-tempat minum, tukang pijat, atau pekerjaan yang dilakukan pada malam hari.

Stereotip Gender

Dewasa ini, masih ada stereotip seorang pemimpin yang berhasil sering kali diidentikkan dengan peran jenis kelamin laki-laki. Kenyataannya, banyak pemimpin perempuan di dunia terbukti berhasil melaksanakan tugas kepemimpinannya di berbagai bidang seperti bidang organisasi bisnis, pemerintahan, keuangan dan pendidikan. 

Stereotip Perilaku Suku Tertentu

Stereotip perilaku suku tertentu ini misalnya saja kita ambil contoh orang Madura seringkali dipandang dengan cepat tersinggung, pemarah, suka berkelahi, kasar, dan kuat. Jika orang Madura dipermalukan, akan keluar belati dengan segera membalas dendam hinaan yang diterimanya, juga menunggu sampai kesempatan datang untuk membalas dendam.

Demikianlah penjelasan tentang pengertian stereotip, bentuk, dan contohnya. Semoga melalui tulisan ini bisa menambah wawasan dan sumber inspirasi yang mendalam bagi segenap pembaca, terutama yang membutuhkan materinya. Terimakasih

4 (80%) 1 vote[s]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *