Chauvinisme: Pengertian, Ciri, dan Contohnya Lengkap

Diposting pada

Pengertian Chauvinisme

Chauvinisme menjadi salah satu istilah penting dalam memahami hak dan kewajiban warga negara. Hal ini dilakukan sebagai upaya mendorong setiap masyarakat untuk memiliki rasa cinta terhadap bangsa secara utuh, meskipun tindakan ini diimplementasikan secara berlebihan akan tetapi terkandung sisi negatif dan positif di dalamnya. Sebagai penjelasan lebih lanjutnya dalam artikel ini mengulas tentang pengertian, ciri, dampak, dan contoh chauvinisme.

Chauvinisme

Chauvinisme adalah peristilahan yang berasal dari seorang prajurit Napoleon Bonaparte yang bernama Nicolas Chauvin. Chauvin sangat mengidolakan kaisarnya. Dia bahkan bersedia melakukan apapun demi kaisarnya meskipun nyawa dia taruhanya.

Terbukti dengan cacat yang harus ia derita akibat rasa fanatiknya yang berlebihan. Tak seperti kebanyakan orang lain yang hanya mengelu-elukan Napoleon Bonaparte ketika ia sedang ada diatas tahkta saja, Chauvin tetap setia bahkan setelah Bonaparte diasingkan. Dari namanya inilah selanjutnya digunakan terhadap orang-orang yang memiliki pandangan serupa.

Pengertian Chauvinisme

Pengeratian chauvinisme adalah serangkaian paham, ajaran, yang menganggap bahwa Negara sendiri jauh lebih baik dan lebih tinggi serta lebih bermartabat dibandingkan dengan Negara ataupun bangsa berdaulat lainnya dalam bentuk apapaun, baik ekonomi, pembangunan, budaya, sistem pemerintahan, ataupun yang lainnya.

Atau bisa juga diartikan fanatisme yang berlebihan terhadap orang, kelompok, Negara, bangsa sendiri dengan menganggap rendah orang, kelompok, atau Negara lain. Sederhananya Chauvinisme adalah nasionalisme yang berlebihan.  Chauvinisme mengindikasikan  rasa kebangsaan yang sempit, hal tersebut bisa dilihat dari rendahnya rasa toleransi kepada bangsa lain.

Chauvinisme tidak melulu soal rasa cinta berlebihan kepada Negara. Chauvinisme dalam lingkup yang kecil bisa terlihat pada pengagungan terhadap seorang tokoh (contoh yang sudah terjadi adalah Chauvin kepada Bonaparte), kepada kelompok (misalnya Partai Politik), dan Gender (Perasaan bahwa salah satu gender lebih unggul dari gender yang lain).

Pengertian Chauvinisme Menurut Para Ahli

Agar lebih jelas, berikut beberapa uraian tentan pemaparan pengertian chauvinisme menurut beberapa ahli, diantarnya;

Mirandalaurensi (2014)

Pengertian chauvinisme adalah sikap yang diimplementasikan melalui serangkaian tindakan dengan identitas nasional negara yang tinggi, sehingga kondisi ini dientik dengan penggapan remeh terhadap negara lain. Dalam arti ini tentusaja dapatlah dikatakan bahwa ciri-khas chauvinisme adalah melakukan tindakan yang menghina terhadap Negara lainya.

Inoviana

Definisi chauvinisme adalah posisi prilaku yang dijalankan seseorang dalam bentuk kesetiaan ekstrim terhadap negara atau bangsa yang secara sepihak tanpa mau mempertimbangkan pandangan alternative yang telah dikemukakan oleh pihak lain.

St-Times

Arti chauvinisme adalah wujud rasa cinta (nasionalisme) yang dilakukan terhadap tanah air secara berlebihan dengan terus menerus mengagung-agungkan bangsa sendiri dangan meremehkan atau merendahkan yang dilakukan oleh bangsa lain.

Dari serangakain penjelasan tentang pengertian chauvinisme tentusaja segala sesuatu yang berlebihan tentu akan mengakibatkan hal yang tidak baik. Indonesia sebagai Negara yang berasaskan Pancasila jelas mendorong setiap warga negaranya untuk memiliki Nasionalisme dan patriotisme.

Apa jadinya Negara ini jika rakyatnya tenang-tenang saja, adem ayem ketika bendera negaranya diseret, pulaunya dijarah oleh bangsa lain, budanya diklaim oleh bangsa lain. Tentu akan sangat tidak dihargai dan dianggap tidak bermartabat.

Nasionalisme Pancasila mencirikan Nasionalisme yang tetap menghormati dan menghargai Negara lain. Nasionalisme yang pas dan tidak berlebihan. Namun, apakah nasionalisme kita sudah benar dan bukan merupakan Chauvinisme? Mari kita lihat ciri dari Chauvinisme

Ciri Chauvinisme

Melihat pengertian diatas kiranya kita bisa mengetahui ciri-ciri dari Chauvinisme;

Fanatik terhadap negaranya sendiri

Sebuah Negara yang rakyatnya menganut paham Chauvinisme akan sangat fanatic terhadap negaranya. Segala kebijakan yang berlaku didalam negaranya akan dianggap benar dan direspons secara positif walaupun hasilnya negatif.

Hal tersebut pernah terjadi di China ketika Negeri tirai Bambu tersebut dipimpin oleh Mao Tse Tung. Mao pernah mengeluarkan kebijakan Lompatan Jauh Kedepan yaitu program untuk menjadikan China menjadi Negara yang Maju dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Industri logam ditingkatkan besar-besaran sampai mengharuskan setiap warganya untuk iuran logam kepada Negara agar bisa disepuh untuk memenuhi target nasional.

Ada pimpinan Negara yang revolusionis dan diktatoris

Sosok pimpinan Negara yang revolusionis dan diktatoris adalah pelecut agar paham Chauvinisme bisa berkembang disuatu Negara. Tidak hanya mempelopori mereka cenderung untuk memaksa dengan tindakan inilah kerap kali mengakibatkan korban materi dan non materi yang cukup tinggi.

Ada di Negara yang pernah diperlakukan tidak menyenangkan

Contoh nyata adalah Korea Selatan. Negara ini pernah diperlakukan tidak menyenangkan oleh Jepang maka dari itu segala yang berbau Jepang sangat tidak disukai oleh Negara K-Pop tersebut. Mereka selalu mencoba untuk mandiri dengan mencintai apa yang ada didalam negerinya dan tak berniat untuk mengimpor apapun dari Jepang.

Dipergunakan dalam melancarkan tujuan tertentu

Setiap Negara/bangsa ingin menjadi nomer satu di dunia atau setidaknya pengaruhnya bisa digunakan oleh bangsa lain. Jerman, jepang dan Italia adalah contoh Negara yang ingin menjadi kekuatan superpower di Dunia. Maka dari itu, untuk memuluskan ambisinya para pemimpin Negara tersebut menerapkan paham Chauvinisme dikalangan rakyatnya.

Menganggap rendah bangsa lain

Karakteristik yang lainnya, utamanya yang melakat pada sikap chauvinisme ialah pengungkapan tentang kondisi negara berdaulat lainnya yang dianggap tidak memiliki pengaruh serta kekuatan tersetentu, sehingga hal ini memunculkan spekulasi untuk menganggap remah.

Membeci Bangsa Berdaulat Lainnya

Ciri selanjutnya yang biasanya melakat pada chauvinisme  terutama dalam porsi yang parah biasanya akan membeci bangsa atau negara lain. Dengan tanpa sebab-sebab ialah mengenyampingkan rasa kemanusiaan serta kedamaian yang ada.

Contoh Chauvinisme

Chauvinisme tidak hanya dialami oleh Nicolas Chauvin saja kepada sang kaisar Napoleon Bonaparte. Tetapi juga pernah diterapkan oleh beberapa Negara/bangsa berikut:

Jepang

Jepang  adalah Negara Asia bagian timur. Dengan karakteristik wilayah yang unik dan sejarah bangsa yang panjang, Jepang pernah mengalami fase naik turun sebagai. Ketika keshogunan menguasai kerajaan terjadi dualisme kepemimpinan yang tidak bisa dihindarkan antara kaisar sebagai pimpinan syah kerajaan dengan para shogun sebagai pimpinan militer.

Meskipun Kaisar merupakan pengauasa syah, secara praktik yang bertindak dan berkuasa adalah shogun. Hal ini kemudian di restorasi oleh Kaisar Meiji. Banyak pemuda Jepang diberangkatkan ke Amerika untuk menimba ilmu Barat. Hasil mulai terlihat ketika Jepang berhasil mengalahkan Cina dalam perang Cina-Jepang.

Hal ini membuat Jepang diatas awan, karena kekalahan Cina ini bagaikan seorang guru yang kalah dari muridnya. Jepang semakin gila dan menganggap negaranya adalah segala-galanya dan mulai imperialis ketika dipimpin Teno Haika.

Dialah yang menciptakan paham bahwa bangsa Jepang diberi amanat oleh langit untuk menjadi pemimpin bangsa Asia. Chauvinisme Jepang inilah yang membuat Jepang pernah menjajah Indonesia, mengauasai Indocina dan membuat gentar Amerika.

Jerman

Jerman adalah Negara yang unik. Di abad ke-20 ini orang mengetahui Jerman adalah Negara bersatu, maju, dan modern. Padahal Negara yang terletak di benua Eropa ini pernah mengalami perpecahan yaitu menjadi Jerman Barat dan Jerman timur.

Jerman pernah menerapkan paham Chauvinisme ketika dipimpin oleh sang Diktator adolf Hitler. Jerman menganggap bahwa bangsa Arya-lah yang telah ditakdirkan oleh Tuhan menjadi pemimpin dan penguasa pada seluruh negara di dunia.

Maka dari itu, mereka menganggap rendah bangsa lain bahkan sangat berhasrat untuk menghanguskanya misalnya bangsa Yahudi. Chauvinisme telah menghancurkan Jerman secara perlahan ditandai dengan runtuhnya kekuasaan  Hitler .

Italia

Italia, Negara yang terkenal sebagai pusat mode dunia ini ternyata pernah menerapkan paham Chauvinisme. Negara yang masuk dalam blok fasis bersama dengan Jerman dan Jepang. Harus diakui memang bahwa Italia unggul dalam beberapa hal.

Mereka memiliki sejarah yang harum yaiitu bangsa mereka bangsa Romawi (bangsa yang pernah menguasai dunia dan berperadaban tinggi), mereka memiliki vatikan (pusat agama Khatolik Ortodoks Dunia). Ketika dipimin Musolinni, Italia menganggap bahwa bangsa lain tidah kreatif dan hanya bisa meniru saja. Kesombongan Italia runtuh ketika Italia bersama Blok fasisnya kalah dalam perang dunia kedua.

Menarik, jika kita lihat kebanyakan yang pernah menerapkan paham Chauvinisme adalah anggota-anggota dari blok fasis. Apakah paham ini sengaja ditunggangi oleh para penguasanya untuk melancarkan ambisi mereka dalam menguasai dunia.

Dampak Chauvinisme

Apapun alasanya Chauvinisme jelas berdampak buruk. Tidak hanya bagi Negara yang menerapkan Chauvinisme saja, melainkan juga Negara lain.Berikut adalah dampak negatif dari Chauvinisme;

  • Menyebabkan ketegangan diantara kedua belah pihak, yaitu Negara chauvinis dengan Negara yang dianggapnya remeh.
  • Memicu permusuhan dan pertikaian
  • Membuat orang terbiasa bersikap sombong dan meremehkan orang lain

Dari penjelasan diatas, dalam wujud impelemntasi pengamalan dari sikap ini selalu bdilarang, apalagi khusus di Bulan Agustus selalu menjadi bulan yang istimewa bagi bangsa Indonesia. Bagaimana tidak, karena setiap tanggal 17 pada bulan ini diperingati sebagai hari kemerdekaan bangsa Indonesia.

Pada bulan ini Nasionalisme dan Patriotisme rakyat Indonesia mencapai puncak-puncaknya. Mengikuti upacara bendera, bersih-bersih dan menghias kampung, membuat gapura, mengadakan lomba (makan kerupuk, balap karung,balap bakiyak dan lain-lain).

Agustus selalu semarak dengan banyaknya bendera berwarna-warni disetiap jalan, dan sang merah putih dikibarkan disetiap rumah. Hal ini tentu menggembirakan karena merupakan sebuah indikator bahwa rasa cinta tanah air dan penghargaan kepada para pahlawan yang tinggi.

Mencintai dan membela negara adalah kewajiban setiap warga Negara. Jika masih dalam porsi yang wajar, maka paham tersebut sangat diperlukan. Akan menjadi berbahaya apabila paham cinta terhadap bangsa dan tanah air itu berlebihan sehingga membuat ia meremehkan bangsa lain atau bahkan membenci bangsa lain. Paham tersebut terkenal dengan sebutan Chauvinisme.

Demikian artikel tentang chauvinisme ini. Nasionalisme, Patriotisme sangatlah diperlukan oleh setiap Negara, tapi ingat harus dalam porsi yang wajar tetap menghormati perbedaan dan orang, kelompok atau Negara/bangsa lain serta tidak perlu menjatuhkan lawan. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *