Pengertian Intervensi, Macam dan Contohnya

Diposting pada

Intervensi Adalah

Intervensi dalam arti secara singkat adalah campur tangan. Namun jika dikaitkan dengan berbagai kegiatan dalam bentuk negara, intervensi tidak sesederhana itu. Lantas apa yang dimaksud dengan intervensi yang sebenarnya? Adakah macam-macamnya? dan apa saja contohnya?. Berikut ini adalah pembahasannnya.

Intervensi

Istilah intervensi pada hakekatnya terjadi karena tujuan suatu negara mencampuri urusan negara lain yang didasari pada keinginan yang kuat untuk mendapatkan sumber daya yang dimiliki negara yang bersangkutan, bisa juga hal ini untuk menyelesaikan sengketa internasional, kemudian bisa juga tujuannya adalah untuk melakukan perubahan politik yang mendasar di negara yang diintervensi, serta untuk revolusi politik di negara yang menjadi sasaran intervensi.

Pengertian Intervensi

Intervensi adalah satu bentuk campur tangan yang dilakukan oleh negara terhadap urusan negara lainnya yang secara jelas bukan kewenangannya dan bersifat memaksa. Hal ini baik terjadi dalam bidang politik, ekonomi, sosial, sistem pemerintahan, dan budaya.

Macam Intervensi

Banyak yang merumuskan mengenai macam-macam intervensi. Antara lain sebagai berikut;

Berdasarkan Dampaknya

Menurut dampaknya intervensi dibedakan menjadi 2 yaitu

  1. Intervensi dengan Dampak Positif

Bentuk campur tangan terhadap negara lain atau lembaga di dunia dengan memiliki maksud menegakkan keadilan ataupun misi penegakan HAM.

  1. Intervensi dengan Dampak Negatif

Bentuk campur tangan negara lain dengan tujuan memanfaatkan produk-produk internasional yang biasanya digunakan di negara maju maupun negara berkembang.

Berdasarkan Para Ahli

Bentuk-Bentuk Intervensi yang di utarakan oleh beberapa ahli

  1. Intervensi dalam Bidang Diplomatik

Intervensi diplomatik merupakan intervensi yang terjadi apabila terdapat seorang diplomat yang memberikan komentar atau mengutarakan keberpihakannya terhadap suatu krisis di tempat negara ia bertugas.

  1. Intervensi Bentuk Klasik

Intervensi klasik merupakan bentuk intervensi yang berupa misi rahasia guna mendapatkan apa yang diinginkan di negara yang menjadi sasaran intervensi. Seperti misalnya melakukan misi rahasia dengan menyuap pejabat negara yang di intervensi.

  1. Intervensi dalam Bentuk Pameran Kekuatan Militer

Bentuk intervensi ini memiliki resiko yang rendah dibandingkan dengan yang lain dan biaya yang dikeluarkan cukup murah tetapi lebih efektif dibandingkan harus melakukan pengiriman ekspedisi militer yang sesungguhnya.

  1. Intervensi dengan Bentuk Subversi Atau Gerilya Bawah Tanah

Subversi merupakan gerakan yang dilakukan oleh negara asing, direncanakan secara matang, terorganisir, ditunjang oleh pengamanan, dengan tujuan untuk memanfaatkan situasi dan elemen setempat di negara tujuan yang diintervensi.

  1. Intervensi dengan Bentuk Gerilya

Gerilya merupakan bentuk intervensi yang berasal dari perpaduan antara subversi dengan sistem perang konvensional. Sebenarnya gerilya tidak hanya berasal dari intervensi negara asing, bisa juga dilakukan oleh pihak dari negara tersebut. Namun gerilya juga banyak digunakan untuk manifestasi dan intervensi.

  1. Intervensi dalam Bentuk Militer

Dalam mewujudkan intervensi ini, negara yang hendak mengintervensi akan mengirimkan ekspedisi militer untuk menunjang suatu pemerintahan yang sedang berkuasa atau bekerja sama dengan kelompok pemberontak.

  1. Intervensi dalam Bentuk Voeging

Intervensi dengan ikut sertanya pihak ketiga dalam sebuah urusan yang sedang berlangsung antara penggugat dan tergugat dengan suatu sikap keberpihakan kepada salah satu pihak.

  1. Intervensi dalam Bentuk Tussenkomst

Hampir sama dengan voeging, intervensi ini juga dilakukan dengan ikut campurnya pihak ke tiga dalam suatu kasus yang sedang terjadi dengan mengutamakan atau membela kepentingan sendiri. Sehingga pihak ket tiga ini memiliki tujuan atau visi misi sendiri dengan memanfaatkan konflik antara negara A dan negara B.

Berdasarkan Jangkauannya

Intervensi dilihat dari jangkauannya

  1. Intervensi bentuk Punitive

Intervensi yang berupa balasan atas kerugian yang diderita oleh suatu negara yang dihasilkan karena konflik peperangan.

  1. Intervensi dalam bentuk Reprisal

Intervensi yang memiliki tujuan membalas kerugian yang dialami oleh negara lain melalui pengadaan perang kecil atau pun dengan cara blokade.

  1. Intervensi dengan Bentuk Eksternal

Bentuk campur tangan negara lain atas perang yang sudah terjadi di dua negara dengan tujuan untuk mendamaikan atau membela suatu negara yang terlibat di dalam suatu konflik atau peperangan.

  1. Intervensi dengan Jangkauan Internal

Bentuk campur tangan negara lain guna dapat membela atau memihak kelompok tertentu dalam rangka aktivitas pemberontakan terhadap pemerintahan yang sedang berkuasa.

Contoh Intervensi

Untuk memahami tentang intervensi dalam pembahasan ini akan disajikan mengenai contoh-contoh tindakan intervensi berikut ini:

  1. Mengirimkan pasukan militer ke negara yang memiliki konflik dengan negara lain meskipun negara yang mengintervensi tidak memiliki urusan dengan negara yang berkonflik. Intervensi ini biasanya bertujuan untuk menyelesaikan konflik di negara yang bertikai.
  2. Negara yang akan mengintervensi bisa melakukan embargo di negara yang akan menjadi musuhnya oleh lembaga negara lainnya.
  3. Negara yang akan mengintervensi dapat melakukan perang melalui cara blokade ke negara lainnya, padahal tidak ada kaitanna sama sekali dengan negara yang menjadi sasaran intervensi.
  4. Intervensi dari negara lain dalam menentukkan peraturan perundang-undangan terhadap negara yang tengah mengalami masalah atau konflik yang terhitung cukup berat.
  5. Intervensi militer yang dilakukan oleh suatu kelompok militer terhadap negara yang tengah mengalami kekisruhan atau tengah mengalami konflik intern atau bisa juga konflik perebutan kekuasaan.
  6. Intervensi yang dilakukan oleh suatu negara terhadap suatu negara yang tengah bertikai dengan cara mendukung salah satu pihak baik dari pihak pemerintah yang sah atau pun membela kelompok pemberontak di negara tersebut.
  7. Negara yang melakukan campur tangan terhadap negara dalam bentuk hubungan permusuhan.

Agar lebih memahami lagi, berikut ini juga disajikan mengenai perbuatan intervensi yang pernah dilakukan oleh negara-negara di dunia, yaitu sebagai berikut :

  1. Intervensi kolektif yang dilakukan sesuai dengan apa yang tertulis pada pigam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Seperti yang kita tahu bahwa sejarah PBB mempunyai visi untuk menciptakan ketertiban dan kedamaian duni, oleh karena itu negara-negara yang menjadi anggota PBB atau melalui badan-badan PBB itu sendiri bisa mencampuri urusan negara lain yang tengah memiliki konflik dengan negara tertentu.
  2. Perbuatan intervensi berikutnya adalah intervensi yang bertujuan untuk melindungi hak dan juga kepentingan serta keselamatan jiwa warga negara di luar yang akan dijadikan dasar oleh Negara Amerika Serikat dalam tindakannya melakukan pengiriman tentara multinasional di Pulau Grenada bulan Oktober tahun 1983.
  3. Intervensi yang sering dilakukan oleh negara lain terhadap negara tertentu atas alasan kemanusian dan penegakan Hak Asasi Manusia. Hal tersebut dilakukan karena urusan mengenai penegakan HAM merupakan urusan masyarakat internasional.
  4. Intervensi yang dilakukan atas permintaan pemerintah yang menguasai suatu negara guna menghadapi konflik yang terjadi di negara tempat ia berkuasa.
  5. Intervensi berikutnya yang sudah dilakukan adalah intervensi militer terhadap konflik bersenta di Yaman tahun 2004.
  6. Intervensi yang dilakukan oleh Negara Italia yang melibatkan diri pada saat perang dunia ke II.
  7. Intervensi yang dilakukan oleh Negara China dengan menggunakan produk-produknya di negara pengguna guna mendongkrak kepentingan perekonomiannya.

Kesimpulan

Dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa sebenarnya intervensi negara sangat tidak dianjurkan untuk dilakukan. Intervensi yang baik sebenarnya mengandung unsur kemanusiaan, mengandung unsur bantuan bagi negara yang membutuhkan, kemudian mengandung unsur penegakkan HAM, dan mengandung unsur untuk menciptakan kedamaian dan ketertiban dunia.

Tetapi di balik unsur kebaikan yang telah disebutkan, pasti intervensi yang dilakukan oleh suatu negara mengandung tujuan untuk kepentingan negara itu sendiri.

Oleh karena itu, intervensi merupakan salah satu wawasan yang cukup penting yang harus dipunyai warga negara, agara mereka tahu jika suatu saat negara ini diintervensi oleh negara asing atau ada kekuatan intervensi yang tidak baik yang muncul dari intern negara Indonesia.

Demikianlah pembahasan mengenai pengertian intervensi menurut para ahli, macam dan contohnya yang bisa kami tuliskan sampai dengan selesai. Semoga dapat menambah pemahaman serta menambah edukasi, literasi, dan referesi bagi kalian yang membutuhkan materinya.

Gambar Gravatar
Anggita Ayuningtyas,Memiliki Hobi Menulis dan Saat ini Sedang Proses Penyelesaian Studi di Jurusan PPKN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *