Macam Pluralisme dan Contohnya di Masyarakat Indonesia

Diposting pada

Pluralisme di Indonesia

Jika Anda percaya pada pluralisme, sejatinya Anda pun telah percaya bahwa orang-orang dari semua ras, kelas, agama, dan latar belakang harus dapat bergaul dengan setara dalam masyarakat tanpa adanya arti deskriminasi. Dengan pertanyaan itulah secara umum beragam jenis pluralisme adalah kepercayaan pada perbedaan-sebuah filosofi yang mendukung keragaman, toleransi beragama, dan multikulturalisme.

Pluralisme

Sejarah lahirnya istilah “Pluralisme” ini ditekankan paling keras di Inggris selama awal abad ke-20 oleh sekelompok penulis yang meliputi Frederic Maitland, Samuel G. Hobson, Harold Laski, Richard H. Tawney, dan George Douglas Howard Cole, yang bereaksi terhadap apa yang mereka duga sebagai pengasingan individu dalam kondisi kapitalisme yang tidak terkendali.

Pluralis berpendapat bahwa beberapa aspek negatif dari masyarakat industri modern mungkin diatasi oleh arti desentralisasi ekonomi dan administrasi.

Pengertian Pluralisme

Pluralisme adalah upaya yang dilakukan oleh seseorang/kelompok untuk membangun bukan hanya kesadaran normatif teologis tetapi juga kesadaran sosial, dimana kita hidup di tengah masyarakat yang plural dari segi agama, budaya, etnis, dan berbagai keragaman sosial lainnya harus saling menghargai satu sama lainnya.

Bahkan, Alwi Shihab menjelaskan sejatinya definisi dari pluralisme bisa disimpulkan menjadi empat yaitu sebagai berikut;

  1. Pluralisme tidak semata menunjuk pada kenyataan tentang adanya kemajemukan. Tapi, yang dimaksud pluralisme ialah keterlibatan aktif terhadap kenyataan kemajemukan tersebut.
  2. Pluralisme harus dibedakan dengan kosmopolitanisme. Dalam hal ini, kosmopolitanisme menunjuk suatu realitas dimana beraneka ragam ras dan bangsa hidup secara berdampingan di suatu lokasi. Akan tetapi, walaupun suatu ras dan bangsa tersebut hidup berdampingan tetapi tidak ada interksi sosial.
  3. Konsep pluralisme tidak bisa disamakan dengan relativisme, karena paham relativisme menganggap semua agama adalah sama.
  4. Pluralism agama bukanlah sinkretisme, yaitu meniptakan suatu agama baru dengan memadukan unsur tertentu atau sebagian komponen ajaran dari beberapa agama untuk dijadikan bagian integral dari agama tersebut

Macam Pluralisme

Beragam jenis pluralisme telah berkembang pesat dikalangan masyarakat, antara lain penjelasan tersebut adalah sebagai berikut;

Pluralisme Sosial

Dalam ilmu sosial, pluralisme dapat dijadikan sebagai sebuah kerangka interaksi beberapa kelompok yang berbeda dalam menunjukkan rasa saling menghormati dan toleransi satu sama lain. Kelompok-kelompok tersebut hidup bersama (koeksistensi) serta membuahkan hasil tanpa konflik asimilasi.

Sehingga dapat dikatakan bahwa dalam bidang sosial, pluralisme memiliki pengertian yang sangat dekat dengan toleransi. Pluralisme sosial meyakini bahwa tidak boleh ada diskriminasi antar manusia, serta harus saling menghormati dan toleran satu sama lain.

Pluralisme Ilmu Pengetahuan

Dalam bidang ilmu pengetahuan, pluralisme adalah faktor utama dalam pertumbuhan ilmu pengetahuan. Pluralisme membuat banyaknya teori yang belum terbukti kebenarannya sebagai bentuk akan kebebasan berpikir ilmiah.

Misalnya yang cocok dalam kajian ini sendrii yaitu teori alam semesta yang mempunyai lebih dari satu (plural) teori dan para ilmuwan tidak dapat berkata teorinya yang paling benar.

Pluralisme Agama

Dalam bidang agama, pluralisme tidak dapat dimaknai secara sembarangan atau disamakan dengan pluralisme sosial maupun ilmu pengetahuan. Dalam bidang agama, pluralisme berbeda dengan arti toleransi dan sering menjadi polemik khususnya di Indonesia, karena di Indoensia secara resmi ada 5 agama yang dianut oleh masyarakatnya, yaitu agama Islam, Kristen, Katholik, Hindu, dan Budha.

Contoh nyata dalam bidang pluralisme agama di Indonesia misalnya saja ketika ada libur Nasional pada 1 Muharrom yang secara jelas bahwa libur tersebut dilakukan untuk merayakan Tahun Baru Islam. Akan tetapi dengan adanya sikap pluralism ini secara nasional (dari Sabang-Meroke) di liburkan secara masal.

Pluralisme Politik

Tarkhir yang menjadi bagian daripada pluralisme ini menyangkut soal politik yang kerakali menjadi pemicu di dalam konflik dalam masyarakat. Misalnya saja pada saat menjelang Pilihan Presiden sebagai lembaga eksekutif dan DPR/MPR sebagai lembaga legistatif masyarakat setidaknya harus mengetahui berbeda pilihan itu indah, dengan cara memberikan penghormatan kepada yang berbeda pilihan politik tersebut.

Contoh Sikap Pluralisme

Itilah yang bisa disebutkan sebagai bagian daripada sikap pluralisme di kalangan masyarakat sangatlah terlihat ketika seseorang mengamalkan Bhinike Tunggal Ika yang ada di dalam semoyan Burung Garuda. Pemaknaan ini begitu jelas, manaka dalam bergaul di keseharian menerima perbedaan dengan tidak menjelakan.

Sikap ini bisa saja terwujud dalam berbagai hal, misalnya saja;

  1. Agama, bidang agama sikap pluralisme bisa diwujudkan dengan menghargai setiap keyakinan pemeluk agama lain dengan tidak merubah keyakinannya sendiri
  2. Suku, dalam suku bangsa seperti di Indonesia ini sikap pluralisme bisa diwujudkan dengan adanya penghargaan kepada setiap orang yang berasal dari ras berbeda. Misalnya saja ketika masyarakat di Pulau Sumatra menerima masyarakat Indonesia yang berasal dari Pulau Sulawesi dengan intonasi dan kulit badan berbeda, akan tetapi mengutamakan persatuan dan kesatuan secara nasional.

Nah, itulah tadi rangkaian penjelasan serta pengulasan secara lengkapnya terkait dengan macam-macam pluralisme di Indonesia dan contohnya di dalam kehidupan masyarakat. Semoga melalui tulisan ini bisa memberikan wawasan kepada khalayak sekalian. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *