Contoh Kedaulatan ke Dalam dan ke Luar di Indonesia

Diposting pada

Kedaulatan di Indonesia

Kedaulatan merupakan konsep yang sangat penting dalam tertib hukum nasional maupun internasional. Kedaulatan sendiri adalah titik persinggungan antara kedua jenis hukum tersebut. Setiap bentuk negara yang berdaulat wajib mengormati kemerdekaan negara yang berdaulat lainnya. Sebaliknya, setiap negara berdaulat juga harus menjaga agar tidak terjadi perpecahan dalam sektor politik, sosial, ekonomi dan dan budaya di dalam negaranya.

Kegagalan otoritas nasional dalam mengelola dinamika politik adalah bukti bahwa setiap negara tidak bisa menolak bantuan internasional hanya karena mempertahankan kedaulatannya. Di samping itu, Jean Bodin membagi kedaulatan menjadi dua yaitu kedaulatan ke dalam (interne souvereiniteit) dan kedaulatan ke luar (externe souvereiniteit). Untuk lebih memahami hakikat dari ke dua jenis kedaulatan tersebut, maka pada artikel ini kita akan membahas mengenai contoh-contoh dari kedaulatan ke dalam dan keluar yang dilaksanakan dan diterapkan oleh Indonesia.

Kedaulatan

Jean Bartelson mengungkapkan bahwa kedaulatan merupakan salah satu konsep mendasar dalam hukum internasional. Kedaulatan juga merujuk pada pengertian kemerdekaan dan vice versa. Negara yang merdeja adalah negara yang berdaulat. Kemudian, negara yang berdaulat adalah negara merdeka yang tidak berada di bawah kekuasaan negara lain.

Sementara itu, R.C Hingorani juga menyatakan bahwa kedaulatan mendasari beberapa hak yang diakui oleh hukum internasional seperti contohnya hak kesederajatan, yuridiksi wilayah, hak untuk menentukan nasionalitas bagi penduduk di wilayahnya, hak untuk mengijinkan dan menolak atau melarang orang untuk masuk dan keluar dari wilayahnya serta hak untuk melakukan nasionalisasi.

Jadi, kedaulatan negara sangat penting dalam bekerjanya sistem hukum di Indonesia dan internasional. Hukum internasional adalah hukum yang mengakui bahwa negara sebagai entitas yang merdeka dan berdaulat. Artinya negara tidak tunduk pada kekuasaan dan otoritas negara lain. Pengakuan kedaulatan terhadap suatu negara merupakan dasar personalitas negara tersebut untuk turut andil dalam sistem hukum internasional.

Kedaulatan ke Dalam

Kedaulatan ke dalam mengandung arti bahwa kekuasaan negara itu ditaati dan dapat memaksakan untuk ditaati oleh rakyatnya. Tujuan adanya kedaulatan ke dalam adalah agar negara memiliki hak untuk mengatur sendiri urusan negaranya. Dalam rangka mengatur urusan negaranya sendiri, negara membuat dan menerapakan hukum nasional yaitu hukum yang berlaku di negaranya tersebut. Intinya, kedaulatan ke dalam merupakan kekuatan mutlak negara dalam menegakkan hukum pada wilayah yuridiksi atau kekuasaannya.

Kedaulatan ke Luar

Kedaulatan ke luar artinya negara mampu mengadakan arti hubungan internasional dengan negara lain. Setiap negara memiliki kebebasan untuk menentukan kebijakan luar negerinya sendiri. Adanya kedaulatan ke luar mengakibatkan negara bebas dari campur tangan pihak lain dalam mengatur wilayahnya sendiri. Jadi, negara memiliki kekuasaan untuk mempertahankan diri dari ancaman, gangguan , hambatan dan serangan dari luar.

Contoh Kedaulatan ke Dalam dan ke Luar

Terdapat beberapa contoh kedaulatan ke dalam dan kedaulatan ke luar yang sudah pernah diterapkan di Indonesia. Kedaulatan ke dalam terkait dengan otoritas negara terhadap warga negaranya, sementara kedaulatan ke luar terkait hubungan Indonesia dalam dunia internasional.

Contoh Kedaulatan ke Dalam

Adapun beberapa contoh kedaulatan ke dalam yang dipraktikkan Indonesia, sebagai berikut:

  1. Sistem Peradilan Pidana

Peradilan pidana di Indonesia diselenggarakan oleh lembaga peradilan pidana. Lembaga tersebut antara lain kepolisian, kejaksaan, pengadilan dan lembaga pemasyarakatan. Mereka saling berhubungan dalam menangani perkara.

Perkara pidana dan tata cara pengadilannya diatur dalam KUHP  dan KUHAP . Jenis perkara pidana dan sanksinya ditetapkan dalam KUHP. Jenis dan sanksi pidana masing-masing negara berbeda-beda sesuai dengan kondisi politik, ekonomi, sosial dan budaya masing-masing negara.

  1. Pemilihan Umum

Pemilihan umum di Indonesia ditetapkan lima tahun sekali untuk memilih presiden dan wakil presiden serta lembaga legislatif.

Sistem pemilu yaitu diterapkan adanya ambang batas, partai politik yang memiliki hak untuk mengikuti pemilu selanjutnya adalah partai politik yang meraih minimal 2% dari jumlah kursi yang ada di DPR. Hal ini diatur dalam UU No.3 Tahun 1999 mengenai pemilu.

  1. Sistem Multipartai

Indonesia memiliki sistem politik multipartai. Terdapat banyak partai yang bersaing untuk mendapatkan kursi parlemen. Setiap partai untuk selanjutnya bisa berkoalisi dengan partai yang lain. Sistem multipartai ini wujud sistem demokrasi di Indonesia.

Partai mewakili keyakinan, prinsip, aspirasi dan keberagaman yang ada di Indonesia. Sistem multipartai ini mungkin juga diterapkan di berbagai negara seperti Argentina, Spanyol, Belanda dan sebagainya. Akan tetapi, juga terdapat negara yang tidak menerapkan sistem multipartai seperti Amerika Serikat yang hanya memiliki dua partai saja.

  1. Penetapan UUD NRI Tahun 1945 sebagai Hukum Dasar

Indonesia menetapkan UUD NRI Tahun 1945 sebagai dasar hukum nya setelah sebelumnya mengalami beberapa perubahan seperti RIS, dan UUDS. Penetapaan ini merupakan wujud bahwa kehidupan masyarakat Indonesia diatur oleh hukum negaranya sendiri, bukan oleh hukum negara lain.

  1. Fungsi Sosial Hak Atas Tanah

Indonesia dalam UU Pokok Agraria mengakui adanya fungsi sosial atas tanah. Setiap orang harus merelakan tanah miliknya untuk kepentingan umum dan kepentingan sosial dengan ganti rugi yang sudah ditetapkan. Penggunaan tanah sebagai fungsi sosial juga tidak boleh merugikan masyarakat.

  1. Pengakuan terhadap Hukum Adat

Indonesia mengakui adanya hukum dan hak-hak adat dalam sistem hukum Indonesia. Pengakuan ini ditunjukkan pada ketentuan Pasal 18B ayat (2) UUD NRI Tahun 1945 dan Permendagri No.52 Tahun 2014 mengenai perlindungan masyarakat hukum adat. Pengakuan ini didasarkan atas Indonesia yang masih memiliki masyarakat adat.

  1. Kurikulum dalam Sistem Pendidikan

Indonesia mempunyai kurikulum sendiri yang digunakan sebagai dasar penyelenggaraan pendidikan  sesuai dengan jenjang pendidikannya.

Kurikulum di Indonesia berubah-ubah sesuai dengan perkembangan zaman. Mulai dari Rencana Pembelajaran 1947 hingga kurikulum terbaru yakni kurikulum merdeka belajar yang menghapuskan sistem ujian nasional dan memberikan kebebasan anak dalam belajar.

  1. Pembebasan PPN

Indonesia memberikan pembebasan pajak untuk April hingga September 2020 dalam penanganan covid-19 yang diatur dalam Permen Keuangan No.18 tahun 2020. Barang yang dibebaskan dari PPN antara lain obat, vaksin, alat pendeteksi, dan sebagainya. Sementara itu jasa bebas PPN antara lain jasa konstruksi, jasa konsultasi, persewaan dan sebagainya.

  1. Sistem Pers

Sistem pers di Indonesia didasarkan atas sistem demokrasi. Terdapat kebebasan berkespresi yang dijamin konstitusi. Pers digunakan sebagai alat kontrol pemerintah . Berbeda dengan beberapa negara di mana pers tidak boleh bertentangan dengan pemerintah (otoritarianisme)

  1. Pembatasan Transportasi

Pemerintah Indonesia membatasi operasional transportasi mudik untuk mengurangi penyebaran wabah covid-19 yang diatur dalam Permen Perhubungan No. 18 Tahun 2020. Pembatasan diterapkan pada kendaraan prbadi dan umum, pesawat, kapal penyeberangan, kereta hingga jalan tol.

Contoh Kedaulatan ke Luar

Adapun beberapa contoh kedaulatan ke luar yang dipraktikkan Indonesia, sebagai berikut:

  1. Ikut dalam Keanggotaan PBB

Indonesia turut dalam keanggotaan PBB sejak tahun 1950. Oleh karena itu, Indonesia sudah memiliki perwakilan tetap di PBB dan organisasi yang berada di bawah PBB lainnya. Tujuannya adalah untuk mendapatkan pengakuan kedaulatan dari negara lain.

  1. Kerja sama Bilateral dan Multilateral

Indonesia juga melakukan contoh-contoh kerjasama internasional dengan negara lain seperti Amerika, Cina, Korea, Inggris dan banyak negara lain di dunia. Tujuannya untuk meningkatkan kemajuan di bidang ekonomi, politik, sosial dan budaya.

  1. Turut serta dalam Perdamaian Dunia

Pada tahun 2019, Indonesia mengirimkan kurang lebih empat ribu pasukan perdamaian yang dikirimkan ke delapan negara yang mengalami konflik seperti Sudan Selatan, Kongo, Lebanon, Afrika Tengah dan sebagainya.

  1. Penyelesaian Kasus Internasional

Pada tahun 2019, Indonesia melakukan kesepakatan dengan Timor Leste untuk menyelesaikan sengketa internasional yaitu terkait dengan masalah perbatasan darat. Penyelesaian dilakukan dengan jalan perundingan yang nantinya akan dituangkan dalam perjanjian komprehensif.

  1. Pengakuan Hukum HAM Internasional

Indonesia mengakui Deklarasi Universal HAM yang diselaraskan dengan peraturan makna HAM yang ada di Indonesia. Namun, Indonesia juga memiliki hak untuk mengatur sendiri hukum yang ada di wilayahnya seperti pada kasus hukum mati bagi tersangka narkoba yang banyak tidak didukung oleh negara lain.

  1. Pengangkatan Duta dan Konsul

Indonesia dalam pasal 13 ayat (1) UUD NRI Tahun 1945 menyatakan bahwa adanya pengangkatan duta dan konsul oleh presiden. Duta dan konsul ditempatkan di negara lain sebagai utusan negara untuk menjalin hubungan internasional kedua negara. Begitu juga Indonesia juga menerima duta dan konsul dari negara lain.

  1. Sistem Ekonomi Terbuka

Indonesia turut andil dalam pasar bebas. Hal ini diwujudkan dalam dibolehkannya Indonesia untuk melakukan ekspor dan impor dari negara lain. Tujuannya adalah untuk menunjang perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan Indonesia.

  1. Penerimaan Bantuan Asing

Indonesia juga terbuka dalam menerima bantuan yang diberikan oleh asing dalam rangka mengatasi bencana ataupun krisis ekonomi. Seperti halnya Indonesia yang meminta bantuan dana kepad IMF dengan beberapa syarat sesuai dengan perjanjian internasiona yang disepakati.

  1. Kewarganegaraan Indonesia

Indonesia sudah mengatur proses seorang menjadi warga negara Indonesia dalam UUD NRI Tahun 1945 seperti tinggal di Indonesia lima tahun berturut-turut atau sepuluh tahun tidak berturut-turut. Selain itu, Indonesia juga menggunakan asas ius sanguinis, ius soli terbatas dan kewarganegaraan ganda.

  1. Penanaman Modal Asing

Indonesia membolehkan adanya penanaman modal asing sesuai dengan batas yang sudah ditentukan berdasarkan peraturan perundang-undangan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi  dan industrialisasi di Indonesia. Sementara itu, adanya peraturan pembatasan bertujuan agar tidak merugikan masyarakat secara umum.

Itulah tadi ulasan lengkap yang bisa kami bagikan pada segenap pembaca. Berkenaan dengan contoh bentuk kedaulatan ke dalam dan ke luar yang ada di Indonesia. Semoga memberikan wawasan serta referensi bagi pembaca yang membutuhkan.

Datar Pustaka
  1. https://jurnal.uns.ac.id/yustisia/article/viewFile/10074/8990
  2. https://www.repository.usu.ac.id
Gambar Gravatar
Guru PPKn Alumni Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan di Kampus Negeri Jawa Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *