Contoh Perilaku Amoral dan Immoral

Diposting pada

Contoh Amoral dan Immoral

Terdapat beberapa cara untuk tindakan atau prinsip untuk perilaku tidak bermoral atau orang yang tidak memiliki jenis etika. Bahasa Inggris memiliki beberapa kata untuk sesuatu yang tidak bermoral. Kata yang paling umum adalah amoral, immoral, dan tidak bermoral. Sebenarnya, kata-kata tersebut memiliki makna yang berbeda dan harus digunakan dengan hati-hati.

Apa perbedaan antara amoral dan immoral? Kapan kita harus menggunakan kata amoral dan kapan kita harus menggunakan kata immoral? Mari kita membandingkan perbedaan antara perilaku amoral dan immoral dengan mengetahui contoh-contoh perilaku amoral dan immoral yang disajikan pada artikel ini.

Perilaku Amoral dan Immoral

Amoral tidak mempunyai relevansi etis atau bisa dikatan tidak mempunyai kaitan dengan masalah moral karena bukan bagian dari moral. Amoral adalah kata sifat yang tidak dipengaruhi oleh benar dan salah. Apabila seseorang yang amoral tidak memiliki hati nuraninya, maka seseorang yang amoral melawan hati nuraninya, maka seseorang yang amoral tidak memiliki hati nurani untuk bertindak melawan sejak awal.

Seseorang bayi bisa dikatakan amoral karena mereka belum mengembangkan kapasitas otak untuk memahami benar dan salah. Beberapa sosiopat ekstrem juga amoral, karena mereka tidak memiliki hati nurani akibat gangguan kognitif.

Dengan kata lain, orang yang tidak bermoral memiliki perasaan benar dan salah, akan tetapi gagal memenuhi standar moral tersebut. Seseorang yang amoral tidak memiliki perasaan benar dan salah dan tidak mengakui standar moral apapun.

Jadi, kita harus menggunakan kata amoral ketika seseorang tidak percaya pada benar dan salah, tidak mengerti benar dan salah atau tidak memiliki hati nurani dan karenanya tidak bisa dikatakan bertindak melawannya. Biasanya mereka bertindak amoral karena kurang pengetahuan, kelainan maupun belum cukup umur.

Sementara itu, immoral dalam terjemahan Bahasa Inggris memiliki arti tidak sopan, tunasusila, jahat dan asusila. Immoral adalah bagian dari arti moral.

Immoral merupakan perbuatan yang tidak bermoral, bertentangan dengan moral dan tindakan yang tidak etis atau tidak berakhlak. Mereka yang bertindak immoral memiliki pengetahuan tentang moral benar dan salah, tidak memiliki kelainan, namun tetap saja melakukannya meski salah. Bisa dikatakan bahwa immoral bertentangan dengan moralitas yang baik.

Contoh Perilaku Amoral

Adapun contoh-contoh yang menunjukan sikap perilaku amoral dan immoral dalam kehidupan sehari-hari, antara lain sebagai berikut:

  1. Penampilan

Contoh perilaku amoral dan immoral tentang penampilan sebagai berikut:

Perilaku Amoral

Sinta memilih menggunakan sepatu kets, kaos biru muda Panjang, dan celana Panjang coklat untuk berbelanja di mall. Tak lupa ia membawa tas selempang favoritnya. Sinta berpenampilan seperti itu karena nyaman dan terlihat santai. Dia tidak ingin terlihat sangat formal hanya untuk berbelanja.

Perilaku Immoral

Anis adalah pelajar SMA. Dia menggunakan seragam yang ketat, roknya hingga di atas lutut. Rambutnya Panjang dan selalu diurai.

Sepatu yang ia kenakan berwarna merah muda tanpa memakai kaos kaki. Padahal aturan sekolah Anis sudah melarang untuk siswanya menggunakan seragam yang ketat, Panjang rok harus di bawah lutut dengan sepatu hitam bertali dan berkaos kaki. Meskipun tahu fungsi norma tersebut, Anis tetap saja berpenampilan begitu.

  1. Makan

Contoh perilaku amoral dan immoral tentang makan adalah sebagai berikut:

Perilaku Amoral

Andi berumur 1,5  tahun, dia makan disuapi ibunya. Dia makan sambal berlari-lari. Sesekali Andi merebut sendok yang hendak disuapkan dan melemparnya ke lantai. Kadang dia juga marah dan menangis ketika makanan yang ia makan tidak sesuai dengan lidahnya.

Perilaku Immoral

Kemal adalah seorang pelajar SMP. Sebelum berangkat ke sekolah biasanya dia sarapan Bersama kedua orang tuanya di meja makan. Di tengah kegiatan makan, Kemal melemparkan sendok sambal mengumpat “aku tidak mau makan, tiap hari hanya makan tempe dan sayur. Aku maunya ayam.”

  1. Mengambil Barang

Contoh perilaku amoral dan immoral tentang mengambil barang adalah sebagai berikut:

Perilaku Amoral

Refina diberi uang saku selama satu bulan oleh ayahnya sejumlah seratus ribu rupiah. Ayahnya meletakkan uang di lemarinya dan Refina biasa disuruh mengambil uang saku yang sudah disediakan. Setiap hari, Refina mengambil sendiri uang saku di lemari ayahnya.

Perilaku Immoral

Ifana setiap hari diberi uang saku sejumlah lima ribu rupiah oleh ibunya. ketika uang sakunya kurang untuk menraktir teman-temannya atau ingin membeli sesuatu, dia diam-diam mengambil uang lagi di lemari ibunya. Hal itu dilakukan berulang-ulang tanpa diketahui oleh ibunya.

  1. Berkendara

Contoh perilaku amoral dan immoral tentang berkendara adalah sebagai berikut:

Perilaku Amoral

Desi berangkat kerja pukul 06.30 WIB. Dia berkendara melalui pesawahan. Desi tidak ingin berkendara dengan cepat karena ingin menikmati udara sawah yang sejuk. Dia berpikir, dengan menikmati perjalanan akan membuat pikirannya tenang dan mendapatkan tenaga untuk bekerja.

Perilaku Immoral

Koko berangkat kerja lima belas menit sebelum jam masuk. Padahal rumahnya lumayan jauh dari tempat kerjanya. Kemudian dia berkendara dengan sangat cepat, menyalip kendaraan yang ada di depannya tanpa menyalalan lampu sein ketika belok. Bahkan dia rela melanggar lampu lalu lintas agar cepat sampai di tempat kerja.

  1. Berbicara

Contoh perilaku amoral dan immoral tentang berbicara adalah sebagai berikut:

Perilaku Amoral

Seseorang yang hilang akal (orang gila) , dia sedang berjalan-jalan mengelilingi desa sambil mengumpat dan berkata kotor kepada orang yang ia temui. Sesekali ia menertawai orang yang lewat. Orang-orang pun hanya terdiam tanpa membalas umpatan yang ia berikan.

Perilaku Immoral

Seorang anak sedang berbicara kepada ibunya. Ia berbicara tidak sopan, berkata kasar dan mengumpat kepada ibunnya. Hal itu dilakukan setiap hari ketika ia dinasihati, sedang marah atau kemauannya tida dituruti. Mendengar perkataan kasar anaknya, sang ibu sering sakit hati.

  1. Berjalan

Contoh perilaku amoral dan immoral tentang berjalan adalah sebagai berikut:

Perilaku Amoral

Sepulang dari rumah Siska, Eno berjalan dengan cepat menuju rumahnya. Dia ingin segera pulang untuk segera istirahat dan tidur. Hal ini dilakukan agar nanti malam dia bisa terjaga untuk menonton kartun kesukaannya.

Perilaku Immoral

Ani hendak berjalan menuju rumahnya, seperti biasanya dia melewati depan rumah Pak Barjo. Saat itu, depan rumah pak Barjo sedang di semen. Namun, Ani tetap saja melewati jalan semen yang masih basah hingga berantakan. Padahal ada jalan lain yang bisa ia lewati.

  1. Menonton TV

Contoh perilaku amoral dan immoral tentang menonton tv adalah sebagai berikut:

Perilaku Amoral

Cindy berumur tujuh tahun. Setiap hari Minggu pagi dia selalu menoton kartun favoritnya. Dia menontonnya dengan kakaknya yang berumur Sembilan tahun karena acara TV tersebut juga disukai oleh kakaknya. Sesekali mereka bercanda sambil menonton televisi.

Perilaku Immoral

Indira adalah seorang pelajar. Setiap hari dia menonton televisi. Hal itu dilakukan sebelum berangkat sekolah, sepulang sekolah bahkan hingga malam hari. Ia lupa waktu belajar, tidak mau disuruh orangtuanya karena hari-harinya hanya dihabiskan di depan televisi.

  1. Bekerja

Contoh perilaku amoral dan immoral tentang bekerja adalah sebagai berikut:

Perilaku Amoral

Cintya adalah pegawai bank. Setiap hari dia berangkat pukul 06.30 WIB dari rumah. Ia membawa bekal dari rumah untuk makan siang. Sebagai pegawai bank ia melayani nasabah, mencatat transaksi dan melakukan pembukuan. Kemudian setelah bank tutup, ia mengerjakan rekapan layaknya pegawai bank yang lain.

Perilaku Immoral

Suherman adalah pegawa bank. Setiap hari dia berpakaian dengan rapi dan melayani nasabah layaknya pegawai bank yang lain. Ia juga bertugas melakukan pembukuan.

Namun, ternyata dia pandai memanipulasi pembukuan hingga sedikit demi sedikit dia mengambil uang bank untuk dimasukkan ke rekening pribadinya. Akhirnya setelah berbulan-bulan lamanya, tindakan Suherman diketahui oleh pihak bank.

  1. Bermain

Contoh perilaku amoral dan immoral tentang bermain adalah sebagai berikut:

Perilaku Amoral

Dika bermain layang-layang dengan Kevin dan Kris di lapangan dekat rumahnya. Sebelum bermain mereka membuat sendiri laying-layang yang akan dimainkan. Setelah layangan jadi, mereka menunggu waktu untuk memperkirakan angin agar layang-layang mereka dapat terbang.

Perilaku Immoral

Amir bermain kelereng dengan teman-temannya di halaman sekolah. Setiap bermain, Amir tidak mau kalah. Dia selalu menuduh temannya curang ketika temannya memenangkan permainan. Ketika dia menang, dia selalu mengejek teman-temannya karena tidak bisa bermain sehebat dia.

  1. Menggunakan Alat Pelindung Diri

Contoh perilaku amoral dan immoral tentang menggunakan alat pelindung diri adalah sebagai berikut:

Perilaku Amoral

Seorang kakek berumur tujuh puluh tahun yang tinggal sendirian hendak pergi ke balai desa karena urusan tertentu. Dia tidak menggunakan masker ketika berada di lingkungan balai desa.

Padahal sudah jelas aturannya bahwa siappun harus menggunakan masker ketika berkunjung untuk meminimalisir dampak penyebaran virus. Sang kakek mengaku tidak tahu aturan tersebut, pun dia juga tidak bisa membaca. Kemudian pihak balai desa memberi tahu dan memberikan sang kakek sebuah masker.

Perilaku Immoral

Ivana hendak pergi ke mall. Dia sengaja tidak memakai masker penutup agar riasannya tidak terhapus. Dia merasa rishi jika mengenakan masker penutup. Padahal dia tahu jelas bahwa sesuai dengan protocol Kesehatan, dia harus menggunakan masker penutup ketika berada di kerumunan untuk meminimalisir penyebaran virus.

Demikian beragam artikel yang bisa kami berikan pada segenap pembaca berkenaan dengan contoh sikap yang menujukan amoral dan immoral yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Semoga bisa memberikan edukasi dan referensi bagi kalian yang membutuhkannya.

Sumber Tulisan
  • https://www.academia.edu/38690149/Imoral_dan_amoral
  • http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/penelitian/dr-marzuki-mag/49-etika-dan-moral-dalam-pembelajaran-marzuki-2013.pdf
Gambar Gravatar
Guru PPKn Alumni Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan di Kampus Negeri Jawa Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *