Pengertian Integrasi Sosial, Ciri, Dampak, dan Contohnya

Diposting pada

Pengertian Integrasi Sosial

Integrasi sosial merupakan hasil akhir dari penyelesaian konflik maupun kekerasan. Tanpa terciptanya integrasi sosial, maka konflik akan muncul kembali. Pada lingkup pada berbagai bentuk negara, integrasi sosial merupakan awal dari terwujudnya integrasi nasional. Topik ini sangat penting dipahami oleh masyarakat seiring dengan masalah yang semakin kompleks.

Sehingga, pada artikel ini akan disajikan mengenai pengertian, ciri, dampak dan contoh-contoh integrasi sosial yang sering terjadi di masyarakat. Semoga melalui artikel ini kita dapat paham mengenai integrasi sosial dan dapat bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari.

Integrasi Sosial

Integrasi sosial mengacu pada situasi di mana kelompok-kelompok minoritas bersatu atau dimasukkan ke dalam masyarakat arus utama. Integrasi sosial juga mengacu pada proses yang sebagian besar menyetujui sistem makna, bahasa, budaya dan sejenisnya.

Bukan berarti dengan tidak adanya perbedaan, maka tidak setuju untuk hidup bersama. Peningkatan integrasi sosial membantu mengurangi konflik di masyarakat yang disebabkan karena perbedaan kepentingan tiap individu.

Pengertian Integrasi Sosial

Integrasi sosial merupakan penyatuan dari unsur-unsur yang berbeda terlepas dari bahasa, kasta, keyakinan, dan lain sebagainya tanpa kehilangan identitas seseorang. Pada pandangan yang lebih luas, integrasi sosial merupakan proses yang dinamis dan terstruktur di mana semua anggota berpartisipasi dalam dialog untuk mencapai dan menjaga hubungan sosial yang damai.

Integrasi sosial difokuskan pada kebutuhan untuk bergerak kea rah masyarakat yang aman, stabil dan adil. Pada masyarakat yang toleran dan terbuka, anggota kelompok minoritas sering menggunakan integrasi sosial untuk mendapatkan akses penuh ke peluang hak dan layanan yang tersedia bagi anggota arus utama masyarakat.

Pengertian Integrasi Sosial Menurut Para Ahli

Beberapa definisi dari integrasi sosial yang dikemukakan oleh para ahli dapat kita ketahui seperti di bawah ini:

Kamus Besar Bahasa Indonesia

Integrasi memiliki arti pembauran yang menghasilkan kesatuan. Sementara itu, kata “sosial” memiliki makna bahwa integrasi ditujukan kepada kelompok yang lebih luas, yakni masyarakat bukan hanya sebatas individu.

Paul B. Horton

Integrasi sosial merupakan proses pengembangan masyarakat ketika segenap kelompok ras dan etnik mampu berperan bersama dalam kehidupan budaya serta ekonomi. Artinya, masyarakat dengan ras dan etnik yang berbeda mampu bekerja sama dalam mencapai kesejahteraan hidup mereka.

Soedarno

Integrasi sosial adalah suatu proses dan sekaligus hasil dari proses itu, di mana individu-individu atau kelompok-kelompok dalam masyarakat yang semula terkotak-kotak, berbeda-beda, bahkan bersaing atau bertentangan, menjadi rukun bersatu dan selaras, baik dalam hal kepentingan-kepentingan, soal hidup mati, maupun dalam hal pandangan berbagai masalah pokok dalam kehidupan sosial, politik, dan budaya masyarakat.

Maurice Duverger

Integrasi sosial didefinisikan sebagai dibangunnya sebuah interdependensi yang lebih rapat antara bagian-bagian organisme hidup atau antar anggota dalam masyaraka. Interdependensi tersebut cenderung membuatnya menjadi suatu kata yang harmonis yang didasarkan pada tatanan di mana oleh anggota-anggotanya dianggap sama.

Hendropuspito

Integrasi sosial diartikan sebagai pernyataan secara terencana dari bagian-bagian yang berbeda menjadi satu kesatuan yang serasi. Hal ini berkaitan erat dengan terbentuknya suatu bangsa, karena suatu bangsa terdiri dari berbagai unsur etnis, suku, ras, tradisi, kepercayaan, dan sebagainya.

Ciri Integrasi Sosial

Kriteria dari integrasi sosial dapat kita kemukakan berdasarkan syarat terjadinya integrasi. Ciri-ciri integrasi sosial yang dapat kita jumpai dalam masyarakat adalah sebagai berikut:

  1. Integrasi sosial merupakan proses yang berlangsung secara terus menerus

Meskipun integrase sosial merupakan hasil akhir dari penyelesaian konflik dan kekerasan, integrase sosial harus tetap dijaga. Hal ini dikarenakan konflik di dalam masyarakat juga akan selalu ada.

  1. Integrasi sosial merupakan hasil akhir dari penyelesaian konflik

Integrasi merupakan proses pengembalian persatuan dan harmoni sosial yang ada dalam masyarakat. Tujuan dari integrase sendiri adalah terselesainya konflik dan perpecahan.

  1. Integrasi sosial mudah tercapai pada masyarakat yang memiliki homogenitas tinggi

Pada kelompok masyarakat yang memiliki banyak persamaan, maka integritas akan mudah tercapai. Pada masyarakat yang heterogen, akan memerlukan waktu yang lebih lama dalam mencapai integrasi sosial.

  1. Minimnya konflik dalam masyarakat

Tanda bahwa integrasi sosial dalam masyarakat telah berhasil adalah minimnya konflik dalam masyarakat. Masyarakat telah memiliki kesepakatan mengenai norma dan nilai sosial yang digunakan dalam penyelesaian konflik.

  1. Adanya kerja sama dalam masyarakat

Setiap anggota masyarakat sadar bahwa mereka telah berhasil saling mengisi kebutuhan. Kebutuhan yang dipenuhi menyebabkan setiap anggota masyarakat berusaha saling menjaga keterikatan satu sama lain.

  1. Terdapat norma dan nilai yang telah berlaku lama dalam masyarakat

Arti norma dan makna nilai yang dianut oleh masyarakat secara konsisten merupakan salah satu syarat adanya integrasi sosial. Norma dan nilai tersebut dijadikan pedoman dalam menyelesaikan konflik tanpa menimbulkan perpecahan.

Dampak Integrasi Sosial

Dampak positif dari adanya integrasi sosial bagi masyarakat, bangsa, dan negara adalah sebagai berikut seperti di bawah in:

  1. Adanya kerukunan

Apabila integrasi sosial sudah terbentuk, maka akan tercapai kerukunan. Masyarakat yang heterogen sekalipun akan saling mengerti dan kerja sama dalam mencapai kepentingan bersama. Konflik, akan diselesaikan tanpa menimbulkan perpecahan.

  1. Terciptanya integrasi nasional

Integrasi sosial merupakan syarat terwujudnya integrasi nasional. Apabila integrasi sosial dalam masyarakat tidak tercipta, maka integrase nasional dalam lingkup bernegara juga tidak akan dapat dicapai.

  1. Kondisi masyarakat yang aman, tenteram dan harmonis

Konflik yang dapat diredam juga menghambat meningkatnya perpecahan serta kekerasan. Apabila persentase kekerasan dan perpecahan kecil, maka masyarakat akan dapat hidup dengan aman dan tenteram.

  1. Meningkatnya toleransi

Integrasi sosial yang terjadi dalam masyarakat heterogen menunutut kita untuk memiliki sikap yang terkandung dalam arti toleransi. Saling mengerti satu sama lain merupakan perwujudan dari integrasi sosial.

Integrasi sosial bukan merupakan proses pemaksaan asimilasi. Dalam arti lain, integrasi sosial bukan memaksakan satu prinsip kepada prinsip orang lain atau memaksakan satu kebudayaan kepada orang lain. Integrasi sosial merupakan proses di mana masyarakat saling toleransi atas perbedaan prinsip, budaya, agama dan hal lainnya.

Terkadang persepsi yang salah terhadap integrasi sosial membuat integrasi sosial berkonotasi negatif. Integrasi sosial dianggap sebagai proses penyeragaman sehingga dipaksakan adil untuk seluruh masyarakat yang plural. Hasilnya, yang terjadi adalah cultural shock, bukan integrasi sosial yang mengarah kepada stabilitas nasional.

Contoh Integrasi Sosial

Contoh-contoh integrasi sosial yang sering kita jumpai di dalam masyarakat adalah sebagai berikut:

  1. Gotong Royong

Gotong royong merupakan salah satu contoh integrasi sosial. Gotong royong melibatkan masyarakat yang memiliki perbedaan kepentingan melakukan hal yang sama. Saling membantu membersihkan desa, memperbaiki rumah dan sebagainya dapat meningkatkan interaksi antar masyarakat. Melalui interaksi masyarakat memiliki sikap terbuka satu sama lain yang mendorong adanya integrase sosial.

  1. Musyawarah

Pengertian musyawarah dalam menyelesaikan permasalahan merupakan wujud integrasi sosial dalam hal penyatuan pemikiran. Melalui musyawarah konflik dapat diredam dan perpecahan dapat diminimalisir.

  1. Silaturahmi

Silaturahmi merupakan hal yang sangat penting dilakukan oleh setiap individu. Silaturahmi salah satu bentuk upaya sekaligus wujud dari integrasi sosial. Melalui silaturahmi, tingkat kedekatan antara satu orang dengan orang lainnya akan meningkat. Perbedaan kepentingan, agama, prinsip dan sebagainya akan samar ketika orang sering bersilaturahmi.

  1. Menghentikan Bulying

Seseorang yang berprinsip dalam hidupnya mengjindari bullying merupakan langkah awal dari terwujudnya integrasi sosial.

Bulying merupakan tindakan yang mengarah kepada disintegrasi sosial. Mereka menyingkirkan kaum minoritas di kalangannya. Dalam arti lain, ketika orang menghindari bullying, tidak membeda-bedakan satu sama lain akan mudah menyamakan pandangan.

  1. Acara 17-an

Acara 17-an merupakan salah satu penyatuan identitas nasional dari berbagai unsur komponen masyarakat. Pemuda, orang tua, anak-anak turut andil dalam rangka mengadakan acara 17-an. Pada kegiatan ini komponen-komponen tersebut bersatu saling berbagi pikiran, bekerja sama mempersiapkan acara maupun hanya berpasrtisipasi menghadiri acara.

  1. Karang Taruna

Karang taruna merupakan saran pengintegrasian remaja yang pada umumnya memiliki perbedaan pandangan. Mereka bekerja sama menyatukan pemikiran dan melakukan kegiatan untuk kepentingan bersama masyarakat desa.

  1. Festival Budaya

Salah satu wujud pengintegrasian budaya addalah mempertemukan budaya-budaya ke dalam satu kegiatan. Memperkenalkan bermacam budaya meningkatan toleransi dan menambah rasa cinta atas beragam perbedaan. Terutama bagi negara yang mengenal adanya multikulturalisme seperti Indonesia.

Demikianlah serangkain penjelasan dan pengulasan yang bisa kami berikan kepada segenap pembaca terkait dengan pengertian integrasi sosial menurut para ahli, ciri, dampak, dan contohnya dalam berbagai bidang. Semoga bisa memberikan pengetahuan dan referensi yang mendalam. Trimakasih,

Gambar Gravatar
Guru PPKn Alumni Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan di Kampus Negeri Jawa Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *