Hubungan Antara Simbol dan Makna Sila-5 Pancasila

Diposting pada

Contoh Hubungan Simbol dan Makna Pancasila Ke Lima

Lambang negara Indonesia yakni Garuda Pancasila terdiri dari lima perisai yang ada di tubuhnya. Setiap perisai memiliki simbol yang mencerminkan lima sila dalam Pancasila yang bisa kita sebut sebagai dasar negara. Perisai difilosofikan sebagai tameng atau pelindung negara, alat agar bangsa Indonesia tetap menjadi negara yang berdaulat. Salah satu bentuk nasionalisme adalah menghargai adanya simbol-simbol negara. Upaya nya dengan mempelajari makna yang terkandung di dalamnya serta menerapkannya dala kehidupan sehari-hari.

Selain itu, simbol negara juga penting untuk mengetahui perjuangan para pendiri negara dan cita-cita apa yang ingin dicapai oleh sebuah negara. Demikian setelah mengetahui, maka diharapkan dapat meningkatkan semangat persatuan dari bangsa yang sangat besar. Adapun pada artikel ini kita akan khusus membahas mengenai simbol sila ke lima, maknanya serta hubungan antara sila dan makna sila kelima Pancasila agar kita dapat mengetahui apa maksud para pendiri negara mencetuskan simbol tersebut.

Sila 5 Pancasila

Sila kelima keadilan sosial merupakan jalan gotong royong antara sesama warga masyarakat yang kaya dan miskin maupun kuat dan lemah. Tujuannya adalah untuk saling berbagi dan merealisasikan atau mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Sila ini didasarkan atas spirit mulia sila pertama, keharusan normatif sila kedua, semangat persatuan sila ketiga dan misi luhur sila keempat.

Sila ini mengandung nilai keadilan dan merupakan ujung dari pengamalan sila ketuhanan, sila kemanusiaan, sila persatuan, dan sila kerakyatan. Sumber daya alam dimanfaatkan bagi seluruh rakyat dengan prinsip keadilan. Dengan kata lain, sila ini mencerminkaan tujuan negara Indonesia yaitu kesejahteraan, kemakmuran dan keadilan dalam masyarakat.

Simbol Sila 5 Pancasila

Simbol sila kelima Pancasila adalah padi dan kapas. Hal ini tercantum dalam UU No. 24 Tahun 2009 Pasal 48 ayat (2e) yakni dasar keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia disimbolkan dengan padi dan kapas yang berada di posisi kanan bawah perisai. Selanjutnya pada pasal 49 dijelaskan bahwa warna latar belakang perisai di bagian kanan bawah yaitu putih.

Gambar Simbol Sila 5 Pancasila
Simbol Sila 5 Pancasila Padi dan Kapas

Simbol padi dan kapas ini dicetuskan oleh para pendiri negara dengan berpikir mendalam dan memperhatikan makna yang terkandung di dalamnya. Seperti kutipan pidato yang diucapkan oleh presiden Soekarno pada bahasan lambang negara tanggal 22 Juli 1958, yaitu “Kapas dan padi lambang kecukupan pangan, keadilan sosial.” Jadi, tercukupinya kebutuhan dasar masyarakat Indonesia merupakan bagian dari tujuan nasional sesuai dengan harapan para pendiri negara.

Makna Simbol Sila 5 Pancasila

Berdasarkan penjelasan UU No.24 Tahun 2009 pasal 48 ayat (2e), disebutkan bahwa filosofi dari tumbuhan kapas dan padi yaitu hymne yang menempatkan sandang atau pakaian serta pangan atau makanan sebagai simbol tujuan arti pembangunan nasional kemakmuran dan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Padi dan kapas memiliki komponen warna kuning pada simbol padi serta warna hijau dan putih pada simbol kapas. Warna ini diambil dari warna alam. Warna kuning pada padi memiliki arti kemegahan, keluhuran atau kebesaran. Sementara itu, kapas yang memiliki warna putih yang berarti kebenaran dan hijau yang berarti kemakmuran.

Padi dan kapas sebagai filosofi pangan dan sandang adalah kebutuhan pokok masyarakat Indonesia. Simbol kemakmuran ini didasarkan atas keluhuran dan kebenaran yang berarti keadilan untuk seluruh rakyat tanpa adanya perbedaan status sosial. Kebutuhan masyarakat Indonesia dipenuhi secara adil dan merata tanpa adanya arti kesenjangan sosial.

Hubungan antara Simbol dan Makna Sila 5 Pancasila

Adapun hubungan antara simbol dan makna sila kelima Pancasila sesuai dengan butir Pancasila adalah sebagai berikut, antara lain:

  1. Keluhuran gotong royong

Simbol warna kuning pada padi berarti keluhuran. Masyarakat mempunyai sikap berbudi pekerti yang luhur seperti halnya gotong royong. Kesejahteraan rakyat akan bisa tercapai dengan adanya kerja sama dan gotong royong. Semua komponen masyarakat saling mendukung dalam satu tujuan.

Melalui gotong royong tujuan Indonesia lebih mudah dan cepat tercapai. Selain itu, masyarakat akan saling memahami satu sama lain. Langkah ini akan meminimalisir sikap individualisme atau sikap egois untuk memuaskan kebutuhan pribadi.

  1. Sikap Adil

Warna putih pada kapas mengandung arti kebenaran. Maksudnya dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat baik sandang, pangan dan papan harus merata dan adil sesuai porsinya. Adil di sini bukan berarti sama rata layaknya negara sosialis.

Keadilan didasarkan atas nilai ketuhanan, kemanusiaa, persatuan dan kerakyatan. Keadilan ini juga dicantumkan pada UUD NRI Tahun 1945 terkait pengelolaan sumber daya alam secara merata untuk kepentingan orang banyak sehingga tidak ada contoh ketimpangan sosial.

  1. Keseimbangan Hak dan Kewajiban Warga Negara

Kebutuhan dasar harus dipenuhi oleh pemerintah seperti halnya simbol padi dan kapas karena merupakan hak warga negara.

Pemerintah memiliki kewajiban untuk memenuhinya. Namun selain mendapatkan hak, masyarakat sendiri juga harus menjalankan kewajibannya kepada negara seperti yang sudah dicantumkan UUD NRI Tahun 1945. Ketika kewajiban setiap warga negara dijalankan, maka akan meminimalisir terjadinya kerugian hanya pada satu pihak.

  1. Penghormatan terhadap Hak

Pemenuhan kebutuhan dasar yang disimbolkan dengan padi dan kapas juga harus dilihat sebagai hak. Setiap warga negara berhak atas penghidupan yang layak. Namun setiap warga negara Indonesia juga harus menghormati hak orang lain.

Dengan demikian, maka Indonesia akan terhindar dari disintegrasi bangsa karena setiap orang sudah mengetahui kewajibannya untuk menghormati hak orang lain.

  1. Tolong Menolong

Keadilan bisa diraih dengan sikap tolong menolong dan kerja sama masyarakat. Pemerintah bekerja sama dengan masyarakat dengan memberikan bantuan, masyarakat membantu pemerintah dengan memberi aspirasi dan masyarakat bekerja sama dengan masyarakat lain untuk meningkatkan taraf hidupnya. Keluhuran pada warna kuning padi membuat kesejahteraan masyarakat dapat terwujud dengan mudah.

  1. Anti Pemerasan

Nilai keluhuran pada warna kuning padi menunjukkan bahwa manusia harus memiliki sikap yang baik. Hak milik yang diberikan oleh negara harus dipergunakan dengan maksimal. Banyaknya jumlah kepemilikan tidak boleh menjadikan masyarakat lain menjadi iri.

Lebih lanjut, kepemilikan seorang tidak boleh dijadikan intervensi dan pemerasan terhadap orang lain. Pimpinan harus berlaku adil kepada bawahannya, memberikan gaji yang layak dan asuransi yang mewadahi.

  1. Anti Pemborosan dan Hidup Mewah

Warna hijau pada kapas menunjukkan kemakmuran yang berarti masyarakat yang memiliki hak milik. Kemakmuran rakyat tidak bisa diraih secara instan, negara Indonesia membutuhkan waktu dan kerja sama dari semua komponen masyarakat.

Sehingga tidak boleh membiasakan diri untuk mengjabiskan kekayaan, dan harus menghindari gaya hidup mewah. Kehidupan yang mewah akan menimbulkan kesenjangan sosial dalam masyarakat antara kaya dan miskin. Bahkan akan menimbulkan keresahan ketika orang tidak mempunyai uang tapi memiliki gaya hidup boros. Hal ini akan membawanya ke perilaku kriminal.

  1. Tidak Merugikan Kepentingan Umum

Keadilan sandang dan pangan yang dicerminakan dalam simbol padi dan kapas berarti semua kegiatan perekonomian, atau kegiatan lainnya tidak boleh merugikan kepentingan umum.

Pemerintah meminimalisir menggunakan peraturan perundang-undangan untuk memonitoring penanaman modal asing, mengontrol kinerja pemerintah agar tidak menyeleweng dan sebagainya. Sementara itu, sebagai individu juga harus memiliki sikap empati. Hak milik misalnya harus direlakan apabila tanah yang dimiliki akan dipergunakan untuk kepentingan umum dan sosial.

  1. Penghargaan atas Karya Orang Lain

Adil seperti warna kapas yang menjunjung kebenaran. Setiap orang harus menghargai karya orang lain. Melakukan plagiarisme terhadap karya orang lain berarti mencurinya secar illegal. Tidak akan adil ketika orang yang melakukan plagiarism dipergunakan untuk memperkaya diri sendiri.

Selain itu, masyarakat Indonesia juga harus belajar untuk lebih mencintai produk-produk dalam negeri dan mendukung setiap karya lokal. Hal ini akan membantu pemerataan ekonomi kecil menengah dan meminimalisir monopoli perdagangan dari perusahaan besar.

  1. Kemakmuran yang Merata

Kemakmuran yang disimbolkan dengan kapas dan padi harus merata. Perwujudan kemakmuran harus dilandasi dengan prinsip keadilan sosial. Semua daerah di Indonesia harus merasakan kekayaan Indonesia tanpa terkecuali. Hal ini dikarenakan sumber daya alam di Indonesia adalah milik seluruh bangsa Indonesia.

Daerah yang merasa tidak diperhatikan, pembangunannya lamban daripada daerah lain akan merasa terasingkan dari negarannya sendiri. Akibatnya mereka akan membuat mosi tidak percaya kepada pemerintah bahkan berusaha untuk melepaskan diri dari negara Indonesia.

Itulah tadi materi yang bisa kami bagikan kepada kalian, berkenaan dengan hubungan antara simbol dan makna sila-5 Pancasila. Semoga bisa memberikan wawasan dan literasi yang mendalam bagi segenap pembaca sekalian, ya. Trimakasih,

Datar Pustaka
  • Bernard L.Tanya dkk. 2015. Pancasila Bingkai Hukum Indonesia. Yogyakarta: Genta Publishing
  • https://www.indonesia.go.id/profil/lambang-negara
  • http://jhp.ui.ac.id/index.php/home/article/download/18/18
Gambar Gravatar
Guru PPKn Alumni Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan di Kampus Negeri Jawa Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *