Contoh Stereotip dalam Kehidupan Sehari-Hari

Diposting pada

Macam Stereotip

Stereotip merupakan hal yang dianggap sebagai kepercayaan tentang sifat orang lain. Stereotip harus dibedakan dengan prasangka yang mengacu pada penilaian negatif. Stereotip sejatinya berjalan beriringan dengan prasangka. Stereotip negatif dapat menumbuhkan atau membenarkan prasangka.

Bahkan lebih juah lagi dalam stereotip juga memungkinkan seseorang untuk melakukan tindakan dengan penuh arti diskriminasi kepada pihak lainnya.

Stereotip

Keuntungan adanya stereotip adalah memungkinkan kita untuk merespon situasi dengan cepat karena mungkin memiliki pengalaman yang sama sebelumnya. Kekurangan stereotip yaitu membuat kita mengabaikan perbedaan di antara individu. Oleh karena itu, kita menjadi memikirkan hal-hal yang kurang benar terhadap orang lain.

Contoh Stereotip

Contoh-contoh stereotip yang biasa kita temui dalam kehidupan sehari-hari antara lain sebagai berikut:

  1. Gender

Kuliah jurusan teknik sipil identik dengan laki-laki. Ketika terdapat perempuan yang kuliah di jurusan tersebut dianggap tabu. Perempuan dianggap tidak memiliki kemampuan di bidang tersebut karena merupakan bidangnya laki-laki.

Perempuan dianggap terlalu lemah dan tidak cocok untuk melaksanakan praktik dan sebagainya. Padahal, ketika perempuan kuliah di jurusan teknik sipil, mereka juga bisa mengikuti.

Sebaliknya, laki-laki dianggap tabu dan aneh ketika kuliah di jurusan tata busana. Hal yang berhubungan dengan pakaian dan jahit-menjahit adalah tugasnya perempuan. Laki-laki dianggap terlalu feminim jika melakukan hal tersebut.

Orang yang menilai tidak tahu bagaimana bakat laki-laki untuk mendesin sebuah baju, bahkan mungkin lebih baik daripada perempuan. Belum tentu laki-laki yang melakukan tugas perempuan itu feminim.

  1. Suku

Suku Minang dianggap pelit oleh beberapa masyarakat dari suku yang lain. Hal ini menimbulkan konflik karena ketidakterterimaan atas stereotip yang disematkan. Apabila kita lihat konteksnya, banyak suku Minang yang merantau dan berdagang. Bukannya perlit, mereka hanya hidup hemat di tanah perantauan guna mengatur keuangannya. Terlepas dari pelit atau tidaknya suku Minang, bahkan masyarakat di luar suku Minang pun juga banyak yang kikir dan banyak pula yang murah hati.

  1. Ras

Ras adalah perbedaan atas ciri-ciri fisik manusia. Etnis Tionghoa yang umumnya memiliki ciri fisik mata sipit dan berkulit putih sampai sekarang masih mendapatkan stereotip negatif dari masyarakat. Mereka dianggap culas, pelit, memonopoli kekayaan dan meraih kekuasaan dengan cara yang tidak baik.

Intinya yang bermata sipit dan berkulit putih dianggap sebagai Tionghoa dan bermata duitan. Memang sebenernya, belum tentu stereotip yang diberikan itu semua benar.

  1. Agama

Orang yang berjilbab dan memakai cadar dianggap sebagai teroris dan sering dihindari dalam pergaulan. Orang lain berpikir bagaimana mereka bisa makan dengan mulut ditutup. Orang lain juga berpikir bahwa mereka mengenakan cadar untuk menutupi muka yang buruk. Padahal, dalam agama mereka tujuan bercadar adalah meminimalisir syahwat.

  1. Gaya Hidup

Orang yang memakai tato di bagian tubuhnya dianggap sebagai berandalan. Orang-orang menilai bahwa dia adalah anak nakal dan suka berbuat hal-hal negatif. Orang juga berpikir ketika dia menggunakan tato maka akan sulit mendapatkan pekerjaan karena dianggap tidak profesional, semaunya sendiri, dan disinyalir sudah pernah melakukan tindak kriminalitas.

Orang yang memiliki tato juga dianggap tidak memiliki pendidikan yang baik dan memadai, sangat impulsif serta terlalu mudah mengambil keputusan. Padahal memang semua orang mempunyai kematangan berpikir yang berbeda. Terlepas dari stereotip negatif penggunaan tato bahwa tidak semua orang yang bertato jahat, dan tidak pula semua orang bertato baik.

  1. Budaya

Orang berpikir bahwa poliandri bukan lah-hal yang baik karena wanita tidak seharusnya memiliki lebih dari satu suami. Perbuatan tersebut dalam masyarakat bukanlah hal yang wajar dan terasa memalukan. Namun, di beberapa daerah poliandri adalah bagian dari sistem hukum adatnya. Wanita boleh menikah dengan lebih dari satu pria. Sebaliknya pria hanya boleh menikah dengan satu wanita.

  1. Pekerjaan

Pemulung dianggap pekerjaan yang rendah. Mereka mengambil barang-barang bekas kemudian dipakai kembali atau dijual. Mereka dianggap sebagai orang yang malas dan tidak memiliki kehidupan yang baik. Selain itu, mereka juga dianggap sebagai pencuri jika ada barang yang hilang.

  1. Antar Golongan

Orang menilai salah satu supporter sepak bola adalah supporter yang anarkis. Mereka sering membuat kerusuhan bahkan tega untuk menganiaya supporter lain hanya karena masalah sepele. Hal ini mengakibatkan semua anggota supporter yang mendapatkan stereotip negatif dinilai buruk.

  1. Pendidikan

Orang yang nilai matematikanya tinggi dianggap pintar dan yang mendapat nilai rendah dianggap bodoh. Mereka dianggap tidak pernah belajar dan pemalas. Padahal setiap orang mempunyai kecerdasan masing-masing. Mungkin lemah dalam matematika, namun unggul dalam pelajaran seni atau olahraga.

  1. Kondisi Fisik

Orang yang berbadan kurus dinilai tidak pernah makan. Sementara orang gemuk dinilai sering makan banyak dan tidak pernah berolahrga. Terlepas dari itu, badan yang kurus dan gemuk juga ditentukan oleh tingkat metabolisme dan faktor genetik.

  1. Kondisi Mental

Orang yang pendiam dinilai sebagai orang yang pemalu, introvert, tidak mau bergaul dengan orang lain dan cuek. Orang cerewet dinilai sebagai orang yang berisik, mengganggu kenyamanan, dan omong kosong.

  1. Politik

Orang memilih partai karena banyak ulama yang ada di sana tanpa melihat kredibilitas partainya. Mereka anti terhadap pemimpin nonmuslim. Sebaliknya, orang juga menolak dengan partai Islam yang didukung oleh para ulama karena dianggap sebagai partai radikal. Orang lain menganggap mereka ingin mendirikan negara khilafah.

  1. Sistem Pemerintahan

Masyarakat menilai orang yang berada di pemerintahan hanya mementingkan kekuasannya tanpa melihat kondisi rakyatnya.

Stereotip masyarakat, pejabat itu koruptor dan identik dengan gaya mewah. Sehingga pejabat pemerintah yang bersih pun juga terkena stereotip buruk. Hal ini dikarenakan memang banyak terdapat contoh kasus korupsi yang dilakukan oleh pejabat pemerintahan.

  1. Keluarga

Seorang ibu menilai anak tertuanya adalah anak yang pemalas, tidak pernah belajar sehingga tidak memiliki prestasi akademik.

Sementara adiknya selalu mendapatkan juara pertama di sekolahnya. Hal ini membuat sang kakak merasa diperlakukan tidak adil. Padahal bakat dan minat anak-anak itu berbeda. Mungkin dalam hal akademik lemah, namun dalam hal seni dia lebih unggul dari adiknya.

  1. Kepemilikan

Pada lingkungan desa, orang yang memiliki rumah mewah, mobil banyak tapi tidak pernah bekerja di kantor atau bukan pejabat dinilai memiliki pesugihan. Mereka juga dinilai melakukan tindak kriminal untuk mendapatkan kekayaannya.

Itulah kesimpulan yang bisa kami berikan kepada pembaca terkait dengan artikel yang telah melakukan pembahasan mengenai pengertian dan beberapa contoh stereotip dalam kehidupan sehari-hari. Semoga memberikan wawasan dan pengetahuan. Trimakasih,

Daftar Pustaka
  • https://www.merriam-webster.com/dictionary/stereotype
  • https://www.simplypsychology.org/katz-braly.com
  • https://www.scienderect.com/cultural-stereotype
  • https://www.opentextbc.ca
Gambar Gravatar
Guru PPKn Alumni Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan di Kampus Negeri Jawa Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *