Contoh Sabotase yang Pernah Ada di Indonesia dan Dunia

Diposting pada

Contoh Sabotase di Indonesia

Sabotase adalah ancaman terhadap keamanan negara berupa tindakan destruktif maupun obstruktif yang dilakukan oleh agen sipil. Tindakan sabotase ini biasanya memicu kepanikan, konflik dan menarik perhatian umum. Sabotase didasarkan atas perasaan tidak puas, kecewa, atau bertujuan untuk balas dendam yang sifatnya untuk membuat rasa takut.

Tindakan sabotase yang biasa dilakukan adalah penghancuran properti yang dimiliki oleh atasan atau pencegahan terhadap perang. Sabotase sendiri dilakukan secara sengaja yang bertujuan untuk menghambat aktivitas objek sabotase. Sangat menarik ketika kita membahas masalah sabotase. Sehingga pada artikel ini kita akan membahas contoh tindakan sabotase yang pernah terjadi di Indonesia dan dunia.

Sabotase

Berdasarkan polis standar asuransi terorisme dan sabotase Indonesia, arti sabotase yakni tindakan merusak harta benda atau tindakan menghalangi lancarnya pekerjaan yang mengakibatkan menurunnya nilai pekerjaan tertentu. Sabotase dilakukan oleh orang yang bertindak sendiri atau seseorang atas nama organisasi maupun pemerintah dalam mencapai tujuan agama, politik, ideologi dan semacamnya melalui jalan mempengaruhi sistem pemerintahan sehingga publik merasa takut.

Terdapat tiga motivasi sabotase. Pertama “sabotase narsistik” yaitu untuk melukai atau merusak kepentingan orang atau kelompok lain dengan tujuan memperoleh keuntungan pribadi. Kedua, “sabotase provokatif” yaitu tindakan yang diranacang dengan tujuan memancing reaksi dengan melukai atau merusak kepentingan mereka. Ketiga, “sabotse histronik”yaitu tindakan yang dirancang untuk melukai atau merusak kepentingan orang lain agar mendapatkan reputasi.

Contoh Sabotase yang Pernah Ada di Indonesia dan Dunia

Adapun contoh sabotase yang pernah terjadi di Indonesia dan negara lain di dunia adalah sebagai berikut, antara lain:

  1. Sabotase Minyak

Pada tahun 2017, terjadi sabotase dan pencurian minyak di Indonesia. Hal ini dialami oleh PT Medco E&P selaku penanggung jawab tumpahan minyak. Tumpahan minyak disebabkan karena penggesekan pipa dan bukan karena unsur kesengajaan.

Perusahaan mengaku bahwa mereka menjunjung tinggi keselamatan, kesehatan dan keamanan kerja sehingga kebocoran diakibatkan oleh pihak eksternal.

Sabotase bukan hanya merugikan perusahaan, namun juga merugikan negara. Semua peralatan migas perusahaan adalah milik negara. Tumpahan minyak menyebabkan terganggunya ekosistem lingkungan yakni tercemarnya kebun dan sungai di sekitar tumpahan. Sehingga pihak perusahaan segera melakukan pembersihan dan penutupan pipa yang bocor.

  1. Sabotase Kapal

Pada Mei 2019, terjadi sabotase kapal tanker minyak Uni Emirat Arab. Insiden tersebut terjadi di dekat pelabuhan Fujairah. Pelabuhan tersebut adalah satu-satunya terminal Emirati yang terletak di pantai laut Arab yang melewati selat Hormez dan dilewati oleh semua ekspor minyak Arab, Iran, Irak, Uni Emirat Arab, Kuwait serta Qatar. Salah satu dari kapal Uni Emirat Arab sedang mengangkut minyak mentah dari pelabuhan Ras Tanura untuk dikirim ke pelanggan di Amerika Serikat.

Mekipun tidak menimbulkan korban jiwa, namun dua kapal tanker tersebut mengalami kerusakan. Kerusakan terjadi pada lumbung kapal yang terkena dampak senjata.

Hal ini adalah tindakan kriminal yang menjadi ancaman serius bagi keamanan dan keselamatan navigasi laut serta berdampak buruk pada perdamaian dan keamanan regional maupun keamanan dalam lingkup hukum internasional. Akibat dari sabotase kapal, harga minyak naik sehari setelah kejadian. Selain itu, ketegangan terjadi antar beberapa negara seperti Iran, Amerika Serikat dan negara lain.

  1. Sabotase Jaringan Optik Telkomsel

Pada tahun 2019, terjadi sabotase jaringan optik telkomsel di Papua. Pelaku memotong kabel jaringan optik milik telkomsel. Sabotase tidak menyebabkan blackout karena masih bisa digunakan untuk menelepon dan berkirim pesan. Hanya saja layanan data dibatasi.

Perbaikan akibat sabotase ini juga memakan waktu yang lama sehingga juga menyebabkan terganggunya jaringan komunikasi.

  1. Sabotase Pesawat Militer

Pada tahun 2011, sebuah kelompok anonim menyebabkan ancaman keamanan bandara Shannon, Irlandia. Kelompok tersebut merusak pesawat militer Amerika Serikat. Akibat dari tindakan tersebut menyebabkan hidraulik pesawat rusak dan diikuti dengan adanya slogan anti perang yang dituliskan di sekitarnya.

Salah seorang pelaku sabotase mengatakan bahwa tindakannya bertujuan untuk memicu aktivitas perdamaian dan mencegah timbulnya korban jiwa. Ketika pesawat militer Amerika Serikat jadi berangkat untuk bertempur maka akan akan menimbulkan korban. Namun, dari jutaan tantara yang melakukan perjalanan di Shannon, mereka hanya dapat menghentikan satu pesawat saja.

  1. Sabotase Pesawat Penumpang

Pada tahun 2019, seorang mekanik Amerika Airlines telah menyabotase sebuah pesawat di Miami. Pelaku menempelkan zat busa keras di dalam tabung yang menghubungkan pesawat dengan sistem komputerisasi. Penerbangan tersebut menuju ke Nassau, Bahama.

Ketika pilot menyalakan mesin sebelum lepas landas, mereka mendapat peringatan kesalahan sehingga mereka batal untuk lepas landas.

Pelaku sengaja merusak pesawat terbang agar tidak lepas landas. Pelaku juga mengaku bahwa dia tidak berusaha untuk melukai siapapun atau menyebabkan pesawat rusak total.

Sabotase dilakukan akibat perasaan kecewa atas negosiasi kontrak yang macet antara America Airlines dan serikat buruh mekaniknya. Negosiasi kontrak yang macet mempengaruhi finansialnya. Demikian, dia hanya menyebabkan penundaan pesawat dan membatalkan penerbangan agar mendapat pekerjaan lembur

  1. Sabotase Telekomunikasi

Pada Mei 2016, terjadi sabotase tiga tiang telekomunikasi dengan tinggi 300 meter di Swedia. Tiang tersebut adalah bagian penting dari infrastruktur Swedia. Akibat runtuhnya tiang tersebut adalah sekitar 85.000 rumah tangga tidak mengikuti siaran televisi.

Padahal tiang tersebut juga digunakan oleh polisi dan militer serta transmisi pengumuman darurat publik. Sehingga kegiatan menjadi terganggu

Sabotase tiang telekomunikasi membuat kekhawatiran bagi pemerintah dan masyarakat Swedia terhadap mata-mata asing dan ketegangan dengan Rusia yang selama ini telah menjadi ancaman geopolitik Swedia. Selanjutnya, pemerintah Swedia mengirim mata-mata untuk menyelidiki hal tersebut serta meningkatkan keamanan dan pengawasan.

  1. Sabotase Menara Radio

Pada September 2009, New York Times mengugkapkan bahwa dua Menara stasiun radio di dekat Seattle. Menara KRKO-AM setinggi 349 kaki dirobohkan. Menara diturunkan dengan cangkul truk, yakni peralatan konstruksi berat yang sudah ada di lokasi kejadian. Padahal menara tersebut memang baru dibangun.

Pelaku sabotase melakukan sabotase karena menimbulkan masalah kesehatan dan lingkungan. Menurut mereka yang harus diprioritaskan adalah ekosistem lokal.

Mereka tidak memerlukan stasiun radio berita olahraga tambahan yang mengorbankan nilai property dan gelombang radio yang berbahaya. Meskipun begitu, sabotase menyebabkan kerugian atas robohnya menara stasiun radio. Terdapat keluhan tentang gangguan sinyal radio pada telepon rumah dan saluran intercom

  1. Sabotase Situs Pertahanan Nuklir

Pada tahun 2012, terjadi sabotase situs pertahanan nuklir Amerika Serikat. Pelaku memotong pagar untuk memasuki situs, mereka menyemprotkan graffiti, memasang pita TKP, dan merusak dinding dengan palu. Pelaku juga menyemprotkan bagia luar kompleks situs dengan botol bayi yang mengandung darah manusia.

Pelaku mengungkapkan bahwa sabotase dilakukan untuk memprotes pemerintah. Pelaku berpikir bawa nuklir adalah manufaktur yang dapat menyebabkan kematian.  Sabotase menyebabkan rusaknya infrastruktur pemerintah. Selain itu, sabotase juga petugas keamanan serta petugas lain yang ada dalam kejadian diberhentikan dan diturunkan pangkatnya.

  1. Sabotase Kereta Api

Pada tahun 2019, terjadi sabotase jaringan kereta api Inggris. Staf Network rail menemukan penghalang pada jalur kereta api di dekat Yaxley di luar Peterborough di Cambridgeshire dan kemudian di Netherfield.  Polisi mengatakan bahwa kedua penghalang tersebut berisi literatur yang berkaitan dengan keberangkatan Inggris dari Uni Eropa sehingga terjadi penundaan.

Sabotase menyebabkan gangguan yang signifikan terhadap jaringan kereta api Inggris. Sehingga menunda layanan kereta api yang berujung pada kerusakan infrastruktur kereta api. Sabotase dipercaya bagian dari protes terkait Brexit dan keluarnya Inggris dari Uni Eropa.

  1. Sabotase Pertanian Stroberi

Pada November 2018, terjadi sabotase stroberi di Australia. Penemuan menyebabkan supermarket yang menjual stroberi menarik penjualan dari Australia dan Selandia Baru serta memaksa petani untuk membuangnya. Sabotase menyebabkan ketakutan dan kepanikan nasional akibat kontaminasi jarum di tengah stoberi. Hal ini dikarenakan banyak laporan stroberi terkontaminasi dan mempengaruhi merk lain.

Salah seorang pelaku sabotase termotivasi oleh balas dendam ketika dia dituduh memasukkan jarum pada stroberi pada kasus sebelumnya yaitu ketika pada bulan September, pin dan jarum ditemukan tersangkut di buah stoberi serta tindakan pemalsuan yang memang bukan dirinya yang melakukan. Akibat sabotase dan kasus kontaminasi stroberi, merugikan petani stroberi dan petani buah lain di Australia.

Itulah tadi artikel lengkap yang bisa kami bagikan pada segenap pembaca. Berkenaan dengan contoh-contoh sabotase yang pernah terjadi di Indonesia dan Dunia. Semoga melalui postingan kali ini bisa memberikan edukasi bagi kalian.

Daftar Pustaka
  • https://www.reuters.com/article/us-sweden-masts-idUSKCNOY921R
  • https://www.bbc.com/news/world-us-canada-32663107
  • https://www.ft.com/content/c416aa-555e-11e9-a3db-1f289bedc16e
Gambar Gravatar
Guru PPKn Alumni Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan di Kampus Negeri Jawa Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *