Pengertian Sabotase, Ciri, Penyebab, Dampak, dan Contohnya

Diposting pada

Sabotase Adalah

Sabotase merupakan perbuatan yang biasa dilakukan oleh sekelompok orang untuk menghalangi musuh berbuat sesuai yang direncanakan. Sabotase ini sejatinya memiliki cenderung pada perbuatan merusak yang bisa dilakukan oleh satu orang atau kelompok tertentu.

Untuk lebih memahami mengenai sabotase, maka pada artikel ini disajikan mengenai pengertian, ciri-ciri, penyebab, dampak dan contoh sabotase.

Sabotase

Sabotase adalah tindakan yang bertujuan untuk menghalangi atau menghentikan upaya yang dilakukan pihak lain menggunakan cara-cara yang destruktif atau merusak sistem pemerintahan ataupun pembangunan yang telah dilakukan.

Selain itu sabotase biasanya dilakukan oleh pihak yang paham mengenai apa yang ingin dicegah. Sehingga upaya sabotase ini, biasanya tidak diketahui oleh musuh.

Pengertian Sabotase

Sabotase adalah jenis serangan yang sangat merusak dan hanya membutuhkan sedikit orang. Terkadang hanya membutuhkan satu orang saja untuk mencapai hasil yang diinginkan. Sabotase dilakukan berdasarkan studi, perencanaan serta tindakan yang cermat.

Pengertian Sabotase Menurut Para Ahli

Adapun menurut pendapat para ahli, definisi sabotase. Antara lain adalah sebagai berikut;

Merriam Webster

Definisi dari sabotase adalah tindakan destruktif yang dilakukan oleh sipil atau musuh untuk menghalangi upaya perang suatu negara dengan menghancurkan peralatan, senjata atau bangunan.

Cambridge Dictionary

Hakikat dari melakukan sabotase adalah untuk mencegah keberhasilan musuh atau pesaing. Dalam arti lain, sabotase mencegah upaya terjadinya gencatan senjata.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Pengertian sabotase yaitu perusakan milik pemerintah yang dilakukan pemberontak, penghalangan produksi oleh buruh, serta pemusnahan fasilitas militer maupun perhubungan oleh gerakan rahasia yang dilakukan musuh.

Ciri Sabotase

Sabotase dapat dididentifikasikan dengan karakteristik seperti berikut ini:

  1. Identik dengan ledakan

Pelaku sabotase biasanya menggunakan bahan peledak dalam merusak bangunan maupun faslitas dalam layanan publik pemerintah. Misalnya menggunakan dinamit, api atau ranjau. Strategi ini tentu sudah direncanakan secara sistematis.

  1. Menyebabkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki

Fasilitas, bangunan atau barang yang menjadi sasaran sabotase biasanya rusak atau tidak dapat diperbaiki. Misalnya membakar benda atau bangunan. Kemungkinan lain yaitu benda yang dirusak hanya dapat diperbaiki oleh pelalaku sabotase demi keuntungannya.

  1. Bersifat rahasia atau sembunyi-sembunyi

Sabotase yang dilakukan oleh kelompok gerilyawan bersifat rahasia. Pelaksanaannya dilakukan secara terencana dan tersusun secara sistematis. Sehingga dalam hal inilah setidaknya sabotase akan nampak ketika masalah sudah terjadi.

  1. Dilakukan oleh pemberontak atau gerakan revolusioner

Pemberontak atau revolusioner melakukan sabotase dengan alasan sakit hati atas kerugian yang diderita. Biasanya mereka berasal dari dalam lingkungan musuh. Selain itu, sabotase juga dilakukan oleh musuh yang ingin menguasai dan melumpuhkan lawan.

  1. Dilakukan oleh orang yang paham dibidangnya (sasaran sabotase)

Sabotase dilakukan oleh orang yang ahli di bidangnya. Merusak maupun mengacaukan sesuatu tanpa diketahui secara sistematis biasanya dilakukan oleh orang yang ahli. Bahkan orang yang berasal dari dalam yang mengerti seluk beluk perusahaan atau pemerintahan.

  1. Dimulai dari gerakan sabotase terisolasi kemudian menyebar dan memicu penduduk untuk melakukan sabotase

Sabotase dimulai dari kelompok kecil bahkan satu orang saja. Menyebar membentuk kelompok yang lebih besar dan bergerilya  Selain itu, sasaran dominan sabotase adalah kantor publik, pusat pemerintahan dan lembaga pemerintahan.

Penyebab Sabotase

Hal-hal yang dapat menyebabkan dilakukannya tindakan sabotase oleh pihak tertentu adalah sebagai berikut seperti di bawah ini:

  1. Pemerintahan yang otoriter

Pemerintah yang otoriter menyebabkan rakyat nya sengsara namun tidak dapat melakukan kritk terhadap pemerintah. Sehingga hal yang bisa dilakukan untuk mengekspresikan kritiknya adalah memberontak dengan cara sembunyi.

  1. Ingin menghancurkan rencana golongan tertentu

Salah satu alasan yang menyebabkan orang melakukan sabotase adalah agar mereka dapat menggagalkan aksi kelompok tertentu. Aksi kelompok yang dirasa mengacam keamanan, akan berusaha digagalkan ketika negosiasi sudah tidak bisa digunakan untuk menghentikannya.

  1. Perbedaan paham antar kelompok masyarakat dalam satu negara maupun antar negara

Kebijakan pemerintah terkadang tidak sesuai dengan apa yang dipahami dan dikehendaki oleh masyarakat. Sehingga beberapa kelompok masyarakat yang memiliki paham berbeda dengan pemerintah berusaha melakukan pemberontakan.

Upaya yang dilakukan adalah dengan menghancurkan bangunan pemerintahan, merusak jaringan dan sistem penting negara. Tujuannya adalah mengubah dan menghentikan kebijakan pemerintah agar sesuai dengan paham mereka.

  1. Militer dan keamanan yang sangat represif

Sistem keamanan negara yang represif membuat masyarakat tidak mampu menyampaikan aspirasinya kepada pemerintah.

Semua hal yang dilakukan masyarakat dikendalikan dan ditentukan oleh negara. Akibatnya banyak masyarakat yang memberontak dan melakukan tindakan-tindakan semacam terorisme, menghancurkan asset negara bahkan mengadu domba masyarakat.

  1. Protes terhadap instansi perusahaan

Perusahaan yang sewenang-wenang tehadap karyawannya akan menimbulkan demonstrasi. Karyawan yang tidak terpenuhi hak dan tuntutannya akan melakukan hal-hal yang merugikan perusahaan karena merasa sakit hati. Mulai dari perusakan alat, perusakan nama baik dan sebagainya. Pelaku sabotase bisa sekumpulan karyawan yang sakit hati, bahkan bisa saja hanya seorang diri.

  1. Keuntungan Pribadi

Sabotase bisa saja dilakukan karena keuntungan pribadi individu maupun kepentingan pribadi negara. Orang merusak asset orang lain karena telah merugikan atau menghalangi usaha yang dijalankannya. Melalui sabotase, usaha yang dijalankan bisa lancar.

Sementara itu, sabotase juga bisa dilakukan oleh negara terhadap negara lain. Menghancurkan armada milik negara lain karena mengganggu sistem perdagangan atau agar orang lain tidak ikut menikmati sumber daya bersama.

Dampak Sabotase

Pada dasarnya, sabotase mampu mengancam kedaulatan negara. Secara terperinci dampak dari sabotase adalah sebagai berikut:

  1. Membahayakan perekonomian negara, khususnya masalah keuangan. Misalnya jaringan perbankan domestic dan asing. Perusakan sistem pertukaran uang dan kredit maupun pengumpulan pajak.
  2. Gagalnya produksi pertanian dan industri
  3. Terganggunya sistem transportasi dan komunikasi yang dimiliki oleh musuh. Misalnya terganggunya lalu lintas ereta api yang dilakukan secara sistematis, serangan kereta api barang, penghentian transportasi militer dan sistem komunikasi pemerintah.
  4. Adanya tindakan eksploitasi perusahaan dan properti pada suatu negara
  5. Menghancurkan sistem polisi atau militer yang represif
  6. Membuat tidak berguna sistem keamanan pada suatu negara atau perusahaan

Contoh Sabotase

Contoh sabotase yang pernah terjadi di beberapa negara adalah sebagai berikut:

  1. Sabotase Perdagangan

Sabotase kapal tanker minyak Timur Tengah (Saudi, Norwegia, dan Emirati) dirusak oleh pejabat di Teluk Persia. Pejabat yang tidak berwenang menggunakan bahan peledak untuk melubangi kapal menggunakan bom. Sabotase menyebabkan korban dan tumpahan minyak yang mempengaruhi pasokan minyak kepada konsumen di seluruh dunia.

  1. Sabotase Senjata

Pada tahun 2019, Pemerintahan Donald Trump telah menyabotase rudal dan roket Iran yang dikhawatirkan membahayakan melalui program rahasia. Tujuannya adalah untuk melemahkan militer Teheran serta mengisolasi perekonomiannya. Akibatnya beberapa satelit yang telah diluncurkan Iran gagal dalam hitungan menit.

  1. Sabotase Alat Transportasi

Pada September 2019, salah satu mekanik American Airlines melakukan sabotase pesawat yang akan lepas landas dari Miami International Airport menuju kepulauan Bahama yang sedang mengangkut 150 penumpang. Aksinya telah merusak atau mematikan sistem ADM yang memasok data kecepatan dan data penting pesawat lainnya.

Alasan melakukan sabotase karena sering terjadi sengketa kontrak kerja antara serikat pekerja dengan maskapai penerbangan. Sengketa tersebut membuatnya mengalami kerugian finansial.

Sabotase dilakukan dengan mengotak-atik sistem sehingga pelaku bisa mendapatkan pekerjaan lembur. Akibat dari adanya sabotase tersebut adalah pembatalan lepas landas pesawat dan kerugian bagi perusahaan dan penumpang.

  1. Sabotase Penerbangan

Pada Juni 2019, Bandara Changi oleh disabotase oleh banyak drone yang dioperasikan di sekitar bandara. Hal tersebut mengakibatkan dua puluh lima penerbangan terganggu. Mulai dari penundaan kedatangan dan keberangkatan hingga pengalihan penerbangan.

Penumpang merasa dirugikan karena urusan mereka tertunda. Begitu pula dengan pihak penerbangan yang harus mengatur ulang jadwal penerbagan pesawat. Gangguan drone bukan hanya terkait penerbangan, namun juga mengintai bangunan apartemen di Singapura.

  1. Sabotase Bantuan Pangan

Pemberontak Houthi melakukan sabotase bantuan pangan bagi masyarakat kelaparan di Yaman akibat perang. Bantaun makanan ditangguhkan dan dialihkan ke daerah lain yang dikendalikan oleh kelompok Houthi di Yaman. Pasokan makanan menjadi berkurang sementara perang saudara masih berlangsung.

  1. Sabotase Pemilu Nigeria

Pelaksanaan dalam arti pemilu di Nigeria terpaksa ditunda secara mendadak. Tiga bangunan yang menyimpan materi pemilu dibakar ketika sabotase dilaksanakan. Pada saat yang bersamaan terjadi badai debu dan konflik agama yang mengakibatkan puluhan.

Penundaan pemilu mengakibatkan konflik dan perdebatan mengenai jadwal pengunduran pemilu. Dikhawatirkan akan menguntungkan para calon dan merugikan petugas akibat persiapan sarana pemilu yang sudah matang.

Nah, itulah tadi serangkain pembahasan dan pengulasan yang bisa diberikan kepada segenap pembaca terkait dengan pengertian sabotase menurut para ahli, ciri, penyebab, dampak yang ditimbulkan, dan contohnya di berbagai negara. Semoga bisa memberikan wawasan dan menambah edukasi bagi pembaca sekalian. Trimakasih,

Daftar Pustaka
  • https://www.merriam-webster.com/dictionary/sabotage
  • https://dictionary.cambridge.org/dictionary/english/sabotage

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *